Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(S2) Bloody Hours #4


__ADS_3

Kami pun masuk ke hutan tempat markas monho ini berada, menurut data yang diberikan oleh ka Pandora, hutan ini sangatlah luas dan sebenarnya sudah diperiksa, namun karna tidak memiliki sumber daya yang bagus dan jaraknya lumayan jauh, hutan ini ditinggali, dan pastinya para zoa dan Reaper pasti memanfaatkan tempat ini sebagai markasnya


“sesuai info dari Pandora, katanya tadi ada segerombolan zoa yang menyerang benteng, namun Amera Harpha tidak muncul di rombongan itu, jadi ada kemungkinan dia membantu monho disini !”


“jika informasi itu benar, berarti ada segerombolan zoa juga disini ! ini semakin rumit saja !”


“itu memang benar, Tapi !?”


“Ya ! kita tidak bisa mundur lagi ! ayo hadapi semua yang menghalang tujuan kita !”


Kami pun terus melangkah masuk dan semakin dalam menyelusuri hutan ini, namun ini terlalu tenang untuk hutan yang dihuni reaper maupun zoa, pasti monho merencanakan sesuatu


“hati – hati ! pasti ada semacam perangkap atau apapun yang sudah disiapkan olehnya !”


“Mungkin itu benar ! pada dasarnya monho tidak lah bodoh, di telah berhasil selamat di luar benteng selama ini, pasti dia tidaklah lengah dan membiarkan kita masuk seperti ini ?”


“He..hey ! bukanya itu ?!”


“!!!”


Kami melihat ada seseorang yang tergeletak di depan kami, setelah melihat baju yang dia gunakan dan juga kami menyadari orang itu tidak memiliki kepala, itu pasti mayat Fred !


“Itu mayat Fred !”


“(tunggu ?! Pola ini lagi ?! jangan – jangan !)”


“Ayo Cepat !”


Rin langsung berlari ke arah mayat itu, namun pola ini sepertinya pola yang sama seperti yang terjadi sebelumya ! dan benar saja tiba – tiba seseorang melompat dari semak – semak dan mencoba menerkam Rin !


“Hah ?!”


“RIN !”


TRANGGGG !!!


Aku menepis tebasan orang ini, dan ternyata dia adalah monho, dia bersembunyi di semak – semak dan bahkan memiliki pola menyerang yang sama dengan Amera Harpha


“HOH ! HEBAT JUGA !”


“(Ughh !! APA – APAAN TENAGA INI !)”


“HYAAA !!!”


SWINGGGG!!!


“Waaaaa !”


“Aghhhh !”


Dia mendorong pedangnya yang besar itu dan menghembuskan aku dan Rin ke belakang,


“KALIAN BOLEH JUGA ! KUKIRA CARA INI AKAN BERHASIL DAN PEDANGKU INI AKAN MEMAKAN JIWA LAGI !”


“MONHO !!!”


“HAHAHAH ! APA KABARMU RIN ! APA KAU KEMBALI KE SINI UNTUK MENGHADAPI KU LAGI ?!”


“Monho ! apa yang telah kau lakukan terhadap teman kami dan juga Rin sudah tidak lagi bisa dimaafkan !”


“LALU ? APA AKU PEDULI TENTANG ITU ?! KALIAN MANUSIA SUDAH MENOLAKKU DAN MENELANTARKANKU ! KARNA ITU AKU MEMILIH UNTUK BERGABUNG DENGAN PASUKAN TENDO AGAMI INI !”


“jadi begituya ! kurasa memang tidak ada pilihan lagi selain menghentikan mu”


“AHAHAH ! KALIAN PIKIR DENGAN KALIAN YANG BER 7 AKU AKAN TAKUT ? TIDAK ! TIDAK ! WALAUPUN AKU MENGETAHUI ADA 2 DEMI GOD ITU ! AKU JUGA SEKUAT MEREKA ! AKAN KUTUNJUKKAN NERAKA PADA KALIAN !”


dia cukup percaya diri dengan kekuatannya, aku rasa informasi tentang armor nya dan kekuatan gelombang yang merusak elektronik itu Cuma kekuatan yang dia tunjukan saja, pasti dia memilik kemampuan lain yang belum dia tunjukan


“Cih ! aku benci orang ini ! Kali ini aku akan menghabisimu !”


“HEHEH ! COBA SAJA !”


CLICKKK !!


Saat monho menjentikkan jarinya, muncul beberapa reaper dan zoa yang mengepung kami dan ini menghentikan langkah ka misa yang tadi mau menerjang monho


“Cih !”


“MAIN – MAINNYA SAMA MEREKA SAJA ! AKU JUGA MASIH MENCARI SESUATU DI RUIN !”


“(Sesuatu ? Ruin ? jadi di hutan ini ada Ruin juga ya ?)”


“RIN ! AKU AKAN MENUNGGUMU DI RUIN DALAM HUTAN INI ! SAMPAI KAU ADA DISANA JANGANLAH MATI ! GYAHAHAHAH !”


“BRENGSEK KAU MONHO ! JANGAN KABUR KAU !”


Monho itu pun meninggalkan kami dan sepertinya jumlah reaper – reaper ini cukup banyak


“BUNUH MANUSIA – MANUSIA ITU !”


“Cih ! Berlindung !”


Mereka menembakan kami dengan Crossbow, dan saat panahnya menancap di pohon yang melindungiku, sepertinya anak panahnya memiliki racun juga


“hati – hati ! panahnya memilik racun ! jika terkena akan gawat !”


“cih ! sepertinya ini sedikit merepotkan, jumlah mereka cukup banyak dan zoa – zoa itu juga membuat formasi mereka jadi terlindungi !”


“bagaimana ini ka Misa ?”


“Ughh..Suzaku ! lakukan lah sesuatu !”


“tenang saja Misa ! yang seperti ini pasti mudah ! tinggal ku sambar petir saja mereka pasti sudah tidak berkutik !”


Sekumpulan petir pun mengelilingi Suzaku, di saat seperti ini memang berkah para demi god lah yang sangat bisa di andalkan !


“Makan ini !”


Petir milik suzaku pun mengarah ke para zoa dan reaper itu, tapi tiba – tiba arah petir nya berbelok dan mengarah ke sebuah tiang yang sepertinya itu adalah tiang penangkal petir


“…………….”


“…………….”

__ADS_1


“A……ada penangkal petir disana !”


“DASAR TIDAK BERGUNA !”


“DASAR TIDAK BERGUNA !”


Para reaper itu sepertinya menyiapkan semuanya, mereka pasti tau kalau di kelompok kami ada suzaku yang mengendalikan petir


“ughh ! mereka tidak ada habis – habisnya !”


“Kalian harus melakukan Sesutu pada penangkal petir itu !”


“lalu harus bagaimana ?”


“Genbu ?! bisa kah kau lakukan sesuatu ?”


“……aku….harus….apa ?”


“pertahanan mereka ! atau hancurkan tiang listrik itu !”


“…Tiangnya….telalu jauh….”


“kalau begitu lakukanlah sesuatu dengan pertahanan mereka ! kalau begini terus bisa gawat !”


“….Emmmm…..”


“Eh ? Genbu ?”


Genbu tiba – tiba berdiri dan berjalan ke sebuah pohon yang cukup besar yang berada di dekat belakang kami, dia pun mengetuk – ngetuk pohon itu dengan tangan kanan nya


“…Emm…ini bisa…”


“Genbu ! apa yang kau lakukan ?! cepatlah kembali berlindung disini !”


Dia meletakan kedua tangannya di sisi kiri dan kanan pohon, dan secara sepontan dia langsung menarik pohon besar itu hingga tercabut


“Ehh ?!”


“Ehh ?!”


“Ehh ?!”


“TERIMA INI !”


Dia pun langsung melempar pohon besar itu ke arah para reaper itu dan tentu saja….


BRUAKKKK !!!


Terjadi benturan dan dampak yang cukup besar, namun ini merusak pertahanan mereka


“..bagaimana ?”


“Nice Genbu !”


“Nice Genbu !”


“Nice Genbu !”


“SEKARANG SERANG !”


“CIH ! KALIAN MANUSIA ! TIDAK AKAN MENANG !”


“Maaf ya ! aku tidak ada belas kasihan lagi terhadap kalian ! ini demi teman – teman ku !”


“AGHHH !”


Aku pun merusak Crossbow nya dan menebas reaper ini, walau sebelumnya aku ragu – ragu karna mereka memiliki sifat seperti manusia, tapi kali ini nyawa teman – temanku sudah terancam


“(……tidak ada cara lain….aku harus melakukan ini….demi melindungi teman – teman ku !)”


“Ao !”


“Aku datang !”


Kami pun menghabisi zoa dan Reaper yang ada disini, namun sebagian reaper ada yang berhasil melarikan diri dari kami


“KABUR ! CEPAT !”


“mereka berhasil kabur !”


DORRRRR !!


Rin menembak reaper itu namun dia tidak membunuhnya, dia menembak tangan kanan reaper itu dan tentu saja reaper itu masih bisa berlari


“Rin, kau meleset ?”


“tidak !”


“lalu yang tadi itu ?”


“aku tidak membunuhnya karna dia bisa dijadikan sebagai umpan kita, jika dia berlari dengan luka yang terbuka seperti itu, aku yakin dia kabur ke Ruin yang monho bicarakan. Sehingga kita memiliki track untuk kesana”


“Rencana yang bagus !”


“ayo, berkumpul dulu dengan yang lain !”


“Ok !”


Kami pun kembali ke kelompok kami, dan sepertinya mereka juga sudah beres dengan para zoa dan reaper ini, namun aku tidak melihat Genbu dengan mereka


“dimana Genbu ?”


“dia disana !”


Ternyata genbu sedang menggalih tanah, dengan kekuatannya itu pasti mudah


“kenapa kau menggalih tanah Genbu…Ohh !”


“..Benar…ini…untuk….fred”


Dari sebrang, ka iris pun muncul sambil membawa mayat fred yang sudah di tutupi kain putih


“Sudah siap kah Genbu ?”

__ADS_1


“…ya…silakan”


“Terimakasih ya !”


Ka iris pun menaru mayat fred itu dan kami pun menguburnya dan juga mendoakannya


“Fred teman kami ! menjadi savior adalah tindakan terpuji ! segala usahamu dan juga pengorbanan mu ! akan selalu berada di hati kami !”


Walau pun aku tidak terlalu mengenal fred, tapi aku yakin dia adalah seorang savior yang hebat ! terimakasih atas kerja kerasmu selama ini fred !


“Baiklah ! ayo segera selesaikan semua ini !”


“Baik !”


Kami pun melanjutkan pencarian kami untuk menghentikan monho, dan menjalankan rencana rin untuk mengikuti track darah yang reaper itu tinggalkan, dan beberapa saat setelah cukup lama mengikuti track darah ini, benar saja ini berhenti di sebuah ruin yang cukup besar !


“jadi ini markas para reaper itu !”


“ayo masuk ! dan tetaplah waspada !”


Kami pun masuk ke ruin yang cukup besar ini, lorong demi lorong kami lewati, dan kami pun tiba di ruangan yang cukup luas dan mohon sedang berdiri di tengah – tengah ruangan itu


“HEHE ! SELAMAT DATANG DI RUIN KU ! BAGAIMANA ! HEBATKAN TEMPAT INI ?!”


“Monho ! sebenarnya apa yang kau rencanakan berbuat sejauh ini ?!”


“TIDAK ADA ALASAN KHUSUS UNTUK PERTANNYAAN ITU ! AKU YANG DI TELANTARKAN KALIAN INI SUDAH MUAK DENGAN KALIAN UMAT MANUSIA ! TERNYATA BENAR APA YANG DIRENCANAKAN TENDO AGAMI TENTANG DUNIA INI !”


“(Rencanakan ?)”


“HEY ! memangnya apa yang di rencanakan tendo agami ?”


“HEHE ! TENTU SAJA UNTUK MENCIPTAKAN DUNIA BARU !”


“Dunia baru katamu ?”


“KALIAN MANUSIA SUDAH TERLALU GILA DAN TIDAK TERKENDALIKAN ! KARNA ITU, APA YANG TENDO AGAMI LAKUKAN PADA DUNIA INI TERNYATA SANGATLAH BENAR !”


“APA YANG KAU BICARAKAN MONHO !? DUNIA INI SUDAH MEREBUT SESEORANG YANG BERHARGA BAGI KAMI ! KAU JUGA PASTI MEMILIKI ORANG – ORANG ITU BUKAN ?! KAU KEHILANGAN ORANG YANG KAU CINTAI BUKAN ?!”


“………….”


Ekspresinya berubah, pada dasarnya dia memang manusia, pasti dia juga memiliki masa – masa seperti kita ini


“AKU SUDAH MEMBUANG SEMUA ITU SETELAH AKU BERGABUNG MENJADI REAPER ! KARNA ITU TUJUANKU SAAT INI ADALAH MENJADI KUAT DAN MEMBUNUH KALIAN SEMUA !”


“Baiklah, itu sudah cukup untuk basa basi nya ! dia sudah tidak bisa ditolong lagi !”


“HEH ! KITALIHAT SAJA *CLICK*”


“Sekarang aku benci setiap ada orang yang menjentikkan jarinya di hadapanku"


DUMMM…..DUMMM


“apa ?”


“suara apa itu ?”


“CIH ! ini kan ?’


DUMM…DUMMM


“Ya ! sepertinya keadaannya benar – benar gawat”


Tiba – tiba dari ke 4 lajur di ruangan besar ini, keluarlah mother zoa yang muncul secara bersamaan


“Mother zoa !”


“dan lagi ada 4 ! ini pasti merepotkan !”


“AHAHAHA ! HADAPILAH MAINAN KU INI ! BERIKUTNYA KALIAN PASTI AKAN KU BUNUH !”


Dia pun melarikan diri lagi, namun tentu saja apa kita bisa mengejarna disaat ada 4 mother zoa di depan kami ini !


“Cih ! dia lari lagi, Tidak akan ku biarkan ! Ao ! Rin ! Genbu ! susul dia !”


“Kau yakin ka Iris ?”


“kalau dia lari – lari lagi, dia pasti akan memasang perangkap lagi seperti ini ! jadi susul dia ! serahkan ini semua pada kami !”


“Ta..tapi !”


Tiba – tiba ka misa langsung menepuk Rin dari belakang


“Ka misa ?!”


“Tunjukanlah kalau aku salah rin ! tunjukanlah tekadmu yang kau tetapkan bersama Ao itu !”


“…….baiklah…..Terimakasih ka misa, ka Iris ! akan ku hadapi monho itu !”


“Bagus !”


“Ayo Ao ! Genbu !”


“Ok !”


“…Hemm….”


Genbu pun mengangkat kami berdua dan berlari menuju lorong tempat mongo tapi kabur, dia pun melompati mother zoa yang ada di depan kami, zoa itu pun menyadari kami yang ingin melewatinya dan mencoba menangkap kami, tapi ka Narmaira langsung menembaknya dan membantu kami untuk bisa melewati mother zoa itu


GRAAAA !!


“Hehe, lawanmu adalah kami yang ada disini ! jadi biarkan lah ke 3 orang itu kabur Ok ?”


GRAAAA !!!


“jadi…4 mother zoa ya, apa kita pernah menghadapi yang seperti ini sebelumnya ?”


“Apa ini…kau takut ya narmaira ?”


“heh ! saat ini yang harus ku lakukan adalah membuka jalan untuk mereka ! tidak akan ku biarkan zoa – zoa bau ini menghalangi mereka !”


“Baiklah ! Ayo Habiskan !”

__ADS_1


Kami yang berhasil melewati mother zoa itu pun melanjutkan melewati lorong ini dan mengejar monho


to be continue......


__ADS_2