
"Ao !”
“ka Iris ?!”
Suara ka iris terdengar sampai sini, aku juga melihatnya walaupun dia cukup jauh
“Kau dan genbu ! kejarlah Amera harpha ! biar kami yang hadapi King Zoa ini !”
“Tapi itu mustahil ka Iris ! kalian nanti hanya ber 6 saja !”
“hehehe, jangan remehkan kekuatan teman – teman mu ini Ao ! kami disini juga bertarung untuk mu ! karna itu kau hadapi lah Amera Harpha ! Biarkan kami yang membuka jalan untuk mu !”
“….ka iris….”
Aku melihat ke arah teman – teman ku, namun mereka malah tersenyum dan seolah berharap padaku..aku tidak bisa menghilangkan harapan mereka itu
“BAIKLAH ! Aku pasti akan mengalahkan Amera Harpha !”
“baguslah kalau begitu ! Sekarang cepat Pergilah ! biar kami yang menahan king Zoa ini !”
“Baik ! Ayo genbu !”
“Ok !”
Kami pun segera menuju ke tempat yang telah ditentukan Amera harpha, yaitu tebing Hebanera yang ada di depan kami ini
“(teman – teman ! kumohon ! jangan ada yang mati !)”
Aku percaya pada teman – teman ku, kuharap setidaknya mereka bisa menahan king zoa sampai bala bantuan datang, tapi saat ini, masalahnya bukan hanya di king Zoa saja, tapi biang dari masalah ini juga harus dihentikan
“Ao ?!”
“Ya !”
Aku dan genbu pun yang sudah lumayan jauh dari tempat king Zoa tadi menyadari kalau di depan kami adalah tebing tempat Amera harpa harusnya berada, dan dari kejauhan sini kami melihat kalau ada seseorang yang sepertinya berdiri di ujung tebing itu, tidak salah lagi kalau itu Amera Harpha
“…Bagaimana ?….mau…menyerangnya…..secara…..mendadak ?”
Saran genbu sebenarnya sangat bagus, serangan dadakan akan membuat kita unggul, tapi..
“…….kurasa jangan, ayo hadapi dia dengan saling menatap !”
“Sebenarnya…aku…sedikit….penasaran....”
“Emm ? kenapa genbu ?”
“….sepertinya…kau….sedikit…bersikeras…dengan dia…apa terjadi…sesuatu ?”
Genbu sepertinya khawatir, tapi benar apa yang dia rasakan, kalau aku sepertinya terang – terangan sekali menghadapi Amera Harpha
“mungkin kau benar genbu, ini terjadi karana aku sedikit kagum dengan dirinya !”
“Kagum ?"
“dia itu, memiliki alasan yang kuat untuk terus hidup, tapi pada dasarnya….dunia ini memberikan dia Hidup yang berbeda dari biasanya, dan secara garis besar, pada akhirnya dia rela melakukan apapun untuk mempertahankan sesuatu yang berharga itu. Karna itu, aku putuskan untuk menghadapinya seadil mungkin agar kami bisa bertarung sesuai dengan harapan kami !”
“…....Ao"
“karna itu, Genbu ! Tolong biarkanlah aku yang menghadapinya, Tolong percayalah Padaku !”
Wajah Genbu pun sedikit khawatir, tapi kurasa dengan senyumannya itu…
“…Hem….Baiklah ! sebisa mungkin….aku akan membantumu….agar kau bisa berhadapan…dengannya !”
“Terimakasih Genbu ! Baiklah, Kalau begitu…ayo kita mulai saja !”
Kami pun berjalan menghampiri Amera harpha yang sudah melihat kami datang ke arahnya ini, di sinilah, semua akan dimulai dan juga di akhiri
“…..Kau datang juga……Ao !”
“sesuai janji kita ! kita akhiri semua ini di tebing ini !”
“……..…Aimon !”
Zoa Aimon miliknya itu pun melompat dari belakangnya dan muncul di hadapan kami
“Aimon ! sesuai perintahku, Biarkan aku menghadapi Ao ! jadi tolong urus Pengganggu itu !”
“GRAAAA !!”
Sudah ku duga akan berakhir seperti ini, dan sepertinya Zoa itu juga semakin besar dan kuat
“Ao…..akan ku urus….Zoa nya….karna itu….jangan….Sampai kalah ya ?!”
“….Ahhh, kau bisa mengandalkan ku Genbu !”
“…Emmm…..Baiklah.....kalau begitu...aku maja....duluan !"
“Ehhh ?!”
__ADS_1
Tiba – tiba genbu melompat kedepan dan menodongkan tendangan nya ke zoa itu, namun zoa itu langsung menghindar dan Genbu meluncur ke jurang tebing ini
“Ehhh ?! Ge..GENBU ?!”
“Cihh, Jangan biarkan dia lolos Aimon ! Kejar dia !”
“GRAUUU !!”
Aimon itu pun juga mengejar Genbu yang meluncur ke jurang tebing itu, tapi kalau itu genbu, kurasa dia akan baik – baik saja
“Baiklah, sekarang hanya tinggal kita berdua saja Ao ! ayo kita selesaikan ini !)”
“(bukannya kata – katanya itu…bisa bikin salah paham ?!) te..Tentu !”
Aku menarik katana ku, dan dia mengeluarkan kedua pisaunya
“Maaf saja ya Ao ! tapi waktuku tidaklah banyak ! akan ku selesaikan ini dengan cepat !”
“Ehh ?!”
Dia pun menggunakan kemampuanya dan mark dari pinggulnya itu menyebar ke seluruh tubuhnya
“(Dia langsung menggunakan Mark nya ?!)”
“INI DIA !!”
“(CEPAT SEKALI !!)”
Dia pun melaju dengan sangat cepat ke arahku, saat aku berhasil menepis serangannya, dia langsung berputar dan berhasil menebas lengan kananku
“Aghh !”
Dia pun berputar – putar dan kembali mendarat dengan posisi yang masih siap menyerang, ternyata memang mark nya ini yang bermasalah
“Ada apa Ao ?! ayo tunjukan keseriusanmu ! karna aku juga tidak akan segan – segan !”
Benar juga…dia bertarung untuk melindungi Hiyori ! karna itu aku juga harus bertarung untuk teman – teman ku
“Begitu ya, maaf membuatmu menunggu ya ! kali ini aku akan serius !”
Aku pun menyalakan api katana ku dan menggunakan kuda – kuda teknik Mitsurugi milik ka Misa ! saat ini, teknik ini lah yang paling ampuh untuk melawan musuh yang cepat
“hoh...boleh juga ! tunjukan Padaku !”
Dia pun kembali melaju padaku, karna menepis seranganya akan berakibat fatal, kali ini aku pun menghindarinya dan berusaha melakukan serangan balik
“(Selama aku fokus pada serangannya ! kurasa aku akan baik – baik saja !)”
Kami pun saling menyerang, menghindar, menebas, menepis, sampai aku akhirnya berhasil menghafali serangannya dan bisa melakukan serangan balik
“(Ehh ?! dia menghindar semua serangan ku ?!)”
“(Dia ada cela ! Kena Kau !)”
DUAKKK !!
Aku pun berhasil menendangnya hingga dia terpental cukup jauh, kurasa serangan itu pasti lumayan berdampak
“(walaupun hanya tendangan, kurasa itu pasti akan membuatnya kesakitan !)”
“Ughh….JAHAT SEKALI KAU MENENDANG SEORANG WANITA Ao !”
“KAU MEMBUAT SEMUANYA SEMAKIN RUMIT SAJA ! TERIMA SAJA KALAU KAU KENA SERANGAN KU !”
“(Ughh…pola seranganku sudah tertebak, lalu bagaimana aku melawan orang ini ! kalau begitu….)”
“Emm ?”
Dia pun mengambil semacam botol lalu menuangkan nya ke belakang gagang pisaunya itu
“(begituya…gagang pisaunya bisa dijadikan tempat dia menyimpan semacam cairan seperti katana ku, dan itu pasti cairan racun !)”
“dari wajahmu, kurasa kau menyimpulkan kalau aku menuangkan racun di pisauku ya ?! itu memang benar ! jadi jangan sampai terluka oleh pisau ku ini ya !”
“Heh ! sudah kuduga kau menyiapkan sesuatu seperti itu !”
“Ini dia !”
“(Aku harus lebih hati – hati ! kalau tidak aku akan terkena racun nya itu !)”
Dia pun kembali mencoba menebasku, kecepatannya juga sedikit bertambah, kurasa dia mulai serius sekarang
TRANG !! TRANG !! TRANG !!
Senjata kami mulai saling berbenturan, tapi badan kami saling menghindar ! dan dia pun kembali melalukan serangan yang biasa dan memiliki beberapa celah
“(ada celah lagi ! kali ini Pasti kena !)”
Saat aku menebasnya, dia tiba – tiba menghindari seranganku itu dengan cara memutar tubuhnya ke belakang seperti melakukan Roll ke belakang, dan aku menyadari kalau dia ini bukan hanya cepat, tapi badanya sangat lentur dan kakinya sangat kuat
__ADS_1
“…….kau….kau itu ikut semacam balet ya ?!”
“Heh…kau menyadarinya ya Ao ! benar ! saat aku hidup sebelum dunia ini dimulai, aku adalah seorang Ballerina ! karna itu aku memiliki badan yang lentur dan kaki yang kuat ! sehingga Mark ku ini semakin membuatku lincah dan cepat !”
“Sudah ku duga ! badan yang selangsing itu dan juga kaki yang sekuat itu ! kuyakin kau berkerja sangat keras ya !”
“Begitulah, tapi ya…dunia ini berkata lain, aku juga tidak menyangka, kalau aku harus memakai keahlian ku ini untuk membunuh !”
“…..Amera…mengenai tawaranku…sebenarnya…”
“Cukup Ao ! saat ini aku adalah lawanmu ! dan kau adalah lawan ku ! yang kau harus lakukan adalah mengeluarkan semua usahamu selama ini !”
Usahaku…selama ini….
“…………….”
“…………….”
Dunia ini…kenapa jadi seperti ini…kenapa kami harus saling membunuh untuk tujuan kami masing - masing ! tidak ada jalan keluar, tidak ada jalan pintas ! tidak ada jalan lain selain saling membunuh !”
“……Kau benar ! kita bisa sejauh ini karna tekad dan usaha kita masing – masing ! karna itu mari saling tunjukan siapa yang layak untuk hidup disini !”
“Itu lah yang terbaik ! kau adalah manusia ! dan aku ini Reaper ! kita sudah di takdirkan untuk saling bertarung !”
Apa pun harapannya, bahkan aku yang mengagumi tekad nya itu, Tapi aku juga memiliki tekad untuk melindungi semua orang yang berharga bagiku !
“Ini Dia !”
“Ayo Akhiri Semua ini !”
Kami pun melaju dan kembali saling menebas, kami semakin serius akan tujuan kami, sehingga Serangan kami yang penuh dengan tekad ini menjadi lebih kuat
TRANGG ! TRANGG !! TRANGG !
“HYAAA !!”
Dia pun mengayunkan tebasan pisaunya secara terang – terangan ke arah badanku, saat ini aku tidak bisa menghindar, karna itu aku pun menepisnya dengan katana ku !
TRINGGGGG !!
“Heh ! serangan yang terlihat sekali !”
“….Maaf ya, Ao !”
“Ehh ?!”
CLEK !
Dia pun menarik semacam benang dari gagang pisaunya itu sambil melompat ke belakang, Lalu…..
DUARRRRR !!!
Terjadi ledakan yang cukup besar dari pisau itu, aku pun yang sempat menyadari itu masih sempat sedikit menghindar, tapi aku tetap terkana dampak ledakan itu
“Ughh…Gawat ! aku lengah, aku sampai lupa kalau dia pasti memiliki jebakan yang-!!”
JLEBBB…..
Tiba – tiba dia sudah ada di belakangku dan menancapkan pisaunya yang satu lagi ke belakang punggungku
“A…Agh !!”
“…Maaf Ao…aku memang harus menang dengan tipuan seperti ini…karna itu…maaf kan aku yang berbuat seperti ini !”
Aku pun langsung tumbang dan tubuhku tidak bisa digerakan, pasti ini karna racunnya itu
“itu adalah racun yang ku buat dari bahan kimia dan juga racun ular ! dalam 10 detik, kau pasti akan mati"
“A…Agh….si..siala..n.…K…Kau…”
Tangan ku yang masih ingin meraih dia dan masih ingin melawan dia pun, Tumbang ke tanah….
“…………….”
“Ao ! aku tidak akan melupakan kebaikan mu Selama ini ! berkat kau, Hiyori sekarang sudah membaik !”
“…………...”
“Tapi, ini lah jalan yang ku ambil agar Hiyori tetap bisa di sisiku ! karna itu, ini semua juga berkat kau !”
“……………”
“Dengan ini....Tendo Agami pasti akan lebih senang denganku ! dan mungkin dia akan mengabulkan permintaanku Agar Hiyori tidak menjadi Reaper seperti ku !”
“……………”
“Karna ini, Sekali lagi aku berterimakasih padamu ! Selamat Tinggal…..Ao !”
To be Continue..........
__ADS_1