Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
New Path


__ADS_3

Di hari ini, Pandora mengumpulkan team Vermelia rose dan para tentara Negara untuk mendengarkan pengumuman yang akan dia sampaikan, karna kita sudah berhasil melewati masa – masa berbahaya kemarin, Pandora kini menjelaskan apa yang terjadi kepada semua orang yang berkumpul disini


“Baiklah ! kalian sekarang mengetahui, kalau dunia ini dipegang oleh seorang dewa yang menyebut dirinya dengan nama Tendo Agami. Dan bukan hanya sekedar dewa, dia juga memiliki beberapa kemampuan yang berada di luar batas pemikiran kita !”


Karna semua warga disini sudah mengetahui keberadaan Tendo Agami, kita dapat menyampaikannya tanpa rasa sakit, mungkin sekarang kita bisa mendiskusikannya dengan banyak orang


“kita kehilangan 11 orang dalam bencana kemarin. Kita harusnya bersyukur karna dengan kuasa Tendo Agami, bisa saja dia melenyapkan kita semua disini !”


“lalu kita harus bagaimana !?”


“tenang saja ! sepertinya dia tidak bisa begitu saja muncul di dunia ini, kita harus manfaatkan waktu ini untuk mempersiapkan bencana apapun yang akan terjadi ! tenang saja, aku percaya kepada orang – orang ku, Kita tidak mungkin membiarkan dia mengambil nyawa kita begitu saja kan !?”


“….kau benar !”


“kita harus tetap Hidup !”


“Yeah !”


Sepertinya dia berhasil membuat segerombolan orang ini kembali bersemangat ! benar, kita tidak boleh terus saja diam dan membiarkan Tendo Agami mencabut nyawa kita satu per satu


“dan satu lagi ! ada yang ingin aku pastikan ! Ao ! Majulah !”


“Baik !”


Aku maju ke depan sesuai apa yang kami bicarakan sebelumnya, yaitu sebisa mungkin mengumpulkan seorang “Pendengar”


“Tolong ya Ao !”


“Baik !”


Aku membuka bajuku dan berbalik badan agar Mark ini terlihat oleh mereka, namun pada dasarnya, Mark ini tidak dapat dilihat oleh orang yang bukan seorang Pendengar, makanya jika ada yang bisa melihat mark ini pasti dia adalah seorang pendengar


“apa dia antara kalian melihat sesuatu seperti tanda atau Mark di tubuh Ao ini ?”


“……..”


“Memangnya ada ?”


“sepertinya tidak ada apa – apa ?”


Sudah kuduga, tidak ada yang bisa melihatnya. Padahal, dengan kejadian kemunculan Tendo Agami, seharusnya ada beberapa orang yang memiliki mark di tubuhnya


“Fyuu ! Fyuu ! Pinggul yang Bagus Ao !”


“kau salah ka Narmaira ! ini tidak seberapa dibandingan dengan pinggul sexy ka Pandora !”


“Ehh !? kau sudah melihat pinggul ka Pandora !?”


Ka Pandora langsung saja menarik kerahku dengan cepat


“HARUSNYA KAU TIDAK BICARA SEPERTI ITU DI TEMPAT BEGINI KAN !?”


“Ahhhh….maaf ! memang itu cukup sulit untuk dilupakan !”


Ka Pandora melihat ke arah kerumunan dan wajahnya memerah


“Po…Pokonya ! ada kemungkinan beberapa bencana akan datang lagi ! Persiapkan saja diri kalian ! Selesai !”


Ka Pandora langsung pergi dan menutup pintu dengan sangat kencang. sepertinya, walaupun dia memang yang menyuruhku melakukan sedikit lelucon untuk memiringkan poin tentang mark. Mungkin aku Terlalu berlebihan.


Setelah pertemuan selesai, aku dan Rin memutuskan untuk pergi ke rumah sakit, tapi entah kenapa ka Narmaira selalu saja menempel pada Rin


“emm….ka narmaira, aku dan Ao mau menjenguk teman kami sekarang”


“aku ikut !”


“hah….ka narmaira tenang saja, luka ku ini tidak separah dari kelihatannya dan tolonglah berhenti khawa- !”


Rin menyadari kalau tangan ka Narmaira masih saja bergetar dan ekspresi ka narmaira seperti orang yang gelisah dan ketakutan


“………..ka narmaira ?”


“aaa...Aku tau ! tapi entah kenapa, tanganku tidak dapat berhenti bergetar dan aku pun ketakutan dengan apa yang telah ku lakukan padamu ! setidaknya, izinkan aku berada di dekatmu sampai perasaan ini hilang, aku mohon rin !”


“Eeehh ?!”


Bahkan ka narmaira sampai membungkuk dan memohon kepada rin, sepertinya…kejadian itu membuat ka narmaira benar – benar berasa bersalah dan dia merasa ketakutan


“….ka narmaira ini ya !”


Rin menepak kedua Bahu ka Narmaira dan membantu ka narmaira berdiri kembali dari posisi berbungkuknya


“aku tau sekeras apa ka Narmaira mencoba melawannya ! lihatlah tangan ka narmaira ini ! sampai terluka seperti ini karna ka narmaira mau melawannya bukan ?! karna itu ka narmaira tidak usah khawatir dengan apa yang terjadi kemarin, aku tidak pernah marah padamu sepersenpun !”


Ka Narmaira pun mengeluarkan air matanya dan langsung memeluk Rin


“Ri….RIN ! Sudah kuduga kau memang ya terbaik !”


“(aku sedikit menyesal bicara begitu !)”


“Syukurlah kalian berdua sudah baikan !”


“APANYA YANG BAIKAN ! “


“kalau begitu Ayo ! Tesa dan teman – teman sudah menunggu kita di rumah sakit !”


“i…iya”


Kami ber 3 pun pergi ke rumah sakit karna setelah kejadian kemarin, Noel masih belum sadar juga dan masih pingsan di rumah sakit, Tesa dan Teman – Temanku menjaga nya di rumah sakit itu


“Ao ! kau sudah kembali !”


“Begitulah ! bagaimana kondisi Noel ?”


“dia masih juga belum sadarkan diri…apa noel akan terus – terusan tidak sadarkan diri seperti ini !?”


“tenanglah Tesa ! kuyakin dia akan segera baikan ! dan kau ko sendirian saja ? mana teman – teman ?”


“mereka sudah kembali berkerja ! mereka juga menitipkan salam untukmu, terutama dari Leo dan Rika !”


“begituya…yaa, Pada dasarnya kita tidak sepenuhnya libur ! kau juga memiliki pekerjaan bukan ? tenang saja, biar kami yang jaga Noel !”


“tapi….”


“tidak apa – apa Tesa, ada aku dan Ao disini, kami yang akan merawatnya”


“AKU JUGA DISINI RIN !”


“hohoho…aku melupakan ka narmaira….maaf ya”


“jadi begitulah ! kau tidak perlu khawatir dan kembalilah bekerja Tesa !”


“……baiklah ! aku titip Noel pada kalian ya !”


“Ok, kau semangat ya Bekerjannya !”

__ADS_1


“iya !”


Tesa pun meninggalkan kami dan berjalan kembali ke dapur


“apa tidak apa – apa ya bekerja seperti ini padahal noel sedang sakit ! tapi ada mereka yang menjagannya, kurasa aku harus kembali bekerja”


Sasampai di dapur, keadaan di dapur cukup ramai dan kerepotan, sepertinya hari ini banyak pelanggan yang datang


“Master !”


“Ohhh Tesa ! bagaimana dengan kondisi temanmu ?”


“dia masih tidak sadarkan diri, tapi teman – temanku sudah menggantikanku menjagannya, sekarang aku bisa kembali bekerja !”


“bagituya ! kalau begitu tolong buat untuk pesanan ini !”


“Baik !”


Seperti biasanya, Tesa mendapat pesanan dan memasak beberapa makanan


“emmm….Omuric dan salad buah, Baiklah !"


Seperti biasa juga, Tesa mengayunkan pisaunya untuk memotong- motong sayuran dan buah - buahan. Namun dia tidak menyadari bahwa akan ada yang terjadi terhadapnya


“selanjutnya....Apel !”


“(….Hey…)”


“Ehh ! Aduh !”


Tangan Tesa tersayat pisau dan mengeluarkan darah


“ada apa tesa ?”


“Tidak apa – apa master ! hanya tersayat pisau saja !”


“emm…jarang sekali kau tersayat pisau, apa kau tidak apa – apa ?”


“Tenang saja master ! aku Cuma melamun saja ! (apa itu tadi ?)”


Tesa mengambil Plester dan membalut lukanya dan kembali memasak lagi


“(apa yang tadi itu….kurasa aku mendengar suara perempuan di kepalaku)”


Beberapa menit kemudian, masakan dia selesai dan siap untuk diantar, dia pun membawa masakannya ke tempat pengantar makanan


“pesanan nomer 7 siap di santa- !!”


“(HEYYY !)”


“UGhh !!”


Tesa pun rubuh karna kepalanya terasa sakit dan makanan yang dibawanya jatuh berantakan di lantai


“(jangan lari dari takdirmu…hadapilah dunia ini ! dan angkatlah Senjata mu ! )”


“Ughhh !!! aa…Apa !?”


Master dio menghampiri Tesa karna melihat tesa kesakitan


“TESA ! kau tidak apa – apa !?”


“Ma...Master ! kepalaku Sakit !”


“Baiklah ! hey ! Bantu aku membawanya ke tempat istirahat !”


“kau baik – baik saja tesa ?”


“ahh…begitulah….Sepertinya sakit nya sudah hilang !”


“hemm…Mungkin kau masih mengalami gejala pusing dan mual karna waktu itu kau dilempar oleh dewa itu bukan ?”


“……kurasa begitu (dewa…..)”


“baiklah ! hari ini kau istirahat saja disini ! jangan memaksakan diri kalau kau tidak kuat untuk memasak !”


“terimakasih Master !”


Master dio meninggalkan tesa di ruang peristirahatan ini


“apa yang terjadi ! aku mendengar orang membisikan sesuatu di kepalaku…dan kejadian ini…persis seperti saat aku menguping Ao kalau dia juga mendengar suara seseorang di kepalannya ! aku kurang yakin kalau ini benar ! tapi tidak ada salahnya aku menceritakan ini ke Ao….tapi untuk sekarang…..lebih baik aku istirahat dulu….”


Tesa pun memutuskan untuk istirahat dan tidur sejenak untuk mengistirahatkan diri.


Beberapa saat kemudian, tesa mendengar sepertinya ada seseorang yang memanggil – manggil namanya, tesapun terbangun dari tidurnya dan terkagetkan karna Ao tiba – tiba ada didepannya


“Tesa !”


“Eh ! Ao ! kenapa kau kesini ?”


“master dio memanggil ku untuk menjemputmu”


“begituya….”


“ada apa ? apa kau masih memikirkan noel yang dirumah sakit ? seharusnya kau jaga juga kondisimu Tesa”


“(mumpung kita hanya berdua disini dan kamar ini kedap suara, apa sekalian saja aku cerita disini ya…kalau begitu)”


“Ao ! kunci kamarnya dari dalam !”


“…...…kenapa ? kau mau aku menyerangmu disini ?”


“APA YANG KAU PIKIRKAN SIH !”


“bercanda, Baiklah !”


Ao mengunci kamar ini dan aku mengecek kamar ini agar tidak ada orang disini selain kami berdua


“jadi ? ada apa ?”


“ada yang ingin ku tannyakan padamu Ao, Jawab saja dengan jujur ok !?”


“…….Baiklah !”


“apa sewaktu kita bersekolah….kau mengalami sakit kepala mendadak dan selalu saja melamun karna kau mendengar ada seseorang di kepalamu berbicara ?”


“Ehhh !? Tunggu ! Darimana kau tau itu ?!”


“…..tadi….sewaktu aku memasak, tiba – tiba ada suara aneh di kepalaku yang membuatku sakit kepala !”


Ao langsung mendekat ke arahku dan memegang bahuku, sikapnya jadi panik namun juga sedikit khawatir


“Kau yakin ! apa di bisikan itu dia bilang kalau dia Tendo Agami ?”


“ku…kurasa tidak !”

__ADS_1


“kalau begitu !”


Ao tiba – tiba membuka bajunya secara cepat


“TUNGGU ! APA YANG KAU LAKUKAN ! SUDAH KUBILANG KITA TIDAK AKAN MELAKUKAN APAPUN DISINI !”


“Mark ini ! Apa kau bisa melihatnya ?!”


Di tubuh Ao ada mark yang tidak pernah aku lihat sebelumnya.


“….Ma…Mark apa itu ! aku tidak ingat kau memiliki tanda seperti itu !”


“…….sudah kuduga ! kau menjadi seorang Pendengar !”


“Pe…Pendengar !?”


“harusnya kau juga memiliki tanda seperti itu ! baiklah ! Buka bajumu !”


“HAH ! Tentu saja Tidak mau ! Malu tau !”


“yasudah angkat saja baju belakangmu agar aku bisa melihat pinggul mu !”


“…...(kenapa dia bisa bicara hal memalukan semudah itu !) ba…baiklah !”


Aku membuka bagian belakang bajuku dan menunjukannya kepada Ao


“sudah kuduga kau memilikinya juga !”


“be…benarkah ?”


“yaa…dan itu pinggul yang sexy juga !”


“Sudah cukup main – mainnya Ao !”


“aku harus memberi tau ini kepada ka Pandora”


“apa tuan putri juga mempunyai mark ini juga !”


“begitulah ! karna itulah kami dapat berbagi informasi yang kami ketahui ! sebab seorang Pendengar tidak dapat memberitau apa isi suara Tendo Agami kepada orang yang bukan seorang Pendengar”


“Begituya….pantas saja kau tidak mau menceritakan yang sebenarnya terjadi padaku !”


“aku sebenarnya mau menceritakannya, namun aku tidak bisa karna suaraku hilang dan dadaku merasa sakit ! kau juga tidak boleh menceritakan bisikan tendo agami ke orang lain selain aku dan ka Pandora !”


“ba…baiklah….lalu, karna aku sekarang juga menjadi seorang pendengar ! bolehkan aku tau apa yang dia bisikan padamu Ao ?”


“tentu ! yang dia bisikan padaku adalah teruslah hidup ! dia menyuruhku untuk melawan apapun yang ada didepanku, dan beberapa kali dia seperti meremehkan ku juga ! dan pernah satu kali dia menyuruh ku sesuatu yang aneh yaitu pertemuanku dengan Noel di sekolah !”


“disekolah ?”


“ya…Noel awalnya adalah murit pindahan sekolah kita ! namun di hari itu, Tendo agami memberiku perintah untuk menemuinnya !”


“begituya…jadi Noel memang memiliki sesuatu yang berhubungan dengan sang Dewa !”


“sepertinya begitu tapi kita belum mengetahuinya ! bagaiman dengan mu ? apa yang dia bisikan ?”


“…..sepertinya….dia menyuruhku untuk jangan lari dari takdir ku, dan hadapilah dunia ini dengan mengangkat senjata ku”


“……begituya….dia menyuruh mu menghadapi dunia ini….apa itu berarti kau diminta untuk bergabung ke Savior ?”


“…..entahlah….tapi kurasa memang begitu ! dan entah kenapa saat aku memikirkan itu ! aku jadi sedikit merasa tenang !”


“…….baiklah ! sepertinya kita harus membicarakan ini ke Pandora ! ayo Tesa !“


“ba…Baik !”


Kamipun menemui ka Pandora dan menjelaskan semuanya yang terjadi, mengenai mark ini, dan mengenai suara Tendo agami yang bisa ku dengar.


“begituya ! sekarang kita memiliki 3 orang Pendengar di Negara ini !”


“apa itu pertanda baik ?”


“bagitulah ! jika kita mengumpulkan lebih banyak Pendengar, maka informasi yang kita dapat akan semakin banyak mengenai Tendo agami ! ditambah lagi, sepertinya kali ini Tesa juga di pihak kita, bukan seperti kejadian dokter jun”


“benar juga, kurasa situasi ini memang menguntungkan !”


“lalu bagaimana denganmu Tesa ! kau sendiri yang bilang bahwa Tendo agami menyuruhmu melawan dunia ini dan mengangkat senjatamu ! apa kau mau bergabung dengan team savior ?”


“…..aku….”


“Tesa ! jika itu terlalu memaksakan dirimu, lebih baik tidak usah kau ladeni apa kata suara di kepalamu !”


Kalau aku tidak bergabung dengan team savior dan tidak melawan dunia ini, maka suara – suara itu pasti akan selalu keluar dan mengganggu ku. Dan lagi…benar juga, aku selama ini melarikan diri dari apa yang sebenarnya yang aku pilih !


“Tidak Ao ! aku ikut !”


“ehh ?”


“aku akan keluar dari koki ! dan menjadi seorang Savior sepertimu !”


“setelah di medan perang ! tidak ada alasanmu untuk mundur Tesa !”


“itu tidak masalah ka Pandora ! aku yakin aku bisa melakukan nya !"


“……hem…semangat yang bagus ! selamat bergabung dengan team Savior ! aku akan sedikit membantu mu dan menghilangkan Penalti job mu karna ini di situasi penting !”


“Terimakasih Tuan putri !”


“sama – sama !”


“Ao ! mohon bantuannya mulai dari sekarang ya !”


“Tentu saja Tesa ! sepertinya kita akan berjuang seperti dulu lagi ya ! dan aku Senior mu sekarang !”


“baik ! baik ! Senior ! mohon bimbingannya !”


Entah apa yang terjadi ! tapi kurasa aku akan baik – baik saja jika bersama Ao, jika ini jalan untukku, maka akan ku lakukan sungguh – sungguh !


“dan satu lagi….ada yang ingin ku sampaikan pada kalian ! ini mengenai teman kalian Noel !”


“ada apa dengan Noel !?”


“Ao ! apa kau ingat waktu kejadian Tendo Agami mengumpulkan semua orang dan ternyata kurang satu orang ?”


“Ingat ! kenapa memang nya ?”


“tunggu ! satu orang ? bukanya waktu itu aku dan Noel datang bersamaan bukan ?”


“benar juga ! kenapa Tendo Agami sampai salah menyatakan jumlah kita ?!”


“…..kuras tendo Agami tidaklah salah ! dia memang kebingungan setelah melihat Noel dan bahkan dia tidak dapat membunuh noel menggunakan Jentikan Jarinya bukan ? jadi mungkin saja…”


“Mungkin saja ?”


“Mungkin saja ?”

__ADS_1


“Temanmu Noel itu….dia bukanlah manusia lagi…..”


to be continue.....


__ADS_2