Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
End of Beginning


__ADS_3

Saat ini, kami berdua sedang menahan monster – monster yang tiba – tiba muncul dihadapan kami, disaat kami sedang menunggu harapan kami selama ini. Datang lagi mimpi buruk yang harus kami hadapi.


“HYAAAA !!!”


Aku mengayunkan pemukul baseball ku lalu melempar bom kimia yang di buat Leo ke arah muka mereka sehingga mereka tidak bisa melihat.


“AKU JUGA TIDAK MAU BERAKHIR DISINI !”


Saat ini Leo juga berjuang bersamaku, terlihat dari expresi wajahnya yang sangat kesal ! menebas zombie itu menggunakan pisau miliknya.


“AGHH !”


“UGHHH!”


Namun sudah kuduga monster – monster ini tangguh, kami memang kesulitan karna kami kalah jumlah.


“Ini buruk ! ditebas pakai pisau pun mereka masih bisa bertahan !”


“gunakan bom kimia nya !”


“MAKAN INI !”


Saat Leo melempar bom kimianya ke arah wajah monster itu, Monster itu menangkisnya menggunakan tangan kirinnya.


“sepertinya mereka juga pintar ! mereka mengelak serangan fatal dari kita !”


“tinggal satu ya ! berikan padaku !”


“ini yang terakhir ! gunakan sebaik mungkin !”


“aku tau !”


Di sisi lain ! hans berteriak ke padaku bahwa dia akan menutup satelnay karna seluruh siswa sudah ada diluar !


“AO !! AKU AKAN MENUTUPNYA SEKARANG !”


Hans menarik tuas satel besi dan satel besinya perlahan menutup kembali.


“Leo ! dalam hitungan 3 ! kita lari ke satelnya dan kabur dari sini !”


“Baiklah !”


“ok…1….2…..3 !”


Saat aku bilang 3, aku berlari ke arah yang berlawanan dengan Leo dan itu membuatnya terkejut.


“Ao !”


“TETAP BERLARI !”


Sambil berteriak, Aku melempar bom kimia terakhir itu ke arah monster itu ! monster yang menyadari aku melempar bom kimia itu ke arahnya langusung bergegas membuat tameng dari tangan kirinya.


“HEH ! KURANG PINTAR !”


Aku langsung melempar pisau milikku dan mengenai bom kimia itu, hingga menimbulkan cipratan yang membuat monster lain terkena cipratannya.


“heh ! makan itu ! sekarang LARI !”


Aku berlari kearah satel yang sudah hampir tertutup, salah satu monster yang melindungi dirinya dengan tanan kirinya itu mengejarku.


“Ao !!”


“DIA DI BELAKANGMU !”


“CEPAT !”


Aku langsung melakukan sleding dan melewati sela – sela satel besi yang akhirnya tertutup rapat ! monster itu menabrak satenya dan satelnya masih kokoh melindungi kami !


“hah…..hah…..”


“Ao ! kau berhasil !”


“hah….hah….hampir saja !”


Kami berhasil keluar dari sini tapi ini merupakan situasi buruk juga ! itu berarti ada beberapa zombie yang akan medatangi kami !


“kau hebat Ao !”


“Pujiannya bisa kita simpan nanti saja ! sekarang ini kita masih dalam bahaya ! Tesa ! ada berapa banyak yang selamat !?”


“ada 13 orang disini ! dan…. Kita kehilangan 5 teman kita”


Lagi – lagi kami kehilangan teman kami disaat harapan sudah ada di depan mata kami, tapi….


“Ao !?”


“aku tau bu maya…..kita belum mempunyai waktu untuk bersedih ! itu bisa kita simpan nanti jika kita sudah aman !”


Beberapa zombie datang menghampiri kami, kami harus segera mencari tempat aman lain untuk berlindung.


“baiklah Tesa ! Hans ! Leo ! Karin ! Jay ! aku mengandalkan kalian !”


“OK !”


“..a…..a…..Ao !”


Saat kami serentak ber 6 di garis depan, aku melihat Mika yang sepertinya memanggil ku dan badanya sangatlah bergetar….


“Mika ? ada apa !?”


“a…atas ….mereka !?”


“!!”


Yang membuat ku teringat kembali apa kata mika adalah, mereka seperti kukang dan, mereka dapat memanjat tebing.


“…….eh ?”


Ternyata monster itu sedang melihat ke arah kami dengan matanya yang menyala karna tertutup bayangan gedung mall ini, sambil menempel di sisi tembok mall.


“la…LARI !!!”


Tiba – tiba ada 5 monster turun dari atap dan merangkak turun dari tebing mall dengan sangat cepat .


“LARI !! LARI MANJAUH DARI MEREKA !!”


Salah satu monster melompat ke depan kami dan menghadang kami. Leo menghantam nya hingga terpental.


“Tetep Berlari ! jangan Berhenti !”


“Kyaa !”


Tiba – tiba Rika terjatuh kanra kakinya belum sembuh total.


“Rika !”


Saat monster itu ingin menerkam Rika ! aku memukulnya dan monster itu terpental !


“Rika Cepat ! aku akan menggendongmu !”


“AO ! DIBELAKNGMU !”


“!!”


Terlambat aku menoleh kebelang, tangan kiri ku tertusuh kuku monster itu !


“GYAAAAA !!"


“AO !”


Monter itu lalu menarik ku menjauh dari rika ! aku pun berteriak ke Jay untuk menolongnya !


“JAY !! TOLONG RIKA !!”


“AO !! TAPI !!”


“TENANG SAJA !! RIKA DULUAN !!”


“UGHH!!


Jay datang menolong rika dan sepertinya dia selamat.


“syu….syurlah….”

__ADS_1


Langsung saja monster itu menggigit bahuku dan aku berteriak kencang sekali !


“GYAAA !!!”


“AO !!!"


Disaat terakhir, Aku mendenganr teriakan tesa namun sekarang…..pandangan ku menjadi buram dan semuanya menjadi putih tak terlihat.


“……………….”


………………………………………………………………….


“…………….. ..”


Suara – suara itu menjadi sulit didengar dan aku kini berdiri di sebuah ruangan kosong tanpa siapapun disini.


“…..emm…..”


Sejau mata memandang semuanya putih, lalu muncul bayangan tidak kasat mata dan tiba – tiba bayangan itu berubah menjadi ka ted.


“ka Ted !”


Ka Ted perlahan menjauh dariku, kuputuskan untuk mengejar bayangan itu.


“Tunggu ka ted…aku-“


“(berhenti )”


Aku mendengar suara seperti saat aku mendengar suara – suara di otakku, namun kali ini yang kudengar suara laki – laki. Akupun menoleh ke belakan dan ada bayangan diriku sendiri.


“kau…”


“(jika kau mengejarnya, itu berarti akhir dari mimpi burukmu ! kau benar – benara akan pergi dan tidak bisa kembali ke teman – temanmu)”


“…………”


“(apa…..kau lebih memilih mengakhiri semua mimpi buruk mu ini….atau….tetap berjuang melawan mimpi burukmu)”


Setelah melihat situasinya, ternyata aku berada di jembatan antara kematian dan kehidupan, dan apakah aku benar bisa mengakhiri mimpi buruk ini, atau.... biarkan aku tidur selamanya...


“(…….heyy…..temanmu…..menunggumu…..)”


“!!!”


di…dia…memilihku untuk tetap hidup !


“kau….menginginkan ku tetap hidup ?”


“(aku adalah dirumu….itulah yang sebenarnya kau inginkan bukan )”


“……kau benar ! aku tidak bisa tidur di sini selamanya ! Akan ku akhiri ! mimpi Buruk Sialan Ini !”


“(……………)”


Dia mengulurkan tangan kananya ke arah ku, Saat aku meraih tangannya, Cahaya putih menerangai mataku dan aku mendengar suara seseorang meneriaki namaku.


“AO !!”


“HAH !!”


Begitu aku sadar, aku merasa sakit di bahuku dan ternyata monster ini masih menggigit bahuku.


“SAKIT ! SIALAN !!”


Aku memukulnya kepalanya dengan pemukul baseball, membuat dia terlepas dari bahuku, Lalu memukulnya sekuat mungkin sampai pemukul baseball ku patah, dan monster itu terpental sangat jauh.


“hah….hah….”


Badanku masih bisa digerakan, aku masih hidup ! selagi aku masih hidup ! aku harus melakukan sesuatu !


“Kyaaa !!”


“Tesa !!”


Aku berlari ke arah tesa, mengambil batang besi yang terjatuh di tanah dan memukul monster itu dari belakang hingga terpental.


“tesa !”


Kaki tesa lecet terkena cakaran monster itu ! aku merobek bajuku dan menutup lukanya menggunakan bajuku.


“Tahan !”


“Ugh……ehh…..Ao ! bahumu !”


“Tenanglah…..ini belum seberapa !”


“tapi…..”


Keadaan semakin memburuk, banyak zombie yang datang dan monster itu bertambah banyak.


“………”


“a….Ao !?”


Ada 7 zombie dan 2 monster yang mendekati kami…..sepertinya aku tidak ada pilihan lain.


“Tesa........maaf….”


“ehhh….”


Aku memeluk tesa seerat mungkin, aku tidak memiliki kekuatan untuk melindungi semaunnya.


“maafkan aku….aku….tidak cukup kuat…..”


Aku mulai meneteskan air mata di depan tesa dan tesa memeluk kepalaku dan mengusapnya.


“kau terlalu memaksakan diri…….tidak apa – apa….kau sudah berusaha sekuat tenaga…”


“ma.......maafkan aku….”


“tenanglah…aku ada bersamamu”


“GWAAAAA!!”


DORRRR !!!


Saat kami sudah dikerumuni oleh zombie dan moster, terdengan suara jeritan yang sangat seram. Suara seperti itu biasanya dikeluarkan oleh zombie atau monster itu ! namun suara jeritan itu juga bersamaan dengan suara tembakan senjata api.


“ehh !”


Salah satu monster itu tumbang dikarnakan kepalanya berlubang terkena tembakan senjata api.


“ehhh !”


“kalian tidak apa –apa ?”


Di belakang kai berdiri seorang wanita yang memegang senjata type Revolver yang lumayan besar. Wanita itu melempar sebuah saputangan ke arah aku.


“seorang pria tidalah menangis seperti itu ! sapu habis air mata itu !"


Dia berjalan kedepan dengan beberapa orang di belakangnya.


“Paula ! Melissa ! kalian obati luka pria itu !”


“Baik !”


Mereka ber 5 berdiri di garis depan, wanita yang tadi menembak ke arah atas dan membuat semua monster, zombie dan teman – teman ku melihat ke arahnya.


“Kami ! Vermelia Rose dari team penyelamat ! JANGAN PERNAH HILANGKAN HARAPAN KALIAN !


mereka yang berada di belakan wanita itu langsung menembaki zombie dan monster itu bertubi – tubi.Namun, tidak halnya wanita itu, dia berbeda dengan yang lain, dia menembaknya di jarak dekat dengan moster – monster itu, sambil menendang, bahkan menghindari serangan monster – monster itu.


“ki….kita…selamat..”


Seorang dari mereka memberikanku pertolongan dengan mengobati lukaku, kalau tidak salah namanya Paula.


“tenanglah ! serahkan saja kepada kapten kami ka iris ! dia pasti akan menyelamatkan teman – teman mu yang lain”


“ka….iris….”


“kita selamat Ao!”


“se…sepertinya begitu !”

__ADS_1


Team pemyelaman pun membantai seluruh zombie dan monster itu.


Setelah pertarungan selama hampir 10 menit, mereka berhasil membunuh semua zombie dan monster itu ! hanya mereka ber 5 dan kini lapangan parkir ini menjadi lautan darah.


“ahh….teman – taman !”


Teman – teman ku datang menghampiri kami berdua yang duduk di pinggiran mobil tank para team pelindung ini, namun yang menghampiri kami hanyalah bu jili, Leo, Karin, dan Rika.


“eh…..ma…mana yang lain !?”


“………….”


Tidak ada yan menjawab ku, dan wanita bernaka ka iris itu memanggilku dan tesa.


“oiii kalian berdua ! kemari !”


Saat kami mengikutinya, kami terkejut melihat teman – teman kami yang tak sadarkan diri dengan luka – luka yang begitu banyak dan tertidur di atas kain putih.


“mu….mustahil”


“sayangnya mereka tidak bisa bertahan sampai akhir ! namun temanmu yang disana masih sadar !”


Dia menunjuk ke arah hans yang sepertinya masih bernafas.


“HANS !!!”


“Hans !!!”


Aku dan tesa menghampiri hans secepat nya dan aku merangkul hans di tanganku.


“HANS !! SADARLAH HANS !!! BUKA MATAMU !!”


“HANSS !!”


“…..ughh…..ao…..tesa….”


“Tenanglah ! kau pasti bisa ! tetap lah sadarlah !”


“aku….tidak…..bi…sa….mendenger…mu”


“HAH !!”


Dia mengangkat tanganya dan aku memegang tangannya bersama dengan tesa.


“aku…….berusaha…..sekuat..tenaga…”


“IYA !! KAU SANGAT HEBAT ! “


“eheheh….ao….kutitipkan….te….sa…..padamu”


Tangan hans roboh dan tidak memiliki tenang lagi…


“HANS !! TIDAK HANS !! JANGAN TINGGALKAN KAMI !!! HANS !!! HANSSSSSS !!”


“hik…..hikkk…hikk..”


Kami kehilangan banyak teman disini……bu maya…Mika…..jay…..dan teman – teman ku. Kalian pergi begitu saja disaat kami ber 6 selamat. aku kehilangan kalian karna aku tidak cukup kuat untuk melindungi kalian semua.


“hey kalian ber 6 ! kita akan segera berangkat ! kita tidak bisa berlama – lama disini !”


“maaf ka iris ! tapi ! Aku, Ao, dan leo sudah terkena serangan moster itu ! itu berarti kami sudah terineksi !”


Benar juga..…Itu benar…..kami sudah terinfeksi dan mungkin kami akan segera berubah juga menjadi zombie ! berarti kami ber 3 juga tidak selamat ya….


“kalian tidak perlu khawatir ! makanya aku menyuruh paula dan Melissa untuk memeriksa luka – luka kalian !”


“ehh jangan bilang kalian punya penawarnya !”


“omong kosong ! kita tidak memiliki penawar dari infeksi ini !”


“berarti kita tidak terselamatkan bukan ? dalam 3 jam infeksinya akan membuat kami berubah menjadi zombie”


“heh ! kalian tenyata cukup pintar karna mengetahui jeda waktu infeksi itu menyebar. Tapi kalian tidak perlu khawatir, para Zoa itu tidak memiliki Hervana di tubuh mereka !”


“ehh ? Zoa ? Hervana ?”


“aku akan jelaskan itu di perjalanan kita kembali ke markas ! yang jelas kalian akan baik – baik saja ! jadi Ayo cepat kita pergi dari sini !”


Saat mereka ingin meninggalkan tempat ini, aku masih memandangi teman – teman ku yang terkapar tidak bernyawa karna kami akan meninggalkannya. Disaat itu….teman – temanku juga menghampiri ku dan berdiri di sampingku.


“mari berdoa untuk mereka supaya mereka tenang di sana !”


“emmm.."


Kami menutup mata dan berdoa kepada mereka semua yang gugur. Aku membuat tekat di depan mereka yang gugur disini. Bahwa ! aku tidak akan membiarkan orang – orang lain mati di dunia omong kosong ini…dan untuk itu ! aku harus menjadi kuat !


“baiklah Ayo !”


“ka iris !”


“emmm ?”


Aku menoleh ke belakan dan menatapnya.


“bagaimana….bagaiman caranya untuk menjadi kuat sepertimu ?”


Ka iris yang santai dengan menghisap sebatang rokok di mulutnya melihat mataku dengan sangat tajam


“….matamu…..”


“………………”


Dia berjalan pelan ke arahku sambil bicara.


“katakana padaku ! Untuk apa kau membutuhkan kekuatan itu !”


Aku mengepalkan kedua tanganku sekuat mungkin.


“Tetu saja ! agar aku tidak melihat permandangan seperti ini lagi ! melihat teman – teman ku terbunuh di depan mataku ! aku muak dengan omong kosong ini ! aku harus mempunyai kekuatan untuk melindungi mereka”


Ka iris tersenyum dan mengambil sebuah senjata di sakunya.


“ini adalah senjata secondary favorit ku,


“Blacktail” Terimalah !”


“……....”


Saat aku ingin mengambilnya, dia menariknya sedikit dan memberikanku sebuah nasehat.


“aku akan berikan kau kekuatan yang kau inginkan ! akan ku ajari caranya bertarung ! karena itu ! Putuskanlah dengan Bergabung ke Team Penyelamat kami “Vermelia Rose “ dan jadilah seorang Savior !”


Tekat ku sudah bulat ! akan ku lakukan atas apa yang mereka lalukan terhadap teman – temanku ! akau ku akhiri mimpi buruk ini.


“(hihihhi…..semakin menarik saja ya kau ini !)”


“heh..….berisik kau”


“emm…...kau bilang sesuatu !?”


“ahh tidak ! Baiklah ka Iris !”


Aku meraih pistol itu dan bertekat untuk menjadi seorang Savior !


“aku kan bergabung ke vermelia Rose dan menjadi seorang Savior !”


“hemm…Bagus !! baiklah !! ayo pergi dari sini”


Kami pun bergegas masuk ke mobil tank dan pergi dari sini, namun saat aku naik ke mobil itu.


“emm ?”


“ada apa ? ahhhh, gadis ini ! kami menyelamatkannya saat perjalanan kami menjemput kalian ! dia masih pingsan karna shok, Tapi hebat sekali dia bertahan di dalam mobil cukup lama !”


“gadis ini …aku mengenalnya….kalau tidak salah dia Noel Erestres !”


“hey cepat duduk !”


“ah iyaa”


Dan begitulah, kami pergi meninggalkan teman – teman kami. Kami ber 6 terselamankan berkat bantuan dari team vlVermelia Rose ! dan kuharap, masa depan akan terlihat unuk kami semua !


to be continued......

__ADS_1


__ADS_2