Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(FS) Seal The Fate #9


__ADS_3

Di tempat yang sunyi dan luas ini, dimana hanya seorang manusia dan beberapa dari mereka yang di sebut sebagai Reaper dan Demi god ini, menatap satu sama lain dengan tekad mereka masing - masing


“.……………….(misa)”


“Akhirnya Rion ! Akhirnya aku bisa serius menghadapi mu !”


Rion pun menatap misa dengan sangat tajam, namun Rion tau kalau tatapan dan juga tangannya yang bergetar ini menandakan kalau dia masih ragu untuk menghadapi Misa


“.……..(aku tau kalau hari ini akan datang, di depan ku ini adalah orang yang harus ku kalahkan untuk mendapat kepercayaan dari Tendo Agami”


Rion pun membuang tatapannya dan menatap tangannya yang gemetar


“(tapi teryata ini tidak semudah yang ku kira, walaupun tekad ku ini sudah bukan lagi tekad manusia, dan sepenuhnya aku adalah Reaper, tapi tubuh ini masih saja mengingatnya !)”


--------------Waktu saat Misa dan Rion berlatih di Dojo Mitsurugi milik------


Aku selalu merasakan hal itu, dan hal ini sering terjadi saat aku berlatih tanding dengan misa


“HYAAAA !!”


TRANG ! TRANGG !!


Di hari - hari itu, seperti biasa aku latihan tanding dengan misa, Master Ran dan para murid dojo ini pun juga melihat pertarungan kita


TRANG ! TRANG !!


“CUKUP !”


Pertandingan pun selalu selesai dengan “Seri” dan master Ran menghentikan pertarungan kita karena pertarungan ini sudah terlalu panjang


“.…………(hem…)”


“Tunggu Ayah ! kenapa kau hentikan pertarungan kita ?!”


“Sudah cukup Misa ! pertarungan ini sudah lebih dari 30 menit ! apa kalian berdua tidak kelelahan ?!”


“Aku sih tidak, bagaimana dengan mu rion ?”


“.……….(ini….)”


“Rion ?”


“Ahhhhh ! iya, kurasa aku juga masih sanggup !”


Para murid dojo pun terkesan dengan pertarungan mereka berdua


“hebatt !”


“sudah ku duga ka Rion dan ka Misa memang Luar biasa !”


“Mereka memang Top Rival dan tidak ada duanya !”


Rion pun memang memiliki keterampilan dan stamina yang banyak, mungkin misa juga menganggap rion seperti itu


“Baiklah ! kita istirahat dulu sebentar dan nanti lanjut lagi !”


“Baik !”


Rion pun keluar dojo dan menuju pancuran air untuk membasuh keringat, dan dia pun kembali menatap tangannya


“.……………….”


Tangannya yang bergetar ini, dan rasa sakit ini, ini bukan hal yang biasa, Rion pun langsung menyimpulkan kalau memang dia setara dengan misa, namun rasa sakit ini suatu saat akan merusaknya


“.……(aku tidak punya banyak waktu lagi)”


“Ahhh ! kau di sana rupanya Rion !”


Misa pun menghampirinya


“Misa….”


“hari ini pun pertarungannya seru sekali ! kau memang rival terbaik ku ! kalau saja ayah tidak menghentikan pertarungan kita, pasti pertarungannya akan lebih seru lagi ya kan ?!”


“.………………..Hey misa…”


“Emm ?”


“Apa….kau merasakan sesuatu di tangan mu ?”


“Tangan ? memangnya kenapa ? kurasa tanganku baik - baik saja ?”


Rion pun melihat tatapan misa yang polos, dan dia pun tau kalau misa tidak berbohong

__ADS_1


“kurasa…hari ini cukup sampai sini dulu misa ?!”


“HEH ?! kenapa ? kau ada keperluan di tempat kerjamu mu ?”


“Begitulah, aku lupa kalau ada tugas jaga hari ini”


“Begituya, memang cukup sulit kalau sudah dewasa ya !”


“Ahahah, bagaiman dengan sekolah mu misa ?”


“Emmm…kurasa lancar - lancar saja, sehabis sekolah aku biasanya pulang dan langsung berlatih ! akan aku bisa lebih kuat lagi dari mu Rion !”


“.…………….(dia….)”


“kalau begitu aku kembali berlatih ya, kau yang semangat kerjanya ! ahh, dan jangan sampai menggoda gadis - gadis muda ya !”


“ahahah ! iya - iya !”


Misa pun kembali masuk ke dojo dan di saat yang bersamaan, master Ran menghampiri Rion dari belakang


“Rion !”


“Ehh ?! Master ?!”


“bagaimana keadaan tangan mu ?”


Rion pun tiba - tiba mengepalkan tangannya yang gemetar itu


“.…………….Jadi…Master tau ya”


“Tentu saja, aku menghentikan pertarungan tadi karna kalau di lanjutkan tanganmu akan benar - benar hancur !”


“.……………aku”


“Sudahlah, kau tidak perlu khawatir soal itu, biar aku saja yang meladeni misa kalau dia sedang ingin berlatih !”


“Tapi……”


“dan jangan di ambil hati, misa itu memang berbeda dari kalian, karna itu dia juga yang akan menjadi penerus dojo ini”


Ehhh ?!


“T-Tunggu master ?! kau bilang penerusnya harus seorang pria bukan ?! karna itu aku juga berjuang sampai sekuat ini ?!”


“.…….memang benar aku pernah bicara seperti itu, tapi kau tidak sanggup setara dengannya bukan ?!”


“(APA ?!)”


“Bahkan aku pun ragu kalau aku bisa setara dengannya, sebagai ayahnya pun aku harus mengakui nya !”


Tangan yang bergetar itu pun kemudian semakin mengepal keras, rion pun menyadari kalau semua ini akan segera berakhir, namun rion pun menatap dojo ini dengan tatapan tajam


“Kita lihat saja….siapa yang akan bisa bertahan….”


Dengan begitu, setelah rion kembali mengingat semua hal itu, dia pun tetap harus menghadapi apa yang telah dia lakukan


“Hehe, ada apa rion ?! kenapa diam saja ?! kau mau aku menyerang mu terlebih dahulu ?!”


Misa pun sudah terlihat berbeda di hadapannya, dan rion pun sedikit berjalan mendekat ke arah misa


“Misa….Kuakui kau adalah wanita yang kuat, bahkan saat master Ran meninggal di hadapanmu, kau-”


“DIAMLAH !”


Rion pun sedikit terkejut dan kembali menatap misa


“AKU YANG BERDIRI DI HADAPANMU INI BUKAN UNTUK MEMBAHAS MASA LALU, AYAHKU TELAH MATI DAN ITU SUDAH CUKUP ! AKU MENGHORMATI AYAH KU YANG MENGAJARKANKU TEKNIK MITSURUGI INI HINGGA AKU MASIH BISA BERDIRI SAMPAI SEJAUH INI!”


“.………………….”


“TAPI AKU DAN AYAHKU BERBEDA ! AKU DI ANUGRAH KAN DARAH INI UNTUK MELINDUNGI APA YANG KU PERCAYAI ! DAN YANG KU PERCAYAI SAAT INI ADALAH, PANDORA…AO…DAN JUGA TEMAN - TEMAN KU YANG SEJALAN DENGAN KU !”


“.……………..”


Rion pun membuka jubahnya dan mengangkat pedangnya


“kalau begitu majulah ! akan ku ladeni semua kemauanmu !”


“ITU YANG INGIN AKU DENGAR !”


Misa pun langsung menancapkan katana nya ke tanah


“Teknik Terakhir Mitsurugi : Kilatan Bulan Purnama !”

__ADS_1


Tiba - tiba terlihat kalau misa mengeluarkan hawa yang berbeda, tatapannya pun semakin tajam dan tubuhnya mengeluarkan semacam bercak merah


“(teknik terakhir mitsurugi yang hanya bisa di gunakan misa, Mangetsu no senkō, aku belum sepenuhnya tau tentang teknik ini, tapi kalau tidak salah master Ran bilang kalau ini teknik untuk mempercepat perubahan kuda - kuda dan mencampurkan teknik yang berbeda ! aku harus hati - hati ) MAJULAH !!!”


“Baiklah ! aku mulai Rion !”


FLUSHHHH !!


Tiba - tiba misa pun menghilang dan tanah bekas di berdiri pun langsung retak


“(Hilang ?! tidak, dia bukan hilang, dia bergerak secepat angin karna blood rush nya itu membuat tubuhnya menjadi ringan ! aku masih bisa merasakannya walaupun tidak bisa melihat kecepatan nya ! dengan bantuan dari berkah tetesan Tendo Agami ini, serangan nya akan….) DI SINI !“


TRANGGGG !! BLARRRR !!


Satu tepisan dari tebasan misa pun membuat tanah di sekitar meledak, walaupun kecepatan misa tidak kasat mata, tapi Rion pun berhasil menepis serangan misa


“HEH ?! hanya segini misa ?! kau pasti bisa lebih dari ini bu-”


DUAKKKK !! BLARRR !!


Tendangan misa pun mementalkan rion dan merubuhkan pohon - pohon yang membentur nya, di saat itu Byakko dan Genbu yang melihat pertarungan itu pun hanya bisa tinggal diam


“(D..Dia berhasil mengenai Rion !! Serangan tadi benar - benar cepat ! )”


“u..Ughh….Byakko ?!”


“Genbu ?! Bagaimana keadaan mu ?!”


“Cukup buruk…Tapi…kita tidak bisa diam di sini begitu saja dan membiarkan misa mengurus semuanya!”


“(Sebenarnya….tatapan misa tadi…dan bisikannya..) Genbu…apa kau bisa bergerak ?”


“.……….sedikt, Apa kau punya rencana ?”


“...ayo kita menjauh sedikit dari sini, dan memberi ruang pada misa ?”


“APA ?! Maksudmu kita akan kabur dan melihat mereka dari kejauhan saja ?”


“Tentu saja tidak ! karna itu dengarkan dan ikuti saja rencana ini ! Genbu ?”


Genbu pun melihat kalau Byakko sangat bersungguh - sungguh mengenai rencana nya ini


“.……Baiklah !”


“Ok, Aku akan membawamu !”


Byakko dan Genbu pun menjauh dari wilayah ini, di saat itu


BLARRRRR !!!


Pepohonan yang menimpa rion pun terhembus semua, dan rion masih terlihat bisa berdiri


“Bagus Rion ! akan membosankan kalau kau tumbang hanya karna tendangan kecil itu !”


“.…….Ughh (tendangannya bukan main, kalau tidak di tepis oleh perlindungan ku ini, ku yakin kepalaku sudah hancur)”


“masih mau lanjut bukan ?”


Misa pun memasang kembali kuda - kuda nya dan menatap Rion dengan penuh senyuman


“.………….Hemmm !”


Rion pun menancapkan katana nya ke tanah dan dia pun menatap langit


“TENDO AGAMI ! DENGAN INI ! AKAN KU KELUARKAN SEMUA YANG TELAH KAU BERIKAN ! UNTUK MENGHABISI SEMUA YANG MENGHALANGI !”


“Rion…kenapa berteriak - teriak seperti- Emm ?!”


Tiba - tiba mark milik rion pun menyelimuti tubuhnya, membuat tubuhnya memiliki bercak biru, serta katana miliknya pun di selimuti air yang sangat terang


“.………………”


“Rion…Kau…emm ?”


seketika hujan pun turun


“Misa, akan ku kabulkan apa yang kau mau, karna itu akan ku keluarkan seluruh yang ku punya !”


“Heh….itu bagus, Kalau begitu tunjukanlah pada ku, Mark mu itu, dan juga tendo agami mu yang telah mendatangkan hujan untuk mu ! kalau begitu ! INI AKAN MENJADI SEMAKIN MENARIK !”


“Mari kita akhiri ini semua..….MISAAA !!!!”


To be Continue…..

__ADS_1


__ADS_2