Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(S3) After War


__ADS_3

Lalu, 3 Hari pun berlalu semenjak kami berhasil merebut kembali negara kami ini.


“…..Emmm…”


Aku pun bangun di pagi hari dan melihat kalau teman – teman ku masih tertidur di tenda kami ini, walaupun sekarang kami berhasil pindah ke nagara ini, tapi tidak begitu banyak tempat yang bisa ditinggali, karna itu para Savior dan tentara negara tetap tidur di tenda seperti biasa


“(sepertinya, biarkan mereka ber 3 istirahat lebih lama, dan untuk ku….Ohh, kurasa aku ada tugas di sector 6 bersama ka Alice dan ka Narmaira)…..Baiklah”


Aku pun bersiap – siap dan berangkat menuju sector 6, karna saat ini negara sepenuhnya belum terbilang aman, ka Pandora memutuskan untuk melakukan perbaikan total pada negaranya ini, karna itu belakangan ini pasti kita para savior juga akan sibuk membantu pembangunan negara.


“Emm ?”


Saat sedang berjalan menuju sector 6, ternyata kebetulan sekali aku bertemu dengan Ka Pandora yang sepertinya sedang memandang ke arah gedung Resistens rest yang sudah hancur itu


“Ka Pandora, Pagi !”


“Emm ? Ahhh ! Ao, Pagi ! kau sudah mau ke sector 6 ya ?”


“Begitulah !”


“Kurasa Alice dan Narmaira sudah ada di sana !”


“hoh…mereka lebih giat dari pada ku ternyata !”


“Bukan, aku menyuruh mereka datang lebih cepat !”


“(b..begituya !)”


Kami pun tiba – tiba bersamaan menatap kembali gedung Resisten rest yang sudah rubuh itu


“……..sepertinya, kerusakannya sangat besar ya ka Pandora !”


“….Begitulah, Resistens rest itu seharusnya menjadi tempat istirahat kalian ! tapi ternyata sesuai yang ku duga pasti akan hancur berantakan karna gedung ini cukup besar !”


“Kurasa kerusakan besarnya pasti karna king zoa !”


“Mereka memang besar dan mudah menghancurkan sekitar mereka ! jika tidak ada para king zoa ! pastinya negaraku tidak rusak 79 % dari keseluruhan nya!”


79% kerusakan, dan ka Pandora memiliki ide untuk membangun negara ini dari awal ? sungguh dia memang mencintai negaranya ini ! kurasa aku harus sedikit menghiburnya.


“Sudahlah !”


“Emmm ?”


“Aku baik – baik saja Ao, kau tidak perlu kebingungan mencari kata – kata untuk menghibur ku !”


“ahahah, Begitukah !”


“selagi itu, Alice dan Narmaira menunggu mu bukan ? susul lah mereka !”


“Baiklah ! kalau begitu aku pergi dulu ka Pandora !”


“Jangan terlalu memaksakan diri Ok !”


“baiklah !”


Aku pun meninggalkan ka Pandora dan kembali menuju sector 6


“………..Ao”


Setelah beberapa saat berjalan dan melihat kehancuran sekitar, aku pun sampai di sector 6 dan ternyata benar ka Alice dan ka Narmaira sudah ada di atas tembok sector 6 ini


“Ohh, Ao !”


“Yoo Ao !”


“Maaf aku terlambat ya !”


“Tidak masalah ! kalau begitu, langsung saja naik dan bantu kami di sini Ao !”


“Aooo ! bawakan aku beberapa kain yang ada di bawah ya !”


“OK !”


Aku pun membawa beberapa kain dan naik ke atas untuk membantu mereka.


Pekerjaan pun berjalan selama 3 jam, dan kurasa sector 6 ini sudah sekitar 60 % perbaikan


“Yup ! kurasa kita harus istirahat dulu !”


“Ahhh, ide bagus ka Alice !”


“………………”


Melihat dari segi kahancuran ini, sepertinya sector 6 tidak terlalu parah ! ditambah lagi, kehancuran terbesar berada di tembok depan dimana waktu itu ka iris melakukan trik nya dan membuat king zoa menghantam tembok itu


“ka Alice,apa tembok depan sudah memulai perbaikan ?”


“Emm ? Ya, begitulah…memangnya ada apa ao ?”


“kenapa kita malah mengurus sector 6 daripada membantu pembangunan tembok depan ?”


“Aku akui memang masalah tembok depan lebih utama, tapi Ao, kita mendapatkan tugas kita masing – masing, memperbaiki sector lain juga kunci menjaga negara ini !”


“Emmm…Kurasa ka Alice benar !”


“Sudah lah kalian berdua ! kalian malah ngomongin pekerjaan mulu ! Ayo kita cepat ke kantin nya dan makan sesuatu !”


Krukkk…


“(ahh, dia kelaparan ternyata !)”


“(ahh, dia kelaparan ternyata !)"


Kami pun berpindah ke kantin sementara yang di bangun ka Iris ini, sepertinya karna pasokan makanan yang belum stabil, para warga di satukan untuk makan bersama di kantin sementara ini, dan saat kami mengantri untuk makan siang kami, ternyata tesa dan noel juga membantu memasak di sini


“Emm ? Noel, Tesa !”


“Ahhh, Ao ! dan ka alice dan ka Narmaira !”


“Selamat datang !”


“begitu ya, kalian membantu di bagian masak ya !”


“Noel ! Tesa ! tolong 1 porsi kare yang besar ya !”


“Ahahah, segalera kami siapkan ka narmaira !”


“Silakan tunggu sebentar ya !”


Noel dan tesa pun menyiapkan makanan, dan setelah kami mendapatkan makanan kami, kami ber 3 pun mencari tempat duduk untuk menyantap makanan ini, dan secara kebetulan kami melihat ada Genbu ya duduk sendirian sambil menyantap makanannya juga


“Ahh, Genbu !”


“Emm…Ao, Alice, Dan….Emmm…”


“NARMAIRA ! NAR…MA…I…RA ! Tolonglah ingat – ingat namaku genbu !”


“Ahhh, Iya, Narmaira…apa kalian juga mau duduk di sini ? Silakan !”


Kami pun akhirnya mendapat tempat duduk dan kami pun makan bersama,


“Apa genbu juga di tugaskan untuk ikut pembangunan negara ?”


“Ya, aku membantu tembok utama karna mereka bilang aku bisa membantu banyak dengan kekuatan ku !”


Sepertinya memang begitu, Karna genbu cukup kuat dan bisa melompat tinggi, dia pasti bisa membantu banyak


“………aku sedikit tidak pikir dengan keputusan ka Pandora”


“ka alice ?”


“kau juga bersependapat kan Ao ?”


“….tentang keputusan nya mengambil negara ini kembali bukan ?”


“Ya, aku tau…kalau merebut kembali negara ini memang bagus ! tapi, dengan kehancuran yang hampir 80 % ini, tidak banyak yang bisa kita dapat ! di tambah lagi, misi ini juga memakan korban yang cukup banyak”


“….Berapa jumlah korban yan terdaftar ?”


“2 orang savior menjadi koban, dan 7 tentara negara juga !”

__ADS_1


Itu artinya ada 9 korban, kurasa dengan misi yang gegabah ini, korban jiwa memang tidak dapat di ganggu gugat !


“Sebenarnya aku juga bilang ke ka Pandora kalau misi ini benar – benar beresiko, tapi ka alice tau sendirikan, kalau ka pandora mencintai negara ini. Di tambah lagi, ka Pandora juga mendapat dukungan dari warga – warga nya, karna itu ka Pandora memproses misi kali ini”


“aku juga tau itu, beberapa warga memang setujuh, tapi yang menjadi korban adalah anggota savior dan tentara negara Ao ! kau pasti tau kalau anggota savior juga tinggal sedikit, juga dengan tentara negara yang kita punya !”


“…….Kurasa begitu”


Memang hal ini tidak dapat di hindari, savior maupun tentara negara sudah memegang teguh untuk melindungi negara dan juga warga – warga Zenexter ini


“Kalian ini ya, jangan membicarakan sesuatu yang berat saat makan dong ! selera makan ku nanti berkurang !”


“(kau sudah habis 2 piring Narmaira !)”


“(itu sudah piring ke 2 ka Narmaira )”


“di tambah lagi, kurasa ka Pandora memutuskan untuk mengambil kembali negara ini karna hasil keputusan dari para tentara negara juga ! kita sebagai Savior yang menjadi kaki tangan ka Pandora juga setujuh dengan keputusannya sampai sejauh ini bukan ?”


“Ya tapi…”


“ka Alice, benar apa yang di katakan ka Narmaira, pasti semua sudah menjadi keputusan ka Pandora dan yang lainnya !”


“Hah…ya baiklah, kurasa kalian benar !”


“Yaa kan ?! Ahh, Genbu ! ayo kita tambah lagi !”


“Aku ikut !”


“(Mereka masih Lapar ?!)”


“(Mereka masih Lapar ?!)”


Setelah genbu dan ka narmaira meminta tambah makanan lagi, Leo pun menghampiri kami yang sedang duduk ber 2 ini


“Ao ! ka Alice !”


“Leo ?!”


“Ada apa Leo ?”


“Ahh, sebenarnya aku tadi menemani Yuna untuk bicara pada Tuan Putri”


“Kau menemani Yuna ?”


“Begitulah, dan kami membahas mengenai tahanan kita, Hana !”


“…....……”


“jadi hasilnya ?”


Leo pun menggelengkan kepalanya, dan berarti kesimpulannya gagal


“Begitukah, jadi karna itu Yuna sekarang sedang terganggu ya ?”


“sebenarya aku kurang dekat dengan yuna, karna itu maukah kalian berdua yang membicarakan ini dengan yuna ? secara individual, aku juga turut setujuh dengan keputusan Yuna !”


Setelah kami berhasil menahan Hana yang menjadi incaran kami, Yuna dan juga para savior mengusulkan untuk segera mengeksekusinya, tapi entah kenapa Byakko mengusulkan untuk menahan nya saja, dan setelah bersikeras, ka Pandora malah mendengarkan apa yang dikatakan Byakko tanpa penjelasan apapun, karna itu kurasa hari ini pembicaraan mengenai hal itu akan di lakuka


“karna itu, maukah kalian merujuk Yuna untuk ikuta pembahasan nya siang ini ? kurasa kalau kalian berdua yang membujuknya, dia akan ikut serta dan tidak hanya cemberut di dalam tenda seharian !”


“…….Bagaimana Ao ?”


“kurasa tidak apa –apa, Ayo kita ke tenda dia !”


“Hemm, Baiklah !”


Kami berdua pun menuju tenda miliki yuna, kurasa saat ini ka narmaira dan yuna tinggal di santu tenda yang sama, kenapa ka Narmaira tidak merujuk yuna ya ? apa ka Narmaira tidak tau soal ini ?


“Yuna !”


“…………….”


Saat kami masuk tenda nya, Yuna pun sedang tiduran dan menarik selimutnya sampai menutupi semua tubuhnya


“ada keperluan apa kalian kemari ? Tinggalkan saja aku sendirian !”


“Kau ini, kenapa tingkah mu itu ke kanak – kanakan sekali sih ?!”


“HAH ?! Bilang sekali lagi ?!”


Sepertinya malah akan tambah ribut di sini,


“Tenanglah ka alice, kita ke sini untuk merujuknya kan ?”


“……..Ao !”


“Yaa ?”


“Memangnya aku kelihatan tua ya ?”


“(kenapa di saat sekarang !)”


“aku tau kedatangan kalian ingin merujukku untuk ikut pembicaraan itu, tapi apapun yang di jelaskan ka Byakko nanti ! itu semua pasti bertujuan kalau ka Byakko ingin menyelamatkan Hana”


“Yaa..soal itu yuna…”


“Aku tau itu ! aku tau kalau Ka misa, Ka Byakko, dan Hana itu pernah satu kelompok di tangan Rion ! dan karna itu, ka Byakko pasti memiliki simpati padanya bukan !?”


“…………”


Ka alice pun mendekat ke arah tempat tidur yuna dan menarik selimutnya secara mendadak


“Ahh !”


“Cukup Yuna ! sekarang ikut saja dengan kami !”


“Ka Alice ?!”


“Aku tau ! kesimpulanmu mengeksekusi Hana karna kau dendam dengan kejadian kakak mu bukan ?”


“Ugh….”


Yuna pun memandang ka alice dengan cukup tajam dan ber amarah, tapi tiba – tiba ka alice menepuk kepala yuna dan membuat yuna sedikit terkagetkan


“aku mengerti yang kau rasakan, aku juga setujuh dengan keputusan mu itu !”


“…ka Alice..”


“Pengorbanan Krau ! pasti akan ku balaskan ! karna itu, saat ini dengarkan dulu apa yang akan di bicarkaan byakko dan juga tuan putri ! di saat itu lah, saatnya kau mengambil keputusan mu sendiri yuna !”


“……Emm…Baiklah !”


Sepertinya semuanya berjalan lancar, kuharap Yuna mau mendengarkan apa alasan Byakko menahan Hana, sebenarnya aku juga ingin tau alasan itu


“Tapi kau harus ingat Yuna ! kau harus menjaga sikapmu di depan tuan putri !”


“…….Ya…”


Lalu, rapat pun di jalankan di tempat kerja ka Pandora, saat ini, ka Pandora dan Byakko sedang duduk di depan kami, dan Yuna yang berada di sebelahku ini…


“………..Hemmm !”


“………..”


“………..”


Ya, sedang cemberut dan tidak mau melihat ke arah Byakko maupun ka Pandora !


“YUNA ! Sudah ku bilang jaga sikap mu bukan ?”


“Aku jaga sikap ku ko ! ka Alice saja yang terlalu khawatir !”


“Hah….M-maaf tuan putri !”


“Tidak apa – apa Alice, Dan…aku tau kau sedang kesal Yuna !”


“Syukurlah tuan putri tau itu !”


“YUNA !”


“Tapi, aku ingin kau mendengarkan penjelasan Byakko saat ini ! dan ku harap kau mau menerimanya”

__ADS_1


“…………….”


“Byakko ! Silakan !”


“……………..”


Byakko pun melihat ke arah yuna dengan pandangannya yang tajam itu


“Yuna…aku tau asalah kenapa kau marah padaku dan juga Pandora ! karna aku menahan Hana dan tidak membunuhnya bukan ?”


“Hoh…Syukurlah ka Byakko juga tau rupanya ! Ya, tenang saja ! aku tau kalau ka Byakko mengasihani Hana sampai tidak mau membunu-“


“Namun kau salah Yuna !”


“Ehh ?”


“sejujurnya ! aku malah mau membunuhnya ! kaki tangan Rion akan sangat berbahaya dan tidak bisa di kendalikan jika di biarkan begitu saja !”


“Ka Byakko mau membunuh hana juga ? tapi kenapa ka byakko malah menahannya ?”


“…..Ini karna fate miliki Rion ! kurasa kita bisa memanfaatkan kelemahannya !”


“Kelemahan ?”


Byakko pun menarik nafas yang panjang…lalu menghela nafas nya.


“Seperti yang kalian tau, Rion memiliki berkah untuk membuat Fate ! tekniknya ini dilakukan dengan cara melempar sebuah kertas yang sudah diberi “Fate” dan menempelkannya pada lawan ! lemparan kertasnya itu juga terbilang cepat dan juga akurat !”


Ya, kursa kesimpulan dari buku panduan musuh juga menyimpulkannya begitu


“Fate miliknya bisa berguna tergantu apa yang dia putuskan di fate itu, karna itu, dia juga sangat berbahaya untuk para demi god, karna dia dapat menyegel berkah kami, Namun…dia juga memiliki kelemahan saat menggunakan “fate” perbudakan milik nya”


“Perbudakan ?”


“Ya, itu lah yang dia lakukan pada ku dan juga misa, fate perbudakan bisa di tanamkan di tubuh terutama di bagian kulit, dan itu pun tidak bisa dilakukan oleh Rion sendiri, kita lah para budak yang harus menempelkannya sendiri pada tubuh kita ! untuk kasus ku dan misa, kami menempelnya pada lengan dekat pundak kami !”


“Begitu ya, Lalu ?”


“fate perbudakan ini memang cukup rumit untuk dilepaskan, satu – satu nya cara melepaskan nya adalah mencabut fate itu dengan menguliti bagian fate yang tertempel di tubuh !”


“Ugh, aku juga sempat melihat bekas luka ka misa dari menguliti fate itu ! aku tidak habis pikir apa yang kalian rasakan !”


“itu satu – satu nya cara Alice ! kami berdua menyimpulkan cara ini agar bisa kembali menghadapi Rion, Tapi…Fate perbudakan yang berada di Hana adalah hal lain !”


“Hal lain ?”


“……..Sebenarnya…ini cukup sulit dikatakan…Tapi…Hana, saat dia mendapat kertas Fate perbudakan dari Rion ! Dia menelan kertas itu !”


“Hah ?!”


“Menelannya ?!”


“Ya, itu artinya, Fate milik hana bersifat permanen, dan tidak bisa di patahkan selain membunuhnya !”


Jadi begitu ya, memang bisa di bayangkan betapa gilanya Hana saat aku melihatnya menggorok leher suaminya di depan kami semua dan menculik Noel


“Kalau begitu, bukanya lebih baik kita membunuhnya bukan ?”


“Sebenarnya malah itu menjadi kelemahn nya ! Rion pernah bilang padaku kalau fate perbudakan nya membutuhkan Energi yang sangat banyak, karna itu Fate perbudakan hanya bisa di tempelkan ke 3 orang saja. Yang itu pun menjelaskan, kalau kita membunuh hana, Rion akan bisa kembali membuat budak yang baru ! karna itu, lebih baik kita menahan hana dari pada akan muncul kaki tangan yang baru bukan ? selagi itu kalau kita menahan hana, itu berarti hana akan terus menguras energi milik rion karna Hana masih hidup ! itulah kesimpulan ku !”


“…………”


Jadi begituya, memang penjelasan Byakko akan menguntungkan saat kita berhadapan dengan Rion, mengurangi kaki tangan nya akan sangat membantu kita agar mudah mengalahkan nya, Tapi…dengan keputusan ini, apa kah Yuna mau…


“Baiklah !”


“Ehh ?”


“aku setujuh untuk menahan hana saja ! ini juga merupakan strategi kita untuk bisa mengalahkan Rion bukan ? kalau begitu aku setujuh !”


“Syukurlah kalau kau mau mengerti yuna, kalau begitu pembicaraan ini pun selesai, Alice !”


“Ya tuan putri ?!”


“Kau habis ini bantulah Byakko untuk mengurus keperluannya !”


“Baik !”


“Hoho ! kalau begitu langsung saja ! Ayo Alice !”


“Hohh..baiklah (memangnya apa yang mau kita lakukan ?)”


Ka alice dan Byakko pun keluar ruangan


“Lalu, Ao dan Yuna !”


“Siap Tuan Putri !”


“Siap Tuan Putri !”


“ikutlah aku ke Ruang tahanan !”


“Ehh ? Ruang tahanan ?!”


“Yuna..Kau pasti…ada yang mau kau bicarakan dengan nya bukan ?”


“….......Baiklah Tuan putri !”


Yuna…


To be continue…..


---Extra---


“Jadi, apa yang bisa ku bantu Byakko ?!”


“Sudah lah ikut saja ! sebentar lagi kita sampai !”


Byakko pun membawa ka Alice ke tempat perumahan yang sudah hancur dan kosong


“Byakko, apa yang kita mau lakukan di sini-!!”


SRINGGG !!!


Tiba – tiba Byakko pun menarik katana nya dan menancapkan nya ke tembok yang dekat dengan leher Alice


“B-Byakko ?”


“Katakan padaku, Apa kau benar – benar adiknya Savria Angelo ?!”


“Ehh ! I-Itu !”


“Jawab saja Alice !”


“*glek*i-iya, Savria adalah kakak ku, nama asliku adalah Alice Angelo !”


“…….Begitukah”


Byakko pun melepas tancapkan katana nya dan kembali memasukan ke sarungnya


“jadi kau benar – benar adiknya ya, aku merasa kasihan padamu !”


“A-apa byakko tau itu dari Tuan Putri ?”


“Begitu lah, aku cuma kaget ternyata dia memiliki adik, Syukurlah kalau kau ada di pihak manusia alice, kalau kau Reaper ! mungkin kau akan ku bunuh secara berantakan”


“…………”


“ahhh ! maaf aku menakuti mu ya !”


“j-jadi, apa ka Byakko mengenal kakak ku ?”


“…………….”


Byakko pun sedikit terdiam, dan kemudian berbalik membelakangi ka Alice


“Begitulah, Tapi keperluan ku membawa mu ke sini hanyalah menanyakan hal itu ! aku…Tidak begitu suka membahas mengenai kakak mu itu !”


“………Begitu, ya…Ternyata kakak ku memang…”


“Yaa…Emm….Bagaimana ya menjelaskannya, Kakak mu, Pandora, dan juga aku ini memiliki sedikit ikatan, Namun dengan sisi gelap dunia yang mungkin kau ketahui !”

__ADS_1


“…….....(apa itu berarti)”


__ADS_2