Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
Escape


__ADS_3

Kami memasuki ruin ini lebih dalam, semakin dalam kami memasuki ruin ini, semakin banyak saja zoa – zoa yang bermunculan dan menyerang kami. Namun itu tidak jadi masalah karna adahalnya bertarung di tempat sempit seperti ini sedikit menguntungkan


“sudah sejauh mana kita Erick ?”


“emmm…didepan akan ada ruangan besar dan setelah itu kita akan segera sampai di ujung ruin”


“Ughhh….”


Tiba – tiba sepertinya Noel sedikit kesakitan di kepalanya


“Noel ! apa kau tidak apa – apa ?”


“emm…sepertinya ada sesuatu didepan ! dan itu membuat kepala noel sakit !”


“kau sanggup berjalan ?”


“i…iya…ini tidak seberapa”


“baiklah ! ayo lanjutkan”


Kami melanjutkan perjalanan ke ujing ruin ini, tapi sebelum sampai ujung ruin, kami sekarang berada di ruangan yang cukup besar


“ruangan yang cukup besar ! apa benar ruin ini dibangun oleh manusia ?”


“sepertinya kemungkinannya kecil ! ruin ini pasti akan sangat sulit dibangun karna memiliki pondasi yang cukup rumit”


Tuk tuk tuk tuk


“Sutttt ! diamlah sebentar ! sepertinya sesuatu datang !”


Kami semua mulai bersiaga dan menyiapkan senjata kami karna kami mendengar langkah seseorang mendekat.


“suaranya dari pintu depan disana !”


“bersiap lah !”


Dari pintu depan kami, muncul zombie yang melangkah mendekat ke arah kami, namun zombie ini Cuma sendirian


“zombie ? Cuma satu ?”


“………ada yang aneh denan zombie itu !”


“ehh ?”


Benar juga ! walaupun pada dasarnya dia seperti zombie – zombie lain tapi yang ini matanya menyala dan badannya sedikit bengkak.


“Ao ! tembak zombie itu !”


“Baik !”


Aku menggunakan killer7 ku dan menembak kepala zombie itu hingga berlubang, zombie itu pun rubuh dan darah keluar dari kepalannya


“baiklah, Ayo kita lanjutkan perjalanan kita !”


“Tunggu ka iris ! ada yang aneh dengan zombie ini !”


“emm ?”


Mengejutkan, tiba – tiba zombie ini kembali berdiri dan lubang di kepalannya menutup dan kembali semula


“apa – apaan zombie ini ! dia kembali berdiri !”


“Tembak lagi !”


Kali ini kami menembaknya secara beruntun ke arah zombie itu dan zombie itu memiliki lubang di seluruh tubuhnya dan tumbang kembali


“apa berhasil !?”


“hah !?”


Sepertinya upaya kita tidak berhasil, zombie itu kembali berdiri dan lubang – lubang di seluruh tubuhnya kembali menutup


“Ti…Tidak berhasil !”


“Zombie type baru ya ! kalau begitu !”


Ka Iris mencoba mengeluarkan combat knife nya dan menebas zombie itu sambil memastikan apakah serangan pisau akan mempan terhadap zombie itu


“…………….”


Sepertinya tetap saja gagal, luka tebasan di zombie itu kembali tertutup dan zombie itu tiba – tiba melepehkan sesuatu cairan berwarna hijau ke tangannya, dan melemparnya ke arah kami


“AWAS !!”


Kami berhasil menghindari cairan itu dan saat cairan itu menyentuh tanah, tanahnya pun langsung meleleh


“cihh ! bahaya sekali zombie ini ! dia bisa melakukan serangan jarak jauh !”


“lalu bagaimana ka iris !? dia tidak mempan dengan serangan apapun”


“…………..semuanya ikuti aku !”


Ka iris mengeluarkan sebotol bensin dan melemparnya ke zombie itu, lalu dia menembakkan revolver miliknya dan api membakar zombie itu


“Aku tidak tau itu bekerja atau tidak ! ayo lari saja ke pintu yang didepan !”


“Baik !”


Kami berlari meninggalkan zombie itu dan saat kami sampai di pintu depan ini, kami sejenak melihat zombie itu apakah api itu berpengaruh atau tidak, dan sepertinya zombie itu masih saja berdiri dan melihat ke arah kami


“sepertinya api pun tidak bekerja, Rin ! tembak kakinya untuk memperlambat dia !”


“baik !”


Rin mengeluarkan sniper nya dan menembak kaki zombie itu, hingga zombie itu rubuh


“baiklah ! ayo cepat tinggalkan zombie itu”


Kali ini kita berlari di dalam lorong ini, kami tidak ingin zombie itu sampai menyusul kami sebelum kami mengecek apa yang ada di ujung ruin ini


“di depan sana ruangan terakhir di ruin ini !”


“baiklah ! apa yang ada di depan sana !”


Saat kami sampai di ruangan ujung ruin ini, ternate ruangan ini kosong dan hanya ada batu berwarna hijau yang menempel di ujung sana. Kamipun mendekati batu itu dan memeriksanya


“ini…batu hijau seperti yang dipegang oleh noel !”


“Noel…apa kau tau sesuatu ?”


“Ti…Tidak ! tapi aku sedikit pusing melihat batu itu !”

__ADS_1


“………….”


Sepertinya aku merasakan sesuatu yang aneh pada batu ini…apa jangan – jangan….


“Ao ?! apa yang mau kau lakukan ?”


“….....baiklah !”


Aku mencabut batu itu dan mengeceknya, dan ternyata persisi dengan apa yang kurasakan, batu ini juga memiliki mark Pendengar tapi dengan pola yang terbalik seperti yang dimiliki orang – orang yang menyerang tesa itu


“sudah kuduga !”


“apanya yang sudah kuduga ?”


“teman – teman, Ada sesuatu yang harus ku sampaikan dan tolong dengarkan, aku akan menunjukan sesuatu pada kalian, jika kalian selain Tesa tidak bisa melihatnya, tolong jangan mencari tau tentang ini atau menanyakannya pada ku atau tesa, karna kami akan kesakitan !”


“kesakitan ?”


“benar ! maukah kalian mempercayaiku ?”


Mereka sempat berfikir sejenak dan tiba – tiba saja semuanya kembali tersenyum


“tentu saja kami percaya padamu Ao ! apa yang ingin kau tunjukan ?”


“baiklah ! tesa kemarilah ke sebelahku !”


“ehh…o…ok !”


Aku menunjukan mark pendengar yang terbalik ini kepada teman – teman, walaupun hanya aku dan tesa yang bisa melihatnya, tapi aku harus sedikit menjelaskannya


“apa diantara kalian, melihat sesuatu seperti tanda di batu ini ?”


Mereka semua kebingungan dan mereka menjawab “Tidak” sepertinya mark pendengar dan Mark pendengar yang polanya terbalik ini memang tidak bisa dilihat ke sembarang orang


“di batu ini…ada tanda yang tidak bisa aku jelaskan, hanya beberapa orang saja yang terpilih bisa melihatnya”


“termasuk Tesa ?”


“benar ! Tesa juga baru – baru ini bisa melihat tanda Tendo Agami ini….tapi maaf kami tidak bisa menjelaskannya lebih lanjut karna alasan tertentu”


“dadamu sakit dan suara mu hilang bukan ?”


Sepertinya ka Iris sudah tau gejalannya karna dia sering bicara dengan ka Pandora


“sepertinya ka iris sudah mengetahuinya karna sering bicara dengan ka Pandora ya ?”


“begitulah ! dia beberapa kali dadanya sakit dan berhenti bicara saat membahas sesuatu yang berhubungan dengan Tendo Agami itu ! tapi….apa Noel juga tidak bisa melihatnya ?”


“i…iya…Noel tidak bisa melihat tanda apa pun…itu hanya batu hijau seperti yang noel pegang ini”


“begituya…lalu kita apakan batu itu”


“emm…entahlah….kurasa kit-!! Ugh !”


“Ao !”


Tiba – tiba kepalaku sakit dan suara tendo agami datang ke kepalaku


“(hancurkan saja…..dan kau akan semakin mengetahui tentang dunia ini….)”


“HAH !”


Suara itu pun langsung hilang dan sakit dikepalaku juga sudah mereda


“y…ya…sudah hilang sakitnya”


“jadi itu ya yang kau bilang beberapa orang yang terpilih ?”


“begitulah ! sepertinya aku mendapat sedikit petunjuk !”


“Petunjuk ?”


Aku mengeluarkan pisau combat ku dan menaru batu hijau itu di tanah


“ayo kita hancurkan batu ini !”


“Ehh ! kau yakin Ao !? bukanya batu itu adalah petunjuk sepeti batu yang dipegang noel ?”


“sepertinya ini batu yang lain…soalnya noel sama sekali tidak ingin melihat batu ini bukan ?”


“be…benar….melihatnya saja membuat noel Pusing dan mual !”


“maka tidak ada alasan lain selain menghancurkannya !”


“.....baiklah, Silakan saja !”


“……ok”


Entah apa yang akan terjadi….Walaupun ini petunjuk dari Tendo Agami…tapi kau juga memiliki perasaan yang sama, yaitu menghancurkan Batu ini


“Hyaaaa !!”


Pisauku membelah batu itu dan tiba – tiba saja terjadi gempa yang dasyat


“Waaa !! GEMPA !?”


“Padahal kita berada di reruntuhan ini ! Ini bahaya !”


“Kita tidak bisa lari di kondisi seperti ini ! pegangan saja dengan sesama dan menunduk sambil melindungi kepala kalian !”


“Baik !”


“Tesa ! sini !”


“ehh !”


kita memang tidak punya pilihan lain…..aku pun memeluk tesa dan melindunginya dengan cara menjadikan badanku sebagai penghalang jika ada reruntuhan yang jatuh dari atas


“A…Ao !?”


“kau cukup lihat atas ku ! jika ada batu yang besar mengarah ke kepalaku ! bilang padaku Ok !”


“ba…baiklah !”


Gempa itu berjalan selama 20 detik dan akhirnya gempa itu berhenti. Untung saja Ruin ini cukup kuat dan tidak ada batu – batu besar yang menimpa kami


“sepertinya sudah reda….”


“Ao ! apa yang terjadi sebenarnya disini !?”


“aku….juga kurang yakin !”

__ADS_1


Tuk tuk tuk tuk


“Ehh !?”


“sial…dia kembali !”


Sepertinya zombie itu berhasil mengejar kita sampai sini


“kita harus cepat – cepat keluar dari ruin ini !”


“tapi ka iris ! zombie itu berjalan di jalan keluar kita”


“tengang saja ! aku akan lakukan cara yang sama dan kita akan lari !”


Zombie itu pun muncul di ruang ini dan benar


saja tidak ada damage apapun di tubuhnya dan dia berjalan mendekat ke arah kami


“baiklah ! bersiap untuk lari !”


“Baik !”


Ka iris pun melempar botol bensin seperti sebelumnya, namun kami terkagetkan karna zombie itu menepis botol bensin itu dengan tangannya yang pajang


“Hah !”


“ta…tangannya, bisa memanjang ?”


“Gawat ! MENGHINDAR !”


Zombie itu menghempaskan tangan panjangnya ke arah kami, kamipun melompat ke samping tapi tangan panjang itu berhasil mencekik Yuna dan menghantamkan yuna ke Tembok belakang kami


“YUNA !!”


“Cih !”


Aku memotong tangan itu dengan combat ku dan Yuna pun pingsan seketika


“Krau ! Narmaira !”


“Baik !”


“Baik !”


Ka narmaira menembakan shotgun nya ke zombie itu dan ka krau menghantam kan zombie itu dengan pemukul besi miliknya hingga zombie itu terpental ke tembok


“Ao ! gendong yuna dan Ayo kita kabur dari sini !


“Baik !”


Kami berlari keluar dari sini dan puluhan zoa menghadang kami, namun teman – teman ku membuka jalan dengan membunuh zoa – zoa itu, dan akhirnya kami berhasil keluar dari Ruin ini !


“hah…hah…hah….hah…”


“sepertinya….kita berhasil”


“tidak ! kita belum aman disini, ayo segera kembali ke mobil Tank kita !”


“kita harus lewat mana ? jembatannya kan sudah hancur !?”


“kita lewat jalan memutar ! Ayo ! l“


“Baik !”


Kami mencari jalan lain untuk kembali ke mobil tank.…jalan menanjak…terjal….dan licin kami lewati, dan juga ada beberapa zoa yang menghalangi jalan kami ! sepertinya situasi ini cukup buruk !


“apa masih jauh Krau !?”


“di depan sana ! tempat mobil tank kita !”


“a…apa…apa kita tidak bisa istirahat sebentar ?”


“Noel…kita harus tetap berlari, Atau”


“ehh !?”


Ka Iris mengarahkan Revolver nya ke arah Noel dan itu membuat Noel kaget


DORRR !!


“Atau Zoa di belakangmu akan memakanmu !”


“ma…ma...ma….Makasih ka iris !”


“Ayo lanjut berlari ! dan tetap waspada !”


Kami melanjutkan pelarian kami menuju mobil tank kami dan 10 menit kami berlari akhirnya kami sampai di mobil tank kami


“cepat masuk ! zoa itu masih mengejar kita ! Krau kau bawa kendali !”


Ka Narmaira dan Rin yang masih menembaki Zoa – Zoa itu membuat kami mendapat waktu untuk bersiap – siap !


“RIN ! NARMAIRA ! CEPAT KEMBALI !”


“Ka Narmaira ! ayo cepat kembali !”


“Aku dibelakangmu !”


Ka narmaira dan Rin berlari ke arah mobil tank yang sudah siap berjalan di bawah bukit ini


“waaa…ini cukup tinggi juga !”


“ada apa Rin ?! ayo kita cepat loncat ke mobil itu !”


“hah ! itu lumayan jauh tau !”


Ka iris keluar dari kaca mobil dan berteriak ke arah mereka


“Apa yang kali berdua lakukan ? cepat loncat !”


“tapi…..”


“Baik ! maaf ya Rin !”


“ehh ! tunggu !”


Ka Narmaira mengangkat rin seperti tuan putri dan melompat dari atas bukit hutan menuju mobil kami


“WAAA !!!”


“Peluk yang Erat Rin !”

__ADS_1


Mereka berhasil mendarat di atas mobil tank kami dan kamipun tancap gas dan meninggalkan hutan foxter ini !


to be continue.........


__ADS_2