
Kami ber 3 pun mencari ke setiap sudut hutan ini dan berharap segera mendapatkan stone milik Genbu, namun karna genbu hanya bisa merasakannya saja dan tidak bisa mendeteksi stone miliknya sudah dekat atau tidak, sepertinya ini akan menjadi hari yang panjang
“apa kau tidak merasakan stone mu semakin mendekat Genbu ?”
“…..Aku….hanya….tau itu ada di hutan ini saja”
“be..begituya, sepertinya ini akan menjadi hari yang panjang !”
“Ma...Maaf ya…aku…merepotkan kalian !”
Sepertinya genbu merasa dia malah merepotkan kita, tapi bukan hanya dia saja yang memerlukan Stone miliknya, Stone itu juga akan menunjukan jalan mengenai dunia ini
“Tenang saja Genbu ! kita pasti akan menemukannya !”
“itu benar genbu ! jangan berfikir kau merepotkan kami, kami akan membantu mu sebisa mungkin !”
“….Ao….Tesa….Baiklah !”
Kami pun melanjutkan pencaharian kami, kami memiliki cukup perbekalan disini, kurasa mencarinya cukup jauh akan tetap aman
“Huh ? Ao Lihat !”
Tesa berlari ke sebuah pohon yang memiliki buah seperti anggur, namun buah ini berwarna merah.
“buah apa ini ? seperti anggur tapi ko warnanya merah”
“kelihatannya lezat ya ! apa ini bisa dimakan ?”
“emmm….entahlah ! aku baru lihat buah yang seperti ini, lebih baik jangan dimakan karna kita tidak tau ini beracun atau tidak”
“……coba kulihat”
Genbu mendekat ke arah kami berdua dan memetik buah itu dan langsung memasukkan nya ke mulutnya tanpa pikir panjang
“Ehh ?!”
“Genbu ?!”
Dia pun mengunyahnya sambil menutup matanya seperti terlihat dia sedang merasakan buah itu di mulutnya
“……..ya…Ini beracun….kau akan mati kalau memakannya !”
“LALU KENAPA KAU MEMAKANNYA ?! KAU BAIK – BAIK SAJA ?”
“…..begitulah….Tubuhku memang….sedikit unik”
Sepertinya dia baik – baik saja walaupun itu beracun…kurasa ini ada kemungkinan karna dia demi god
“Tapi itu berbahaya Genbu ! mulai sekarang kau tidak boleh memakan sembarangan seperti itu ! Kau mengerti ?!”
“…….baiklah”
“(Tesa sepertinya khawatir sekali dengan Genbu…dan genbu jadi penurut sekali setelah bertemu tesa) baiklah, ayo lanjutkan pencahariannya”
Kami menyelusuru hutan ini lebih dalam dan memperluas pencaharian kita, setelah berjalan cukup jauh, kami nenemukan sebuah goa di hutan ini
“goa ?”
“kenapa selalu ada goa di setiah hutan yang kita datangi sih !”
“……………”
Genbu mengendus – endus di depan goa ini, sepertinya penciumannya cukup kuat seperti penciuman ka Narmaira
“ada apa genbu ?”
“……bau darah….”
“begituya ? apa itu zombie ? ataukah zoa ?”
“…...emm ? Zombie ? Zoa ?”
“ahhh…benar juga, kau belum mengetahuinya ya, Zombie itu yang seperti mayat hidup, dan zoa seperti moster yang kau tindih saat kita bertemu di tembing”
“……begituya”
Dia kembali mengendus – endus untuk memastikannya lagi
“(dia ini anjing atau demi god sih ?)”
“….seperitnya….ini bau Zoa….”
“begituya, apa kau tau berapa jumlahnya ?”
“…….mungkin….hanya 4 saja…”
“baiklah, ayo kita masuk ! Tesa jangan jauh – jauh dari kami !”
“Baik !”
Aku dan tesa pun menyalakan senter dan masuk ke goa yang cukup gelap dan sempit ini
“(….ini terlalu sempit untuk mengayunkan katanaku…aku akan pakai pistol magnum ku saja !)”
“….Dia datang !”
“!!!”
Tiba – tiba muncul 4 zoa dari depan kami, mereka membentuk formasi 2 – 2 dan berlari ke arah kami
“Cih !”
Dorrr ! tembakanku hanya mengincar zoa yang ada di kanan, karna tiba – tiba genbu berlari juga menghampiri zoa yang di kiri, aku jadi tidak bisa menembak yang zoa di kiri
“genbu !”
“HYAAA !!!”
__ADS_1
Genbu langsung melotarkan tinjunya ke arah kepala zoa itu, yang membuatku sangat kaget adalah, kepala zoa itu langsung terbang menuju 2 zoa yang ada di belakang
“Waaa !”
“i…itu pukulan yang sangat dasyat !”
Zoa yang ada di belakang itu lari ketakutan dan masuk kembali ke dalam goa setelah melihat kepala zoa yang terbang tadi
“…...mereka kabur”
“biarkan saja, mereka juga akan terkepung di dalam sana, kalau kita berlari di dalam gua yang gelap, bisa saja nanti ada jebakan”
“…..begituya...kurasa pendapatmu ada benarnya juga”
Tesa langsung menhampiri genbu dengan mata dan wajah yang berkaca – kaca
“Genbu tadi itu hebat sekali ! kau Kuat sekali ya !”
“…..be…begitulah….”
“kurasa kita akan baik – baik saja selama ada kamu genbu, tadi itu pukulan yang hebat”
“……ayo…kita harus menyusul zoa itu kembali….”
“(Emm ?)”
Kami pun menyelusuri goa ini untuk mecari zoa yang lari tadi
“ini goa yang cukup panjang ! apa kau mengetahui sesuatu tentang goa ini genbu ?”
“…aku….Cuma pernah….sampai depan saja….”
“ehh ? jadi kau sudah tau tentang goa ini, kenapa tidak kau masuki ?”
“…..aku…takut kegelapan….”
“(kau itu lebih menakutkan genbu)”
“lihat ! di depan sepertinya ada ruangan yang cukup luas”
Kami pun menemukan ruangan goa yang cukup luas, sepertinya goa terkadang memiliki ruangan luas seperti ini
“ini cukup luas, tapi kemana zoa – zoa tadi ?”
“benar juga, seharusnya mereka ada disini”
“……itu ?”
Genbu menyadari ada sesuatu yang aneh disini, saat kami menghampiri yang genbu lihat, kami menemukan sesuatu yang tak lazim ada disini
“bekas api unggun ?”
Aku mengecek bekas api unggun itu, sepertinya ada yang tinggal atau menetap di goa ini
“…….ini sudah cukup lama…kurasa ada yang menetap di goa ini dan dia sudah dari kemarin”
“Hemm…..ini masih belum pasti…kurasa ada sesuatu di balik ini”
“….hey…..ada jalan lain…..di sana”
Genbu menemukan jalan lain dari goa ini, bisa saja ini adalah jalan yang dipakai seseorang dan 2 zoa itu untuk keluar dari sini
“baiklah ! ayo ikuti jalan itu”
Kami pun mengikuti jalan ini dan benar saja ini mengarah ke luar goa
“begituya, ternyata ada jalan keluar lain”
“apa itu berarti orang itu dan 2 zoa itu keluar dari sini ?”
“kemungkinan seperti itu !”
Krukkkkk…….bunyi dari perut gembu pun berbunyi
“Emm ?”
“Emm ?”
“……..aku lapar !”
“(kami tau)”
“(kami tau)”
Kami pun memutuskan untuk beristirahat dan makan sejenak
“jam berapa ini tesa ?”
“sekarang jam 1 lewat 40 menit !”
“ini masih panjang, ka misa bilang kita harus sudah ada di markas jam 5 nanti, karna jarak dari markas menuju tempat kita ini sudah berjarak sekitar 1 jam…itu berarti kita hanya memiliki waktu sekitar 2 jam 20 menit”
“apa kita akan meneruskan jalan lagi ? kita semain jauh saja !”
“kurasa kita tidak bisa terlalu jauh ! kita akan cek saja sedikit lagi dan kembali saat jam 3 sore ! Bagaimana genbu ?”
“Nyamm…Nyamm….Nyamm….Emmm ? Hohe !”
“(lahap sekali makannya)”
Kami pun memutuskan untuk mencari di sekitar sini, mungkin saja kami nememukan tanda – tanda lain ataupun petunjuk di sekitar goa ini
“Fyuuhh….kita sudah lama mencarinnya, namun sepertinya tidak ada petunjuk disini !”
“petunjuk terakhir yang kida dapat adalah perapian di goa tadi”
“kurasa begitu, itu berarti……”
__ADS_1
Aku menandakan tanda sudah dijelajahi di peta ini, sepertinya kita sudah mencari cukup jauh
“karna kelompok ka misa berjalan ke arah sana dan kita ke arah sini, itu berarti tinggal 4 bagian tempat lagi yang belum diperiksa !”
“sebenarnya metode apa yang kita gunakan ini ?”
“ini disebut metode cabang 8, kami menempatikan hutan ini menjadi lingkaran dan membaginya menjadi 8 buah jalan, rute yang diambil adalah berjalan lusrus kedepan , namun saat kembali kita melewati rute yang ada di sebelah kita, sehingga sekali perjalanan kita sudah mendapat 2 cabang sekaligus !”
“wahhh ! tidak disangka ada cara seperti ini !”
“ini cara yang paling efisien untuk mencari dan memperluas pencarian kita, karna target kita belum ditemukan, ka misa pun mengajurkan untuk menggunakan cara ini”
“......jadi kita….akan ke arah mana ?”
“kita akan kembali setelah beok ke kanan beberapa kilometer, lalu kembali lurus menuju markas kita”
“.......Baiklah….ayo…”
Kami pun mengambil jalan ke kanan untuk mengambil jalur sebelah kami, agar ini lebih pasti, aku juga menandakan jarak yang kami tempuh agar pemetaan semakin tepat
“a...Ao !”
“emm ? ada apa ?”
“a…aku mau ke toilet !”
“Begituya…Genbu tolong temani tesa ya ?”
“………Ayo !”
Tesa dan genbu pergi ber 2 untuk ke toilet
“(hemm….karna sejauh ini kami belum menemukan stone milik Genbu, apa itu berarti ada di jalur lain, ataukah team ka Misa sudah menemukannya ?) Ehhh ?!”
Tiba – tiba Hp ku berhetar dan sepertinya ada telfon dari ka Misa
“Halo ka Misa ?”
“(Ao ! bagaimana keadaan di sana ?)”
“cukup baik ! kami sudah mau kembali ke markas melewati jalur lain, tapi sayanya kami tidak menemukan Stone nya !”
“(begituya…team ku juga tidak menemukan nya, kami juga sedang perjalanan kembali, kalian hati – hati ya !)”
“Baik ka misa !”
Aku mematikan Hp nya dan sepertinya team ka misa juga gagal mendapatkan stone nya
“(sepertinya ini cukup memakan waktu !)”
KYAAA !!!
“Huh !! Tesa !!”
aku pun berlari ke arah teriakan itu secepatnya karna mendengar suara teriakan Tesa
“Hey ! ada apa ?!”
“Ao !”
Saat aku sampai di tempat mereka, misa langsung menghampiriku dan Genbu menangkap seekor ular di tangannya
“Ular ?!”
“Ular itu ! Hampir saja menggigit pantatku ! untung saja Genbu menangkap nya !”
“Apa ! apa pantatmu baik – baik saja ?”
“KHAWATIRKAN LAH AKU ! BUKAN PANTATKU !”
“…………”
Genbu menatap ular itu cukup lama…apa dia mengetahui sesuatu
“ini….bukan ular hutan !”
“bukan ular hutan ?”
“Ya…ini ular yang….jarang menyerang manusia….terlebih ular ini…hanya ada di laut !”
“apa itu ular berbisa ?”
“iya…bisanya cukup mematikan”
Itu berarti ada sesuatu yang tidak beres disini, jika kata genbu itu benar, kenapa bisa ada ular laut berada di hutan seperti ini
“kita harus segera kembali sekarang !”
“A…Aku setujuh !”
“…..Emm….apa ini bisa dimakan ?”
“(Ahh…masih lapar ya ?)”
“(Ahh…masih lapar ya ?)”
“i…itu kan berbisa genbu, kurasa kurang bagus untuk dimakan !”
“….Baiklah ! (Clack ! )”
"Ehh !"
"Ehh !"
Dia memutuskan leher ular itu menjadi 2 dengan sangat mudahnya, setelah itu kamipun bergegas kembali untuk melaporkan kejadian yang kami alami ini
to be continue.......
__ADS_1