Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(S2) Bloody Hours #End


__ADS_3

…..Dan saat itu…monho yang sedang ada di tebing luar ruin ini sedang menelfon seseorang…


“(ANGKAT ! ANGKAT !)”


“(Iya !!! Amera Harpha yang cantik disini !)”


“AMERA BRENGSEK ! DIMANA SEBENARNYA BATU HARAPAN ITU ?!”


“(ohhh..Temanku monho ! bagaimana dengan 4 mother zoa yang ku pinjamkan padamu ?)”


“KAU BILANG BATU ITU ADA DISINI BUKAN ? AKU SUDAH MENGHABISKAN 1 HARI DISINI MENCARINYA ! SAMPAI – SAMPAI PARA MANUSIA ITU MENEMUKANKU !”


“(ohhhh..kau tidak menemukannya ! sayang sekali ya ! kau kurang beruntung !)”


“(KAU !? KAU MENIPUKU YA ?!)”


“(mana mungkin aku menipumu ! aku yakin stone itu akan keluar…setelah kejadian itu terjadi !)”


“KEJADIAN ? KEJADIAN APA MAKSUDMU ? EMM !?”


SHIIIIIINGGGGGGGGG……


“CIH !”


Roket anti tank yang ditembakan rin berhasil dia hindari, dan meledak di danau yang ada di depan tebing ini


“dia cukup hebat bisa menghindari itu, kurasa cara itu tidak akan berhasil Rin !”


“cih ! kita harus cari cara lain !”


“…Tenang saja….Ayo….Pojokan dia….”


Kami pun menunjukan rupa kami di depannya, dia atas sini…di tebing yang cukup tinggi ini…monho tidak bisa lari lagi dari kami


“HEH ! MENEMBAK ORANG DENGAN ROKET ANTI TANK ? KALIAN SUDAH BENAR – BENAR GILA !”


“Kau bukan lagi manusia ! dan lagi, kau sudah tidak bisa lari lagi monho !”


“HEH ! KALIAN BENAR – BENAR MEMBUATKU MARAH SAJA ! INI ! ITU ! SEMUA MEMANG SUDAH TIDAK WARAS !”


Dia mengeluarkan pedang besarnya dan sepertinya saat ini dia mau menghadapi kami dan tidak mengambil jalan untuk lari


“BAIKLAH ! AKAN KU HADAPI KALIAN DAN KUBUNUH KALIAN SEMUA ! SEBAGAI PENGHILANG AMARAH KU INI ! MAJULAH !”


“Rin ! kau serang dari jauh ! biar aku dan Genbu yang hadapi dia dari dekat !”


“Tolong ya !”


“Ayo Genbu !”


“..…Kumulai !”


Aku pun melaju bersama dengan genbu, serangan pertama penentu kemenangan, langsung saja kutebas dia dengan katanku, tapi tentu saja dia menepisnya


“AHAHA ! SERANGAN YANG LEMAH !”


“benarkah ? kurasa kau harus hati – hati dengan ucapanmu ?”


“Huh ?!”


Genbu yang sudah ada di belakangnya langsung berusaha memukulnya, tapi dia menyadarinya dan menendang ku sambil menepis serangan Genbu dengan pedangnya


Krek !!


“(HEM ?! ORANG INI !)”


“Cih !”


Genbu kembali melompat ke arah ku karna serangannya gagal


“JADI ITUKAH SANG DEMI GOD GENBU ?! MEMANG TIDAK BISA DI ANGGAP REMEH ! SAMPAI MERETAKKAN PEDANGKU !”


“…pedangnya…kuat juga…”


DORRR ! TRANGG !


“cih !”


Sepertinya sniper rin tidak bisa menembus armor itu, kurasa memang masalahnya pada armor nya


“AHAHA ! JANGAN REMEHKAN ARMOR KU INI ! SETIAP PELURU PUN KUPENTALI !”


“Genbu ! ayo buat celah untuk Rin !”


“....Ok !”


Kami kembali maju bersama ke arah monho, dia pun melontarkan serangan pedangnya dan kami menghindarinya, aku yang menghindar ke sampingnya langsung saya menebas tangan kanannya, tapi tidak berpengaruh


“SUDAH KUBILANG ITU TIDAK AKAN MEMPAN !”


“(GAWAT !)”


Dia menghempaskan pedangnya padaku, walaupun aku sempat menepisnya dengan pedangku, tapi aku terpental jauh dan membentur tembok yang ada di belakang kami


“Aghhh !”


“Ao !”


“Bersiap Rin !”


“Ehh ?”


Genbu yang memanfaatkan kesempatan itu, sudah ada di bawah pandangan monho dan siap untuk memukulnya


“HYAAAA !!”


PRANGGGG !!!

__ADS_1


Pukulannya menghantam armor milik monho itu, walaupun sepertinya serangannya tidak begitu dalam, namun ada dampak dorongan dari serangannya


“Sekarang ! Rin !”


“MAKAN INI !”


DORRRRRRR !!


Tembakan roket anti tank pun ditembakan ke arah monho sesaat Genbu melompat mundur


“HEMM…”


“Ehh ?”


Saat kami sudah yakin kalau peluru roket itu mengenainya, tapi entah kenapa roketnya meleset ke arah samping dan melewati monho begitu saja


“APA ?! Aku meleset ?”


“HAHAHA ! AKU SUKA EKSPRESI KAGET MU ITU RIN ! TAPI SAYANGNYA GELOMBANG KU INI BUKAN HANYA UNTUK MERUSAK ELEKTRONIK SAJA ! NAMUN BISA MENGALIHKAN OBJEK YANG MENGINCARKU ! JADI ROKET MU TIDAK AKAN BERGUNA ! GYAHAHAH !”


“Mu..mustahil…kita gagal ?”


TRANGGG !!


Tebasanku kembali di tepis oleh monho itu, dia tidak lengah sedikit pun


“Jangan menyerah Rin ! tetaplah berusaha !”


“HAH ! KALIAN TIDAK ADA KESEMPATAN LAGI…hah…KALIAN SUDAH KEHABISAN PELURU !”


“(emmm ?)”


“HYAAA !!!”


“Waaa !”


“ughhh !”


Aku dan genbu kembali terpental ke belakang karna tebasan besar monho


“(kurasa…tadi nafasnya sedikit terdesak…apa hanya pemikiran ku saja ?)”


“…kau…baik – baik saja…Ao ?”


“i..iya, bagaimana dengan mu Genbu ?”


“…aku…tidak masalah…Cuma…cuacanya…tidak bagus…untuk mu bukan…kau pasti…kepanasan dan…kelelahan”


“(Benar juga ! Jadi begituya !)”


Aku berdiri kembali dan menyalakan api katana ku di depan monho itu


“HOH ! MAINAN YANG BAGUS ! TAPI ITU TIDAK BERARTI OLEH ARMOR KU…hah…”


“Heh ! benarkah ?!”


“(DIA !)”


“HYAA !!!”


TRANGGG !!


Monho terpental dengan serangan tebasan katana api ku


“ada apa monho ? merasa tidak nyaman ?”


“CIH ! KUBILANG SERANGAN MU TIDAK MEMPAN..hah…hah..DAN KAU PASTI AKAN MATI !”


“benarkah ?”


Aku menunjukan botol kosong yang aku pegang kepadanya


“EMM ? BOTOL APA ITU ?! TUNGGU ?! BAU INI ?”


“ini adalah bensin yang selalu ku bawa untuk membakar zoa ! Lalu ! BISA JUGA JADI SEPERTI INI !”


Aku membeset tanah yang basah karna bensin, dan api pun melaju ke arah monho karna aku membuat lajur bensin ke arahnya dan membakar armor nya


“WAAA !!”


“….Ao….apa itu…mempan ?"


“tidak begitu efisien ! dan kuyakin Armor nya juga tidak akan meleleh ! tapi dia tetaplah makhluk hidup yang memakai armor, kuyakin dia tidak akan betah dengan hawa panas di armornya itu"


“SIALAN !!!”


Dia pun melompat dan melepas armornya yang terbakar itu, dia berguling dan meraih pedang besarnya


“HEH ! KALIAN PIKIR AKU AKAN KALAH BEGITU SAJA TANPA ARMORKU ? AKU JADI SEMAKIN LUASA UNTUK BERGERAK DAN AKU SEMAKIN LINCAH ! KALIAN PASTI AKAN MATI DI TANGAN-“


DORRRRRRRRRR !


“…….EHHH ?! A…AGHHH !”


Tembakan sniper rin pun melubangi pundak monho dan itu membuatnya tidak berdaya


“AGHHHH !! PUNDAKKU !!”


Rin berjalan melewati kami dan mengeluarkan handgun laser miliknya, lalu….


DORRR !! DORRR !!


“AGHHH !!”


Dia menembak kedua kaki monho hingga monho tumbang dan tidak bisa bergerak


“Ao !”

__ADS_1


“Ahh ! ka iris ! Teman – teman ! Syukurlah kalian baik – baik saja !”


“Tentu saja ! jadi, bagaimana Monhonya ?”


“Soal itu…..”


Kami yang ada disini berkumpul di belakang rin, sedang melihatnya yang menghadapi mimpi buruknya selama ini, dan apa yang mau Rin lakukan dengan mimpi buruknya itu adalah keputusan dia sendiri


“Ughhh !!”


“….Sakit bukan monho ? satu peluru sniperku dan 2 peluru handgun yang menembus tubuhmu ? bukan kan itu sakit ?”


“Ri…Rin…A…Aku..."


“tapi….”


Rin pun menatap monho dengan tatapan penuh amarah


“INI TIDAK SESAKIT SAAT AKU MELIHAT ADIKKU MATI DI DEPAN MATAKU BUKAN ?”


“Ri..Rin ! kumohon…ampuni aku…aku..aku janji…tidak akan berulah lagi !”


“…………….”


“aku…aku akan jadi budak mu…aku…aku akan melayanimu…jadi, kumohon jangan bunuh aku !”


“……………”


Saat itu, aku pun tidak bisa berkata apa – apa, hanya keputusan Rin saja yang bisa menyelesaikan masalah ini


“…..Teman – teman ! maukah kalian berbalik badan ?”


“……..……..”


Kami semua pun berbalik badan sesuai denan apa yang Rin minta


“Genbu ! balik badan !”


“aku…mau lihat…”


“Sudahlah balik badan saja !”


“Ahhhh !”


Di saat kami semua berbalik badan, Rin mengangkat handgun nya dan mengarahkan ke arah monho


“TUNGGU RIN ! KUMOHON AMPUNI AKU ! AKU JANJI AKAN MELAKUKAN APAPUN ! AGAR KAU MEMAAFKANKU !”


“…..satu – satunya yang kuinginkan saat ini…adalah adikku kembali…”


“TUNGGU ! JANGAN-“


DORRRRRR !!!


“(jadi…dia benar – benar menembaknya ya ?)”


DORRRRRR !!


“(Ehh ? tunggu…rin ?)”


DORRRRRR !!


DORRRRRR !!


DORRRRRR !!


DORRRRRR !!


DORRRRRR !!


CLEKKK !!


CLEKKK !!


CLEKKK !!


Aku pun langsung meraih tangannya dan menghentikan dia


“Rin…Pelurumu sudah habis…..”


“……...kenapa kau berbalik Ao ?”


“karna, kita sudah berjanji untuk menghadapinya bersama”


“……....Begitu ya”


Dia menatap ke atas dan melihat teriknya langit….


“semua urusan telah selesai disini….ayo kembali !”


“…..Yaa”


Rin pun berjalan melewati teman – temannya dan masuk kembali ke ruin dan meninggalkan mayat monho ini


“(sepertinya…ini cukup berat untuknya melawan yang seperti ini) Emmm ?”


Aku melihat ada sesuatu yang mengkilat di sebelah mayat monho ini dan mengambilnya


“..i….ini ?!”


“Ao ! ayo segera kembali !”


“A…Aku datang !”


Kami pun meninggalkan Ruin ini dan pergi dari sini setelah mimpi buruk Rin berhasil kami atasi….


to be continue........

__ADS_1


__ADS_2