
Sesuai apa yang Sheri inginkan, kami sekarang sedang ada di sector 2 untuk segera mengantarnya ke tempat yang dia inginkan, dia pun juga mengajukan untuk membawa tesa dan Rin juga, tesa pun menyetujuinya, namun Rin menolaknya dengan halus karna dia mendapat misi dari ka iris untuk menjadi pengajar di pelajaran Savior bagian menembak
“jadi begitulah Sheri, aku mendapat tugas dari ka Iris untuk menjadi pelatih, jadinya aku tidak bisa ikut dengan kalian !”
“begituya, Sayang sekali Rin, padahal aku juga ingin mengobrol lebih banyak denganmu !”
“kurasa kau akan baik – baik saja Sheri ! ada Ao, tesa , dan noel di sisimu, teman – temanku pasti tidak akan membuatmu kecewa !”
“ahaha, kurasa kau ada benarnya juga Rin !”
“Benar ! Benar ! mereka itu pasangan yang bodoh ! kuyakin kau akan terhibur !”
Sepertinya dia sedang membicarakanku, tapi ya sudahlah, kali ini ku maafkan karna ada alasan di balik hinaan nya itu
“Semua sudah siap ?”
“Siap ka Alice !”
“baiklah Sheri ! kemana kami harus menemanimu ?”
“ini…”
Dia memberikan selembaran kertas kepada ka Alice, ternyata di kertas itu tertulis alamat yang mungkin saja dia ingin kita mengantarnya ke sana
“Desa Loundou jalan Matsuri no 13 ! Ahh, Desa Loundou kalau tidak salah tidak terlalu jauh dari sini ! mungkin kita akan sampai disana dalam 4 jam ! tapi kenapa kau ingin kesini ?”
“…..itu….tempat orang tuaku tinggal…”
Sepertinya dia ingin mengunjungi rumah orang tuanya, kurasa itu bukanlah ide bagus karna desa Loundou kuyakin sudah tidak ada kehidupan disana dan masih banyak zombie yang berkeliaran
“…..kau yakin….ingin kesini ?”
“…….ya, Bisakah kalian mengantarku kesana ?”
“Tentu ! Ayo Segera Berangkat Sekarang !”
“Baik !”
Pada akhirnya, Aku, Tesa, Noel, Ka Alice, dan Suzaku pun mengantarnya menuju rumah orang tuanya, karna desa Loundou tidak terlalu jauh dari sini, seperti apa kata ka Alice, kita akan sampai dalam 4 jam saja
“lalu…kenapa aku ikut juga jadinya Sheri ?”
“hehehe, Ayolah tesa ! aku sudah merasa nyaman di dekatmu !”
“ta..tapi tolong jangan memeluk lenganku seperti ini dong, bukanya jadi sempit disini ?”
"begituya, kalau begitu aku peluk lengan Ao saja..”
“Ja..Jangan ! Peluk lenganku Saja !”
“hehehe, ok !”
Sepertinya Sheri memang sangat dekat dengan tesa, kurasa kebaik tesa membuatnya nyaman…tapi, apa perasaan yang dia rasakan saat ini ya ? mengingat waktu yang dia punya mungkin kurang dari 2 hari lagi
“Suzaku !”
“emm ? apa Ao ?”
“apa memang tidak ada cara lain untuk menyelamatkan nya ?”
“kedokteran bilang kalau itu mustahil, bahkan berkah Noel pun tidak bisa menyembuhkannya juga, saat ini, mungkin gadis itu tersenyum di depan kita, namun tidak satupu orang yang tidak takut akan kematian Ao, saat ini kita harus melakukan semampu kita agar rasa ketakutannya itu tidaklah muncul”
“…..kurasa….kau ada benarnya juga !”
Tiba – tiba Sheri pun menghampiri kami berdua yang sedang mengobrol disini
“Apa ?! Apa nih ?! apa yang sedang kalian laki – laki obroli ?”
“Sesuatu yang hanya laki – laki yang tau !”
“Sesuatu yang hanya laki – laki yang tau !”
“…hoh…hal mesum ya ?”
“be..begitulah, jadi kurasa kau tidak perlu tau, yakan Suzaku ?”
“tidak juga….pikiranku ini masih bersih dibandingkan denganmu Ao ?”
“……..kau dipihakku kan Suzaku ?”
“Ahahaha, kalian ini aneh sekali ya ! tapi, tidak disangka ada demi god di dunia seperti ini…apa….kau tercipta oleh seseorang ?”
Wajahnya mendadak serius saat membahas mengenai suzaku ? apa dia mengetahui sesuatu
“…..maksudmu ?”
“kau tidak muncul secara kebetulan di dunia ini bukan ? kau bahkan memihak dengan para manusia juga, sebenarnya apa maumu di dunia yang seperti ini tuan Suzaku sang demi god ?”
“……Entahlah, aku hanya memihak yang menerutku berpotensi menguntungkan ku saja, tapi, kau cukup pintar rupanya Sheri ? apa kau tau kalau yang menciptakanku ini adalah penguasa di dunia ini ?”
“……Tendo…..Agami bukan ?”
Dia bahkan mengenal Tendo Agami juga ! apa dia termasuk pendengar juga ? apa dia bagian dari kami yaitu Hope ? atau jangan - jangan ?
“Sheri ?!”
“Emm ?”
__ADS_1
“ada yang mau kuperiksa, bisakah kau berbalik dan menujukan pinggulmu pada kami ?”
“Ehh ?! Pi..Pinggul ?! kenapa ?!”
“Sudahlah tunjukan saja, ini penting !”
“Emm…baiklah !”
Dia pun membuka baju belakangnya dan menunjukan pinggulnya pada kami, dan kurasa dia bukan lah pendengar maupun Reaper karna tidak ada Mark apapun di pinggulnya itu
“ba..bagaimana ? boleh kah ku tutup sekarang ? ini sedikit memalukan !”
“hemm…85 poin ! bagaimana dengan mu Ao ?”
“aku 75, itu memang indah, tapi memang yang paling indah milik ka Pandora !”
DUAK !!!
“Aduhh !”
“Aduhh !”
Tiba – tiba pukulan keras dari Tesa mendarat di kepala ku dan kepala Suzaku
“kalian ini ya ! kalau mau mengecek mark nya harusnya bilang saja dengan ku juga ! kenapa harus kalian yang memeriksannya ? terutama kau Ao, minta maaf padanya sekarang !”
“Ahhh, iya, maaf – maaf ya !”
“i..iya, tidak apa – apa ko !”
“jadi, apa kau melihat mark nya Ao ?”
“tidak ada, kurasa dia bukan lah pendengar maupun Reaper !”
“Pe..pendengar ? Reaper ? kalian berdua sebenarnya sedang membahas apa ?”
“Begini Sheri…”
Aku pun menjelaskan mengenai mark dan Reaper kepada dia, karna dia mungkin sudah mengetahui siapa Tendo Agami, kurasa penjelasanku tidak perlu terlalu dalam lagi
“Be..begituya, kalian memiliki hal se-rumit ini rupanya !”
“begitulah, tapi kami tidak akan menyerah, kami pasti akan menyelesaikan apa yang Tendo agami perbuat ini”
“……….begituya….”
Emm ? dia kembali seperti memikirkan sesuatu, sudah kuduga memang benar apa yang dikatakan ka Pandora, kurasa dia menyimpan sesuatu yang dia rahasiakan
“Emm ? ngomong – ngomong, apa Noel masih tidur ?”
“ahh ya, dia pulas sekali ! dan entah kenapa aku juga ingin ikutan tidur nih, ayo kita--!! Kyaaa !!"
Tiba – tiba mobil tank kami mendadak kehilangan kendali untuk beberapa saat saja, setelah aku mencari tau penyebabnya, ternyata ka Alice tadi hampir ketiduran saat mengendarai mobil tanknya
“Ma..maaf ya ! entah kenapa aku mengantuk sekali !”
“berbahaya kalau berkendara saat mengantuk ka Alice ! sini aku saja yang menyetir, ka Alice bisa istirahat !”
“Terimakasih Ao, kalau begitu tolong ya !”
Aku pun bergantian dengan ka Alice untuk mengemudikan mobil tank ini, tapi ini sedikit aneh, tidak mungkin ka Alice ceroboh seperi itu saat mengemudikan mobil tank ini, kuyakin dia akan hati – hati karna dia mementingkan keselamatan kita semua juga, kenapa ya ?
Beberapa jam kemudian, kami pun sampai di desa Loundou dan sedang menuju rumah miliknya
“noel…Noel bangun ! kita sudah hampir sampai !”
“Emmm ? tesa…”
“ayo, kita sudah hampir sampai nih, dan hapus air liurmu mu itu !”
“Ehh ?! Emmm…ughugh…apa sudah hilang ?”
“ini…gunakan handuk basah ini untuk mengelap wajahmu juga !”
Kami pun sampai di tujuan kami yaitu rumah milik Sheri, ini rumah yang cukup tua, dan sepertinya rumah ini habis dilakukan renofasi karna terlihat masih terawat
“kita sampai !”
“Uggggg..Waaaa !! Entah kenapa Noel dari tadi mengantuk sekali…padahal kuyakin tadi malam noel tidur nyenyak”
Benar juga…dan lagi, semua terlihat seperti mengantuk, bahkan Suzaku dan Sheri juga, ada apa ini ?
“Baiklah, ayo cuci muka dulu sebelum masuk ke rumah Sheri itu !”
“baik !”
Kami pun mencuci muka dan meminum minuman berenergi hingga tubuh kami kembali fit
“Bagaimana ?! semua Siap ?”
“Siap !”
“hoh, kalau begitu langsung saja !”
Kami pun berjalan mendekat ke pintu masuk rumah Sheri ini, saat ka Alice memegang gagan pintu rumah ini, dia menyadari kalau pintu ini terkunci
“ini terkunci, dan...aku akan yakinkan kau satu kali lagi Sheri, apa kau benar – benar ingin masuk ke sini ?”
__ADS_1
“…….ya”
“........baiklah, Ao ! Lakukan !”
“Ok !”
Aku pun mendobrak pintunya hingga rusak dan kamipun langsung menodongkan pistol kami ke dalam rumah milik Sheri ini
“Ayo”
Kami pun masuk ke dalam rumah ini, rumahnya terkesan tidak memiliki banyak barang dan berseraka puing – puing genteng dimana – mana, pasti karna gempa itu ya
“jadi Sheri, apa yang kau cari disini ?!”
“…....…….”
“Sheri ? Ehh ?!”
Saat ka Alice menanyakan dia di belakan badannya, ternata di depan Sheri ada satu zombie yang mendekat dari arah kamar yang baru saja Sheri buka pintu kamar itu
“Zombie ?! Sheri ! Mundur !”
Sheri pun mundur beberapa langkah namun tetap melihat ke arah zombie itu, dan hal yang mengagetkan kami adalah, dia menunjukan telapak tangan kanan nya pada kami seolah dia memberikan sinyal kalau kami harus menahan diri dan tidak untuk menembaknya
“Sheri ?!”
“….Ao….bisakah aku tahan dia sebentar ?”
“......…….”
Aku pun berjalan ke sebelah pintu kamar itu, lalu menancapkan katana ku ke salah satu sisi dinding pintu itu, sehingga saat zombie itu ingin keluar dari kamar itu, dia akan tertahan oleh katana ku
“Silakan...tapi ini tidak akan bisa lama !”
“Aku tau…terimakasih ya Ao !”
Dia pun sedikit mendekat ke zombie yang tertahan katana ku itu
“…...apa kabarmu….Ibu !”
Ka alice pun kaget karna baru menyadari kalau zombie itu adalah ibu dari Sheri
“ibu ?! jadi dia ibumu ?”
“ya, aku langsung mengenalinya, sosok ibuku yang baik hati membesarkanku hingga aku se-besar ini, tapi malah menjual ku saat memikirkan soal Uang !”
“……………”
“ibu, walau pun ibu sekarang seperti ini…tapi aku juga tidak dalam keadan baik – baik saja, nyawaku tinggal 29 jam lagi dan aku putuskan untuk menemui ibu, ngomong - ngomong diaman ayah sekarang ibu ?”
“GYAA !! GYAAA !!! GRAAAA !!”
“begituya, ibu tidak tau ya ? Tentu saja ya…ibu sekarang sudah menjadi zombie seperti ini !”
“GYAA !! GRAAA !!”
“.......…Tesa…”
“i..iya ? ada apa Sheri ?”
“Bisakah aku pinjam pistolmu itu ?”
“Ehh ?! Pistol ?”
“Boleh ya ?”
“Emm….Si..Silakan !”
Tesa pun menyerahkan pistolnya pada Sheri, dari segi ini aku tau apa yang akan dia lakukan dengan pistol itu…namun apa dia sanggup melakukan itu
“Ibu, dengan pistol ini, kurasa aku bisa membuat ibu menjadi tenang ! jadi diam saja ya disana !”
“GRAAA !! GRAAA !!”
Sheri pun mengarahkan pistolnya pada zombie ibunya itu, namun tentu saja sesuai yang kutebak, bandan dan tangannya bergetar karna ku tau itu membuatnya ketakutan
“Ugh….Ugh….”
Tangan nya semakin bergetar, dan kini ada sedikit air mata yang keluar dari mata nya
“Ugh…Hah ! hah…hah..”
dia pun menghentikan todongan pistolnya itu karna nafasnya sudah tidak kharuan dan sepertinya dia sudah tidak sanggup lagi
“sudah kuduga…aku tidak sanggup melakukan-!! Ehh ?!”
Tiba – tiba ka Alice menutup mata Sheri dengan tangan kirinya, lalu dia mengangkat tangan kanan Sheri yang memegang pistol itu dan langsung saja ka Alice menekan jari Sheri yang menekan pelatuk Pistol itu secara bersamaan, dan tentu saja…
DORRRRRR !!!
Peluru dari pistol itu pun langsung saja melubangi kepala zombie itu,ka Alice pun membuka tangannya yang metutupi mata Sheri dan Sheri terkagetkan dengan apa yang terjadi, dia pun menjatuhkan pistol itu nya ke tanah
“a…Alice ! k..kau...”
“aku puji keberanian mu itu Sheri, yang ku lakukan hanyalah membantumu saja, kini…kau sudah membantu ibu mu untuk bisa tidur pulas, yang kau lakukan itu adalah hal yang baik ! ku yakin ibumu sekarang sudah berhenti menderita !”
“aku….hik…IBU !”
__ADS_1
Sheri pun langsung memeluk ka Alice, dan ka Alice pun mengelus - elus kepala Sheri dengan maksud untuk memenangkan nya, dengan apa yang terjadi barusan, tangisan Sheri begitu kencang hingga aku menyadari satu hal..…Se buruk apapun ibumu memperlakukan hal padamu, sampai bahkan dia menjualmu. Fakta itu tidak akan mengubah kalau Sheri tetap menyayangi ibunya….
to be continue........