
Kejadian inipun terulang lagi, terseret arus sungai dan terbawa jauh dari kawanan, untungnya aku sudah siaga untuk tidak lagi kehilangan item – itemku jika aku terseret arus lagi atau sedang tenggelam. Kami berdua pun terdampar di tepi selokan kota, tepatnya di pusat pintu air kota Oboro
“Hah…hah….tidak ku sangka, Tambang itu akan mengarah ke pusat pintu air ini !”
“hah….hah….”
“Untung saja aku juga sudah mempersiapkan semuanya, sehingga peralatanku tidak lagi hilang”
Bahkan katana ku baik – baik saja, sepertinya pak Apolo membuatnya dengan sangat baik
“Ka iris ! kau tidak apa – apa ?”
“y….ya…aku baik – baik saja !”
“Ehh ! Tunggu ! kau bisa bergerak ?!”
“Sepertinya begitu……Tunggu !”
Kami langsung menyadarinya, seharusnya ka iris tidak bisa bergerak karna terkena bius dari Reaper itu, apa bius nya tidak bekerja ke ka iris ?
“Bukanya harusnya racun dari minic membuatmu lumpuh beberapa saat ?”
“……Sepertinya ada yang tidak beres, Jangan – jangan……Ao ! berikan Alat pendeteksi !”
“ba..baik !”
Aku memberikan alat pendeteksi pada ka iris yang biasanya digunakan untuk mendeteksi apakah seseorang terkena Bakteri Hervana atau tidak. Setelah dia melakukan pemeriksaan di lengan kirinya, hal mengejutkan terjadi
“ba….Bakteri Hervana !”
“APA !”
Bius itu ternyata berisi bakteri hervana yang sekarang sudah menyebar di tangan kiri ka Iris !
“Cih ! jadi mereka benar – benar bisa melakukan hal seperti ini !”
“Ka Iris ! lalu apa yang harus kita lakukan ?!”
“…………hanya ada satu cara Ao !”
“Huh ?!”
Ka Iris mengambil tali yang ada di sekitar kita, lalu dia mendeteksi lagi bakteri hervana di tangan kirinya, lalu mengikat lengan kirinya menggunakan tali itu
“Ao…..Cepat kau Potong tanganku !”
“H…HAH ! Po…Potong ?!”
“Ao ! Tidak ada cara lain ! Cepat lakukan sebelum hervana ini masuk ke bagian badanku !”
“T..Tidak ka iris ! Pasti ada cara lain ! aku tidak mungkin melaku-!!”
“AO !!!”
Ka Iris langsung menggenggam kerah bajuku dan wajahnya benar – benar marah namun juga ketakutan
“KALAU KAU TIDAK MELAKUKAN NYA ! APA KAU INGIN AKU JADI ZOMBIE DISINI ?! DAN KAU MEMBIARKANKU MATI BEGITU SAJA ?!”
“Ta…tapi…”
“KAU SUDAH MENGETAHUI ALASAN AKU HIDUP SEJAUH INI ! JADI…...AKU MOHON PADAMU LAKUKANLAH AGAR AKU TIDAK BERAKHIR SEPERTI INI !”
“ka iris….”
“KUMOHON AO….TOLONGLAH AKU !”
Baru pertama kali aku melihat ka iris yang bersikap seperti ini…aku jadi mengetahui pada dasarnya ka iris yang tangguh juga tetaplah seorang perempuan. Jika ka iris memilih jalan seperti ini...maka akupun harus menolongnya
“…..baiklah !”
“…Ao….”
“aku akan memotong tangan kirimu menggunakan katana ini....aku juga, Tidak ingin kehilangan ka Iris !”
“……aku berhutang padamu…Tolonglah selamatkan aku kali ini….”
“Tenang saja…sekarang, tutup matamu dan cobalah untuk menggigit ini !”
“………”
Aku memberikan handukku untuk ka iris gigit agar dia tidak berteriak dengan kencang, menggigit sesuatu juga akan sedikit meredakan rasa sakitnya. Diapun menggigit handuk itu, dan menjulurkan tangan kirinya
“….Baiklah !”
Aku menyalakan api pedangku untuk membakar setiap kuman yang ada di pedangku, setelah sekitar 20 detik, aku kembali mematikan apinya dan bersiap – siap untuk memotong tangan kiri ka iris
“aku mulai !”
“….Umm……”
Wajah ka iris tidak terlalu ketakutan sepeti sebelumnya, namun badannya masih sedikit bergetar, aku harus cepat mengakhiri penderitanya ini
SRATTTT !!!!
“Ughhhh ! AGHHHHH !!!!”
Ka iris berteriak kesakitan dan handuk yang digigitnya terlepas bersamaan dengan tangan kirinya yang terlepas
“Ughhh !”
“ka iris ! Kau tidak apa – apa ?!”
“…i….iya…Terimakasih Ao !”
“Akan ku siram Obat dan ku tutup lukanya dengan Perban ini !”
“…..ugh…..o.....ok…..”
sepertinya berjalan dengan lancar…..namun, apakah ini akan meninggalkan trauma untuk nya dan dia akan berhenti dari savior ?! aku rasa ka iris tidaklah selemah itu !
“baiklah ! Bagaimana ?!”
“…….sepertinya sudah lebih baik…..”
“kau istirahat saja dulu disini ! aku akan memeriksa sekitar sini dan menghubungi yang lain !”
“…ya…Tolong ya”
Aku langsung menghubungi yang lain sambil memeriksa sekitar sini…mereka pasti sedang kesulitan melawan Mother Zoa yang menyerang kita….aku dan ka Iris harus segera menyusul mereka
“hem....hallo ! Tesa !”
“(Ao ! Syukurlah kau selamat ! apa ka Iris juga baik – baik saja ?)”
“keadaanya cukup buruk disini !”
“(disini juga ! kami terkepung beberapa anggota Reaper dan bahkan Mother zoa masih mengejar kami)”
“Baiklah ! kami akan segera kesana !”
“(Tunggu ! kata ka Narmaira kita akan kembali ke mobil tank ! kita akan bertemu disana )”
“Dimengerti ! kami akan segera kesana !”
Sesudah menelefon, Aku kembali ke ka Iris yang sedang istirahat
“bagaimana keadaan yang lain ?”
“mereka masih di kepung para Reaper dan juga Zoa ! ditambah lagi, mereka juga harus berhadapan dengan Mother Zoa !”
“mereka juga dalam bahaya ya ! kita harus membantu mereka !”
“tunggu ! bagaimana dengan kondisimu ?”
Ka Iris langsung berdiri layaknya orang yang baru sembuh dari penyakitnya
“Tenanglah ! aku masih bisa bergerak dan menembak ! aku ini pemimpin anggota Vermelia Rose ! jangan remehkan Aku Ao !”
“itulah pemimpin yang kami kenal ! baiklah, ayo lewat sini !”
__ADS_1
Kami melanjutkan perjalanan mengikuti map di Hp kami untuk kembali ke mobil tank kami, karna kita terseret ke pintu air ini, jaraknya cukup jauh dari tempat kami memarkir kendaraan kami
“apa kau baik – baik saja berlari seperti itu ka iris ?”
“tidak apa – apa ! hanya sedikit nyeri saja !”
“…..baiklah….”
Dia kehilangan tangan kirinya dan masih bisa sekuat itu…aku tidak yakin aku bisa seperti itu jika aku yang mengalaminnya
“selain itu ! dimana kita sekarang ?”
“kita terseret ke pintu air bagian Utara, dan Tambang emas yang kita masuki ada di dekat pintu air Timur !”
“apa cukup jauh jaraknya ! ?”
“lumayan…mungkin sekitar 20 menit akan sampai !”
“Begituya….Emm…”
Kami mendadak berhenti karna di depan kami ada sekawanan zombie yang mengganggu
“ternyata kota ini memang sudah penuh dengan musuh – musuh kita !”
“ka iris ! kali ini biarkan aku yang didepan ! tolong bantu aku ya !”
“baiklah ! tolong buka jalan Ao !”
“Di laksanakan !”
Aku berlari ke segerombolan Zombie itu dan menebas semua zombie itu menggunakan katanaku ! kalau melawan zombie di area yang sebesar ini bukan jadi masalah untukku
“Baiklah ! Ayo ka iris !”
“(dia semakin bisa diandalkan saja….)”
Kami melanjutkan perjalanan kami….sekitar 10 menit kami berlari dan jalan kamipun ternyata tidak semudah ini
“……….”
“………Wah”
Lorong bawah tanah yang seharusnya kami lewati terpenuhi oleh air ! padahal ini satu – satunya jalan menuju tempat kami memarkir mobil kami
“apa ada jalan lain ?”
“hemm….harus lewat Pintu air Selatan ! tapi itu akan memutar dan jauh sekali !”
“berapa jaraknya ?”
“sekitar 27 Km ! dengan berlari mungkin sekitar 30 menit”
“Hem….”
Jiak selama itu berlari, mungkin kita akan kelelahan dan cukup lama kami akan membuang – buang waktu
“Ao….”
“Iya ?”
“Berapa Panjang lorong bawah tanah ini !”
“Sebentar……..Kurasa sekitar 1800 meter !”
“……berapa lama kau bisa menahan nafasmu ?”
“sekitar 5 menit, namun jiak bergerak atau terkena benturan sesuatu akan lain ceritannya….tunggu ? apa kau mau nenyebrangi nya dengan berenang ?”
“aku juga sekitar 5 menit bisa menahan nafas ! Ayo !”
“Tunggu ! itu sedikit beresiko ! jaraknya cuku jauh dan kita tidak tau apa yang ada di dalam sana…Dan lagi….Lenganmu…”
“tenanglah ! kau tinggal mengikatkan aku ke tubuhmu dan aku bisa berenang dengan bantuan kakiku !”
“hem….aku tidak yakin apa aku bisa menahan nafas dengan jarak 1800 meter !”
“tenanglah, Jika kau kehabisa nafas saat didalam sana ! akan ku berikan nafas buatan padamu !”
“makannya kau juga yakinkan lah aku kalau kau bisa Ao !”
“………….”
Ini memang beresiko, tapi kita juga tidak punya banyak waktu. Jiak kita berlama – lama disini makan nasip teman – teman juga akan terancam
“Baiklah ! Ayo lakukan !”
“…..aku mengandalkan mu lagi ya”
Aku menyiapkan senterku dan mengikatkan ka iris menggunakan tali dan menyambungkannya ke pinggangku, dia pasti kesulitan berenang hanya dengan bantuan kakinya saja…namun saat ini, kondisi kita memang tidaklah baik
“Baiklah ! Apa kau siap ka iris ?!”
“Hem….”
“ayo !”
Kami pun langsung menceburkan diri dan berenang melewati Lorong bawah tanah ini. bebanku cukup berat karna aku membawa ka iris juga
“(Pasti bisa ! kita berdua pasti akan selamat)”
Kami terus berenang dan melewati lorong yang gelap ini, sampai di pertengahan jalan, aku sudah hampir kehabisan nafas
“Buhukkk….(gawat…aku sudah hanpir kehabisan nafas ! dan sepertinya ini baru setengah jalan)”
“………(Ao)”
“(Emmm ?)”
Ka Iris menarik tanganku denan tangan kananya dan seketika bibir kita bersentuhan dan ka iris memberikanku nafas buatannya
“(ka Iris….)”
“……….....”
Setelah dia yakin cukup memberikan ku nafas buatannya, dia menganggukan kepalanya meyakinkan aku untuk meneruskan melewati lorong ini
“(Baiklah )”
Aku berenang lebih cepat karna yang terbebani sekarang adalah ka iris ! jika aku tidak cepat – cepat keluar dari sini, maka ka iris lah yang akan mati kehabisan nafas
“(Cahaya….aku melihat cahaya ! CEPAT !)”
Saat melihat cahaya ! akupun berenang dengan kecepatan maksimalku dan kamipun berhasil keluar dari Air
“BUAHHH….hah….hah….Sepertinya kita berhasil ! ka iris ! kita berha-!!”
Ka iris kembali mencimuku dan wajah ka iris juga memerah !
“ka…ka iris ?!”
“Ini ucapan terimakasih ku ! ayo…..kita harus cepat menyusul teman – teman !”
“….Kau benar ! Kita harus menyelamatkan mereka !”
Kami pun berlari sekuat tenaga menuju mobil tank kami ! dan setealah sampai sana, ternyata kami sampai duluan dibandingkan teman – teman
“kemana mereka semua ?!”
“Ao ! coba kau lihat mereka ada dimana !”
Aku pun membuka Hp ku dan melihat keberadaan teman – temanku lewah GPS
“mereka ada di depan !”
“Ayo susul mereka !”
“baik !”
Kami menghampiri teman – teman kami yang berada tidak jauh dari posisi kami sekarang, dan saat kami berhasil menemukan mereka, mereka ternyata sedang berhadapan dengan Mother Zoa dan juga Zombie Regeneration
__ADS_1
“Teman – Teman !”
Mereka semua melihat ke arah kita saat aku berteriak kea arah mereka
“Ao ! Ka Iris !”
“Kalian Selamat !”
"Syukurlah !!"
Kami pun mendatangi mereka dan akhirnya kita berkumpul kembali
“KA IRIS ! LENGAN MU ?!”
“Narmaira ! kita bahas itu nanti ! sekarang kita haus fokus dengan musuh yang didepan ! kenapa kalian menghadapinya dan tidak lari saja ?”
“Kita tidak bisa lari !”
“kenapa memangnya suzaku ?!”
“Zombie Regeneration itu menelan batu Hope ku ! jiak kita lari maka akan sia – sia saja perjuangan kita selama ini !”
“Apa !”
Situasinya cukup buruk disini, bukan hanya melawan Mother Zoa yang sulit ditangani, tapi juga ada zombie Regeneration yang bahkan kami belum pernah ada yang membunuhnya selain ka Misa.....Tunggu……Selain ka Misa ?
“hey….bisakah aku andalkan kalian melawan Mother zoa itu !”
“Ao…..apa yang kau rencanakan ?”
“serahkan saja zombie Regeneration itu pada ku…aku juga butuh bantuakn Rin untuk melawannya….makanya sisanya bisakan aku mengandalkan kalian ?”
“Ao ! itu gegabah !”
“Tenanglah Yuna ! Ao….apa kau yakin bisa mengalahkannya !”
“…….Percayalah Padaku ka Iris !”
“…..baiklah ! satu syaratku adalah kau tidak boleh Mati !”
“…..Aku terima !”
“Baiklah ! kami seragkan Zombie itu padamu dan Rin ! Ayo semuanya ! bunuh Mother Zoa itu !”
“Baik !”
Mereka semua terkecuali Rin pergi untuk mencoba membunuh mother zoa itu !”
“Rin !”
“Baik !”
Rin langsung saja menembak Zombie itu dengan snipernya agar kita mendapat perhatiannya, tembakan rin berhasil melubangi kepalannya, namun zombie itu dengan cepat kembali pulih
“Seperti yang di informasikan ! dia memang kebal dengan peluru ”
“Rin ! kau tetap berada di jarak tembak mu ! yang harus kau lakukan adalah menembak kepalanya seperti tadi…tapi kali ini cobalah incar matanya…”
“….Baiklah….”
Aku menarik katanaku keluar dari sarungnya, dan memikirkan cara ku menyerangnya
“(zombie ini memilik tangan yang bisa memanjang, itu artinya serangannya akan mematikan)…….BAIKLAH ! AYO MAJU !”
Aku berlari ke arah zombie itu, dari belakang rin menembak snipernya ke arah kepala zombie itu namun zombie itu menahanya dengan tanannya
“Cih !!”
“Tidak apa – apa ! Tetap lanjut menembak !”
Aku meloncat menerjang ke arah zombie itu dan mencoba menebas lehernya, namun yang tertebas adalah tangan zombie itu
“(Cih…..Gagal kah!) HUH !!”
Tangan yang terpotong itu kembali sembuh, dan zombie itu memanjang tangannya dan dia berhasil meraih katanaku
“HEH ! KAU SALAH PEGANG !”
Aku menyalakan api katanaku dan membakar tangan zombie itu !
“MAKAN INI !”
Kali ini tebasanku berhasil menebas lehenya namun sepertinya kurang dalam
“itu bagus Ao ! kau berjasil menebasnya !”
“iya…Tapi kurang dalam !”
“ehh ?”
Lehenya yang setengah terpotong kembali lagi semula
“itu Curang ! kenapa ada Zombie seperti itu sih !”
“kali ini Rin ! kita serang bersama !”
“Baiklah !”
“Ayo !”
Aku kembali berlari ke zombie itu, dan saat zombie itu memanjangakan tangannya, aku melempar katanaku ke badannya dan itu membakar zombie itu
“Sekarang ! Rin !”
“KENAKAU !”
Tembakan rin berhasil mengenai matanya dan akupun langsung berlari mendekat ke zombie itu dan mencabut katanaku
“DENGAN INI ! MATI KAU !"
Aku pun langusng menebas lehernya zombie itu sampai kepalanya terpental dari tubuhnya. Zombie itupun berhenti bergerak dan sepertinya kita berhasil mengalahkannya
“KAU BERHASIL AO ! ITU SERANGAN YANG HEBAT TADI !”
“Tidak…….Kita Berhasil !”
“heheh…..kau benar !”
“emm ?”
Mayat dari zombie itu meleleh dan meninggalkan pecahan batu hope milik suzaku
“sepertinya batu nya juga baik – baik saja !”
“kau benar !”
“AO ! RIN !”
Dan sepertinya teman – teman juga berhasil mengalahkan mother zoa tanpa ada yang terluka parah
“Kalian berhasil mengalahkan Zombie itu ya !?”
“Begitulah ka narmaira….kalain juga sepertinya berhasil membunuh mother zoanya”
“dengan bantuan Suzaku itupun mudah”
“Hah….Energiku sudah habis ini”
“Suzaku ! Ini batunya !”
Aku pun memberikanya kembali ke Suzaku.
“…hem…ini masih baik – baik saja !”
“Baiklah ! karna batunya sudah didapat ! saat nya kita kembali ke benteng ! ayo segera menuju rumah kita !”
“BAIK !”
Kami pun berhasil menjalankan misi ini dan kembali ke Benteng dengan selamat !
__ADS_1
to be continue......