Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
Secret Path #2


__ADS_3

Kami pun terseret arus yang lumayan kencang ini dan terseret menuruni hutan lembah Foxter ini, beberapa saat setelah kami terseret, untunya kami terdampar di pinggiran sungai dan tidak terus – terusan terbawa arus.


“hah...hah….kurasa kita selamat…”


“y...ya...…Syukurlah kita terdampar kesini…gimana keadaan Tesa ?”


Yuna sepertinya baik – baik saja, tapi Tesa pingsan karna terlalu banyak menelan air sungai, akupun membaringkannya dan memeriksannya


“………Nafasnya sedikit tersumbat ! CPR pasti akan membantunya !”


“C…CPR !?”


Aku memberikan nafas buatan kepada Tesa dan terus menerus memompa dadanya agar nafasnya kembali teratur


“Ayo Tesa ! Sadarlah !”


“…………..”


Berulang kali aku memberikannya nafas buatan dan akhirnya tesa memuntahkan air yang dia telan itu.


“Ughhh !! Ahak !! Ahakk !! Ughhh……”


“Tesa ! Syukurlah kau sadar !”


“A…Ao…dan Yuna…”


“Syukurlah kau baik – baik saja Tesa !”


“a…apa yang terjadi…”


“sepertinya kita terseret cukup jauh dari jembatan tadi…coba cek Hp kalian masing – masing ! Hp milikku terbawa arus tadi !”


Mereka berdua mengecek Hp mereka dan sepertinya Hp milik Yuna juga terbawa arus


“aku juga sama ! sepertinya Hp milikku juga terbawa Arus !”


“aku…Ada !"


Syukurlah sepertinya Hp Tesa tidak terbawa arus dan bisa digunakan untuk menghubungi teman – teman !


“Bagus Tesa ! kalau begitu Hubungi yang lain !”


“iya…”


Saat tesa mau menyalakan Hp miliknya…Hp nya tidak mau nyala dan bertuliskan Rebooting !


“Rebooting ?”’


“ahh…itu adalah proses memuat sistem….sepertinya karna terendam air cukup deras, Hp nya melakukan Rebooting ! berapa lama tulisannya ?”


“emmm…sekitar 1 jam !”


“kenapa selama itu !”


“ha…Hachi !”


Sepertinya udaranya semakin dingin dan juga karna baju kita yang basah, mungkin saja kita akan terkena demam


“he..hey ! bisakah kita bicara nanti dan membuat api ?”


“Baiklah ! ayo beristirahat sejenak !”


Kami menyalakan Api dan berusaha menghangatkan diri dan mengeringkan baju kita


“Buka baju kalian !”


“………….”


“………….”


“……emm…ada apa ?“


“kau serius bicara begitu di depan 2 gadis yang basah – basah begini ?”


“kami tidak sepertimu yang mudah untuk membuka baju Ao !”


“apa kalian lebih memilih terkena Demam ?”


Mereka berdua menatap satu sama lain dan sepertinya sedikit kebingungan dengan apa yang mereka harus lakukan


“La…Lakukan lah Sesuatu Ao !”


“itu mudah Yuna ! tinggal buka saja baju kalian !”


“SELAIN ITU ! AKU TIDAK MAU TELANJANG DI HUTAN SEPERTI INI !”


“hemm….bagaimana kalau memakai daun yang besar itu untuk selimut kalian ?”


Disana ada pohon dengan daun cukup besar yang mungkin bisa dijadikan sebagai tikar atau selimut


“I…Ini bisa ! Ayo Tesa kita Potong ini ! dan Ao jangan Melihat kesini !”


“iya..iya..(kurasa jadi wanita memang sulit ! Untunglah aku terlahir sebagai laki – laki )”


Setelah mereka berhasil mendapat beberapa daun besar untuk menutup tubuh mereka, kami ber 3 melepas baju kami dan menjemburnya di dekat api yang kami nyalakan


“(seharusnya aku membeli baju anti Air ! jika ada kemungkinan seperti ini….ini sedikit merepotkan !)”


“………”


“………”


Entah kenapa mereka ber 2 sepertinya melihat ke arah ku.


“emmm….ada apa ?”


“ehh ! Ti….Tidak ada apa – apa ! (badannya bagus juga)”


“kau sudah mulai hebat ya Ao ! badanmu kekar sekali !”


“naa !! ( tak kusangka Tesa berani bicara seperti itu ke Ao !)”


“aku harus selalu melatih tubuhku ! ini memang tidak mempan melawan Zombie karna mereka memiliki hervana…tapi jika aku tergigit atau tercakar Zoa….mungkin otot – otot ini akan meredakan serangannya bukan ?”


“benar juga ! lalu kenapa tidak sekalian memakai Armor yang cukup kuat seperti ka Krau ?”


“sebenarnya aku juga berfikir begitu ! tapi nanti saat aku di tingkat 3, Aku akan menggunakan sebuah Katana ! dan aku membutuhkan baju yang mudah untuk bergerak !”


“begituya…makanya kau selalu dilatih oleh ka Misa setiap kita latihan kan ?”


“ka Misa ? yang mana ?”


“Itu loh Tesa ! yang menebas Tendo Agami sewaktu dia ingin menyerang Noel !”


“ohhh…dia ya !”


“ohhh….sepertinya kita kurang kayu bakar…akan ku cari dulu di dalam hutan, kalo ada apa – apa berteriak saja !”


“ok”


“Baiklah !”


Aku memasuki hutan untuk mencari beberapa kayu kering…kami masih membutuhkan Api untuk menghangatkan diri dan pakaian kami


“……....”


“……….”


“ba…bagaimana kondisimu Tesa ? (suasananya sedikit canggung disini )”


“sudah baikan ! ini berkat kalian aku selamat !”


“tidak itu berkat Ao ! dia melakukan CPR yang hebat kepadamu !”


“…..emm ?”


“…..emm ?”


………………….....krik……..krik…..krik……………….


“bi…bisa Tolong diulang ?”


“kubilang….dia melakukan CPR padamu !”


“HAH !!!! C….CPR !? ka...kalau tidak salah ! CPR itu !?”


“hehehe….sebuah Nafas Buatan !”


“Ummm……”

__ADS_1


Wajah Tesa memerah dan dia merasa malu dan menutupi mukannya dengan tangannya


“kenapa dia malah melakukan itu !?”


“tentu saja karna Ao menghawatirkanmu !”


“hawatir !?”


“…..Ao itu….dia memang selalu saja Tegas dengan apa yang dia harus lakukan…tapi bukan berarti itu untuk dia sendiri….dia hanya sadar dia harus melakukan itu untuk menyelamatkan teman – temannya ! apa dia mengalami sesuatu yang menyeramkan sampai keras kepala seperti itu ?”


“….sepertinya begitu…kami memang melihat teman – teman kami mati di hadapan kami sendiri.…mungkin karna itulah dia jadi bersikeras untuk melindungi orang lain !”


“sikap seperti itu memang cukup rumit ya !?”


“iyaaa….dan dia sedikit kurang Peka !”


“Benar !”


“Ahahaha !”


“Ahahaha !”


Sepertinya Yuna dan Tesa sedikit mulai akrab.


“tapi sepertinya Ao sangat peduli padamu !”


“emm…mungkin karna kita teman masa kecil !”


“begituya ! teman masa kecil ya…...enaknya ya jadi sepertimu…..”


“emm ? ada apa Yuna ?”


“Ehh ! Tidak ! Lupakan !”


“emm ?”


“aku kembali !”


Aku membawa beberapa kayu kering yang mungkin cukup untuk menghangatkan tubuh


“Ao ! selamat datang !”


“kau membawa kayu nya ?”


“…..ehh…..iya….tapi….apa yang terjadi dengan daun selimut kalian !?”


“eh !?”


“eh !?”


Mereka terlambat menyadari kalau daun selimut mereka terlah hilang terbang terbawa angin


“KYAAA !!!”


“KYAAA !!!”


“AO ! TUTUP MATAMU !”


“…………….Tubuh yang bagus !”


“JANGAN MALAH MEMUJI !”


Setelah kami menghangatkan diri dan baju kami telah kering, kami bersiap – siap dan melanjutkan perjalanan kami menuju tujuan utama kami !


“bagaimana ? apa Hp nya sudah bisa digunakan ?”


“…..sepertinnya begitu ! akan ku nyalakan !”


Setelah Hp nya berhasil di nyalakan…Hp nya langsung berdering karna ada telfon dari Rin !


“hallo ! Rin !”


“(HALLO GUNDULMU !!! APA KALIAN BAIK – BAIK SAJA !!! AKU SANGAT KHAWATIR DISINI !!!)“


“e…ehh…kami baik – baik saja….tidak usah berteriak seperti itu Rin….”


“(Emm….syukurlah kalau begitu ? bagaimana kondisi disana ?)”


“kami baik – baik saja ! tapi Ao dan Yuna kehilangan hp milik mereka !”


“(begituya…kami disini juga menemukan Sebuah Gua yang misterius !)”


“Gua ?”


“baiklah !”


“(kita akan bertemu di titik yang telah ku berikan ! dan ber Hati – hati lah ! Mother Zoa itu berhasil kabur dari kami tadi !)”


“baik ! Kalian juga Hati – Hati !”


Selesai mereka berbicara, Rin pun mengirim titik mereka berada dan benar saja itu cukup jauh dari tempat kita !


“sepertinya kita benar – beanr terseret lumayan jauh ! kalau begitu ayo segera jalan !”


“Ok !”


“Ok !”


Kami melanjutkan perjalanan kami menuju titik tempat teman – teman kami berada, itu lumayan jauh dan kami harus berjalan naik seperti mendaki bukit


“apa jalannya harus seperti ini !?”


“ini satu – satunya jalan tercepat menuju titik yang diberikan Rin ! jangan mengeluh !”


“ughh ! aku tidak suka jalan mendaki !”


“kau baik – baik saja Tesa ?”


“iya ! kurasa aku bisa !”


“baiklah ! ayo teruskan !”


Kami terus mendaki dan mendaki dan akhirnya kami sampai di tempat yang datar !


“fyuu ! Akhirnya !”


“Suttt ! diam sebentar !”


“emm ?”


“ada apa Ao ?”


“….(sepertinya aku merasa diawasi…apa hanya perasaan ku saja ya….)"


GERRRR !!!


“Yuna ! menunduk !”


“Ehh !”


DORRR !


Aku menembak zoa yang sepertinya bersembunyi di atas pohon itu, dan berusaha menyerang Yuna dari belakang


“Wahhh….Zoa !”


“Tesa ! yang ini namanya Zoa ! sedikit berbahaya namun gerakannya lambat saat menyerang ! camkan itu ya !”


“Baik !”


“Thanks Ao !”


“terlalu cepat untuk bicara seperti itu Yuna ! lihatlah !”


Beberapa Zoa pun muncul dari semak – semak dan sepertiya kita kalah jumlah


“Ao ! bagaimana ini ?”


“angkat senjata kalian ! aku akan menjadi decoy mereka !”


“Baik !”


“Baik !”


“…(dengan jumlah segini, tidak ada kemungkinan aku akan tidak terluka ! tapi ini lebih baik dibandingkan mereka yang terluka) Baiklah !”


Aku maju ke hadapan mereka dan menembakan magnum Killer 7 miliku dibantu dengan tembakan dari Yuna dan Tesa dari belakang, aku sebisa mengkin membuat zoa – zoa ini mengincar ku


“heh ! Lamban !”

__ADS_1


Aku sudah cukup terbiasa melihat gerakan mereka…kurasa menghindar dan menembaki mereka sudah cukup ku kuasai !


“hebat….apa Ao selincah itu !?”


“Tesa ! tidak ada waktu untuk terkagum – kagum ! fokus membantu Ao !”


“Baik !”


“(keadaan nya cukup buruk disini ! kita berdua harus sebisa mungkin membantunya !)”


Tembakan bantuan dari mereka juga sangat membantu ! kurasa aku bisa !


Fyyyuuungggggggg


“!!!”


“Ao ! Awas !”


“Cih !“


BRUAKKKK !!!


Aku berhasil menghindari dari sesuatu benda yang terbang ke arah ku itu, dan tenyata benda yang terbang ke arah ku itu adalah sebuah mayat Zoa !


“heh….begituya ! jadi akhirnya dia muncul !”


Dari semak – semak ! munculah mother Zoa yang masih memegang mayat zoa di tangan kanan nya !


“akhirnya…ini saat yang sangat tepat !”


Aku kembali memasukan killer 7 ku ke saku ku dan mengeluarkan pisau Combat macet ku !


“Ao ?! Apa yang kau lakukan ?”


“maaf Yuna ! tapi ini adalah kesempatan bagus untuk lulus dari Misi Utama yang diberikan ka Misa !”


“Misi Utama !? tunggu ! kau sudah memiliki 30 Grade ?”


“belum ! aku masih membutuhkan sekitar 18 Grade lagi ! tapi aku sudah mendapat misi Utama dari ka Misa, Yaitu membunuh Mother Zoa menggunakan pisau Combat ku ini !”


“Itu gila Ao ! lebih baik jangan !”


“tengan lah ! dia bilang kalau aku boleh mendapatkan bantuan ! jadi….aku mohon bantuan kalian berdua ya !”


“Ao….”


Tesa menyentuh pundak Yuna dan meyakinkan Yuna


“Tenanglah Yuna ! percayalah pada Ao !”


“.........baiklah ! jika kau mati aku tidak akan mengampunimu !”


“hehe…tenanglah…..Aku tidak akan mati dengan mudah ! Emm !?”


Suara Tendo Agami tiba - tiba muncul


“(hemm…...mari kita lihat kemampuan mu ! buatlah aku terhibur ! )”


“…..Heh ! kau datang di waktu yang tepat Tendo Agami….akan ku perlihatkan padamu seberapa kuat diriku !”


Aku berlari langsung ke arah Mother zoa itu, Mother zoa itu langsung mengayunkan mayat zoa itu dan melemparnya ke arahku


“Gawat !”


BRUAKKK !!


Lemparanya hampir mengenai kakiku namun aku berhasil menghidar, lalu aku melompat ke arahnya dan menebasnya dengan combat ku tapi dia menahannya dengan tangan kanannya


“(sudah kuduga ! tameng ini memang bermasalah !)


Mother zoa itu menayunkan tangannya dan berulang kali menyerangku…gerakannya memang lumayan cepat dibandingkan zoa biasa. Tapi aku pernah menghadapi yang seperti ini sebelumya


“Cih !”


Dorrr


aku menembak kakinya dengan magnumku…sepertinya magnum ini memang bisa digunakan sebagai secondary


“HEYAAA !!”


Tebasanku berhasil mengenai bagian badannya namun tidak dalam !


“Kurang dalam ! Hah !”


Bruakkk !!!


Secara cepat dia mengayunkan tangan kirinya dan memukul ku…untungnya aku berhasil melindungi diri tapi dampaknya cukup besar karna aku terhempas ke belakang


"Ughhh !"


“Ao !”


“Te…tenglah ! ini tidak seberapa !”


Darah pun keluar dari kepala dan mulutku, tapi aku masih stabil dan sepertinya masih bisa bertarung


“(karna aku harus membunuhnya dengan cara menggorok lehernya menggunakan combatku, Maka satu – satunya cara adalah…)”


“Ao ! kami sudah mengatasi zoa yang disekitar sini !”


“terimakasuh Yuna, dan bolehkah aku meminta bantuan kalian berdua ?”


“tentu !”


“apa yang bisa kami bantu ?”


“nanti aku akan melempar sesuatu ! yuna tolong fokus melihat ke atas dan tembak apapun yang aku lempar ke atas setelah aku meneriaki namamu !”


“Baik !”


“dan tesa ! tolong kau lari ke sebalah kiri sana, dan tembak saja secara berutal ke arah kakinya !”


“Dimengerti !”


“baiklah ! Mulai !”


Aku berlari ke arah Mother Zoa itu bersamaan dengan Tesa yang berlari ke samping sana sambil menembaki ke arah kaki mother zoa itu, dia pun jadi terfokus melindungi kakinya dan melihat ke arah Tesa !


“(bagus ! selagi dia fokus ke arah Tesa !) HYAAA !!!!”


Aku mencoba menusukan pisauku ke dadanya dan mother zoa itu menahannya dengan tangan kanannya !


“Cih ! Sial ! AGHH !!”


Tangan kanan mother Zoa itu berhasil menggenggamku dan dia meremasku dnegan sangat kuat


“AGHHH !!!”


“AO !”


“SEKARANG ! YUNA !”


“begituya ! Rincana yang beresiko sekali Ao !”


Yuna menembak ke arah botol Tetoxin yang aku sempat lempar ke atas saat aku melompat untuk menusuk mother zoa itu ! air Tetoxin yang pecah itu menyirami kepala mother zoa dan membuatnya kesakitan


AAAARRGHHHH !!”


“Heh ! Lehermu Lengah !”


Aku mencabut pisauki dari tangan kirinya dan menusukkannya ke leher mother zoa itu dan menggerek lehernya ! Mother Zoa itupun langusng roboh dan mengeluarkan banyak darah dari lehernya


“Fyuhhh ! berhasil !”


“Ao itu hebat sekali !”


“ya…dan sangat beresiko kau tau !”


“terimakasih ya ! berkat bantuan kalian aku berhasil mengalahkannya ! Kerja Bagus !”


“i…iya…sama – sama (dia memujiku…..)”


“sudah seharusnya kita saling membantu Ao !”


“baiklah ! ayo kita bergegas menuju teman – teman !”


“Ok !”


“Ayo !”

__ADS_1


Kamipun melanjutkan perjalanan munuju teman – teman kami. dan sepertinya misi Utamaku juga telah Terselesaikan !


to be continue........


__ADS_2