Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(S3) Savria Angelo


__ADS_3

Aku tau tidak banyak jalan yang pasti saat berhadapan dengan dunia yang seperti ini, dan aku rasa ka alice pun juga tau kalau keyakinan nya mengenai kakak nya yang masih hidup itu sepenuhnya belum benar. Karna itu, yang hanya ku bisa lakukan untuknya adalah membantunya sebisa mungkin. Dan saat ini juga, di pagi hari ini aku sedang berada di tenda milik ka Alice dan kami sedang mendiskusikan semuanya di sini


“Ao ! sebelum itu aku akan memperkenalkan mu pada teman sekamarku, dia ini Risa !”


“Yahoo Ao ! aku sering dengar kabar tentang mu loh !”


“Ahh, salam kenal Risa ! aku Ao, ngomong – ngomong ku dengan kalian dulu di Zenexter tinggal ber 4 orang ?!”


“Ya, kau taukan kalau Narmaira saat ini sedang patroli ?”


“benar juga, lalu yang satu lagi ?”


Saat aku bicara begitu, wajah ka Alice dan Risa tiba – tiba menjadi murung


“…..yang satu lagi….bernama Alfina, namun dia menjadi korban dalam kejadian penyerangan Zenexter !”


"Ahh...."


Sepertinya aku salah bicara, aku tidak tau kalau teman nya bernama Alfina itu menjadi salah satu korban penyerangan Zenexter.


“m-maaf kan aku karna ucapan ku ini !”


“Tidak apa – apa Ao, aku juga tidak bilang padamu ! karna begitu banyak korban saat penyerangan zenexter, kau tidak mungkin menghafal semuanya !”


“B-begitu ya !”


“Dan juga, Risa !”


“iya ?”


“aku ada pembicaraan penting dengan Ao sekarang, kau tidak keberatan kan kalau kami akan bicara banyak hal di sini ?”


“Silakan saja ! aku tidak keberatan, kalau begitu ! aku akan buat makanan untuk kita saja ! apa kalian sedang mau makan sesuatu ?”


“Aku seperti biasa saja, Omurice !”


“Ahh, kalau begitu aku sama dengan ka Alice saja !”


“Ok ! Baiklah !”


Setelah Risa berjalan ke sisi tenda untuk memasak, aku pun berbisik sedikit ke ka alice untuk menanyakan sesuatu


“(ka alice)”


“(Emm ?)”


“(apa tidak apa – apa membicarakan ini di depan teman mu ? kita kan akan membahas tentang Dokter Savria kakak mu itu bukan ?!)”


“(sebenarnya aku memang merahasiakan ini darinya juga, kalau begitu Ao ! jangan kau sebut dia sebagai kakak ku ! kau harus sebut saja namanya yaitu Dokter Savria !)”


“(hemm..baiklah)”


Aku pun kembali duduk ke posisi semula dan kami pun mulai membahas hal ini.


Penjelasan pun ka alice beritahu kan padaku, dengan kesimpulan ini, Sepertinya ka alice ingin kalau pencarian dokter savria di perluaskan, karna bukti yang sudah cukup kuat, hal ini menjadikan ka Alice semakin yakin kalau kakak nya itu masih hidup, walaupun sebenarnya aku juga tidak yakin dengan itu


“Dengan begitu, Ao ! aku butuh bantuan mu !”


“Hemm, sebenarnya aku dengan sangat akan membantu mu ka Alice, tapi kenapa kau tidak bicarakan ini juga dengan ka Pandora ?!”


Wajah ka alice pun tiba – tiba berkeringat.


“E-Eh ? a-apa maksudmu Ao ?”


“aku tanya sekali lagi, kenapa kita tidak melakukan rapat ini bersama ka Pandora di ruangannya ?”


Dia pun seolah berfikir keras, dan merubah pandangannya ke arah ruangan yang kosong


“Ma-Mana mungkin…setelah kita bicarakan ini, aku juga akan melaporkan nya ke ka Pandora !”


“apa itu benar ?”


“…………………Emm”


Aku pun terus melotot ke arah ka alice, dan aku yakin kalau dia sebenarnya menyembunyikan sesuatu


“Baiklah ! kalau begitu kita langsung saja sampaikan hal ini ke ka Pandora !”


“AHHH ! TUNGGU AO !”


Saat aku sudah berdiri, ka alice pun menahan lengan bajuku sampai dia naik – naik ke meja makan


“A-Akan ku beri tau alasannya !”


“Baik, akan ku dengarkan !”


Aku pun kembali duduk dan sepertinya ka alice akan menjelaskan alasannya kenapa dia berbohong.


“Jadi ?”


“…...sebenarnya, alasan kenapa aku ingin kau bergabung adalah, mungkin kau akan bisa memberikanku kesempatan !”


“Kesempatan ?”

__ADS_1


Ka alice pun mengeluarkan Hp miliknya dan menunjukan ku misi file khusus misi pencarian dokter savria padaku


“Ini adalah misi pencarian dokter savria oleh ka Pandora, yang di berikan kepada kelompok kami ! coba kau baca !”


“..............baiklah”


Aku pun membaca file misi itu, di sini memang diberitahu bahwa Dokter Savria terlibat dalam eksperimen pencobaan obat terlarang pada kalangan manusia yang tidak memiliki tempat tinggal. itu artinya, selama ini Dokter Savria menggunakan orang – orang tidak mampu sebagai kelinci percobaannya ! dan saat aku membaca keterangan terakhir di fine ini…


“Ehh ? I-ini !”


“.......seperti yang kau lihat ! misi sebenarnya yang kami harus lakukan adalah, membunuh dokter savria ! bukanlah mencarinya !”


“JADI ! Maksudmu adalah !”


“…....padahal aku sebenarnya kurang yakin….tapi, Aku yakin kalau ka Pandora sendiri tau kalau dokter Savria itu masih hidup !”


“CIHH !”


“Tunggu ! Ao ?!”


Aku pun langsung berlari secepatnya ke gedung kerja milik ka Pandora, dan saat aku sampai di sana, aku langsung membuka pintunya dengan gedoran yang cukup kencang, dan beruntung sekali kalau ternyata dia sedang sendirian saja sambil menikmati sarapannya itu !


“Ao ? ada apa kau memberontak seperti itu ?”


“Ka Pandora ! jadi kau tau kalau sebenarnya dokter savria masih hidup bukan ?”


“………apa kau tau itu dari Alice sendiri ?”


Ka alice pun akhirnya menyusul ku dan kini dia sampai di ruangan ini juga


“Ao ! sudahlah ! ini memang sudah menjadi keputusanku antara ka Pandora dengan ku !”


“Tidak bisa begitu ka Alice !”


“Ao….”


Emosi ku semakin naik karna aku tidak sangka ka Pandora berbohong padaku dan tau semua ini


“Ka pandora ! kau tau sendiri kalau dokter savria masih hidup ! tapi kenapa kau malah menyuruh ka alice untuk mencarinya ! bahkan kau merencanakan agar dia membunuh kakaknya sendiri !”


".................."


“Ao sudahlah ! jangan memaksa tuan putri seperti itu !”


"Ka Pandora !!!"


Ka Pandora pun tiba – tiba berdiri dan wajahnya pun berubah menjadi sangat serius.


“Ao, Jadi maksudmu ! kau menganggap ku tidak manusiawi karna aku menyuruh Alice untuk membunuh kakaknya sendiri ?”


“Hem..kau tidak sepenuhnya salah, memang benar aku lah yang menyuruhnya untuk mencari kakak nya itu, dengan tujuan, agar Alice yang akan menghabisi nya sendiri !”


“Kenapa ?!”


Ka pandora pun diam sejenak…namun tiba – tiba dia memandang kami dengan tatapan yang lebih tajam


“Karna…kalau aku yang melakukannya, itu akan menjadi hal yang lebih tidak manusiawi lagi !”


“Ehh ?!”


“Ao, kau memang tau kalau Alice adalah adik dari Savria ! tapi itulah mengapa aku meminta Alice untuk mengakhiri kakaknya sendiri ! karna sekarang ini, alice adalah seorang prajurit ! ditambah lagi, kalau memang aku yang harus menghabisinya ! pasti itu tidak akan ku lakukan, lebih baik aku menyiksa dia sampai dia memberitau ku kebenaran dari semua yang telah dia lakukan !”


“Ughh…”


Sebenarnya, betapa bencinya ka Pandora terhadap Dokter savria itu ?! sampai – sampai ka Pandora bisa bicara seperti itu !


“Ao ! ka Pandora benar ! aku yang memutuskan semua ini dan aku juga yang akan menjalankan misi ini sampai tuntas ! ini juga demi kebaikan dan tujuan Krau juga !”


“Demi ka Krau ?! Demi ka Krau kau bilang ?! lalu bagai mana dengan mu ka Alice ?!”


“Ehh ?”


“kau yang bilang sendiri kalau kau membutuhkan bantuan ku bukan ?”


“…..Emm…”


“Sekarang ini, aku sedang membantu mu ! jadi !”


“T-tunggu ! Ao ?!”


Aku pun mendorong punggung ka alice agar dia maju dan menghadap ke depan ka Pandora


“Kau sebaiknya bilang ke ka pandora apa yang menjadi beban mu itu ! SE-KA-RANG !”


“Heh ?! E..Emmm..”


Ka Pandora pun melihat ke arah ka Alice dengan tatapan yang cukup kebingungan, dan ka alice terlihat ragu untuk mengungkapkannya !


“Ada apa Alice ? kau mau bilang sesuatu ?!”


“Emm..Itu…a-anu”


PLAKKK

__ADS_1


Aku pun menepuk pundak ka alice dengan cukup kencang


“Aduh ! Ao ?!”


“Sudahlah ! katakan saja !”


Ka alice pun yang sesaat kebingungan, kini dia menarik nafas yang dalam dan siap untuk mengatakannya ke ka Pandora !


“Tuan Putri Pandora ! Bolehkah…persyaratan untuk misi ini di ubah menjadi, Penangkapan Dokter Savria ?”


“………….Hem...Alasanya ?”


“…......Itu, Itu karna….aku juga, ingin mendapatkan waktu untuk bicara padanya ! sebagai adik satu – satu nya !”


“Hemm…”


Akhirnya dia berani bicara, memangnya sesulit itukah untuk bersikap sedikit manja di depan ka Pandora ? tapi karna ku yakin kalau ka Alice sangat menghormati ka Pandora, semua keputusan ini pun di tangan ka Pandora sendiri.


“Hah…baiklah ! kurasa tidak apa – apa ! bawa dia hidup – hidup dan bicaralah padanya !”


“Ehh ?! benarkah ?! Terimakasih ka Pandora !”


aku pun mendekat ke ka Alice dan menepuk pundaknya.


“Syukurlah ya, ka alice !”


“Ini berkat kau juga Ao ! Terimakasih ya !”


“senang bisa membantu mu juga ka Alice !"


Kami pun saling menatap dan tersenyum ! syukurlah semuanya berjalan dengan lancar tanpa hambatan !


“Tapi !!!”


“Tapi ?”


“Tapi ?”


Ka Pandora pun tiba - tiba kembali menatap kami dengan tatapan tajamnya


“Jangan sampai kalian tunjukan sosok dia di hadapan ku ! bisa – bisa aku naik darah dan menghabisinya !”


“(Se-Seram !) b-baik”


“(Se-Seram !) b-baik”


Setelah diskusi berhasil, kami pun keluar dari ruangan ka Pandora ini karna dia biang mau sarapan lagi di karnakan kami mengganggunya tadi


“Ka Pandora, ternyata bisa se-seram itu ya ?!”


“Dia memang sangat cantik ! tapi kalau berwajah seram seperti tadi, siapapun akan kabur setelah melihatnya !”


“dan juga, Ao ! aku benar – benar berterimakasih padamu karna kau membantuku sampai sejauh ini !”


“tidak masalah ka Alice ! aku senang juga bisa membantu !”


“Dan juga !”


“Dan juga ?”


Aku pun melihat kalau ada urat di kepala ka Alice


“sepertinya punggungku agak sakit saat kau memukul ku tadi ! kuharap kau siap menerima balasannya !”


“Ahh, itu harus dibalas ya ?”


“Tutup matamu !”


Aku pun menutup mataku, Ya tapi…aku juga sedikit berlebihan karna menepuk pundaknya tadi, jadi kurasa ini memang balasannya


“(Emm ? belum juga ya memukulnya ?) Ehh ?”


Dan saat aku sedang bersiap – siap menunggu pukulannya itu, sentuhan hangat dan halus pun dirasakan di kepalaku, dan saat ku buka mataku, ka alice ternyata sedang mengelus – elus kepalaku


“kau melakukan hal yang baik Ao ! kuharap aku bisa selalu mengandalkan mu !”


“…...Emm..kau membuatku malu ka alice ! dan juga, kau jago mengelus kepala rupanya !”


“…..soal ini, kakak ku dulu sering mengelus kepalaku juga ! dan entah kenapa, kurasa itu memang terasa sangat tulus dan lembut !”


Ternyata memang seperti itu, kakak nya maupun ka alice sekalipun, pasti mereka berdua memiliki kesamaan karna mereka adalah keluarga, kalau begitu kuyakin kakaknya itu juga memiliki alasan lain di baik semua yang telah dia lakukan


“Ka alice ! mari kita cari kakak mu itu ! dan aku janji, kau akan bisa bicara dengannya sebanyak yang kau mau !”


“Terimakasih Ao ! kalau begitu, aku akan pegang janji mu itu ! mohon bantuan nya ya !”


"sama - sama !"


"kalau begitu ayo kembali, ku yakin Risa sudah memasak Omurice yang enak !"


"aku setujuh !"


Semua ini, pasti akan terjadi sesuatu yang besar kalau mereka berdua di pertemukan. Walaupun itu hal baik ataupun buruk ! mereka memang sepantasnya di pertemukan kembali !

__ADS_1


to be continue....


__ADS_2