
Setelah perjalanan yang cukup panjang, kami pun beristirahat sejenak karna hari sudah malam, kami pun mendirikan tenda untuk segera berkemah.
“Jaraknya sudah tinggal 100 Km lagi, tapi karna ini sudah malam, kurasa lebih baik menjauhi tempat itu dulu dan kembali menyerang saat pagi hari !”
“bagaimana rute jalan kita ka Iris ?”
“Sesuai seperti rencana awal, Tujuan kita tetap adalah kota Heilei, saat kita sampai di bukit Ragnar, Genbu akan memeriksa tempat itu, jika tidak ada hasil, itu artinya tujuan akhir kita adalah kota Heilei”
“Ahh, ngomong – ngomong soal bukit Ragnar, di sana banyak sekali Zoa dan zombie loh, aku ingat waktu aku pernah melakukan pemetaan di sana”
“Ka Misa sampai sejauh itu melakukan pemetaan ?”
“hehehe, benar Erick, di sana itu tempat yang lumayan bagus untuk berlatih, tapi setelah beberapa kali aku membasmi para zoa dan Zombie itu, mereka tidak ada habis – habisnya, sampai katanaku semakin tumpul karna terlalu banyak terkena darah !”
“Hemm, apa ka Misa juga pernah ke kota Heilei ?”
“Tentu saja ! waktu itu ada iris juga ko, ya kan iris ?”
“Misa benar, tapi…di kota itu tidak ada apapun selain kota yang hancur, aku tidak tau apa aku dan misa kurang teliti menyulusuri kota nya atau tidak, tapi yang ku takutkan adalah kita ke sana tanpa mendapat kan hasil apapun”
“………….”
Itu berarti, apa Genbu salah merasakan hawa kehidupan di sana ?
“bagaimana genbu ?”
“aku yakin sekali kalau ada hawa kehidupan di sekitar kota itu ! berkah ku dan tubuhku merasakannya !”
“Hemm, kalau begitu tidak ada pilihan lain selain mendatangi tempat itu ! baiklah, sekarang istirahat saja ! jadwal penjagaan sesuai dengan yang kemarin !”
“Baik !”
Waktu istirahat pun sudah mulai, aku pun mau masuk ke tenda para laki – laki setelah membereskan perabotan makan tadi untuk mengambil minuman, tapi saat aku mau masuk ke tenda, aku melihat ka Alice yang berjalan menuju sungai yang ada di dekat tenda kami ini
“…..(ka alice ?)”
“Ahhh, Ao !”
“Emm ? ka narmaira, ada apa ?”
“maaf mengganggu jaga malam mu, tapi, kurasa ada yang aneh dengan sikap ka alice, dia diam saja dari tadi dan tidak merespon kejahilan ku !”
“(mungkin sudah saat nya dia lelah dengan semua kejahilan mu ka Narmaira !)”
“Hemm…Karna itu aku mengandalkan mu Ao !”
“Ehh ?”
“Hibur lah ka alice ya, aku sedang mau di tenda bareng dengan Rin ! bay – bay !”
“Hah ?! tunggu ! ka Narmaira !”
Ka narmaira pun masuk ke tenda perempuan
“…………”
Kurasa, memang tidak ada salahnya menghiburnya sedikit, mungkin ka alice hanya kepikiran karna ada kemungkinan dia akan bertemu kakak nya di misi kali ini
“……..Kalau begitu”
Setelah menyiapkan 2 kopi hangat, aku pun menghampirinya yang sedang duduk di pinggir sungai itu.
“Ahh, Ao ?”
“ini malam yang dingin ka Alice, setidaknya minumlah ini untuk menghangatkan badan mu !”
“Ahh, Terimakasih Ao !”
Aku pun duduk di sebelahnya dan kami pun menikmati kopi ini bersama di pinggiran sungai
“Entah kenapa, bukanya hal seperti ini pernah terjadi kan Ao ?”
“….Ya, dan…itu juga saat kita mau mencari tau tentang kakak mu, waktu itu hujan bukan ?”
“Ternyata kau pengingat yang baik rupanya !”
“aku memang mudah lupa, tapi tidak untuk sekarang”
“Sekarang ?”
“di dunia ini….Rasa sakit…..kenangan….Dendam, semuanya sangatlah membekas, bukan hanya di ingatanku, tapi seluruh tubuhku pun mengingat akan hal itu !”
“…….Kurasa kau benar !”
“Apa ka alice kepikiran oleh nya ?”
“Begitulah, aku hanya tidak tau apa yang harus ku lakukan saat bertemu kakak ku nanti”
Benar juga, dia telah di tinggal bertahun – tahun dan bahkan kakak nya menjadi target pencarian ka Pandora, memang berat bagi ka alice dan tentu saja dia pasti kebingungan dengan apa yang harus dia lakukan
“Ka alice”
“Emm ?”
“Untuk sekarang ini, lihatlah apa yang ada di sekitarmu, dan aku berjanji akan satu hal padamu !”
__ADS_1
“Janji ?”
Aku pun berdiri dan melihat ke arahnya dengan tatapan tajam
“Jika di sana benar ada kakak mu, Aku lah yang akan membawanya langsung ke hadapan mu !”
“…….Ao”
“Inilah janji yang akan ku tepati, karna itu, aku ingin ka alice tidak memikirkan semua itu, dan fokus lah dengan apa yang ada di sekitar mu sekarang ini !”
“……………..”
Apa kata – kata ku tadi keterlaluan ?
“Ahahah !”
“Ehh ?”
“kau ini, kau terlalu memanjakan ku Ao, aku ini adalah senior mu dan aku tidak selembek itu “!
“Ahh, Sudah ku duga aku berlebihan, maaf ya ka alice !”
“Ahahah, kau tidak perlu minta maaf Soal itu, Tapi…”
Dia pun berdiri dan berjalan melewati ku dan lebih mendekat ke sungai,
“Hem…..Baiklah !”
“Eh ?”
Dia pun berlalik kembali melihatku, dan angina pun berhembus dan menghembuskan rambut ka alice yang panjang itu sambil berkata
“Boleh saja, karna aku percaya padamu Ao !”
“Ka Alice…..”
“Sejauh ini…semua hal yang sudah terjadi memang tidak terkendali, Tapi aku percaya kalau semuanya akan membaik ! karna itu aku terima niat baik mu itu Ao !”
Senyuman nya itu, aku pernah melihat senyuman yang setulus itu sebelumnya
“Syukurlah kalau ka Alice bilang begitu, kukira aku keterlaluan dan membuatmu marah !”
“lalu….Aku harus apa ?”
“Ya ?”
“Emm ?”
………….Emmm ?
“maksudnya ?”
“Ahhh….Soal itu….Emm….T-Tenang saja ! pokoknya serahkan saja padaku, yang harus ka alice lakukan hanyalah fokus untuk pertempuran besok !”
“(jadi dia belum memikirkannya ya) baiklah, kalau begitu aku kembali ke tenda dulu, kau ada jaga malam kan ?”
“Iya”
“Aku duluan ya, malam Ao !”
“Malam !”
Ka alice pun kembali ke tendanya, lagi – lagi aku membuat janji dengan seseorang, seharusnya aku belajar kalau janji ini akan membebaniku kedepanya, Namun…Aku tetap harus memenuhi semua janji yang telah ku buat ! karna itulah aku bisa bertahan sejauh ini !
“aku harus berusaha lebih keras !”
Setelah itu, aku pun kembali ke tempat pos ku menjaga, malam ini aku berjaga dengan Erick
“Oho….kenapa mengambil minuman lama sekali ?”
“Yaa…tadi ada keperluan mendadak, Nih !”
“Hups ! Thanks !”
Kami mendapat jadwal berjaga 4 jam pertama, dan akan istirahat saat jam 2 pagi
“sayang tesa tidak ikut malam ini ya ?”
“aku lebih senang kalau dia aman di Zenexter, kau juga beruntung karna Rin ikut bukan ?”
“Begitulah, selama aku bisa lihat Rin, aku akan terus bersemangat !”
“Tekad yang aneh sekali”
Seperitnya cuaca malam ini sedikit berangin, tapi syukurlah karna tidak hujan
“Emm ?”
“ada apa ? Ohh”
Kami pun melihat Byakko yang bajunya basah kuyup dan membawa beberapa ikan, sepertinya dia sehabis berburu
“Yoo Erick ! Ao ! lihat buruan ku ini !”
“Itu tangkapan yang bagus Byakko !”
__ADS_1
“tapi bajumu basah begitu ! pakai anduk ini !”
“Ahh, Terimakasih murid ku ! kalau begitu ayo bakar ini !”
Kami ber 3 pun pindah ke perapian dan mengajak 3 tentara negara yang sedang mengawas, sekaligus Ka iris dan Leo yang sedang berpatroli juga untuk ikut menyantap ikan ini
Setelah beberapa saat membakar ikan ini di perapian, kini ikan nya pun sudah matang
“Silakan, sudah bisa di makan !”
Kami pun memakan ikan ini bersama – sama, sambil membahas suatu hal yang bisa di laporkan di sekitar sini
“baiklah, apa ada keanehan di sekitar sini ?”
“Emm, Sungainya aman ko, aku mendapat banyak ikan yang terlihat masih segar !”
“Terimakasih Byakko, apa ada lagi ? bagaimana dengan mu Leo ?”
“Hem..tidak ada yang mencurigakan, kurasa karna kita cukup jauh dari kota Heilei, semuanya masih terkendali, dan lagi…untuk sampai ke kota heilei, kita tetap harus melewati 1 bukit yaitu bukit ragnar, kurasa mereka belum mencurigai kita !”
“Hemm, Entah lah…tapi aku memiliki 2 pemikiran tentang kondisi kita sekarang !”
“apa itu ka iris ?”
“Yang pertama, mereka memang tidak ada disana, karna itu mereka tidak menyadari kita yang cukup jauh dari kota heilei itu, lalu yang kedua, aku sedikit khawatir kalau mereka merencanakan hal untuk menyambut kita, karna ku dengar tentara pure inferno tidak gentar akan apapun selain ketua mereka”
Begituya, itu artinya mereka patuh akan perintah ketua mereka, kalau begitu….
“……….”
“………”
“………”
“Emm ? ada apa ? kenapa kalian melihat ku begitu ?”
“Kau sepertinya memikirkan sebuah rencana kan Ao ?! kau ini sekarang berstatus ketua dari para savior ini !”
“benar Ao, kami akan dengarkan !”
“Baiklah, Begini !”
Aku pun menjelaskan semua rencana yang ada di kepalaku, dengan rencana ini, ku harap semuanya bisa terkendali.
Setelah itu, Pagi pun datang, kami pun semua siap menuju kota Heilei, semua dalam ke adaan baik termasuk ka Alice yang kini kian tersenyum.
“Baiklah, Ayo berangkat !”
2 mobil tank kami pun melaju ke tempat tujuan, jaraknya tinggal 100 km untuk sampai ke bukit ragnar, dan 12 Km lagi untuk sampai ke kota Heilei
“…..sepertinya, walaupun kita sudah menyusun strategi, tapi kalau benar apa kata ka iris mereka menyabut kita, ini akan menjadi pertarungan yang menguntungkan mereka !”
“Benar, ini akan sulit karna kota Heilei di kelilingi oleh danau yang cukup besar, dan satu – satu nya jalan masuk adalah dari jembata besar yang bernama Yeihei yang ada di gerbang depan, kalau mereka menyambut kira di jembatan besar itu, pertarungan kita akan sangat merugikan”
“Tapi tidak ada cara lain bukan ? kita juga tidak bisa mundur !”
“Hem, itu lah semangat yang bagus Ao !”
“Semangat ini juga dari mu ka iris !”
“Emmm ! Melapor !”
Tiba – tiba rin pun turun dari lubang pengawas yang ada di atap mobil tank ini
“Ada apa rin ?”
“Di depan ada gerombolan Zombie dan Zoa !”
“berapa banyak ?!”
“Zombi nya tidak terhitung ! tapi ada sekitar 6 zoa yang menuju ke mari, lalu di paling belakang, ada 1 zombie yang merepotkan yaitu zombie regeneration !”
Sepertinya tujuan kita sudah dekat
“Ao…perintah mu ?”
“Bolehkah ka iris ?”
“kau ketuanya saat ini, jadi aku menunggu perintah mu !”
Ka iris mempercayaiku untuk memimpin, hal seperti ini membuatku cukup senang
“baiklah, Rin dan tentara sniper akan membantu kita dari serangan jauh. Lalu, aku, Byakko, Genbu, dan ka misa akan maju menghabisi mereka, dengan begitu kita bisa menghemat Ammo kita !”
“Rencana yang bagus Ao !”
“Ayo kita habisi para pengganggu itu !”
“Hehehe, katana ku juga sudah mulai haus !”
Kami ber 4 pun turun dari mobil tank dan menyiapkan senjata kami
“Baiklah, Ao…apa kata – kata penyemangat mu !”
“Hoho, aku ingin dengar !”
__ADS_1
“Baiklah…Bagaimana kalau…Habisi semua yang menghalangi !!”
To be continue……