Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(S3) Side Story : Noel & Suzaku Work Team


__ADS_3

“…….Emmm, Ohh !?”


Salam, Namaku Noel Erestres, Saat ini aku terbangun di pagi hari karna sepertinya aku sudah tidak bisa tidur lagi saat Ao dan Tesa mengajakku untuk lagi pagi tadi, karna itu aku putuskan untuk bangun dan bersiap – siap karna sepertinya aku memiliki tugas juga hari ini


“Baik ! Baik ! Pagi sudah datang ! saatnya noel harus melihat jadwal hari ini !”


Mungkin kalian bertanya kenapa aku selalu saja menggunakan nama ku sendiri untuk mengganti kata “aku” pada setiap percakapanku dengan seseorang, itu karna ibuku lebih sering memanggil namaku ketimbang menggunakan kata “anakku” atau sebagainya…


“(Emmm….kurasa aku ada tugas lagi di rumah sakit ! Emm…3 pasien ya !) Baiklah ! Noel harus bersiap – siap !”


Dengan begitu, kurasa aku tidak akan pernah melupakan Apa yang ibuku katakan dan ajarkan padaku kalau aku selalu menyebutkan nama ku sendiri ini, Jadi aku memutuskan untuk menggunakan kata ini sesering mungkin


“Emmm ?! dimana Rin ?! apa dia pergi ke suatu tempat ya ?! Ahh ! paling Cuma keluar sebentar, nanti juga dia kembali !”


Aku pun segera mandi dan mempersiapkan kebutuhan yang harus dibawa ke rumah sakit, karna aku juga mendapat tugas sebagai penyembuh di rumah sakit Negara ini, walaupun itu masih berada di tingkat 2 !


“Hemm…Hem….Hemm…”


TRINGGG !!


“Emm ?”


Tiba – tiba bel pintu pun berbunyi, itu pasti Rin yang baru kembali dari suatu tempat


“(Itu pasti Rin ! Emm…aku Cuma pakai handuk saja sih ! Tapi biarkan lah !)”


Tanpa mengeceknya dan yakin kalau itu Rin, aku pun membukakan pintu dan…


“Selamat datang Ri-!!”


“Ehh !!”


“Ehh ?!”


Ternyata aku salah, yang datang ternyata bukanlah Rin, melainkan Suzaku


“S-Suzaku ?!”


“……………”


Dia pun tidak bicara apa – apa, lalu kembali memegang gagang pintu dan kembali menutup pintu kamar ini dari luar


“……...Ehh ?!”


“A…Anu…kenapa kau cuma pakai handuk saja Dewi ku ?!”


“Ma-Maaf suzaku ! tadi Noel kira kau Rin ! makanya Noel main buka saja pintunya !”


“b-begitu ya !”


Aku jadi teringat sesuatu, kalau itu Rin, seharusnya dia tidak memencet bel dan langsung masuk saja ke kamarnya sendiri kan ! kenapa kau sampai lengah seperti ini Diriku


“Ka..kalau begitu, ada yang mau aku bicarakan ! bisakah setidaknya kau pakai baju dulu !”


“Tu-Tunggu ya ! Noel akan pakai baju sebentar !”


Aku pun segera memakai baju dengan sangat cepat, dan kembali membukakan pintu


“ma..maaf ya ! sampai menunjukan sesuatu seperti itu !”


“Tidak masalah, itu juga poin bagus darimu untuk jadi sedikit kurang waspada !”


“Ehh ?!”


“Hem…..Sudahlah, boleh aku masuk sekarang ?”


“Te..tentu, Silakan !”


Suzaku pun masuk dan aku menutup kembali pintu kamar ini, tapi tumben sekali suzaku datang ke kamar kami, walaupun aku memang sering bertemu dengan nya belakangan ini, tapi dia tetap jarang kemari


“Emm ?! kau sendirian ?”


“Ya, Ao dan Tesa masih lari pagi ! sedangkan Rin mendadak hilang juga pagi ini !”


“begituya, Kemana Rin pergi ?”


“Entahlah, tadi pagi sebenarnya Noel masih sedikit mengantuk, tapi sepertinya Noel ter-bangun karna ada yang keluar dari pintu ! kurasa itu pasti Rin !”


“Hemm…..kalau begitu...”


“Suzaku ?”


Dia pun mendekat ke arahku dan membetulkan kembali Pita dasi yang sepertinya masih berantakan karena aku tadi terburu – buru memakainya


“kau juga hari ini mau ke rumah sakit lagi bukan ?! apa kau tidak terlalu memaksakan dirimu belakang ini dewi ku ?!”


“hehehe, Tenang saja Suzaku ! Noel sekarang ini adalah seorang penyembuh dan juga seorang Savior ! tentu saja Noel harus melakukan yang terbaik bukan ?!”


“Hemm….Benar juga !”


Sebenarnya ada apa keperluan nya datang kemari ? apa dia mencari Ao ? tapi sepertinya tidak…


“kalau begitu mari aku antar !”


“Ehh ?!”


“ada apa ?”


“bukanya suzaku kesini mau bertemu Ao ?”


“Tidak, aku kesini karna mereasa bosan saja karna persiapan Operasi Tendo Agami ini yang masih 2 hari lagi !”


“K-kau tidak sabaran ya ternyata !”


“kalau begitu Ayo !”


“o..ok !”


Karna suzaku sepertinya mau menemaniku, kami pun pergi ke rumah sakit bersama, Yaa..setidaknya ada yang menemaniku saat ini, kurasa suzaku orang nya cukup perhatian juga


“Bagaimana dengan persiapanmu Dewiku ? apa kau sudah siap untuk operasi yang 2 hari lagi itu ?!”


“Belum ! Noel masih sedikit sibuk dengan pekerjaan Noel di Rumah sakit, mungkin nanti saja saat pulang dari Rumah sakit atau besok saja !”


“…Hem…kenapa besok ?”


“ada pepatah mengatakan “jika kau bisa melakukan nya di hari esok, kenapa kau harus melakukan nya hari ini” begitu !”


“……kurasa…itu pasti bukan pepatah, kau pasti dapat itu dari film atau kartun kan ?”


“hehehe, kau tau ternyata !”


Setelah asik mengobrol dengan suzaku, tak sadar ternyata kami sudah sampai di depan Rumah sakit


“Baiklah ! terimakasih telah mengantar Noel ya Suzaku ! disini biar noel saja sendiri yang mengurusnya ! Bay ! Bay !”


“………………Ahh…”


Aku pun masuk ke rumah sakit dan meninggalkan dia sendirian, namun kurasa dia sedikit tidak puas akan sesuatu. Dan saat aku masuk, aku langsung bertemu dengan ka Melissa


“Ahh ! Selamat pagi ka Melissa !”


“No..Noel ?! S-selamat p-pagi !”


“(seperti bias ka Melissa masih saja pemalu, apa dia malu karna aku yang terlalu bersemangat ya ?)”


“ka Melissa ada tugas juga hari ini ?”


“I..iya, tapi..bukanya kau harusnya melakukan persiapan untuk Operasi Tendo agami ? N-Noel kan seorang Savior bukan ?”


“Ahh ! Benar juga, Tapi tidak usah khawatir ! Noel masih bisa mengatur persiapannya besok ! kalau begitu, Aku langsung saja ke ruang ka Paula ya !”


“…………….B..ba.”


“Emm ? (apa ? sepertinya dia mau bilang sesuatu namun masih ragu)”


“Ba..bareng ya ?!”


“Ahhh, Tentu,(ternyata dia mau bilang itu ya…)”


Kami berdua pun menuju ruang ka Paula dan sepertinya ka Paula sedang sibuk dengan beberapa lembar kerja nya


“ahh ! kalian datang juga Noel ! Melissa !”


“selamat pagi ka Paula !”

__ADS_1


“Pagi ! kalau begitu langsung saja ya, ini tugas mu hari ini Noel, dan ini untuk mu juga Melissa !”


“Baik !”


“ba..baik !”


Aku pun menerima 3 lembaran laporan gejala penyaki pasien, Untuk awalah aku mengerjakan yang paling atas saja dulu


“(Emm...pasien mengalam gejala bengkak akibat luka bekas terkena serangan cakaran Zoa yang mengalami infeksi, itu artinya, yang ini masih bebas dari Bakteri Hervana ya ! kalau begitu ini saja dulu ) Baik ! Noel akan langsung kesana ! Permisi !”


Saat aku keluar dari ruangan ka Paula ini, dan berjalan menuju ruanga pasien...


“Emm ?!”


Aku melihat suzaku yang sepertinya melihat ke arahku, sambil bersender di mesin penjual minuman


“Suzaku ?! kenapa kau ada disini ?!”


“Y-Yo dewiku ! kebetulan sekali bertemu disini ya ?”


“apa kau sakit juga ?”


“……i-iya ! sepertinya tangan kananku luka !”


“Coba perlihatkan !”


Aku pun mengecek tangan nya dan sepertinya memang tangan nya berdarah karna terbeset senjata tajam namun luka ini sangatlah kecil, aku pun ngambil plester yang selalu ku bawa dan menutup lukanya dengan plester ini


“ini hanya luka kecil saja ! Plester luka pun sudah cukup ! bagaimana ?”


“………Hem…Terimakasih !”


“kalau begitu Noel pergi dulu ya ! ada Pasien yang sedang menunggu noel ! Daaa !”


“……..Ah”


Aku pun meninggalkan suzaku dan segera ke ruang pasien ku, begitu aku sampai disana, aku pun bertemu dokter Heol yang sepertinya sedang menangani pasien itu


“maaf Noel terlambat dokter Heol!”


“Ahh, Noel ! Syukurlah kau sudah datang ! kalau begitu aku serahkan dia padamu, aku harus menagani pasien yang lain !”


“Baik !”


Aku pun mendekat kearah pasien ku ini yang bernama pak Zelk, di laporan nya ini, dia adalah seorang Savior tingkat 2 yang berhasil melarikan diri dari misi penyelamatan nya


“Tenanglah pak zelk ! akan Noel redakan sakit dan penderitaan mu !”


Aku pun memegang luka dari cakaran zoa yang sudah membengkak ini, dan merapalkan Berkahku


“(baiklah !)”


Penyembuhan ku ini memang tidak tersembuhkan secara cepat, karna itu ini membutuh kan waktu sekitar 3 jam, sampai lukanya tidak terinfeksi lagi.


Lalu…3 jam pun berlalu dan keadaanya pak Zelk ini sudah cukup membaik


“(Baiklah ! Sepertinya dia sudah baikan, lukanya kurasa juga sudah cukup tertutup !) Baiklah, Emmm…pasien berikutnya…”


Aku pun keluar ruangan dan segera menuju pasien ku yang satu lagi...namun, saat aku ingin pergi ke ruang itu, Terjadi hal yang déjà vu


“………………..”


“......Yo Dewiku !”


Aku bertemu kembali suzaku di tempat yang sama, dan entah kenapa posisi dia bersandar di mesin minuman ini juga sama


“….Apa yang kau lakukan Suzaku ?! bukanya kau sudah sembuh ?”


“Begini, Aku luka lagi…di tangan yang sebelahnya !”


“BAGAIMANA BISA ! APA YANG SEBENARNYA KAU LAKUKAN SIH ?!”


Walaupun itu benar kali ini tangan sebelahnya yang terluka, tapi bukanya ini cukup aneh dia terluka sesering ini, apa yang terjadi sebenarnya.


“apa yang sebenarnya terjadi padamu Suzaku ?”


“….Entahlah….”


“(hah ?)”


“NOEL !”


“Ehh ?! a-ada apa Suster ?!”


“Pasien ke 2 mu pak Reol ! sekarang sudah ada di ruang operasi !”


“Ehh ?! kenapa operasinya sudah di mulai ? harusnya Noel yang memeriksanya dulu kan ?”


“Sudahlah, serahkan saja pasien itu pada dokter, kau tangani pasien ke 3 mu saja ! aku kembali sekarang ya !”


“Ahhh, Tunggu !”


Suster itu pun kembali berlari terburu – buru dan meninggalkan kami disini


“…………..Lihatlah Suzaku, karna ulahmu yang selalu saja terluka ! aku jadi kehilangan memeriksa pasien ke 2 ku kan ?!”


“………Noel kau ?”


“Huh ?! ada apa ?!”


“…..Apa kau marah ?”


“Iya ! sekarang aku marah nih ! lebih baik kau pulang saja sekarang ! kau sudah sembuh kan ?”


“…apa…”


“Emm ?! kenapa lagi ?!”


“apa saat kau marah, kau tidak menyebutka namamu di kalimat mu ?”


“….(Emm !!)”


Apa..apa aku tadi lupa menyebutkan namaku ?


“Noel ?!”


“S-Sudahlah itu tidak penting ! pokoknya saat ini Noel sedang sibuk ! jadi kumohon jangan datang lagi ya !”


“……………..Entahlah….”


“harusnya kau bilang “IYA” kan ?”


“………..i-iya !”


“Bagus ! kalau begitu Noel akan segera ke pasien berikutnya ! pastikan kau pulang kali ini Suzaku ?!”


“………Emmm”


Aku pun kembali menuju ke ruanga pasien yang ke 3, sambil berjalan menuju ke sana, aku membaca dulu keluhan pasien ini


“Emm, anak umur 7 tahun bernama Reiya ! mengalami trauma dan tidak mau makan dengan teratur. Ehh ?! kenapa dia sampai tidak mau ma-!!”


Begitu aku menyadari dan membaca data berikutnya, aku berhenti sejenak karena anak ini…dia kehilangan kedua orang tuanya yang terinfeksi Hervana, dan bahkan dia pun melihat ibunya sendiri yang digigit dan dilahap habis oleh ayahnya itu sendiri. Ternyata, saat itu ibunya sedang berusaha melindungi anak ini dari ayahnya yang sudah menjadi zombie


“A-ASTAGA !”


Setelah membaca ini, aku tidak yakin apahkah berkahku ini bisa menyembuhkan luka dari anak yang melihat hal mengerikan semacam itu ! tapi aku tetap harus mencobanya..


“(….....Baiklah !)”


Aku pun berjalan menuju kamar anak bernama Reiya ini, dan saat aku sampai di kamar nya…ternyata dia tidak ada di kamarnya ini


“Ehh ?! kemana anak itu ?! apa sedang ke toilet atau-”


“TIDAK !!!”


“Ehh ?!”


Seketika aku mendengar teriakan seseorang di ruang sebelah tempat penyimpanan obat – obatan, aku pun langsung menghampiri ruang sebelah dan ternyata Reiya sedan ada disana dengan 2 orang dokter yang mau memberikanya suntikan Obat


“TIDAK ! JANGAN MENDEKAT !! KALIAN SERAM !!”


“Te..tenanglah Reiya, ini Cuma obat yang akan membuatmu sembuh !”


“TIDAK MAU ! SEKARANG PERGI ! KALIAN MENGERIKAN !! KALIAN SERAM !!”

__ADS_1


Begituya...jadi ini trauma yang dia takutkan, tidak ku sangka akan sampai seburuk ini


“tenangalah pak doketer !”


“Ohh, Noel !”


“berikan suntikan itu pada Noel, biar Noel yang menangani anak ini, dan..bisakah kalian meninggalkan kami berdua disini ?!”


“..Ahh, kalau begitu aku mengandalkanmu Noel !”


“hati – hati, anak itu bisa menggigit mu juga !”


Ke 2 dokter itu pun meninggalkan kami dan aku menutup pintu ruang obat ini


“…....Reiya”


“SI..SIAPA KAU ?! KAU JUGA MAU MENYUNTIKKU KAN ?!”


“……………….”


Aku pun menunjukan dia suntikanya di depan matanya itu, lalu menjatuhkan suntikan nya ketanah dan menginjak suntikan ini hingga hancur


“Ehhh ?!”


“Tenang saja, Noel disini tidak akan menyuntikmu ! jadi ayo kesini, Tenang saja, Semua akan baik – baik saja Reiya !”


“…A…Ahhh..”


Dia pun menjulurkan tanganya namun tangannya masih bergetar, dan saat aku sudah sangat dengat untuk meraih tangannya...


“Kau pasti akan baik – baik saja…Reiya !”


“Huh ?! G….GYAAA !!!”


Tiba – tiba dia memberontak dan kembali ketakutan saat aku bicara seperti itu


“Reiya ! tenang saja, Noel ada di sini !”


“PERGI ! INI MENAKUTKAN IBU ! PERGI !”


“(…..Ugh…Baiklah)”


Karna aku tidak tau apa yang harus ku lakukan lagi, aku pun terpaksa memeluk nya langsung agar dia membaik, tapi dia tetap saja memberontak


“LEPASAKAN !! KUBILANG LEPASKAN !”


“TENAGLAH REIYA ! KAU PASTI AKA-!”


“LEPASKAN !!”


BRUAKKK


Kami pun menghantam sebuah lemari obat yang berisikan botol – botol kaca, dan gawat nya…sepertinya guncangan kami terlalu kuat sehingga botol – botol kaca itu pun ingin tumpah ke arah kami


“(GAWAT !!) REIYA !!”


“UMM ?!”


Aku pun kembali memeluknya dan mencoba melindunginya, dan tentu saja…puluhan botol pun berjatuhan ke arah kami


“……..u..Umm ?!”


Saat aku mengedipkan mata…sepertinyaa aku melihat kalau Reiya baik – baik saja


“REIYA ! KAU TIDAK APA – APA ?!”


“……………..E..Ehh ?!”


“Emm ? ada apa ?”


Aku juga sadar kalau aku tidak merasakan sakit apapun, dan bahkan sepertinya tidak ada bekas pecahan botol obat yang melukai tubuhku, ternyata saat aku berpaling ke belakang, Suzaku pun muncul dengan rambut yang basah dan badan yang dipenuhi obat – obatan, dan dia sedang berdiri dibelakangku sambil melindungiku


“Su...Suzaku ?!”


“kalian tidak apa – apa ?! hati – hati, masih banyak serpihan kaca disini ! jangan sampai ada yang terluka !”


“K..KAU SATU – SATU NYA YANG BERKEMUNGKINAN TERLUKA DISINI ! KAU BAIK – BAIK SAJA SUZAKU ?!”


“tenang saja, aku ini Demi God ! tidak akan mati semudah itu, ngomong – ngomong bocah itu..”


“Ehh ?”


Aku tersadar kalau Reiya cukup tenang disini, dia terus – terusan melihat ke arah suzaku tanpa berkedip sedikitpun


“Ke..KEREN ! GIMANA CARANYA KAU BISA MUNCUL SEPERTI ITU ?!”


“Hemmm, Lihat ini Bocah ! Kekuatan berkahku !”


“WAHHH ! KEREN ! SEPERTI SENGATA PETIR SAJA ! HEBAT !!”


Sepertinya keberadaan suzaku membuat Reiya tertarik, ini kesempatan ku untuk membujuknya


“Reiya ! suzaku akan menujukanmu yang lebih hebat lagi ! ayo gandenga tangan dengan ku dan kita pindah ke ruang pertunjukan !”


“RUANG PERTUNJUKAN ?! AYO !!!”


Kami pun membawanya ke ruangan terdekat di rumah sakit ini, di saat itu aku dan Reiya pun menonton pertunjukan suzaku dan aku terus menerus menggenggam tangan Reiya ini…sepertinya berkahku berhasil menenangkan tekanan yang dia terima ini…jadi, mimpi buruk dan kenyataan pahit yang kita lihat itu, memang tetap bisa dinyatakan sebagai luka ya amat berat ya…memang ada yang pernah bilang kalau luka dalam hati itu, memang luka yang sulit terobati...


Dan pada akhirnya, Reiya pun tenang setelah 5 jam aku menggunakan berkah ku, dan saat ini aku sedang menemani suzaku di atas atap rumah sakit untuk dia agar beristirahat


“hah…hah…hah...yang…benar saja ! 5 jam…menggunakan berkah petir ku !”


“Aku sangat tersentuh Suzaku ! kau rela melakukan pertunjukan seperti itu sampai energi mu habis, sekarang kau boleh istirahat !”


“….....hem....begituya”


“Emm ? ada apa ?”


“kau terkadang melupakan nama mu itu di percakapan mu ! sebenarnya mana yang membuatmu lebih nyaman Noel ?”


“Hem…...soal itu...Entahlah !”


Aku melihat ke langit dan membayangkan kalau seandainya mama masih ada di sisiku saat ini


“aku mendapat nama ini dari mama ku yang telah melakukan segalanya untukku, tentu saja aku suka dengan nama ini bukan ?! ini nama yang diberikan oleh orang paling aku sayangi. tapi, terkadang…saat aku senang maupun marah, aku begitu saja lupa menyebutkan nama ini kembali, sebenarnya aku tidak begitu senang dengan itu, tidak menyebutkan namaku seolah aku melupakan siapa yang telah membuatku sampai sejauh ini bukan ?”


“Hem...tidak disangka kau memikirkan sampai sejauh itu Noel !”


“Ya…sebab aku tidak bisa membuat pilihan lain lagi…Noel tetaplah Noel ! dan Noel tetap akan berjuan untuk menggantikan mama !”


“………………”


Benar….jadi biarkan Noel selalu menyebut nama ini Mama…agar noel juga tidak melupakan sosok mama yang sangat Noel kagumi itu


“….kalau begitu sekrang giliranku !”


“Ehh ?”


“Tolong kali ini, Pulihkan lah aku dengan berkah mu itu ! aku sudah tidak bisa bergerak lagi kali ini ! jadi berikan aku juga Bantalan paha mu dan juga berkah mu ! Tolonglah, Dewi ku Noel !”


“…………..apa kau berpikir aku akan mau melakukan itu ?”


“Entahlah...tapi, Aku ingin mendengar langsung dari Noel itu sendiri !”


“Emm !!!”


Dia pun, tersenyum ke arahku dan kurasa itu senyuman yang jarang sekali aku lihat, Ternyata demi god ini…benar – benar sangat lah merepotkan


“Baiklah ! Silakan saja !”


“YESS !! AKHIRNYA !! AKU MENDAPATKAN MOMEN SPESIAL INI !”


“Ahh, biayanya 1000 Petas per menit ya !”


“EHHHH ?!”


“ahahaha, Tenang…Noel Cuma bercanda ko Suzaku !”


“…Hahh…(dewi ku yang satu ini ya..)”


Mama….tenang saja, aku saat ini baik – baik saja ! karna aku tau kalau aku tidak bertarung sendirian…teman – teman bahkan Demi god pun ! berjuang untuk dunia yang seperti ini !


to be continue...


cerita berikutnya akan berlanjut ke Operasi Tendo Agami yang akan dimulai !

__ADS_1


__ADS_2