Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(S3) No Escape for Humanity


__ADS_3

Perjalanan kami pun terus berlanjut untuk sampai ke Persembunyian desa zenexter, karna sangat disayangkan kami tidak menemukan kendaraan apapun di sepanjang jalan ini, kami pun memutuskan untuk mencarinya di negara zenexter yang sudah hancur, mungkin saja masih ada kendaraan yang bisa dipakai disana


“Baiklah, karna besok kita sampai di Negara zenexter, kurasa kita bisa instirahat dulu di hutan ini !”


“Hohh..”


“Baik”


“aku yang akan mencari untuk makan malam nya, jadi kalian lah yang bertugas memasang tenda dan menyiapkan Api !”


“Ok !”


“Tak masalah !”


Ka Iris pun lansung masuk hutan untuk mencari makanan, sedangkan aku dan ka misa memasang tenda dan menyalakan Api


“apa munurut ka Misa kita akan dapat kendaraan yang bisa kita pakai di Negara Zenexter ?”


“Emmm…entahlah, kurasa kemungkinannya kecil, karna keberuntungan saja Iris menemukan motor untuk kita melarikan diri kemarin, Itu juga motor yang sudah hampir rusak”


“jika kita tidak menemukan kendaraan satupun, kita harus menempuh jarak 10 hari untuk sampai di persembunyian zenexter !”


“Ya…kalau aku sih tidak apa – apa, soalnya aku biasa berpetualang seperti ini”


“(benar juga, ka Misa kan dulunya seorang “Adventurer” kuyakin dia sudah terbiasa berlama – lama di luar Negara)”


“Lalu, ini juga waktu yang tepat untuk melatihmu mu Ao, karna kau juga harus semakin kuat, sampai kau sekuat diriku ini !”


“Tentu saja, aku yakin aku juga bisa sekuat ka Misa !”


“Nice ! kalau begitu ayo selesaikan ini dan mulai berlatih !”


“Baik !”


Aku dan ka Misa pun mempercepat kerja kita sehingga kami mendirikan tenda dan menyalakan api lebih cepat dari biasanya. Setelah semua telah selesai, ka misa pun mengajakku untuk berlatih di sungai dekat dengan tenda kami ini


“Baiklah ! kita mulai latihan nya !”


“Tentu !”


“sebelum kita mulai, aku ingin mengulang apa yang sering aku bicarakan denganmu, yaitu kelemahan dan kekuatan seorang manusia !”


“Tentang Emosi bukan ?”


Dia sering memberitauku mengaenai ini, ini juga ada di pelatihan sebelum nya saat aku dan teman – temanku berlatih meditasi di air terjun


“Benar ! Emosi merupakan kelemahan manusia, namun itu juga bisa menjadi kekuatan seseorang jika orang itu bisa memanfaatkannya. Pada dasarnya, Emosi marah lah yang menjadi sumber kekuatan yang cukup tinggi, namun itu membuatmu tidak bisa mengendalikan diri dan terprovokasi oleh target mu, sehingga akibatnya kau tidak memperhatikan sekitarmu dan terkena serangan dadakan musuh lain, karna kau terlalu fokus dengan target mu !”


“Benar juga !”


“Marah, Sedih, Senang, merupakan Emosi yang sering diterapkan manusia, dan saat ini yang akan ku ajarkan padamu adalah memanfaatkan emosi marahmu sebagai senjata !”


“apa itu bisa ?”


“Baiklah, mari kita mulai dari yang sederhana, coba lah kau hina aku Ao !”


“Ehhh ? H-Hina ?”


“benar, hina aku dengan sebutan – sebutan aneh, untuk menaiki rasa marah dan Sedih ku !”


“………baiklah, akan ku coba !”


Hina ? sebenarnya apa hina-an yang harus ku keluarkan ke ka misa, aku tidak bisa memikirkan hina-an yang akan membuatnya marah


“Emmm…Emmm….apa ya ?!”


“apa saja, anggaplah kau sedang marah dan mau menghinaku !”


“Emmm…baiklah, aku mulai ! Ehem…KA MISA ! K-KAU ADALAH GURU PALING TIDAK BERGUNA YANG PERNAH AKU TEMUI !”


“…………………..”


i-itu cukup kan ? aku yakin itu sudah menjadi hina-an yang bagus


“…H…hik…hik…”


“Ehh ?”

__ADS_1


Tiba – tiba ka misa mengeluarkan air mata dan dia mengeluarkan wajah yang sangat sedih


“i…itu, itu kata – kata yang sebenarnya aku tidak ingin dengar darimu Ao ! Hik...Hik...”


“WAAA !! MAAF ! MAAF ! kalau begitu akan ku ganti !”


Itu malah terlalu berlebihan ya, baiklah, ganti – ganti !


“Emmm…KA MISA ! KAU TERLALU KUAT DAN SANGAT CEPAT ! SAMPAI – SAMPAI KAU SEPERTI MOSTER YANG TAK TERKALAHKAN !”


“hehehe, benarkah ?! Terimakasih Ao !”


“(ITU BUKAN PUJIAN KA MISA !)”


Sepertinya ini juga tidak berhasil !


“Hah…aku yakin aku memang tidak pandai menghina jika memang harus dibuat – buat !”


“tidak apa – apa Ao, ini sedikit berhasil ko, lihat ini !”


Tiba – tiba ka misa berjalan mendekat ke salah satu pohon, lalu dia menebas pohon itu dan tentu saja pohon itu terbelah menjadi dua


“Wohh, Hebat !”


“Sekarang, lihat yang satu ini !”


Ka misa kembali berjalan ke pohon yang satu lagi, namun kali ini dia membalik katana nya dan menebas pohon itu menggunakan bagian yang tumpul


TOKKKK !!! CRACKKKK !!


“Ehh ?!”


Saat dia memukul pohon itu, aku sempat yakin pohonya akan baik – baik saja, tapi yang ku lihat malah pohon itu pun terbelah namun belahanya terlihat berantakan karna dia membelah pohon menggunakan senjata tumpul


“….Lu-Luar biasa !”


“Lihatkan ?! pohon pun akan terbelah walaupun kau memukulnya menggunakan belakang katana !”


“(apa sekuat itu kah ka Misa ?)”


“Ao, ini lah yang disebut Tebasan Emosi !”


“benar, kau mengumpula kan semua emosimu di satu tebasan, dengan begitu…semua emosi yang kau pikirkan akan terbuang pada tebasan ini, anggaplah ini bisa dibilang sebagai pukulan pelampiasan”


Pukulan…Pelampiasan ! dengan memahami teknik ini, aku yakin aku bisa mengendalikan diri dari diriku yang kehilangan kendali, teknik ini pastina akan sangat membantu


“Tolong ajari aku caranya ! ka Misa !”


“Tentu ! sebab kau memang harus memahami teknik ini ! Tapi, Ingatlah satuhal kalau kau mau mengeuasai teknik ini Ao ! Teknik ini bukan terlihat hanya kau memukul dengan sekuat tenaga, kalau yang kau ingat hanyalah itu dan musuhmu masih hidup dan dia masih bisa melawanmu ! kau malah semakin terprovokasi terhadap musuhmu ! yang harus kau ingat adalah harapan dari serangan mu itu !”


“Harapan…Baiklah !”


“Ok ! ayo kita mulai !”


Aku pun memulai latihan ku dengan ka Misa, tak terasa waktu pun berlalu dan aku sudah cukup lelah, hari pun sudah kian sore


“Hah…ha…ha…”


“Sepertinya sampai sini saja dulu ! hari juga sudah Sore !”


“….ba-baiklah ! tidak disangka pelatihan ini membutuhkan banyak tenang !”


“Benar, karna ini bukan hanya pelatihan denan tubuhmu saja, tapi emosi dan sikapmu juga dilatih, karna itu kau pasti kelelahan !”


Tiba – tiba ka Iris pun datang ke arah kami


“Oiiii ! aku membawa makanan nih ! bagaimana kalau kita istirahan dulu !”


“Pas sekali Iris datang ! ayo akhiri ini Ao !”


“B-Baik !”


Kami pun kembali ke tenda dan ka Iris membawa Ayam hutan yang cukup besar !


“Ayam Hutan ?”


“benar, beruntung sekali aku menemukan ini ! tadi sebenarnya ada dua, cuma yang satu lagi berhasil kabur dari tembakan ku !”

__ADS_1


“kalau begitu, karna ka Iris sudah susah payah mendapatkan ini, aku yang akan masak !”


“Kau bisa masak Ao ?”


“Kau bisa masak Ao ?”


“…..Emm ? memangnya kalian tidak bisa ?”


“…………………”


“…………………”


Ka iris dan ka misa pun diam saja, aku pun mengikuti saja untuk diam saja dan melanjutkan memotong – motong daging ayam ini, tapi aku sedikit penasaran tentang itu


“kurasa ka misa pasti bisa masak kan ?”


“ha-hanya sedikit, biasanya aku Cuma bakar – bakar saja hasil buruanku, aku tidak tau bumbu – bumbu dapur karna itu merepotkan !”


“………………(O-Ohh) ba-bagaimana dengan ka Iris ?”


“Jangan Tanya ! setiap masakan yang ku masak ! akan berakhir menjadi Gosong !”


“……………..ba-baiklah ! serahkan saja ini padaku !”


Memang saat ini kami tidak membawa peralatan masak, namun saat ini aku masih bisa menggunakan daun – daunan yang ada di hutan ini untuk penyedap rasa !


“SELESAI !”


“Wahh !”


“Wahh !”


“Silakan dimakan !”


“(kelihatan nya enak !)”


“(mungkin aku harus mulai belajar masak juga !)”


Kami pun makan dengan cukup lahap, setelah semua selesai ! Kami ber 3 pun masuk tenda untuk membahas sesuatu


“Seperti yang aku sudah pernah bilang, dunia ini terjadi karna tendo agami ingin dunia ini menjadi Planet`s memory ! karna itu pastinya pembantaian umat manusia akan sering terjadi kedepannya !”


“Hemm…kau melihat wujud tendo agami kan Ao ? apa dia masih sama seperti saat dia datang ke Negara Zenexter !”


“Yaa, dia tidak berubah secara fisik ! tapi aku merasakan kalau Aura di sekitarnya semakin tebal ! sepertinya dia telah masuk ke tahap Arbiter !”


“apa itu ?”


“Entahlah, waktu itu Amera Harpha juga tidak menjelaskan apa maksud dari tahap Arbiter ! tapi, jika arbiter dijelaskan dengan kata – kata, maka…”


“Tak, Terkalahkan bukan ?!”


Benar, itu artinya Tendo agami sudah dalam tahap tak terkalahkan, dengan tahap ini aku yakin dia akan semakin menyusahkan dan ini akan menjadi semakin sulit !


“kurasa ini sedikit berhubungan namun juga tidak masuk akal !”


“Kau menyadari sesuatu Ao ?”


“Ya, jika memang pada dasarnya Tendo Agami tenah masuk ke mode Arbiternya, lalu kenapa dia memberitahu ku kalau pada saat akhir nanti, Tendo Agami sendri lah yang harus kita hadapi ?!”


“Hemm…kau benar, pasti ada suatu yang salah disini, Arti dari Arbiter, atau akhir dari takdir umat manusia yang melawan Tendo Agami ! pasti masih ada yang kita tidak ketahui !”


“kurasa ka Iris benar, jalan akhir kita adalah mengetahui lebih lanjut dari semua ini ! pasti ada jalan dari semua masalah ini !”


“…………..Hem…”


Tiba – tiba ka misa sepertinya berfikir keras


“Ada apa ka Misa ?"


“…Jika, Ini hanya jika saja ya ! kalau memang teori akhir yang melibatkan pertempuran umat manusia melawan tendo agami itu benar, dan Tendo agami sudah dalah tahap Arbiter itu juga benar ! Itu artinya....”


“…………………..”


“………….……….”


“kita para umat manusia ini ! memang tidak memiliki kesempatan untuk menang sedikitpun !”

__ADS_1


to be continue.........


__ADS_2