Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(S3) Demi God Side Story : Demi God War Byakko part #End


__ADS_3

Setelah insiden reaper yang masuk desa ini, aku pun kembali ke kamar dan melihat kamarku sudah bersih total


“Hoh, Maid itu melakukan pekerjaan dengan baik ! ini lumayan juga”


Aku pun berjalan ke lemari bajuku, namun saat aku buka, tidak ada satupun baju tempurku, yang ada Cuma baju tidur dan kaos saja


“Hah ?! Kemana baju – baju ku ? Emm ?”


Aku pun melihat ada catatan di lemari ini, ternyata maid itu membawa juga beberapa bajuku untuk dicuci


“Hem…Yasudahlah, Setidak nya baju Rin ini juga cocok untuk malam ini ! Aku harus mempersiapkan semuanya dengan baik !”


Lalu…Malam hari pun tiba, Tepatnya jam 19.30 malam..


Tok Tok Tok !


“Byakko ! ini aku Ao !”


“Ao !”


Aku yang sedang di kamar ini pun mendengar suara Ao, Langsung saja ku bukakan pintu secepatnya


“Aku sudah menunggumu Ao !”


“A-ahh, Iya (d-dia semangat sekali) maaf ya aku datang lebih awal, kebiasaan !”


“itu tidak masalah ! Ayo masuk dulu !”


Ao pun masuk kamar ku, aku sempat melihat ke kanan dan kiri lorong depan kamarku untuk melihat apakah aman atau tidak, lalu setelah kuyakin aman, aku pun menutup pintu dan menguncinya


“(d-dikunci ?!)”


“Ayo Ao ! Ada yang harus kita lakukan !”


“O-ok (Tenangkan dirimu Ao ! Byakko yang mengajakku ke kamar ini dan bukan aku yang ke kamarnya tanpa bilang – bilang ! tenangkan dirimu dan berfikir lah jernih !)”


“aku akan mandi dulu !”


“M-mandi ?!”


“Ada apa ?”


“t-tidak..”


“apa kau sudah makan ?”


“Ehh ? belum”


“kalau gitu makan saja dulu yang ada di meja, aku sudah makan sebelumnya, setelah kau selesai makan dan aku selesai mandi, baru kita mulai !”


“……….Baiklah (Tenang…intinya Tenang…)”


Aku pun masuk ke kamar mandi dan mandi seperti biasa, aku harus siap dengan kondisi apapun untuk malam ini


“(ini dia ! sebentar lagi ! pasti ini akan sangat menyenangkan !)”


Setelah mandi, aku pun memakai kembali baju yang di pinjamkan Rin padaku, setidaknya seragam sailor ini membuatku cukup mudah untuk bergerak


“Gimana Ao ? apa sudah selesai makan nya ?”


“Ahhh, baru saja selesai, kau memakai lagi baju dari rin itu ya ?”


“Ya begitulah, ada beberapa alasan aku memakai baju ini lagi, tapi setidaknya ini tetap membuatku berkerak dengan mudah !”


“Begitu ya, kurasa aku juga setujuh kalau kau memang cocok menggunakan itu !”


“Baiklah Ao ! sekarang lah saat nya !”


“*Glek* O..ok !”


Aku pun mematikan lampu dan dan menyalakan lilin agar sedikit mendapatkan penerangan


“(L-lampunya dimatikan ?! Lilin ?!)”


“Ao, sebenarnya aku mengajakmu kesini karna malam ini akan terjadi hal yang sudah ku nanti – nanti kan !”


“B-begituya (i-ini dia)”


“Aku ingin….”


“I-ingin ?”


“kau ada saat aku bersenang – senang ! apa kau mau ?”


“…………(Bagaimana ini ! sebagai pria dan di ajak wanita untuk bersenang – senang ! memang byakko itu cantik dan badanya juga sangat menawan ! tapi…aku sudah berfikir untuk melakukan ini saat dunia sudah aman….Tapi ! tidak ! aku harus memikirkan nya lagi !”


“Ao ? bagaimana ?”


“………Emm…Baiklah ! (SIALAN KAU NAFSU DUNIAWI !)”


“BAGUS LAH ! kalau begitu, baca ini !”


“Ehh ?"


Aku pun memberikan selembaran kertas yang ku dapatkan dari reaper itu kepada Ao


“Kertas ?”


“Ya, Coba baca saja !”


“….............”


Ao pun mulai membaca isi kertas itu…


“I-INI KAN ?!”


“Shuhhh ! pelan kan suaramu ?”


“Ahhh,Ehem ! maaf, tapi…apa kau yakin ini Byakko ? itu artinya…kau ingin kita berdua saja yang mendatangi pertemuan Reaper ini bukan ?”


“BENAR ! pasti banyak Reaper disana kan ? Pedangku dan darah ku sudah mendidih mendengarnya Ao !”


“B-begitu ya, Tapi…aku akan memperingatkanmu Byakko, Perkumpulan Reaper itu pastinya di pimpin oleh class High Reaper !”


“High Reaper ?”


“Benar, itu deretan kami menilai seberapa kuat reaper ! terdiri dari class 1 yaitu Reaper biasa, class 2 yaitu High Reaper, dan class 3 Jendral Reaper”


“Hehehe Begituya, jadi ada reaper yang kuat disana !”


“Jendral Reaper seperti halnya khasus Rion sekarang, dan High reaper itu setara dengan khasus Amera harpa beberapa waktu lalu, Yang artinya…High reaper memiliki kemampuan juga !”


“Tidak masalah Ao ! tapi itu informasi yang cukup bagus, Kalau begitu ayo segera berangkat ! di sini pertemuanya dimulai jam 9 malam, karna itu kita harus berangkat setidaknya jam 8 !”


“aku mengerti ! (memang jarak pertemuan ini tidak begitu jauh dari desa zenexter, dengan Bike mungkin kita akan sampai di sana dalam 40 menit !) kita gunakan saja Bike karna kita Cuma berdua !”


“Baiklah ! Ayo !”


“…………..”


“Ada apa Ao ? kenapa sepertinya kau kurang semangat begitu ?”


“t-tidak ada apa – apa (kurasa aku harus kurangi membayangkan hal yang aneh – aneh !) ayo"


Kami pun berjalan mengarah ke tempat peyimpanan bike, di sana ada 1 penjaga yang sedang menjaga area itu


“Ao ! ada 1 penjaganya disana”


“Tenang saja ! Ayo !”


“Ehh...”


Kami pun berjalan dan langsung menemui penjaga itu dan Ao langsung menyapa penjaga itu


“Selamat malam Van !”


“Emm ? Ao ? dan…demi god byakko ! suatu kehormatan bertemu Anda !”


“Ahh, Terimakasih…”


“Begini Van, kami ingin mengunjungi tempat latihan kami karna ada barang yang tertinggal !”


“Di malam seperti ini ? Itu berbahaya Ao ! beberapa reaper mungkin akan menyerang kalian !”


“Kurasa itu tidak masalah karna Byakko bersamaku bukan ?”


“Hemm…Ya, kurasa itu ada benarnya juga ! Byakko memang di takuti karna dia hebat dan mengerikan !”


“(HEBAT DAN APA KATANYA ?!)”


“begitu lah, kau tau kehebatan byakko bukan ? makanya itu tidak menjadi masalah, dan lagi…jika jumlah reapernya melebihi kemampuan kami, aku tau apa yang ku lakukan karna aku juga seorang Savior !”


Hoh…ternyata dia bisa juga bicara seperti itu, kurasa malam ini akan berjalan dengan lancar


“Baiklah kalau begitu, 1 bike saja cukup kan ?”


“Itu cukup, Ayo byakko !”

__ADS_1


“Ok “!


Ao pun duduk di depan untuk mengendarai bike ini, dan aku pun langsung loncat ke bike nya dan membuatnya kaget


“Waaa ! tidak usah bersemangat seperti itu byakko !”


“Hehe ! sudahlah ! Cepat jalan !”


“Pegangan yang erat ya !”


Kami pun tancap gas dan segera menemui tempat tujuan kami


“Hemm…Ao dan demi god Byakko keluar malam – malam saat malam hari…mungkin aku tetap harus memberi laporan pada atasan !”


---kejadian setelah Van memberikan laporan ke atasan---


“Selamat malam Tuan Putri Pandora !”


“Sieg ? ada apa ? aku sedikit sibuk dengan berkas – berkas ini !”


“Maaf kalau saya mengganggu tuan putri, tapi kami mendapat laporan dari team penjaga kalau Ao dan Byakko pergi malam – malam menggunakan motor bike !”


“Hemm…biarkan saja, mungkin byakko lagi butuh mangsa untuk kutukan katana nya bukan ?”


“mungkin benar, tapi tidak ku sangka Ao juga orang yang romantis ya !”


“Hah ? memangnya kenapa ?”


“Malam hari ! di tengah cahaya bulan ! mereka mengelilingi dunia yang diselimuti cahaya bulan itu hanya berdua saja ! tidak ada yang mengganggu dan saling berpelukan !”


“…..kurasa kau harus berhenti membaca buku romantis Sieg !”


“Hohoho…kurasa itu akan sulit ! tapi kurasa sore tadi, Leo memberikan ku laporan kalau dia dan Byakko baru saja membasmi Reaper siang hari ini !”


“…………….”


“Emm ?”


“…....(t-tunggu dulu ! kalau itu benar ! lalu kenapa Ao dan byakko pergi berduaan ke luar desa ? dan lagi…mereka menggunakan bike yang tidak dapat ku lacak, apa jangan – jangan…mereka benar – benar…) t-tidak mungkin kan…d-dia itu Ao…walaupun digoda byakko sekalipun…..”


“Emm...Tuan putri, wajah anda memerah !”


“Ahhh ! DIAM SIEG ! SUDAHLAH BUATKAN AKU TEH TERBAIK MU !”


“hohoho Baiklah (tuan putri mudah sekali di tebak !)"


“(sebenarnya apa sih yang mereka berdua lakukan !)”


“Hachi !!!”


“ahh, Byakko ? apa udaranya terlalu dingin ?”


“Tidak – tidak,seharusnya aku kebal dengan udara dingin seperti ini, pasti ada yang sedang membicarakan ku !”


“tadi aku juga sempat bersin, padahal aku memakai baju setebal ini !”


“Sudahlah, Ayo cepat ke tempat tujuan kita !”


“Ok ! aku mengebut ya !”


“YEAHHHH !!”


Setelah kami menempuh perjalanan sekitar 45 menit, kami pun sampai di tempat tujuan sesuai dengan alamat nya


“baiklah, kita sudah ada di desa flora. Itu artinya, pertemuan mereka ada di sekitar sini !”


“(benar kata Ao, karna ternyata desa ini kosong, itu artinya pertemuannya ada di sekitar sini !) Ao, jam berapa sekarang ?”


“sekarang jam 8 malam lebih 46 menit !”


“itu artinya pasti sudah ada beberapa reaper yang datang, padahal lokasi di kertas ini menunjukan kalau alamatnya di desa flora ini, tapi karna di sini tidak ada siapa – siapa…”


“itu artinya reaper – reaper sudah tau tempat di sekitar desa flora ini yang dijadikan sebagai tumpuan untuk tempat perkumpulan mereka yang asli !”


“Itu benar, karna pastinya ada di sekitar sini ! Kalau begitu !”


Aku pun menarik katana ku dan menancapkan nya di tanah


“Reaper itu adalah makhluk hidup ! katana ku bisa merasakannya kalau mereka ada di sekitar sini !”


“(ini kah kemampuan lain dari pedang kutukannya itu !)”


“………….”


Aku merasakannya, pedang ku memberikan ku gambaran dimana letak keberadaan mereka…


“Baik !”


Kami pun menuju titik yang di arahkan katanku, dan berahkir di semacam goa yang tepatnya sedikit jauh dari desa flora itu,


“Ternyata di sini ya, pantas saja mereka menulis alamatnya desa folora, dari sini terlihat jelas desa flora walaupun cukup jauh !”


“Ao ! di sinilah kesenangan yang sebenarnya !”


Aku sudah tidak sabara !


“apa kau ingin menghabisi semua reaper nya ?”


“Aku akan membunuh setidaknya 10 reaper biasa ! sisanya untuk mu ! tapi aku tetap akan mengincar high reaper nya !”


“….Baik !”


Kami pun masuk ke goa ini secara mengendap – endap, dan saat kami sudah cukup dalam, ternyata benar ada perkumpulan reaper di sini !


“ternyata benar mereka membuat perkumpulan di goa ini Ao ! lihatlah reaper – reaper itu !”


“ada sekitar 18 reaper di sini, dan yang di ujung itu, pasti High reaper nya !”


“rencananya begini, aku akan gunakan berkah ku hingga mereka tidak bisa bergerak ! kau bunuh semua reaper di kiri dengan pistol dari jarak ini, aku akan bunuh semua yang di kanan ! sisakan high reaper nya !”


“Baik !”


“Ok…kalau begitu…KITA MULAI BERSENANG – SENANG NYA !”


Aku pun maju dan mendekat ke arah mereka


“PENYUSUP ! “


“BUNUH DIA !”


Posisi kami sudah ketahuan, saat aku sudah cukup jauh dari Ao, aku pun mengaktifkan berkahku dan mereka semua yang ada di sekitarku langsung terbaring ke tanah


“HEHEHE ! MATI LAH KALIAN !!”


SRATSSS !!


“AGHHHH !”


DOR ! DOR ! DOR !


Ao juga sudah mulai menembaki mereka, selamat makan katana ku


SRATS ! SRATS ! SRATSS !


Beberapa repaer pun ku tebas, darah pun berceceran ke mana – mana dan katana ku sudah bertumpuk dengan darah para reaper ini, namun saat aku ingin ke reaper yang ke 10 ku


“Emm ?!”


TRANGGGG !!!


Aku pun menangkis lalu melompat ke belakang karna tiba – tiba ada tebasan pedang yang menuju arahku


“High Reaper kah ?!”


“Hemm…baru datang dan langsung menghabisi para bawahan ku ! aku akan memenggal kepalmu wanita !”


“Hehehe…tapi kurasa kau salah, Wanita yang kau maksudkan ini yang akan memenggal kepalamu !”


3 reaper pun berdiri karna durasi dari pengendalian gravitasi sudah selesai, apa aku harus gunakan lagi ?


“BOSS ! dia itu demi god Byakko ! kita tidak mungkin menang melawan nya !”


“HEM ! jangan meremehkan ku ! aku ini High Reaper yang telah menerima kekuatan dari tendo agami ! akan ku bunuh demi god itu !”


DOR ! DOR ! DOR !


Ao pun menembak 3 reaper itu dan kepala mereka langsung berlubang


“Ao !”


“aku sudah selesaikan bagian ku ! sisanya tinggal dia !”


“HEHEHE, Terimakasih Ao, sudah ku duga memang benar mengajakmu kemari !”


Aku pun berhadapan 1 lawan 1 dengan high reaper ini !


“Sepertinya kau menggunakan kemampuan aneh ! itu kah kekuatan mu yang membuat pasukan ku tidak bergerak ?”

__ADS_1


“Hoh…tenang saja, aku tidak akan menggunakannya lagi ! kali ini ! Aku akan menghabisi mu tanpa berkah ku !”


“Hem…Sombong sekali ! sudah ku duga para demi god memang bersikap seperti ini ! tapi kau terlalu meremehkan ku"


Dia pun menancapkan pedang besarnya ke tanah dan keluar hembusan angin yang cukup kencang


“Namaku Drex ! sang high reaper !”


“Namaku Byakko ! sang demi god peperangan !”


“jadi kau kah demi god peperangan itu ? sepertinya aku dapat lawan yang tangguh !”


“heh….kalau begitu ! TUNJUKAN YANG KAU BISA !”


Aku pun langsung maju dan mengarahkan hembusan katanaku padanya, dia pun seketika menepisnya dengan pedang besarnya


“UGHH !!”


“Hehehe, walaupun kau menepisnya ! persenan kekuatan kita beda jauh bukan !”


“(demi god ini kuat sekali ! kalau begitu !) MELIX !”


“Melix ? Ughh ?!”


Tiba – tiba aku pun terpental ke belakang dan melakukan step mendarat di tembok goa ini


“(apa itu ?!)”


“sepertinya aku tidak ada pilihan lain selain menggunakan berkah ku !”


Aku pun melompat turun dan ternyata aku kembali di pintu masuk ini, dan ao ada di belakang ku


“Byakko, kurasa berkahnya adalah Angin !”


“Angin ?”


“Ya, pedangnya itu tadi menghembuskan Angin, kurasa dia bisa melakukan itu !”


“Hemm…begitu ya !”


Aku pun kembali berjalan mendekat ke arahnya


“Itu teknik yang cukup merepotkan ! kau jadi sulit di serang ya ?”


“Benar ! sekarang apa yang akan kau lakukan demi god byakko ? walaupun kau memakai berkah mu, aku masih bisa menggunakan angina ku !”


“sudah ku bilang aku tidak akan menggunakan itu bukan ? Kita lihat se-kokoh apa pertahanan mu itu !”


Aku pun kembali melaju ke arahnya !


“MELIX !”


“(itu lagi !)”


Aku pun melompat ke belakang dan menempel di tembok untuk di jadikan tumpuan


“Sekarang !”


“MELIX !!”


“Ughh !!”


Serangan dari belakangku pun gagal, aku pun malah terhempas dan membentur tembok


“Byakko !”


“Hemm..ternyata demi god byakko tidak bisa apa – apa kalau tanpa Berkahnya !”


“Ehehee..benar kah..”


“Emmm ?”


SRATSSS !!


“Ughh ! A-APA ?!”


Aku pun memanggil katana ku yang tertancap di sisi yang dia tidak lihat, kemampuan katana ku ini, aku dapat memanggilnya sehingga katanaku akan melaju ke arahku,


“Ughh ! sial ! sejak kapan katana mu ada di belakangku !”


“saat kau melakukan melix tadi, aku melempar katana ku seolah aku terkena serangan mu ! karna itu, kau fokus ke arahku yang terkena serangan mu dan tidak melihat ke arah belakang mu !”


“S-Sial ! Tapi ini hanya goresan ! aku masih bisa bertarung !”


“apa iya ?!”


Aku pun memutar katanaku dan mengetuk bagian gagang nya. Dan seketika...


SRATSSSS


“AGHHH !! LUKA KU !!"


“ini adalah salah satu dari teknik kutukan pedang ku, luka yang sudah ku buat bisa ku buat lebih lebar dan fatal !”


“UGHH !! SIALAN !”


Aku pun memasang kuda – kuda ku…


“(ahh, kuda – kuda itu !)”


“Bisen-isen ! Reddomunsurasshu !”


“T-TUNGGU !”


SRTASSSS !!


Teknik penang tebasan pertama, dengan teknik ini, tebasan kilat pun menerjang leher high Reaper itu dan kepala reaper itu pun copot


“(itu teknik yang pernah dia lakukan padaku, begituya…memang kecepatannya sulit di lihat oleh mata…Tapi…) Emm ? Byakko ?”


“………….”


Ini……..


“ada apa byakko ?”


“Ao…Dia lemah !”


“Ehh ?”


“INI KURANG AO ! AKU BELUM MERASA PUAS !”


“(walaupun kau sudah membunuh 10 reaper dan 1 high reaper ?!)”


“AO ! TARIK KATANA MU ! KITA BERTARUNG DI SINI !”


Pikiran ku tidak terkendali, dan aku ingin sekali bertarung lagi


“AYO Ao !”


“(sepertinya dia kehilangan kendali….tapi…) Baiklah, tapi tolong jangan sampai membunuh ku ya !”


“HEHEHE ! TENANG SAJA ! MULAI !”


Dan malam ini pun…Ternyata benar – benar menjadi malam yang mengasikan ! aku yang demi god peperangan ini pun tidak berhenti tersenyum unutk malam ini ! Ao ! Ini sangat mengasikan ! Sudah ku duga dia memang orang yang terpilih !


To be continue…..


----extra----


“hah…hah….hah…hah…B-baykko…ayo sudahi ini !”


“hah ?! ayolah, aku sudah memenuhi permintaan mu kita pintah tempat dan berarung di desa flora ! tapi kita baru saja bertarung selama 1 jam !”


“Hah….tapi…..kau…terlihat….sangat….serius….”


“Ya ! tentu saja ! karna ini malam yang harus Menyenangkan ! kalau aku menahan diri melawan mu ! itu tidak akan menyenangkan !”


“Huh…baiklah…akan ku ladeni kau sebentar lagi ! Emm ? baju ini sudah sangat basah ! ku lepas saja !”


“Emm......”


“Baiklah Ayo !”


“o-ok ! (B-badan nya…badan nya yang six pack itu….menggangguku !)”


TRANG ! TRANG ! TRANG !


TRANG ! TRANG !


TRANG !


“Byakko ?! kau baik – baik saja ?! darah keluar dari hidung mu tuh ?! pasti kau kelelahan ya ?!”


“PAKAILAH BAJU ATAU APALAH !!”


“Heh ?”

__ADS_1


__ADS_2