
“(Ao !)”
Ughh…Kepalaku…Dan sepertinya aku juga mendengar seseorang memanggil namaku.
“(Ao ! Aooo !)”
Inikan…Suara Rin ?!
“Ughh !”
Begitu aku membuka mataku, aku sadar kalau aku sedang dalam posisi tiduran namun tertindih beberapa bebatuan yang membuatku sulit bergerak
“Ahh ? Aku…masih hidup ?!”
Aku pun mencoba berdiri dan menggeser batu – batuan yang menindihku, dan syukurlah aku masih memiliki tenaga yang banyak untuk bisa menggeser batu ini
“Hyuhh ! Rin ! Aku disini !”
“Ao ?!”
Rin pun yang menyadari ku dan langsung berlari hingga akhirnya dia memelukku dengan sangat erat
“Ao ! Syukurlah kau baik – baik saja ! aku kira kami akan kehilangan mu !”
“….Rin…”
Lalu Ka narmaira pun juga menghampiriku, sepertinya mereka berdua mencariku dengan susah payah, terlihat dari wajah mereka yang kelelahan dan berkeringat
“Fyuhh, Syukurlah kau juga selamat Ao !”
“Ahh, Begitulah ! kalian juga selamat ya ?!”
“sebenarnya itu nyaris saja, hampir kami saja tertindih bongkahan gedung yang menimpa kami !”
“Jadi semuanya selamat ?!”
“Ya, Suzaku dan Ka iris juga datang dengan berkah teleportasi milik suzaku, Ayo ! kita kembali ke titik utama !”
“Baiklah…Ayo Rin !”
“I-Iya !”
Rin pun melepas pelukannya dan kami pun mencoba menuju titik utama, namun aku baru sadar ada yang aneh dengan apa yang terjadi denganku begitu aku menyadari lokasi mereka menemukan ku ini.
“Ehh ?!”
“Emm ? Ada apa Ao ?”
“Ka Narmaira…Apa aku benar – benar....tertindih bebatuan di gedung ini ?!”
“Yaa, kenapa kau baru sadar sekarang Ao ? apa kau lupa sendiri kalau kau bersembunyi di dalam gedung ?”
“(bersembunyi ? di dalam gedung ?)”
“Ao ! kurasa itu ide yang salah ! kenapa kau malah bersembunyi di dalam gedung dan tidak ke jalanan yang lebih aman saja ?!”
Jalanan ? Gedung ? Tunggu dulu ! aku ingat kalau aku sedang menghadapi Rion di jalanan ! dan ingatan terakhirku adalah beberapa bebatuan berada di atas kepalaku ! tapi kenapa aku tiba – tiba tersadar di dalam gedung yang sudah runtuh ? apa aku selamat dan seseorang membawaku ke dalam gedung ini ?! Tunggu, itu juga hal yang mustahil !
“……………..”
“Ao ?”
“Ya, kurasa aku salah mengambil keputusan ! tapi untung saja aku berhasil selamat dengan bersembunyi di bawah meja yang kokoh !”
“kau hanya beruntung Ao ! berikutnya tolong jangan mengambil keputusan yang seperti itu ! lebih baik menjauhi gedung yang mau roboh !”
“akan ku ingat itu ka narmaira !”
“kalau begitu ! Ayo !”
Pasti terjadi sesuatu saat itu ! tapi apa yang terjadi…
“Ao ?”
“Tidak apa – apa Rin, Ayo kembali !”
Setelah kami berjalan bersama di kota yang sudah hancur ini, aku menyadari kalau ledakan dari ulah Hana ini benar – benar sangat dasyat ! sampai – sampai menjatuhkan semua gedung yang ada di sini ! kini kota ini benar – benar sudah tumbang seutuhnya
“Emm ?”
Kami pun berhasil kembali ke titik utama, dan sudah ada teman – teman ku dan juga ka iris dan suzaku yang benar – benar datang
“Teman – Teman ! kami menemukan Ao !”
Rin pun langsung ber-teriak ke teman – teman, dan tentu saja semuanya langsung menghampiriku
__ADS_1
“Ao ! Syukurlah kau selamat !”
“Kau baik – baik saja ?!”
“apa ada luka ?”
Sepertinya aku diberkati karna memiliki mereka semua yang khawatir padaku.
“Aku baik – baik saja ! kalian tidak perlu khawatir ! maaf membuat cemas kalian semua ! Emm ?!”
Dan saat aku melihat ke adaan sekitar, aku melihat kalau Erick sedang memopong seseorang yang ku tidak kenal
“Erick ? Siapa dia ? apa dia Surviver ?”
“Ahh, ka misa dan kawan – kawan yang membawa laki - laki ini !”
“ka misa menemukan surviver ?!”
“Tentang itu Ao, sebenarnya aku tidak tau dia surviver atau bukan ! yang jelas…Sepertinya ini kejadian yang sama dengan kejadian Sheri beberapa waktu lalu"
Eh ? kejadian yang sama dengan Sheri ? itu artinya..
“J-Jadi maksudmu kalian menemukan dia di sebuah Tabung ?!”
Ka Alice pun mendekat ke arahku untuk menjelaskannya
“Ini sedikit berbeda dengan ke jadian waktu lalu Ao, memang benar kita menemukan laki – laki ini di sebuah tabung seperti waktu lalu ! namun yang membebaskan orang ini adalah Hana sendiri !”
“hana yang melakukannya ?”
“Ya, pada awalnya dia terus – terusan lari dari kami, dan kami mengejarnya hingga sampailah ke sebuah lorong bawah tanah yaitu tempat laki - laki ini berada ! namun tiba – tiba, begitu kami sampai dan melihat kalau Hana sudah berdiri di samping tabung laki – laki ini. dia kemudian menghubungi Rion dan setelah itu memecahkan kaca tabung dari laki – laki ini sehingga kami harus menyelamatkan laki – laki ini dulu ! karna itu hana berhasil melarikan diri”
Kejadian itu…itu terjadi saat aku menghadapi Rion juga, memang benar waktu itu Hana menghubungi Rion dan mengoperasikan Rencana mereka
“Lalu apa yang terjadi setelah nya ?”
“Kami berhasil lari dan membawa laki – laki itu, dan berhasil selamat dari ledakan membabi buta yang di buat hana itu !”
“Syukurlah kalian semua selamat ya !”
“dan juga...”
“dan Juga ?”
Tiba – tiba sesaat ka Alice sedang menjelaskan hal ini, wajah ka Alice dan Yuna tiba – tiba memerah
“ahh, itu karna saat kami sedang membawa laki – laki ini ! dia dalam keadaan telanjang bula-“
“JANGAN DIBICARAKAN DONG KA NARMAIRA !”
“JANGAN DIBICARAKAN DONG KA NARMAIRA !”
Ahhh…benar juga, waktu aku dan ka Alice menemukan Sheri dulu, dia juga dalam ke adaan telanjang bulat
“Tapi sepertinya ka misa dan ka narmaira bersikap biasa – biasa saja ?”
“Hehehe, Ao ! jangan meremehkan guru mu ini dong ! aku ini sudah melihat banyak laki – laki telanjang di hadapan ku !”
“Benarkah ? ka misa sering melihat hal itu ?”
“Ya, mereka – mereka yang kalah taruhan padaku, selalu saja sujud telanjang di hadapan ku untuk minta taruhan nya dipertimbangkan !”
KA MISA MEMANG SERAM !
“kalau ka narmaira ?”
“aku hampir muntah ! dan mual melihatnya !”
Aku lupa kau memiliki kepribadian yang berbeda !
“Pokoknya, saat ini berbahaya kalau lama – lama di sini ! kalian harus segera kembali ! biar aku yang bawa laki – laki itu bersama dengan teleportasinya Suzaku !”
“Baik !”
Dengan saran dari ka iris, Suzaku dan Ka Iris pun membawa laki – laki itu segera dengan teleportasi miliki suzaku, dan kami yang masih tertinggal di sini pun segera kembali menuju desa kami !
Lalu…Satu hari pun berlalu setelah kami sampai dengan selamat di desa Zenexter. Saat ini di pagi hari yang cukup cerah ini, aku sedang sarapan pagi bersama teman – teman se-tenda ku. Kata ka Pandora, kami di persilakan untuk istirahat beberapa hari ini, dan juga…Laki – laki yang di bawa oleh kelompok ka misa juga belum sajarkan diri, Jadi kurasa tidak ada cara lain selain menunggu dia sadar.
“Ao ! bagaimana kondisimu sekarang ?!”
“Sudah mendingan, tenang saja tesa ! aku tidak sepenuhnya terluka karna insiden kemarin !”
“Tapi kata Rin kau di temukan di tumpukan bebatuan yang menindih mu ! bagaimana kau bisa baik – baik saja ?”
“……..….”
__ADS_1
Soal itu…aku juga ingin mengetahuinya.
“Setidaknya Noel akan mencoba menyembuhkan mu dulu Ao ! agar kau merasa baikan !”
“Ahh, Terimakasih Noel !”
Tiba – tiba Rin pun membawa beberapa buah – buahan dan menarunya di depan ku
“Ini Ao ! kau harus banyak makan agar kondisimu membaik !”
“Kalian ini ya….aku benar – benar baik ko ! kalian terlalu khawatir !”
Di saat keadaanya sedikit aneh di sini, tiba – tiba ka alice pun datang ke tenda ini
“Permisi ! Ohh, kalian sedang saparan ya ?”
“Ka alice ?! ada apa ?”
“Emm…begini…sepertinya aku sedikit mengganggu disini, tapi…Tesa, Rin, Noel ! Bisakah aku pinjam Ao sebentar untuk bicara padanya ?”
“Hah ? kalau soal itu, tidak usah izin ke mereka bertig-“
“Jangan lama – lama ya ka Alice !”
“Jangan lama – lama ya ka Alice !”
“Jangan lama – lama ya ka Alice !”
“Oii !”
“Tidak akan lama ko ! kalau begitu Ao, ayo bicara sebentar !”
Emangnya aku ini benda pinjaman Apa ?! tapi…apa yang ka alice mau bicarakan ya ?
Setelah itu, aku pun mengikuti ka alice ke tempat pohon yang teduh untuk bicara
“Begini Ao, sebenarnya ada yang mau ku bicarakan padamu, dan lagi…sebenarnya ini juga termasuk permintaan ku !”
“…....Katakan saja”
“kau pasti tau bukan, kalau aku dan Krau adalah pasukan yang diberikan misi oleh ka Pandora untuk mencari tau keberadaan Dokter Savria Angelo yaitu kakak ku sendiri !”
“Ya, Aku tau !”
Mereka berdua memang di berikan tugas untuk mencari Dokter Savria sampai sekarang. Walaupun aku juga tidak tau apakah Dokter Savria masih hidup.
“Keberadaan memang masih menjadi misteri, tapi karna begitu banyak petunjuk mengenai nya, aku yakin kalau kakak ku itu masih hidup !”
“Berapa persen keyakinan mu mengenai itu ?”
“Sekitar 80 % karna beberapa petunjuk dan bukti kuat yang ka misa berhasil temukan !”
“Bukti kuat ?”
“Ini !”
Ka alice pun menunjukkan padaku sebuah lambang aneh dari sobekan baju ke padaku
“lambang apa itu ?”
“kata ka Pandora ! ini lambang tentara yang dulu di pegang oleh kakak ku ! aku sebenarnya juga pernah melihat lambang ini dulu ! tapi dulu aku tidak tau apa maksud dari lambang ini ! tapi tidak salah lagi, ini adalah lambang serikat ”Pureing Inferno” yang di pimpin oleh kakak ku !”
“Pureing Inferno ?”
Entah kenapa, aku pernah dengar nama itu
“Ini adalah serikat pasukan khusus yang di kelola pemerintah untuk keperluan medis kakak ku, karna kakaku adalah dokter ternama yang bekerja oleh pemerintah, ini adalah bukti kuat kalau serikat pureing inferno masih beroperasi dan kakak ku masih memimpin mereka !”
“Begitu, ya. itu maksud akal”
“Karna itu…karna sekarang Krau sudah tidak ada, dan pihak kepemimpinan dan tanggung jawab dia berpindah ke padaku, maukah kau membantu ku mencari kakak ku ini Ao ?”
Saat ka alice bicara semua itu, tangan nya bergetar dan wajahnya berkeringat
“Ka alice….”
“Aku tidak mungkin menghianati pengorbanan krau selama ini ! dia adalah pemimpin yang hebat dan juga aneh yang pernah ku temui ! dikarenakan itu, aku ingin menuntaskan apa yang krau ingin selesaikan juga ! yaitu misinya menemukan kakaku !”
Jadi…ka Alice pun memiliki beban yang semakin berat, bukan hanya dia kehilangan ka krau saja, tapi dia harus melanjutkan apa yang menjadi misi ka krau selama ini ! kurasa ini untuk kebaikan ka krau juga ! aku harus membantunya
“Baiklah ! akan ku bantu sebisa ku ! mari kita temukan kakak mu itu ka Alice !”
“Terimakasih Ao ! kalau begitu, kita akan bahas misi kita ini esok hari ! kau persiapkan saja dulu kondisi tubuhmu !”
“Baik !”
__ADS_1
Semuanya…akan menjadi semakin sulit ! tapi itu memang menjadi sebuah aturan dari dunia ini…
to be continue.....