Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(S3) Demi God Side Story : Demi God War Byakko part #1


__ADS_3

“Mati Kau !”


SRATSSSS !!!


“AGHHHH !!!”


“Hemm ! Ini Belum cukup !”


Salam, Namaku Byakko sang demi god yang dijuluki dewa Perang, Saat ini tepatnya di hutan yang cukup dekat dengan desa Zenexter ini, aku sedang memberi makan katana kutukan ku yang berlumuran darah ini, Namun entah kenapa…walaupun aku sudah membantai 11 Reaper, kurasa Ini masih belum cukup untuk ku.


“Byakko !”


“Ahh, Leo ! bagaimana dengan bagian mu ?”


“Sudah beres, aku telah membereskan 3 zoa dan 13 zombie nya !”


“Kau ternyata cukup kuat ya, dan terlebih, kemampuan Pedangmu sudah cukup meningkat !”


“Ini karna aku memiliki master yang hebat ! aku bisa berkembang dan menjadi sekuat ini !”


“Kau salah, walau guru mu hebat, tapi semangat dan tekad lah yang membuatmu sampai sejauh ini !”


“Terimakasih Master !”


Leo juga semakin hebat menggunakan teknik katana nya, dia ku ajari aliran pedangku, dan cara menembak oleh Rin, sekarang ini dia sudah bisa bertarung jarak dekat maupun jauh.


“apa pistol itu cukup ?”


“Yaa, latihan dengan Rin membuatku cukup ahli dalam menembak, ditambah lagi, Sens ku dengan sekitar juga cukup tinggi, aku bisa menembak cepat musuh yang bersembunyi di sekitar sini….Terutama….”


“Emm ?”


“Reaper yang pura – pura mati itu !”


“Ehh ?!”


“CIH ! KETAHUAN !”


Tiba – tiba reaper itu pun lari, aku tidak ingat ada reaper yang seperti itu, pasti dia melumuri dirinya dengan darah dan pura – pura mati !


“Dia lari master !”


“Kau tetap disini ! Dia adalah mangsaku !”


“Baik !”


Aku pun mengejarnya, reaper ini memang cukup cepat, Tapi aku lebih cepat darinya


“DAPAT KAU !”


“CIHH !”


SRATSSSS !!


Tebasan Ku meleset, namun serangan ku menebas sedikit Kaki kanan nya, sehingga dia jauh terguling dan tidak bisa lari lagi


“Ughhh !”


“Hehehe ! sayang sekali kau tidak bisa lari lagi ya ! Ucapkan lah kata – kata terakhirmu !”


“Kau ini ! Demi god Byakko bukan ?! Kenapa kau mengkhianati Dewa mu sendiri !”


“Dewa ku !? Maksudmu Tendo Agami ? HEH, Tentu saja aku menghormatinya sampai sekarang, tapi lihat ! walaupun aku membasmi kalian ! tidak ada hukuman yang turun untuk ku !”


“Tapi kau membantu manusia ! itu juga termasuk kau mengkhianati Dewa Kami !”


“………………”


Ini….Semakin tidak mau ku dengar…..


“Kau banyak bicara ya, Lebih baik kau mati saja !”


Dan saat aku mendekat ke arahnya sambil bersiap – siap menebasnya.


“T-TUNGGU DULU !”


“………Apa lagi ? Terimalah saja Kematian mu !”


“…….A…Aku menyesal !”


“Huh ?”


“a-aku tidak akan melawan kalian lagi ! A-aku akan membantu kalian para manusia ! Jadi ku mohon jangan bunuh aku !”


“…………………..”


Seorang reaper yang menunduk untuk di beri ampun ? apa dia benar – benar reaper ?


“Kumohon ! akan ku lakukan apapun untuk membantu kalian ! jadi jangan bunuh aku !”


“……………..Siapa namamu ?”


“Ehh ?”


“aku tanya, siapa namamu ?”


“........T-Tenha !”


Aku pun tersenyum padanya


“begitu, ya. Salam kenal ya Tenha !”


“i-iya”


“Kalau begitu, Matilah untuk umat manusia !”


“Ehh ?”


SRATSSSSS !!!


Satu tebasan di leher…kepala reaper itu pun langsung terbang cukup jauh


“………………..”


Bahkan, seorang reaper pun…ternyata memiliki ke unikan masing – masing, baru kali ini aku lihat reaper yang meminta ampun seperti ini


“….kau merupakan reaper yang tidak masuk akal, Ingin menghianati perintah Tendo agami dan mau bergabung dengan kami para manusia ? ITU LAWAKAN YANG TIDAK LUCU ! Namun…setidak nya kau memiliki keberaniaan untuk bicara seperti itu di depanku, pasti…kau benar – benar Reaper yang lemah ya…Tenha...”


Ini memuakan, sudah ku duga Reaper yang memilih untuk berpura – pura mati dan lari akan memalukan seperti ini ! aku jadi ingin memutilasinya !


“Sudahlah, jangan mengoroti lagi katana ku….dengan ini jadi 12 nyawa ! bagaimana pedang ku ? apa ini cukup ?”


“……………………”


“Ehh ? masih kurang ? berapa hari kau bisa bertahan ?”


“…………………...”


“Hanya 3 Hari ? Hah…baiklah – baiklah, akan ku carikan lagi nanti ya ! tapi saat ini sudah tidak ada lagi reaper di sekitar sini ! jadi kita kembali saja ya ?!”


“…………………..”


“Syukurlah kalau kau mengerti !”


Aku pun memasukan katana ku ke sarungnya, dan kembali ke tempat Leo berada.


“ahhh, Byakko !”


“Ini membosankan Leo ! kenapa aku harus melawan Reaper yang malah tidak melawanku !”


“Begitu, ya. sepertinya aku tidak merasakan ada tanda – tanda reaper di sekitar sini ! apa kita mau mencari lebih jauh saja ?”


“kurasa sudah cukup untuk hari ini, kita kembali saja ke Desa Zenexter !”


“Baiklah ( tumben sekali dia sudah mau kembali padahal masih siang begini…)”


Kami pun kembali ke mobil tank kami, dan pulang menuju desa zenexter


“apa kau kurang enak badan master ?”


“kenapa kau mengambil kesimpulan seperti itu ?”


“Yaa, hanya saja ini masih jam 11 siang, tapi master sudah minta kembali ke zenexter, biasanya kita berburu sampai jam 2 atau 3 siang”


“Reaper – reaper itu tidak menghibur ku ! aku ingin sekali cepat kembali dan bertarung dengan Ao !”


“…...…(hoh…begituya !)”


“Emm ? ada apa ? kenapa cengar cengir begitu ?”


“Jadi…..Bertarungnya bukan dengan ka Misa ?”


“!!!”


“…….(dia mudah sekali di tebak !)”


B-benar juga, kenapa aku harus bertarung dengan Ao ?! aku kan bisa latihan dengan misa yang lebih kuat dan cepat ! kenapa aku malah menyebut nama Ao ?! I-Ini pasti….


“(Pati karna ciumanya yang waktu itu ! aku jadi kepikiran dia melulu ! Sadarlah Byakko ! kau ini demi god yang dijuluki sebagai dewa perang ! kenapa malah memikirkan hal yang selain bertarung !)”


“semoga Ao sedang senggang ya”


“…….DIAM LAH LEO ! FOKUS SAJA MENYETIRNYA !”


“Baik – baik (senangnya jadi pria populer ya…Ao)”


Kami pun sampai di Desa Zenexter dalam 1 jam, seperti nya benar apa kata leo kalau lokasi kita tadi memang tidak terlalu jauh dari sini.


“Kau duluan saja master ! biar aku yang urus sisanya !”


“kenapa ? aku juga bisa bantu – bantu sedikit !”


“Bukan itu, lebih baik master segera kembali saja ke kamar dan ganti baju ! baju yang berlumuran darah itu bisa membuat orang – orang ketakutan !”


Benar juga, sepertinya kali ini aku berlebihan, sampai bajuku penuh dengan noda darah seperti ini !


“Baiklah, aku ke kamar duluan ya”


“Silakan !”


Aku pun masuk ke desa dan berjalan menuju kamarku, Namun tiba – tiba…


“BYAKKO !”


“!!!”

__ADS_1


Suara orang yang baru saja di bahas pun datang. Ao pun langsung saja mendekat ke arahku dan merangkul kedua bahuku


“byakko ! kemana saja kau ?! dan kenapa kau berlumuran darah seperti ini ?!”


Kau terlalu dekat Ao !


“a-aku baru saja berburu dengan leo ! pedangku sudah minta jiwa lagi !”


“………Begitu, ya. kalau seperti itu maka tidak apa – apa, tapi setidaknya kabari lah aku dulu !”


“memangnya kenapa ?”


“Masa kau lupa kalau hari ini kita ada janji berlatih ! aku sudah siap untuk berlatih dengan mu !”


KEBETULAN SEKALI ! KENAPA AKU LUPA HAL SEPERTI INI !


“B-BENAR KAH ?! KALAU BEGITU AYO SEKARANG KITA LATIHAN !”


“ahh, Tapi…kurasa kau lebih baik ganti baju dulu, bajumu penuh darah seperti itu !”


“……..Ini tidak masalah !”


“Tidak itu jadi masalah ! kalau orang lain melihat mu seperti ini, nanti kau bakal di pandang tidak enak oleh mereka ! ayo kita ke kamar mu dulu !”


“K-Kamar ?! kamar Ku ?”


Kami pun berjalan ke kamar bersama, Kamar…Berdua….


“……..(pikiranku jadi kemana – mana karna aku jadi teringat ciuman itu lagi ! ini semua karna salah mu Ao !)”


“ada apa byakko ?”


“EHH ?! t-tidak ada apa – apa !”


“kalau begitu bagus lah, Emm ?”


“ada apa ? Ohh ?”


Saat kami sudah sampai di kamar ku, ada palang di depan pintu yang memberitahukan kalau kamarku sedang di bersihkan.


“Sedang di bersihkan ?”


“Kenapa ?! ini kamarku ! masuk saja !”


“Tapi, kau tidak lihat di palang ini ? ada tulisan “JANGA BERANI MASUK !” bahkan dengan huruf besar dan tanda seru ?”


“Walaupun begitu, ini tetap kamar ku dan saat ini aku butuh baju ! jadi masuk saja !”


Saat aku mencoba masuk, ternyata kamarku dikunci dari dalam


“Ehh ? ini dikunci ?!”


“(SIAPA ITU ?)”


“Ahh, apa kau sedang membersihkan kamar ku ? aku butuh untuk masuk ke kamarku sekarang !”


“(BACALAH PALANGNYA ! DAN JANGAN GANGGU KE ASIKAN KU !)”


“(ke asikan ?)”


“(ke asikan ?)”


“(KAMAR INI TIDAK BOLEH DIMASUKI SAMPAI AKU SELESAI MEMBERSIHKANNYA ! TITIK !)”


Aku pun menarik katana ku


“AYO KITA BUNUH DIA AO !”


“JANGAN ! DIA ITU SEDANG BEKERJA UNTUK MU ! SUDAHLAH AYO PERGI !”


Karna sepertinya Ao menghalangi ku untuk merebut kembali kamarku, ternyata Ao membawaku ke tenda nya.


“Kenapa kita malah ke tenda mu ?”


“kalau kau tidak bisa ganti baju, teman – teman ku pasti punya baju yang bisa di pakai mu dulu !”


“…..Begitu, ya (k-ku kira….)”


Kami pun masuk ke tenda ao dan di dalam sini ada Rin yang sedang beres – beres


“Ahh, Ao, dan Byakko juga, ada apa ?”


“hanya kau rin ? mana tesa dan Noel ?”


“Noel pergi ke rumah sakit untuk menjenguk seseorang, dan Tesa tadi dipanggil pihak dapur untuk membantu !”


“Begitu, ya. sayang sekali kalau begitu !”


“ada apa memangnya ?”


“Sebenarnya aku mau meminjam baju tesa karna Byakko memiliki badan seperti tesa”


“Tidak apa – apa Ao, kita bisa pinjam baju ke tempat lai-“


WUSSS !!!


Tiba – tiba Rin bergerak dengan sangat cepat dan sudah menggenggam tangan ku, dia pun melihat ke arahku dan matanya yang bersinar – sinar


“Kau datang ke tempat yang tepat !”


“Ehh ?”


“….B-Baik !”


Ao pun keluar tenda ini dan Rin menarik ku ke dekat dengan barang – barang nya


“Hemm….yang mana ya….”


“Rin, aku tau kau mau meminjamkan baju mu untuk ku, tapi kurasa ukuran tubuh kita berbeda”


“Jangan khawatir, aku punya banyak baju yang tidak seukuran dengan ku !”


“(Jadi untuk apa kau membelinya ?!)”


“Bagaimana kalau ini !”


“…….Rin, Bukanya itu seragam Sailor ?”


“Memang benar, tapi ini seragam sailor yang mirip dengan clan kamui hikae bukan ?”


“belum pernah dengar…”


“setidaknya kau pernah melihatnya di tv bukan ?”


“belum pernah lihat…”


“KAU TIDAK PUNYA TV ?!”


“…….a-aku memang jarang nonton Tv ! (siapa itu kamui hikae ?)”


“Pokoknya ! menurutku ini sangat cocok dengan mu ! size nya pun mungkin juga cocok ! Pakai saja !”


“…..baiklah”


Rin memang sedikit aneh, tapi dia memikirkan baik – baik apa yang ku pakai, kurasa ini boleh saja


“(ini memang terlihat cukup bagus, dia merawat baik – baik baju ini ya ?)”


“ada apa ? apa ada yang terlihat aneh ?”


“Kau merawat baju ini cukup baik ya, kenapa kau bisa bawa baju ini ?”


“memangnya kenapa ?”


“kudengar dari Pandora, kalian ini adalah pengungsian dari Negara zenexter yang diserang oleh banyak King zoa bukan ? kenapa kau masih bisa membawa baju – baju mu ?”


“……………..”


“(kenapa dia diam saja ?)”


“Soal itu….”


“Soal itu ?”


dia pun melihat ke arahku dengan tatapan yang kuat


“Jangan remehkan aku !”


“(DIA TIDAK MAU BILANG ?!)”


“tadinya aku mau bilang begitu, tapi barang – barang ini sebenarnya bisa ku bawa karna aku memiliki agen rahasia untuk membawa bajuku dalam ke adaan darurat”


“(dia benar – benar maniak baju rupanya)”


“Sudahlah pakai saja dulu bajunya Byakko, aku ingin lihat hasilnya”


“iya – iya”


aku pun melepas baju dan celanaku, Rin pun menatapku dengan tatapan tajam, seperti Om – om yang melihat mangsanya


“Tolong jangan menatapku seperti itu Rin !”


“Hoh…badan mu bagus juga ya Byakko !”


“Hem ! aku ini demi god peperangan ! tentu saja aku melatih tubuh ku !”


“Tapi kurasa dadamu yang besar itu juga akan mengganggu mu saat bertarung ya ?”


“Ya, aku cukup kerepotan dengan itu, kuharap ini bisa mengecil saja !”


“CIHH !”


“(Cih ?)”


Aku pun memakai bajunya, dan untunglah ini pas dengan ukuran badanku


“Hemm..ini pas untuk ku ! aku mudah bergerak menggunakan ini !”


“……………”


“a-ada apa ? (apa tidak cocok di matanya ?)”


“Boleh aku memfoto mu ?!”


“S-silakan saja !”

__ADS_1


Rin pun memfoto ku berkali – kali, Namun tiba – tiba


“KYAAAAA !!”


“!!!”


“!!!”


Ada suara teriakan dari dalam desa, sepertinya terjadi sesuatu


“Kau dengan itu byakko ?”


“Ya, seseorang tadi berteriak”


Tiba – tiba Ao pun langsung masuk tenda dengan wajah panik


“Hey kalian !”


“Ao !”


“Ao ! teriakan tadi itu…”


“Ahh, itu baju yang bagus Byakko ! kerja bagus Rin !”


“Hehe, serahkan padaku !”


“TERIAKAN NYA ! TERIAKAN NYA OIII !”


Kami pun bergegas keluar dan menuju arah teriakan itu


“arahnya dari tempat penyimpanan, ayo cepat !”


Sesaat sampai di tempat penyimpana, kami melihat ada orang dengan jubah yang cukup tebal keluar dari ruang penyimpanan


“Siapa itu ?!”


“Pasti itu pelakunya ! Rin, kau ke ruang penyimpanan dan lihat ke adaan, aku dan Ao akan mengejar pelakunya”


“Baik !”


Kami pun membuat dua grup, aku dan ao mengejar pelaku, dan Rin memeriksa ke adaan tempat penyimpanan


“Dia cepat juga !”


“Tapi dia menuju ke hutan sebelah melewati pintu air sungai ! di sana pasti pintunya di tutup ! kita bisa memojokkan nya !”


Dan benar saja, kami pun mengejarnya sampai ujung pintu air ini yang pastinya di tutup.


“CIH !”


“Kau tidak bisa lari lagi !”


Aku pun langsung membuka katanaku


“sekarang ! cepat buka jubahmu dan tunjukan siapa kau !”


“…......…….SIALAN !”


dia pun berlari menyerang ke arahku dengan pisau di tangannya itu.


“EHEHE !”


SRATSSSSS !!


Tebasan ku pun memutuskan tangannya yang memegang pisau itu


“AGHHH !”


“(Begitu, ya….Dia ini..)”


Dia pun terpental dan tumbang di pintu yang tertutup itu


“UGHHH !! TANGAN KU ! KALIAN MANUSIA MEMANG HARUS DI BASMI !"


“jadi kau reaper ya ? kenapa reaper sepertimu datang ke des-“


“EHEHE !”


“Byakko ?”


SRATSSSSSS !!


Dengan satu tebasa saja, kepala reaper itu pun putus dan terlempar ke arah sungai.


“Byakko ! kenapa kau membunuhnya ?!”


“Dia itu reaper Ao ! dan pedangku menginginkan nyawanya !”


“Hah…sudahlah ! aku juga tidak bisa menghentikan mu !”


“Kau mengerti aku ternyata !”


“sepertinya dia keluar dari ruang penyimpanan, pasti dia mengambil sesuatu !”


“akan ku periksa !”


Aku pun memeriksa apa yang disimpan reaper ini, dan saat ku periksa, aku menemukan sebuah cermin


“Emm ? Cermin ?”


“Begitu, ya. Pantas saja dia mencuri ini !”


“Memangnya cermin apa ini ?”


“Ini cermin untuk melihat mark seorang “pendengar”. Pada awalnya, Reaper berusaha mengincar “Pendengar” terlebih dahulu, entah untuk tujuan apa aku tidak tau, tapi mereka memang membutuhkan cermin ini untuk mengetahui hal itu !”


“Heh…aku pernah dengan hal itu, kalau tidak salah Pandora juga…Emm ?”


Aku pun melihat kertas aneh di saku reaper ini.


“(apa ini ?)”


Aku pun mengambilnya dan membacanya


“…………….”


“sebaiknya kita simpan cermin ini di tempat yang lebih aman !”


“…….Ehehehe (ini pasti mengasikan !)”


“Byakko ?”


Aku pun mengepal kertas ini dan langsung berbalik menatap Ao


“tidak ada apa – apa, jadi itu barang penting bukan ? simpanlah di tempat yang lebih aman !”


“…………….Tentu”


Iris, Alice, dan rin pun mendatangi kami


“Ao ! Byakko !”


“Ka Iris, ka Alice, Rin, akhirnya kalian datang ! tapi sayang sekali sepertinya kalian terlambat !”


Iris pun melihat ku yang memegang katana dan mayat Reaper tanpa kepala


“Hah…kau membunuhnya ya Byakko ?!”


“Maaf ya, pedangku ingin nyawa reaper ini !”


“baiklah, akan ku urus semuanya, Alice ! bilang pengawal untuk memperketat penjagaan, jangan sampai ada orang misterius yang keluar maupun masuk ke zenexter”


“Baik !”


“Rin kau urus pemeriksaan di ruang penyimpanan, seperti bukti – bukti atau mungkin saja reaper ini melakukan sesuatu di ruang penyimpanan !”


“Baik !”


Rin dan alice pun pergi ke pos mereka masing – masing, aku pun membersihkan katanaku dan memasukan nya ke sarungnya


“Ao, Laporan mu !”


“Baik !”


“Kalau begitu ku serahkan reaper ini padamu ya Iris”


“Ya, baiklah !”


Aku pun berjalan melewati Ao dan berbisik saat melewatinya


“(datanglah ke ruangan ku jam 8 malam !)”


“ehh ?”


“Ao, bantu aku membawa mayat ini !”


“ahh, Baik !”


Ehehehe, ini pasti akan mengasikan ! aku tidak sabar untuk malam ini !


To be continue......


-----Extra----


“Ahh, Byakko !”


“Leo”


“Kudengar ada kehebohan karna ada reaper yang masuk ke desa !”


“Tenang saja Leo ! dia sudah ku urus !”


“Begitu kah ? kau membunuhnya ?”


“Tentu saja ! pedang ku haus akan hal itu, dan Tubuh ku bergerak secara alami !”


“apa yang terjadi ? kenapa reaper bisa masuk ke desa ini ? kuyakin penjagaan di depan cukup ketat !”


“Entahlah, reaper memang terkadang cukup hebat dalam han bersembunyi dan menyelinap ! kau bantu saja Ao dan Iris yang sedang mengurus mayat Reaper itu !”


“Emm…Baiklah !”


“Ahhh, Dan satu lagi ! malam ini kau tidak usah masak untuk makan malam ku ! karna aku akan bersenang – senang malam ini !”


“Ehh ? AHH ! B-Begitu, ya…(jadi dia akan melakukannya malam ini dengan Ao ? Byakko memang berani ! selamat untuk mu teman ku !) S-Selamat bersenang – senang ya !”

__ADS_1


“YAA ! TENTU SAJA !”


__ADS_2