
Ku akui, banyak dari mereka bilang Keturunan Mitsurugi adalah keturunan bela diri Pedang ternama yang cukup di takuti, Namun…Dunia itu terjadi beberapa tahun sebelum Nightmare world ini di mulai. Aku yang dulu, yang masih berlatih dengan masterku dan juga Rion yang berada di sisiku, Semua ingatan itu tidak bisa pergi begitu saja….
“Hyaa ! Haaa !”
“Hemm, Ayunan yang bagus Misa, sangat bertenaga dan stabil !”
“Terimakasih Master !”
Master memberikan ku pelajaran dengan teknik mitsurugi ku, karna aku merupakan Keturunan terakhir setelah ayah ku meninggal dunia, kini keluarga ku satu - satu nya adalah ibuku dan Tempat di mana aku berada ini
“Misa !”
“Emm ?!”
Rion pun datang menghampiriku sambil membawa sebuah Katana Kayu
“Bagaimana kalau kau ladeni aku seperti biasa !”
Dengan senyuman sedikit merendahkan itu, aku pun malah semakin tertarik padanya
“Hem, Baiklah ! Kali ini aku pasti akan Mengalahkan mu Rion !”
“Hehe ! Master ! Tolong jadi Wasit ya !”
“Hem…Baiklah ! Tunjukan padaku siapa dari kalian berdua yang berhak melanjutkan Dojo ku ini ! Mulai !”
Sering Sekali terjadi pertarungan ku dengan Rion di dojo ini, Kami pun sudah sering di lihat olah yang lain dan tentu saja aku belum pernah sekalipun menang darinya, di pertandingan ini pun dia pun menjatuhkan ku lagi
“Waaa !”
“Hem, Itu Gerakan yang bagus misa, Tapi kalau segitu saja belum cukup !”
“Cih, kau ini bisa melihat gerakan ku ya ?!”
“Itu hal terbaik untuk menang dari lawan mu !”
Dia pun menjulurkan tangannya, dan aku pun meraih nya untuk berdiri
“berikutnya aku pasti menang !”
“Hehe, akan ku tunggu hal itu terjadi !”
Itu benar, sosok master yang melatihku dengan baik, juga Rion yang menjadi teman sekaligus saingan ku ini, kini ku akui tempat ku yang sekarang ini adalah yang terbaik.
Setelah selesai Berlatih, biasanya Rion berkunjung ke rumahku untuk melihat kondisi mama ku yang sedang sakit, Mama menderita Kangker dan tidak bisa bergerak dari tempat tidurnya
“Mama, Rion datang berkunjung !”
“Permisi, tante Minami !”
“Ahh ! Rion ! kemari - kemari ! senang sekali kau datang lagi !”
“Heheh, begitulah !”
“Kalian bicara berdua dulu saja, aku akan buat sesuatu untuk kita makan !”
Mama juga senang karna rion datang, bisa di bilang, aku selalu mendengar kalau mama sudah menganggap dirinya tidak mampu lagi…dan mama selalu bilang pada rion untuk menitipkan ku di tempat pelatihan Master. Bisa di bilang, mama pun mempercayai Rion seutuhnya
Lalu, sekitar beberapa hari berlalu, Tiba - tiba…
BRUAKK !!!
“AGHHH !!”
“Ehh ?!”
Aku yang sedang berlatih tanding dengan seorang murid dari dojo lain ini, tiba - tiba saja aku mematahkan katana kayu miliknya dan tidak sengaja menebasnya tubuhnya
“Aghhh ! Tolong ! Ughhh !”
“.….(A..apa ?!)”
Dia pun terkapar kesakitan, dan aku yakin kalau aku pun tidak mengayunkan katana ku cukup kencang
“Misa….”
“Master ! Aku…….”
“.…………………”
Benar…Di situlah, Aku mulai mengetahui tentang darah ini, darah keturunan mitsurugi yang berasal dari ayahku, mereka pun memberikannya nama “Blood Rush”
“.….Emm ?”
Aku pun terbangun, Begituya…tadi itu mimpi tentang masa laluku
“Ka misa ! kau sudah sadar rupanya !”
Saat ku tersadar, Ao sudah ada di sebelahku.
“Ao…Ugh, Begituya, aku pingsan lagi”
“Begitulah”
“apa yang terjadi ? apa kau terkena luka serius ?"
“Tenang saja, hanya luka ringan, Noel sudah mengobati ku !”
“Syukurlah kalau begitu, jadi…apa yang sebenarnya terjadi ?”
“.………..”
Ao pun diam saja dan merasa sedikit ragu, sepertinya dia memang tidak mau membahas hal ini
__ADS_1
“Tidak apa - apa Ao, katakan saja !”
“.….Awalnya, ka misa tidak terkendali, aku pun semakin kesulitan dan tanganku sudah penuh darah”
“.…………….”
“Tapi, setelah aku terpental dan ka misa mau menebas leherku, tiba - tiba ka misa berhenti mendadak, lalu seketika pingsan !”
“.……Begituya”
Tiba - tiba noel dan tesa pun masuk ke dalam tenda
“Ka misa, Ao, makan malah sudah siap !”
“Bagaimana kalau kita makan dulu, ka misa juga bisa sambil menenangkan diri !”
“Bagaimana ka misa ?”
“.…baiklah, ayo makan !”
Kami pun makan bersama di luar tenda, kurasa Noel dan Tesa menghawatirkanku, tapi aku ini adalah kakak mereka, aku tidak boleh seperti ini
“Ka misa ! ini, teh hangat !”
“Ahhh, Terimakasih Tesa (aku benar - benar di layani di sini)”
“Lalu, bagaimana dengan latihan nya ka misa Ao ? apa dengan hal ini bisa di bilang berjalan lancar ?”
“Hemm….Entahlah, kurasa aku juga masih harus memahami bagaimana Blood Rush ka misa bisa di kendalikan”
Mereka benar - benar memikirkan ku, mereka - mereka ini memang anak - anak yang baik.
“Terimakasih ya..”
“Ehh ?!”
“Ehh ?!”
“Ehh ?!”
“Kalian ber 3 tidak perlu khawatir, aku memiliki rencana untuk latihan besok, ku yakin aku akan bisa mengendalikan Blood Rush ku ini !”
“Wahh ! itu bagus ka misa !”
“Noel juga senang mendengarnya !”
“.………..”
“(Ao…dia menyadarinya ya ?) B-Begitulah, karna itu kalian malam ini istirahat saja, aku juga sudah seharian istirahat di sini, jadi aku akan berjaga malam ini !”
“Baik !”
“Kalau ka misa bilang begitu…”
Noel dan Tesa pun masuk ke tenda,
“Ao, tolong jaga mereka sebentar ya, Aku ingin cari angin segar dulu !”
“.……Baiklah, tapi jangan jauh - jauh dari sini ya !”
“Ya, ini hanya sebentar ko ! tolong ya !”
“.………..ka misa”
Aku pun berjalan melewati hutan, dan tiba di tebing dengan pemandangan malam yang indah
“.…..(untuk sekarang, sepertinya aku tau apa yang harus ku lakukan, dengan darah yang terkutuk ini, akan ku selesaikan urusan ku dengan Rion !)”
Tapi masalahnya aku pun belum bisa mengendalikannya, dan ada kemungkinan aku akan melukai Ao dan yang lain seperti kejadian dulu
“.…..Aku harus menenangkan diri”
“Butuh di temani !”
“Ehh ?! A-Ao ?!”
Tiba - tiba Ao pun muncul di belakangku
“k-kenapa ke sini, bukanya aku suruh kau menjaga mereka”
“aku bilang ke tesa untuk berjaga, dan lagi….ka misa sekarang butuh di temani bukan ?”
“.………….”
Dia ini, perhatian sekali…..
“dengan sikap mu itu, kurasa kau memang mengincar hati banyak gadis ya ao ?”
“Emm...aku kurang mengerti apa maksudnya itu, tapi kurasa apa yang ku lakukan ini sesuai dengan keinginan ku sendiri !”
“Hem, sikapmu memang seperti itu !”
“Ka misa.…”
“Ya ?”
“dulu kau pernah bilang, kau dan Rion berada di satu dojo pelatihan bukan ?”
“Yaa, itu sudah kejadian dulu sekali”
“Apa saat itu, Rion wafat karna pertarungan nya dengan Master mu ?”
“Ya, aku sudah pernah cerita kan hal ini kan Ao ! bahwa Rion kehilangan kendali dan mencoba membunuh Master ku ! di saat itu lah master pun bertanggung jawab untuk menghentikannya juga”
__ADS_1
“.…..begituya”
Ada apa, kenapa dia menanyakan hal itu padaku
“apa yang kau pikirkan sekarang Ao ?”
“Ehh ?”
“kau bertanya seperti itu karna ada yang kau pikirkan bukan ? Katakan saja !”
“.……kalau begitu, ka misa…”
“.………….”
“apa di saat kejadian itu….kau merasa sedih dan juga menangis ?”
“.………….”
Sedih….dan menangis….untuk Rion….
“.…..Entahlah Ao, aku merasa, saat itu, Tidak tau apa yang harus ku lakukan…”
“.…..begituya”
“Tapi, kalau merasa sedih mungkin itu memang terjadi, aku dan rion sudah berjuang bersama untuk berkembang, dan mendapat pengakukan dari master kami, Tapi…saat aku melihat wajah Rion yang begitu ganas saat melawan master...aku jadi teringat….diriku sendiri”
“.….Ka misa….”
Aliran mitsurugi yang memiliki keturunan darah Blood Rush, aku tau bahwa aku sendiri adalah monster yang telah hidup, karna itu…saat melihat Rion..
“Tapi kan ka misa bukan lah Rion !”
“Eh ?!”
Di tengah udara dingin, dan cerahnya cahaya bulan, Ao dengan wajah seriusnya menatap ke arahku
“Ka misa yang sekarang, bukanlah Rion atau siapapun, melainkan Guru yang sangat aku banggakan !”
“.…Ao”
“Tak pedulu ka misa memiliki darah Blood atau semacamnya, ka misa pun mengayunkan pedang untuk melihat apa yang ingin ka misa lihat !”
“.…Apa…yang ingin aku lihat…”
Benar juga…jadi selama ini….Aku…
“KAU HEBAT AO !!!”
“Ehh ?!”
“KAU INI JENIUS YA ?! SEJAK KAPAN KAU INI SEPINTAR PANDORA !”
“K-Kurasa aku tidak bilang sesuatu yang bisa di bilang jenius !”
Aku pun langsung menepuk pundaknya
“Tidak ao ! yang barusan itu ! kau telah membuka mataku !”
“Haa….(Emm…di bagian mana aku berhasil meyakinkan ka misa ya ?)”
“Sekarang aku sangat yakin…”
“Yakin ? soal apa ?”
Aku pun melangkah maju ke ujung jurang, dan melihat ke arah Bulang purnama yang sempurna
“Aku sangat yakin ! kalau aku ini ingin sekali mengalahkan Rion !”
“(Ahh ! jadi itu ya !)K-Kalau begitu ?!”
“Yaa ! Aku sudah siap seutuhnya !”
“AKU TAU KA MISA PASTI BISA !”
“hehe, itu semua berkat mu Ao !”
“Aku hanya membantu dengan semua yang ku bisa”
Dia ini…memang penuh kejutan…
“kalau begitu, ayo segera kembali, kita harus bersiap - siap untuk persiapan besok !”
“.…(Hem…)….Ao !”
“Ya-”
Cup !
Ciuman ku yang tepat di pipi Ao pun mendarat begitu saja.
“K-ka misa ?!”
“Ehehe, itu hadiah dariku ! dan sebagai janji kita juga !”
“Janji ?”
Aku pun meraih ke dua tangannya dan kami pun saling bertatapan
“Berjanjilah, kalau kita akan menghadapi musuh kita masing - masing, dan kembali ke Zenexter hidup - hidup !”
“...Ka misa….Tentu ! aku pasti tidak akan kalah dari Todoroki ! dan ku yakin ka misa pun juga pasti menang dari Rion !”
“Yaa ! Serahkan padaku !”
__ADS_1
Dengan janji ini, Dengan tekat ini, Aku akan datang padamu….Rion, dan mengakhiri semuanya
To be continue…..