Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(S3) a Problem With Savria Angelo #3


__ADS_3

Setelah beberapa saat, kami ber 4 pun berhasil menghabisi semua musuh di depan, dengan bantuan Rin dan juga tentara yang menggunakan sniper itu, semuanya pun cepat teratasi


“Fyuhhh, mereka merepotkan juga ya Ao ?”


“Sepertinya ka misa yang terlalu bersemangat”


“Ohh ya ? kurasa aku seperti biasa saja”


Kemudian Byakko pun menghampiri kami berdua


“Yoo, kalian juga sudah beres ya ? kalian dapat berapa ?"


“aku dapat 2 zoa dan 6 zombie !”


“aku hanya 1 zoa dan 4 zombie !“


“hoho ! berarti kali ini yang menang adalah aku dengan skor 3 zoa dan 6 zombie !”


Seperti biasa byakko juga bersemangant dengan hal seperti ini, tapi kenapa banyak sekali zombie di dekat sini


“Tidak Byakko, kurasa kali ini yang menang adalah Genbu bukan ?”


“Ughh…Ya, kurasa begitu…dengan serangan seperti itu mah…”


Kami pun melihat ke arah genbu, dengan sekali pukulan saja, dia berhasil membuat lubang besar di sekitarnya, dan membunuh sekitar 10 zombie hanya dalam 1 pukulan, kurasa memang benar kalau genbu lah yang terkuat sekarang.


“…..kalian sudah selesai juga ya ?”


“Oii Genbu ! kau jangan main hajar begitu saja dong, kau sampai melubangi tanahnya tuh !”


“Ahh, maaf ya byakko, tapi aku tidak bisa menahan diri saat zombie tadi ada di dekat ku ?"


“Hoho, aku tau perasaan mu itu ! karna aku juga begitu !”


Sepertinya makin banyak saja orang yang akan sulit di kendalikan


“Lalu setelah ini Ao ?”


“Ayo kita kebali ke mobil, dan melihat apakah ada laporan dari Leo !”


“Ok”


Kami pun kembali ke mobil tank dan melanjutkan perjalanan.


“Jadi, bagaimana Leo ?”


“Hem, sesuai dugaan mu Ao !”


“Tunggu Ao, memangnya kau menyuruh Leo apa ? kurasa dia dari tadi hanya berdiri saja di sebelah Rin saat Rin membantu kalian !”


“pertanyaan bagus yuna, sebenarnya Leo juga adalah Front lane sepertiku dan yang lainnya, Tapi ada alasan kenapa aku tidak meminta Leo untuk ikut bertarung, karna aku meminta dia untuk mengawasi sekitar !”


“Maksudmu ?”


“Leo memiliki pengelihatan yang sangat bagus, karna ini sudah dekat dengan markas musuh, itu artinya pasti ada yang memata – matai area ini”


“Begituya…”


“jadi, bagaimana Leo ?”


“Sesuai dugaan mu, ada Tentara Pure inferno yang melihat pertarungan tadi, namun karna jaraknya cukup jauh, aku pun ragu kalau Tembakan Sniper Rin juga mengenainya ?”


“Hemm ?! Kau meremehkan ku Leo ?!”


“b-bukan Rin, maksudku adalah posisi tentara pure inferno itu tidak ada di poin tembak mu, karna itu ada kemungkinan kau tidak bisa menembaknya !”


“hemm, kalau kau bilang begitu apa itu artinya dia bersembunyi di suatu tempat ?”


“Ya, tentara pure inferno itu juga mengendarai mobil tank seperti kita, karna itu tembakan mu tidak akan mempan”


“Hemm, kau Ku maaf kan !”


Itu artinya, tentara itu bukan tentara utama, dia hanya pasukan pure inferno pengintai yang di tugaskana untuk berjaga di beberapa tempat, kalau begitu, artinya dokter savria memang memutuskan untuk tetap menjaga tempatnya dari pada melawan kita di tempat lain


“sepertinya ini sedikit beresiko karna kita harus melawan mereka di markas mereka ! namun kita tidak ada pilihan lain, mari kita hadapi mereka hari ini !”


“TENTU !”


Mobil tank kami pun menuju tempat utama kami yaitu kota Heilei, sebelum sampai di sana, persiapan matang – matang pun dilakukan agar semua bisa berjalan lancar


“Baiklah, apa semua siap ?”


“SIAP !”


“Baiklah, mari masuki kotanya !”


Kami pun mulai memasuki area kota heilei ini, ini merupakan kota yang di kelilingi sungai yang cukup luas, karna itu satu – satu nya jalan adalah melewati jembatan utama ini


“……..Hey, Ao…bukanya ini terlalu tenang bukan ?”


“tetaplah waspada leo !”


“Narmirai, bagaimana di sebelah sana ?”


“di sejauh penglihatan ku tidak ada apa – apa ka Alice, bagaimana di sebelah sana ka ?”


“Di sini juga sama, terlalu sunyi di sini”


Ini benar – benar terlalu sunyi, ku kira akan ada puluhan tentarap pure inferno yang harus di hadapi, tapi kalau se sepi ini…


“Tunggu ! di depan ada seseorang, tapi samar – samar !”


Karna ada sedikit kabut di sini, terlihat di depan ada bayangan seseorang yang berdiri sendirian


“Sedang apa dia ? apa dia penduduk kota Heilei ?”


“Mana mungkin, dulu aku dan Krau pernah memeriksa kota ini, dan tidak ada tanda – tanda adanya survivor di kota yang sudah hanc-"


DURRR !!


“emm ? Suara apa itu ?”


“AHHH, CELAKA ! ITU TEMBAKAN ROKET ANTI TANK !”


“CIHH !”


Rin pun langsung mengeker snipernya dan menembak Roket anti tank yang melaju ke arah kami itu, dan tentu saja…


DUARRRRR !!!!!


“MUNDUR ! KEMBALI KE TITIK AWAL !”

__ADS_1


DURR ! DURRR ! DURRR !


3 roket anti tank pun melaju ke arah kami, kami pun mudur dan berusaha menghindari roket itu, walaupun berhasil tapi ke 3 roket itu pun mengarah ke hutan di belakang kami dan mengakibatkan kebakaran, kami pun terjebak


“Cepat ke luar dari jembatan dulu, dan buat perlindungan !”


Kami pun mudur sampai kembali ke titik luar jembatan, dan memasang pelindung berupa mobil tank kami


“Apa ini tidak apa – apa ?!”


“kita tidak memiliki pelindung yang lain selain mobil tank ini ! Rin ! Alice ! lindungi lah kita dengan menembak roket anti tank itu !”


“Baik !”


“Baik !”


Ka alice dan Rin pun langusung berposisi menembak mereka, dan menembak setiap roket anti tank yang melaju ke arah kita.


“Lihat Ao ?”


“Begituya, akhirnya mereka menunjukan rupa mereka !"


Dari sebrang jembatan, terlihat beberapa tentara dengan senjata mereka membentuk sebuah formasi, inikah tentara Pure inferno yang di bicarakan itu ? formasi mereka sangat mengerikan


“Para tentara siap juga ! kita lindungi dan saling tembak !”


10 tentara kami pun juga membentuk formasi, dan mulai menembak ke arah para tentara pure inferno itu


“Ka Iris ! kau tetaplah di sini dan ambil alih para tentara dan savior !”


“Ao ? apa yang kau rencanakan ?’


“Tentu saja !”


Aku pun menarik katanaku, dan ka misa, Byakko, Genbu, dan Leo juga sudah siap di belakang ku


“Kami akan menerobos masuk !”


“….Baiklah, kalian hati – hati !”


Kami pun melaju langsung ke depan, beberapa tembakan mengarah pada kami, namun kami menghidari nya satu per satu peluru itu dan berusaha menepisnya juga


TRING ! TRING ! TRING ! TRING ! TRING !


“Ao ! bukanya ini mengasikan ?!”


“Byakko ! Sedikitlah serius !”


“Ahahah, tembakan seperti ini tidak akan ada yang mengenai ku ! Baiklah, saat nya pembalasan !”


Byakko pun melompat tinggi dan mendarat tepat di depan tentara pure inferno itu


“Yoo, saat nya pembalasan ! Emm ?”


TRANGG !!


Tiba – tiba byakko pun kembali terpental ke tempat kami


“ada apa Byakko ?”


“Itu ?"


“(armor ?! begituya, mereka punya prajurit yang bertugas melindungi ! dengan armor setebal itu, serangan peluru dan benda tajam pun tidak akan melukai mereka)”


“Ini membuat ku kesal saja, kenapa di dunia ini ada armor seperti itu sihh !”


TRANGGGG !!!


Byakko pun menebas prajurit armor itu sekuta tenanga, namun kanra prajurit armor ini juga berbadan besar ! dia hanya terpental ke belakang saja, dan kembali menyerang kami.


“Lagi – lagi berurusan dengan musuh yang memakai Armor !”


“(tapi, ini pernah terjadi padaku, aku sudah tau titik lemah mereka !) akan ku coba kembali !”


Aku pun berlari ke salah satu prajurit armor itu dan melembah sebotol bensin, setelah itu dengan hal yang sama, aku pun menyalakan katana api ku dan membakar armor itu


“MAKAN ITU !”


Armor itu pun terbakar, Tapi..


“Emm ?”


DORR !!


Ada sebuah tembakan dari arah tentara pure inferno di belakang mereka, dan itu pun adalah tembakan bom air yang meredakan api di sekujur armor itu


“cihh, mereka pintar sekali ! mereka menyiapkan ini semua ya !”


“bagaimana ini Ao ? haruskah aku pakai gravitasi ku ?”


“Apa itu akan sangat beresiko ?”


“Ini akan terkena yang lain juga, aku takut nya formasi kita jadi berantakan !”


Benar juga, pada dasarnya, berkah byakko hanya bagus kalau dia sedang bertarung sendiri, kalau dia menggunakan berkah gravitasinya, itu akan berdampak ke yang lain


“Aghh !!”


“Ka misa !!”


Aku pun berlari ke ka misa dan melihat kalau tangan nya kena tembak


“Kau tidak apa – apa ?”


“tenang Ao, hanya luka kecil, tapi kalau kita tidak bisa menerobos ! tentara yang menembaki kita juga akan semakin merepotkan kita !”


“Benar juga ! kita harus melakukan sesuatu dengan para prajurit yang memakai armor in-“


“Hupppp !!”


“Ehh ?”


“Ehh ?”


Tiba – tiba, Genbu pun mengangkat salah satu prajurit ber armor itu dengan mudahnya


“tinggal buang ke sungai saja ! seperti ini !”


“WAAaaaa !!”


Genbu pun melempar prajurit armor itu ke sungai yang ada di bawah jembatan ini, Benar juga, kalau tidak bisa di kalah kan, lebih baik di buang saja ke air

__ADS_1


“YUppp !!”


TRANGGG !!


Byakko pun menebas prajurit armor lain dan membuatnya terpental ke ujung sisi jembatan


“HEH ! TENGGELAM LAH !”


Dengan tendangan ka misa, satu prajurit armor pun berhasil di jatuhkan ke sungai juga ! kini tinggal sisa 2


“Baiklah, sekarang tinggal 2 lagi !”


Para tentara pure inferno itu jadi sedikit mengambil langkah mudur, sepertinya kita berhasil menyudutkan mereka.


“Wah ! Wah !”


“Emm ?”


Tiba – tiba, ada seseorang tentara pure inferno yang berjalan mendekat ke arah kami, dan di lihat dari bajunya, sepertinya dia berbeda dengan tentara pure inferno yang lain nya


“sepertinya kalian cukup hebat membuat tentara – tentara ku tersudut ! apa lagi, kalian bisa memikirkan cara melawan para tentara aegis ku !”


“Tentara aegis ? ahh, maksudmu prajurit mu yang memakai armor itu ? hah, kau menamai mereka dengan nama yang unik ya”


“bagus bukan ? mereka ini aku latih untuk tidak kenal takut ! Tapi…tidak di sangka lawan kami tenyata melebihi ekspetasi kami !”


Dia ini…bicara sangat santai sekali di medan perang, siapa orang ini


“Oiyaa, aku lupa mengenalkan diri ! Salam ! Namaku….Geil ! Prajurit Pure inferno Nomer !”


Nomer 1 ? Ehh ?


-------Saat itu di bagian luar jembata----


“Fyuhh ! Apinya sudah berhasil di padamkan ka Iris !”


“Bagus Narmaira ! sekarang kembali ke posisimu dan bantulah para team Front lane !”


“Siap ! (baiklah, saat nya membantu Ao dan yang lainnya !) Emm ?”


“ada apa narmaira ?”


“Bukanya ? sepertinya mereka sedang bicara dengan salah satu tentara pure inferno itu ?”


“Hoh ? benar juga, apa mereka sedang berunding ?”


“Sepertinya begitu ! Emm ? Ehhh ?! A-APA !!”


DUAKKKKK !!!!!


“Aghhh !”


“Kyaaa !!”


Aku pun terpental dan menabrak ka narmaira sampai kami berdua terpental ke pohon yang sudah hangus, dan merobohkan pohon itu


“Ughh…Aghh ! Aghhh !”


“Aduhh….A-Ao ?! Bagaimana kau bisa terpental jauh, Ehh ?”


Kebali lagi, ka misa, Byakko, Genbu, dan Leo pun juga terpental kembali ke luar jembatan,


“K-kalian ? apa yang terjadi ?”


“Prajurit Pure inferno yang satu ini benar – benar merepotkan !”


“Ehh ?”


Prajurit yang bernama Geil itu pun berjalan mendekat ke arah kami, dan dia pun sudah sampai di tengah jembatan


“Wah ! wah ! tidak di sangka kalian terpental begitu saja ya !”


“T-Tembak dia “


Tentara – tentara kami pun menembaki geil itu, tapi…sepertin yang dia lakukan sebelumnya, semua itu pasti percuma


WUSHHHHHH !!!


Dia pun berhasil menangkis semua peluru yang di tembakan tentara kami, karna kemampuan nya itu merepotkan sekali


“Mustahil…apa – apaan itu ?”


“Dia mengendalikan Angin !”


“Angin ?”


“dari ke dua tangannya yang mesin itu, dia dapat melontarkan bom angin dan mengendalikan angina di sekitarnya ! aku belum pernah berhadapan yang seperti ini ! Tapi, Prajurit bernama Geil itu adalah Humanoid !”


“HEE ! kalian terlambat menyadari hal itu !”


WUSHHHH !!


Dia pun kembali menghembuskan bom angina pada kami, namun genbu pun menahan serangannya dengan berkah tanah nya


“Hemm…Menarik juga ! Genbu sang demi god kah !”


“Lawan mu adalah aku !”


“aku juga “


“Menarik ! akhirnya ada juga lawan yang kuat !”


“Hehehe, boleh saja ! kalian ber 3 ! Majulah !”


Genbu, ka misa, dan byakko pun kembali maju dan melawan prajurit bernama Geil itu, aku harus membantu mereka juga


“(baiklah !)”


“Tunggu Ao !”


“Leo ? ada apa ?”


“………….aku ada ide lain ! maukah kau mendengarkannya ?”


“…..Leo….baiklah ! Apa itu ?”


“Ayo, serahkan saja prajurit Geil itu pada mereka ber 3, ikut aku menemui ka Iris dulu !”


“….Ok !”


To be continue……

__ADS_1


__ADS_2