
--------Tepat hari di mana Pertempuran akan di mulai----
“Hajar lah Todoroki ! Ao !”
“Ka misa juga ! hajar lah Rion !”
Di saat Ao dan Ka Misa sedang berjabat tangan untuk menunjukan tekad mereka berdua, tiba - tiba Pandora pun menepuk pundak ao dan ka misa.
“aku mengandalkan kalian berdua ! serahkan keamanan negara ini padaku, dan kembali lah dengan selamat !”
“Baik !”
“Baik !”
Team Iris dan team Misa pun berpisah di sini, team Misa menuju Altar pemanggilan, dan team Iris menuju markas Para Reaper. Lalu, Misa yang dari jauh melihat Ao yang sudah berangkat dengan tim nya itu pun tersenyum dan kemudian menatap langit
“(Sudah di mulai kah…)”
Setelah beberapa lama menatap langit, Byakko pun menghampiri Misa
“Misa…..”
“Ahh….Iya ? apa persiapan sudah selesai Byakko ?”
“.……Kau…baik - baik saja ?”
“Ehh ? Apa maksudmu byakko ?”
“.……..(dia….)”
Byakko menyadarinya, misa bersikap sedikit aneh, dia tau bahwa misa akan menghadapi hal mengerikan di depannya, tapi Byakko pun malah bingung karna Misa bersikap biasa dan tidak memperlihatkan wajah yang gelisah
“Tidak jadi…Tidak apa - apa, Ayo segera berangkat…Misa !”
“Baiklah, mari kita hajar Rion bersama !”
Akhirnya team Misa pun berangkat dengan menggunakan 3 mobil tank menuju Altar pemanggilan, yaitu tempat Rion berada, dengan membawa beberapa tentara Pure inferno dan beberapa anggota Savior yang siap bertarung, Misa pun melakukan evaluasi ulang misi ini saat perjalanan menuju altar.
“Baiklah, aku akan mengulang kembali starategi kita saat ini, tugas kalian para savior dan para tentara pure inferno adalah membungkam markas reaper yang dekat dengan altar pemanggilan ini, tim ini akan di pimpin oleh Leo untuk anggota savior dan Geil untuk anggota Pure Inferno, dan serahkan Rion pada kami ber 3 ! apa semua sudah jelas ?"
“.………………”
“.……………..”
Tidak ada yang merespon jawaban misa, Benar, sebenarnya semua anggota tim misa ini keberatan dengan keputusan nya itu, kenapa di butuhkan tim yang cukup banyak untuk mengurus 1 markas para reaper sedangkan malah mereka hanya ber 3 untuk menghadapi bos dari para reaper ini.
“Oii ada apa ini ? kenapa tidak ada yang menjawab ? bukanya kita sudah setuju dengan keputusan ini ?”
Geil pun maju untuk bicara
“ka Misa, mungkin kau bisa pertimbangkan lagi dengan cara itu ?! kenapa kau tetap ngotot untuk menghadapi Rion dengan hanya kalian bertiga saja ?”
Byakko pun yang melihat geil juga sedikit ragu untuk bicara, sebenarnya Byakko pun setuju untuk menentang strateginya ini, dia pun memberanikan diri
“B-Benar apa kata Geil misa ! bukanya cara mu ini sedikit gegabah ?”
Tiba - tiba Misa pun langsung menatap
Byakko dengan tatapan tajam sampai membuat Byakko kaget
“E..Ehh ?! a-ada apa misa ?! kenapa menatapku begitu ?”
“kau baik - baik saja Byakko ?”
__ADS_1
“Eh ?!”
“Tidak biasanya kau begini, ku kira kau setuju dengan cara ku ini seperti Genbu yang dari tadi diam dan mendengarkan saja !”
“Aku bukanya tidak setuju misa ! tapi yang kita hadapi itu adalah Rion ! Reaper yang bahkan aku sediri pun tidak bisa yakin menang melawan nya ! dia bahkan bisa menyegel Berkah ku dan juga Genbu ! bagaimana kita bisa menang melawannya ?!”
“.……………”
Misa pun langsung menatap Genbu
“bagaimana menurutmu Genbu ? kau juga tidak setuju dengan cara ku ini ?”
“.………………”
Genbu pun menatap Byakko yang terlihat gelisah, dan kemudian dia pun tersenyum
“tidak juga, aku setuju saja selama kau siap dengan hal ini misa !”
“horaa…Genbu saja setuju dengan keputusan ku, kau juga akan setuju kan Byakko ?”
“Tapi-”
“BYAKKO !”
“Ahh !”
Byakko pun terdiam kembali setelah misa menatapnya kembali dengan tajam
“Mengertilah Byakko….Rion itu adalah milik ku ! aku meminta bantuan kalian berdua karna aku yakin aku juga tidak bisa menghadapinya dimana aku yang hanya manusia biasa ini ! aku jamin katanaku ini akan membunuhnya, namun aku tetap membutuhkan bantuan 2 demi god ku !”
“.……Misa”
“Jadi, Apa keputusan mu Byakko ?”
“(Ahhh….Mata itu, mata yang sama saat dia meyakinkan ku juga dari sisi Rion…dia…sangat bertekad…) Baiklah…Aku juga ikut dengan mu, Misa !”
“Nice Byakko ! kalau begitu ! kita tetap akan menjalankan misi ini dengan cara ku dan-”
Tiba - tiba Mobil tank ini pun menyalakan alarm merah.
“Komandan Misa ! maaf menggangu rapat ini, tapi di depan ada halangan !”
“hoh….Berhentikan tank ini !”
Ketiga mobil tank ini pun berhenti dan melihat kalau di depan ada kumpulan zombie dan zoa yang menuju ke arah sini
“Jumlahnya cukup banyak, padahal kita masih sangat jauh dari altar pemanggilan !”
“bisakah kau memperkirakan ada berapa jumlahnya Leo ?"
“Tentu ka misa, Emm..Sekitar….43 zombie dan 17 Zoa !”
“Hoh banyak juga, Baiklah ! yang akan maju ke garis depan adalah aku, Byakko, Genbu, dan juga Geil ! Leo kau akan menjaga mobil tank ini dan memberikan komando sementara !”
“Baik ka misa !”
“Baiklah ! ayo habisi semua yang mengganggu !”
Kemudian…Tentu saja pembantaian pun terjadi, banyaknya zombie dan Zoa tidak akan berpengaruh kepada mereka ber 4 ini, dan tentu saja pembantaian ini pun berlangsung sangat cepat
“Fyuhh…..”
Berserakannya mayat zoa dan zombi dan juga genangan darah pun menjadikan pemandangan yang biasa untuk mereka lihat, terutama ka misa yang sudah sering melakukannya saat dunia nightmare ini dimulai
__ADS_1
“nee….Genbu ?”
“Emm ? ada apa Byakko ?”
“kenapa kau setuju dengan keputusan misa ?”
“Tentu saja karna tekadnya itu bukan ?”
“Yaa memang benar sih, tapi pasti ada hal lain lain bukan ?”
“Sebenarnya yang membuatku kaget adalah kau Byakko ?”
“Ehh ? aku ?”
“Kau ini adalah demi god, Sang pemimpin perang Byakko ! tapi tekad mu kalah dengan seorang manusia”
“kita - kita ini adalah demi god hasil pemanggilan Tendo Agami ! tubuh kita tidak alami dan ini juga adalah tubuh manusia yang sudah mati bukan ?”
“Emm…ya memang begitu, ingatan kita memang masih ingatan manusia ! aku juga bersyukur karna ingatan ku kembali, tapi…karna kita sudah terpilih menjadi demi god dan menadapat takdir seperti ini ! kita tidak boleh mengecewakan teman - teman kita bukan ?”
“.…..Teman ya….hem, kau memang bukan Genbu yang dulu ya !”
“Ehehe, aku senang melihat senyum mu itu Byakko !”
“kurasa kau benar ! mana boleh aku ragu seperti ini di saat manusia di sana itu mengamuk seperti binatang buas !”
“Benar kan, saat ini yang kita harus lakukan adalah membantu nya sekuat yang kita bisa, sebab saat ini hal itulah yang kita percayai !”
“Percayai kah, kurasa kau kali ini benar lagi !”
“Oiii ! Byakko ! Genbu !”
Misa pun mendekat ke arah mereka berdua dan mereka bertiga pun saling melakukan Toss bersama
“ini cukup mudah bukan ?”
“itu karna lawan mereka - mereka ini adalah 3 makhluk pembuat bencana kan ?!”
“Apa kau mau bilang aku ini juga termasuk makhluk pembawa pencana Byakko ?”
“Tidak apa - apa kan ?! itu terdengar keren !”
“Ahahahah ! Emm ? Ohh, Geil ! kau akhirnya kembali datang juga ?”
“.….kalian ini ya…bagaimana bisa aku ini hanya dapat membunuh 1 zombie saja ! kalian bertiga terlalu kelewatan !”
“Ahahah ! siapa cepat dia dapat kan ?!”
“itu karna kau saja yang lambat bukan ?”
“kau harus bisa lebih cekatan lagi Geil !”
“.…..(aku benci mereka bertiga !) ughh…aku ingin kembali saja ke sisi Dokter Savria !”
“apa yang kau bicarakan Geil !”
Saat ka misa menatap ke depan….semua nya pun juga melihat ke arah yang sama
“tugas kita….masih belum terselesaikan !”
Lalu..setelah kembali ke mobil tank dan melakukan perjalanan yang cukup jauh, kini altar pemanggilan pun terlihat di depan mata
“Akhirnya sampai juga….Tunggu lah Rion ! aku pasti akan datang dan menghabisi mu !”
__ADS_1
to be continue.....