
Setelah semua orang telah sampai di markas, kami mulai bersiap – siap untuk mulai berdiskusi, Noel dan tesa sedang menyiapkan makanan sedangkan yang lain sedang mendiskusikan mengenai target kita
“baiklah ! untuk pertama memulainya, Ao ! silakan laporanmu !”
“Baiklah !”
Aku memperlihatkan hasil mapping ku dan rute yang sudah ku ambil
“Sejauh ini, kami ber 3 sudah sampai di rute ini, kami belum berhasil mendapatkan stone milik genbu, tapi kami menemukan sedikit keanehan yaitu Goa yang kami temukan terdapat bekas api unggun yang sudah cukup lama. Yang berarti, ada seseorang yang sedang tinggal disana !”
“hemm….apa di goa itu ada zoa atau zombie nya ?”
“ada ! namun kami hanya menemukan 4 zoa saja, 2 kami bunuh dan 2 berhasil lari”
“sedikit sekali di daerahmu ya, di kelompok ku, kami bahkan bertemu hampir 12 zoa dan puluhan zombie”
Benar juga, kenapa di daerah kami berada hanya sedikit zoa yang kami temukan….bahkan kami tidak menemukan apapun saat kami berjalan pulang dari rute lain
“dan ada kejadian yang sedikit kaitannya dengan orang di goa itu, tesa diserang oleh ular laut yang berbisa !”
“ular laut ?”
“yaa…itu informasi yang genbu berikan, katanya itu ular laut dan tidak mungkin ada di hutan seperti ini !”
“begituya…..bagaimana kondisi nya saat itu ?”
“Saat itu, tesa sedang buang-!!”
tiba – tiba tangan seseorang menutup mulutku
“KALAU KAU LANJUTKAN ! KAU AKAN TIDUR DILUAR !”
“Ba…baik bu !”
“kalau begitu tesa saja yang jelaskan !”
“Ehh…emmm….”
Karna mungkin tesa malu – malu, dia pun membisikannya ke ka misa
“hemm…Ohhh…begituya”
“Begitulah ka misa !”
Ka misa pun langsung menepuk bahu tesa
“Tenanglah Tesa ! Tidak perlu malu untuk buang air !”
“JANGAN MALAH DIBOCORKAN !”
Sepertinya tesa salah mengambil keputusan untuk membisikan sesuatu yang rahasia ke ka misa
“jadi kesimpulannya adalah ada yang mengintai kalian ya ?”
“yaa…aku juga berfikir begitu, dan satu – satunya yang mencurigakan adalah, orang yang ada di goa itu !”
“benar juga ! baiklah ! untuk besok, aku yang akan memeriksanya disana, setelah kembali menentukan kelompok, kelompok ku yang akan pergi kesana !”
“ok ! ngomong – ngomong bagaimana dengan kelompok kalian ? apa terjadi sesuatu yang aneh ?”
“sayangnya tidak ada…hanya bertemu beberapa zombie dan zoa saja !”
“emmm…ka misa ! bukanya tadi ada kejadian yang aneh ?”
“heh ? yang mana rin ? coba katakan ?”
“saat kau menebas beberapa zoa dan katanya ada zoa yang cukup aneh !”
“ahhh..itu Alice yang melihatnya !”
Ka alice menaru mangkuk teh nya dan mulai bicara
“itu memang bisa dibilang aneh…tapi mungkin saja aku memang salah lihat”
“apa yang kau lihat ?”
“Ao ! Rin ! kau ingatkan misi kita saat kita menyelesaikan masalah di sector 4 ?”
“ahhh....yang kejadian pak Marker yang ternyata dalang dari semua itu kan ?”
“benar, waktu itu…sebelum kita berangkat menuju hutan, apa yang waktu itu kau lihat rin ?”
“Emmm…kalau tidak salah, Zoa ?”
“warnanya ?”
“tunggun ! maksudmu mother Zoa ?”
"aku tau mother Zoa memang warnanya merah ! tapi yang ku lihat ini adalah Zoa biasa namun berwarna merah !
Zoa biasa berwarna merah ? memang kami mendapat laporan bahwa beberapa orang bilang pernah melihat zoa merah itu, tapi aku pun belum pernah melihatnya sama sekali
“apa ka misa tau sesuatu ?”
“emmm…kurasa aku tidak pernah melihat zoa biasa berwarnya merah selain mother Zoa, yang kita lawan seperti biasa adalah zoa biasa yang berwarna abu – abu kan ?”
“benar kan, yang kulihat tadi badanya sama besarnya dengan zoa biasa, namun warnannya saja merah !”
“sepertinya zoa merah ini sudah mencurigakan ! kita harus laporkan ini ke Pandora !”
“ngomong – ngomong soal laporan ? dimana suzaku !”
“Ahh…dia bilang dia dipanggil oleh Pandora, karna itu dia kembali ke markas dengan berkah teleport nya itu”
Pandora memanggilnya ? ada masalah apa ya
“Makanan Siap !”
“baiklah ! ayo kita makan dulu dan meng istirahatkan tubuh kita !”
__ADS_1
Kami pun makan malam dengan tenang dan beristirahat kan tubuh kita karna besok kami harus kembali mencari stone milik genbu, saat kami sudah selesai dengan makan dan mengistirahatkan diri. Tiba – tiba suzaku kembali dengan membawa kotak besar
“Yoo ! aku kembali !”
“Suzaku ! emmm ? apa yang kau bawa itu !”
“Perlengkapan kita sudah jadi !”
“perlengkapan ? maksudmu baju tempur kita ?”
“yup ! silakan dipakai !”
“Waahh”
Ternyata yang dibawa suzaku adalah baju tempur yang sudah siap digunakan, kami semua pun menggunakan nya dan ini baju tempur yang hebat sekali
“wahh….ini baju yang cukup berat !”
“katanya ada semacam chainmail di baju ini, untuk menolak semua jarum bius atau memperkecil kemungkinan tergigit zombie”
“Emm ? masih ada 1 lagi nih ! siapa yang belum pakai ?”
“ahhh….yang ini untuk genbu !”
“….Ehhh ? A…Aku juga ?”
“yaaa ! kau adalah bagian dari kami juga ! pakailah genbu !”
“…..ma…makasih !”
Wajah di muka genbu menandakan dia senang sekali, senyumnya sama seperti saat tesa memberikan dia baju juga
“Baiklah ! ayo kita istirahat sekarang, karna besok kita masih ada misi untuk dikerjakan !”
“Baik !”
Kami pun istirahat agar siap untuk misi besok hari…
Saat pukul sekitar 12 malam, aku terbangun karna merasa sedikit haus
“(ughh….kenapa aku malah haus di malam seperti ini)”
Aku meminum minuman botol dan melihat kanan kiri sampai menyadari sesuatu
“(emm ? kemana genbu dan tesa ?)”
Aku berdiri karna sedikit khawatir mereka berdua menghilang, namun saat aku melihat ke luar jendela, aku melihat mereka berdua yang sedang melihat bulan dengan secangkir minuman
“(mereka berdua itu ya)”
Aku pun memutuskan menghampiri mereka karna aku juga sudah terlanjur terbangun
“Yoo ! tidak bisa tidur kalian berdua ?”
“Ao !”
“……..”
“begitulah ! aku juga sempat terbangun karna melihat genbu yang sedang duduk sendirian disini !”
“ohhh ! kau pasti suka bulan ya genbu ?”
“….begitulah….”
Dia menatap bulan itu dengan tatapan sangat tenang, seolah dia sangat menikmati permandangannya di depan nya itu
“…aku….entah kenapa….bulan sangat….menenangkan….”
“yaaa – yaaa ! aku juga berfikir demikian !”
“…saat malam….aku…badanku….juga sangat dingin…”
“itu tentu saja ! malam begini memang sangat dingin bukan ?”
“…..ya…mungkin….itu penyebabnya…tapi…ini…cukup nyaman !”
Sebenarnya aku tidak tau apa yang dipirkan oleh genbu ini….tapi, jika dia bisa setenang ini saat melihat bulan…kurasa aku sedikit bisa memahaminnya.
“.....bolehkah aku….bertanya pada kalian berdua ?”
“tentu, apa itu ?”
“…..Siapa itu…..tendo Agami…”
“…………..”
“………….”
Saat dia menanyakan itu, aku dan tesa memiliki hal yang bersependapat, fakta bahwa genbu merupakan utusan yang sama dengan suzaku yaitu sama – sama demi god, itu berarti dia juga mendapat berkah dari tendo agami
“….ada apa ?”
“tidak ada, akan ku jelaskan !”
Mungkin sedikit sulit untuk dijelaskan, tapi genbu juga samahal nya dengan suzaku
“Tendo Agami adalah dewa yang memulai dunia ini, dia yang memegang kehidupan seseorang dan kehendak dunia ciptaannya ini, suzaku pernah bilang kalau dia adalah dewa kesenangan dan keserakahan, namun data kami juga menyimpulan kalau tendo agami adalah dewa air dan kehidupan juga”
“….hemm…apa lagi....yang kau ketahui ?”
“emm…dia bisa mengendalikan air dan membuat beberapa objek....tapi yang paling ditakuti itu adalah jentikan jarinya”
“…..jentikan jari ?”
“yaa…saat dia menjentikan jarinya, dia memberikan semacam “Order” kepada targetnya, dan dia pun bisa mengendalikat tubuh kita”
“………….”
Sepertinya genbu mengetahui sesuatu….tapi kenapa dia minta kami untuk menjelaskannya
__ADS_1
“Genbu….apa kau mengetahui sesuatu ?”
“………..”
Dia pun tiba – tiba berdiri dan memandang bulan dengan tajam
“Ao….Tesa….camkan ini baik – baik…”
Dia melihat ke arah kami berdua dengan tatapan tajam sama seperti dia melihat bulan tadi
“…pada dasarnya…sang dewa tidak akan bertindak…kalau dunia ini baik – baik saja….”
Kata – kata genbu itu sedikit berputar – putar di kepalaku…apa maksudn dari kata – katanya itu !
“kalau dunia ini baik – baik saja ? apa maksudmu ?”
“……..aku juga tidak terlalu mengerti……yang jelas….ada yang salah mengenai dunia ini…dan itulah jalan keluar….dari semua ini….”
“jalan keluar ya ?”
“….dan….sepertinya…kita sudahi dulu pembicaraan ini”
“ehh ? kenapa ?”
“Zzzzzzzzz”
Tesa ternyata tertidur di sandaran ku, aku yang fokus dengan genbu sampai tidak menyadarinya
“Ahhh…”
“…..ayo…kita bisa bicara….lain waktu…”
“Huh….baiklah !”
Kami pun masuk ke dalam dan kembali tidur untuk berisap misi besok hari…
Ke esokkan paginya kami semua sudah bangun dan bersiap untuk melanjutkan misi
“Ok ! semua sudah siap ya ! emm ? dimana suzaku ?”
Kami semua nenunjuk ke arah suzaku yang sedang duduk di atas batu sambil memainkan PSP miliknya
“Yaa !! Hajar !! jangan biarkan naganya kabur !! Hajar !!”
“…………..”
“………….”
“………….”
“Genbu ! tolong hancurkan !”
“….Ok !”
“Tungg ! apa yang- !! AGhhh !”
Kami pun melanjutkan pemetaan kami sehabis gembu menghancurkan PSP milik suzaku itu !
“PSP ku….”
“sayang sekali ya suzaku….masih berapa banyak yang kau punya ?”
“Tenang ! aku masih punya 19 PSP dan itu model terbaru !”
“Hebat !”
“kalian berdua Noel tinggal loh !”
Pembagian kelompok pun kali ini aku bersama Suzaku dan Noel, sisanya ada ka misa dan rin yang mengurus makanan, dan Genbu, Tesa dan ka Alice yang menjadi tim pemetaan ke 2
“kau sepertinya semangat ya dari kemarin Noel !”
“Yaa ! entah kenapa Noel merasa sangat nyaman kalau berada di Hutan seperti ini !”
“(apa itu karna efek Norn nya ?)”
“Ayo ! jangan sampai tertingal Noel ya !”
“Sepertinya dia semangat sekali !”
“begitulah ! lalu Ao…apa yang kau bicarakan dengan genbu kemarin ?”
“heh…kau mendengarnya ya ?”
“taulah kalau Bold hold ku sudah tersebar di sekitar markas”
“benar juga !”
“jadi ? apa yang kalian bicarakan ?”
“genbu bertanya tentang Tendo agami ! dan aku pun menjelasknnya….apa menurutmu itu tidak baik ?”
“kurasa tidak masalah karna dia sama sepertiku…namun itu sedikit aneh jika dia tidak tau tentang tendo agami !”
“benar juga…secara demikian, dia di hidupkan kembali oleh tendo agami…harusnya dia mengingat siapa yang menciptakannya dan menghidupkannya di dunia ini bukan ?”
“hoh…kesimpulanmu sama denganku !”
“benarkah ?!”
“yaa…dan…bukanya kita melupakan sesuatu ?”
“Emm ?”
Kami berhenti sejenak dan sepertinya melupakan kalau kita mengikuti seseorang tadi
“Noel !”
“Dewi ku !”
__ADS_1
Kami pun panik dan segera mencari noel karna kita berdua kehilangan keberadaan dia !
to be continue.....