Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
That Day Will Come


__ADS_3

Setelah mendengar bahwa ada kabar buruk dari teman ka Narmaira, kamipun segera melaju sangat kencang untuk kembali ke benteng.


“Diane….Diane….”


Tangan ka Narmaira yang sedang memegang Hp miliknya tidak berhenti bergetar, Rin pun berusaha memegang tangan ka Narmaira dan berusaha menenangkannya


“Tenanglah ka Narmaira, sebentar lagi kita sampai !”


“i…iya…..Diane…semoga kau baik – baik saja !”


Mobil tank ini melaju sangat cepat dan dengan waktu sekitar 40 menit saja kami sampai di benteng.


“cepat temui temanmu ! aku akan menyusul !”


“Baik ka misa ! Terimakasih !”


Ka Narmaira langsung turun dari mobil tank dan berlari menuju rumah sakit, kami pun mengikutinya dan meninggalkan ka misa yang masih harus mengurus beberapa laporan


Sesampai di rumah sakit, kami langsung naik tangga darurat ke lantai 3. Dan melihat ada segerombolan orang yang sedang berkumpul


“Narmaira ! kau kembali !”


“Dokter ! bagaimana keadaan Diane !?”


“i…itu…..dia !”


Aku menyadari kenapa ada tentara keamanan disini ? apa yang terjadi


“kenapa ada tentara keamanan disini ?”


“Dokter ! katakana saja ! apa yang terjadi dengan diane ?”


“…..dia….dia terinfeksi Hervana !”


“A……APA ! KAU BERCANDAKAN !"


Bagaimana mungkin ada seseorang yang terinfeksi Hervana di dalam sini, apa yang terjadi sebenarnya !


“Dia diserang oleh seseorang ! dan para tentara sedang berusaha menangkapnya !”


“…CIH !!”


Ka narmaira yang mau masuk ke ruangan Diane dihalang oleh 2 tentara penjaga


“Kau tidak bisa masuk ! itu Berbahaya !”


“Minggir ! aku temannya ! dan aku tau apa yang harus ku lakukan !”


Ka narmaira menunjukan Id savior nya kepada tentara – tentara itu


“…..…baiklah ! Hati – hati di dalam !”


Saat tentara itu membuka pintunnya, kami langsung masuk serentak dan kami melihat seorang gadis yang berbaring di atas kasur. Jadi gadis ini Diane ya.


“DIANE ! DIANE ! AKU DISINI !”


“…e…..emm…..Mai……kau datang !”


“Diane ! apa yang terjadi ? kenapa jadi seperti ini ?!”


“Permisi sebentar !”


Ka Alice mengeceknya dengan alat pendeteksi Hervana yang biasa kami bawa untuk mendeteksi apakah ada bakteri hervana pada tubuh.


“’…………….”


“bagaimana ka Alice ?!”


“…..sayang sekali ! bakterinya sudah sampai bagian badannya ! kita terlambat !”


“A…APA ?! LALU APA YANG BISA KITA LAKUKAN ! KA ALICE ! TOLONGLAH !”


“tentu saja kau tau apa yang harus dilakukan bukan !?”


“ka Iris !”


Ka iris tiba – tiba masuk ke ruangan ini dan menghampiri kami


“narmaira, tentu kau tau apa yang harus kau lakukan bukan ?”


“bu…bukan Ka Iris ! kumohon jangan ambil jalan yang itu ! dia temanku yang berharga ! kita pasti bisa menyembuhkannya !?”


“jika memang ada cara untuk menyembuhkannya, itu berarti sudah ada ratusan nyawa yang bisa kita selamatkan….dan tangan ini, tidak digunakan untuk merengut nyawa orang – orang itu”


“TAPI KA IRIS !”


Ka iris mendekat ke arah Diane dan bicara padannya sambil mengelus kepalanya


“kau pasti takut bukan ? namamu Diane bukan ? bagaimana kondisimu ?”


“….ka…..iris…..aku…..badanku…..sakit.….”


“aku tau itu, sekarang ini kau sudah diambang – ambang kematianmu ! dan maafkan kami, kami tidak bisa menyelamatkan mu !”


“KA IRIS !”


“be….begituya….”


“ya….karna itu aku memberikanmu sebuah pilihan”

__ADS_1


“Eh ?”


Pilihan ? apa yang dimaksudkan ka iris.


“aku bisa saja membunuhmu disini sekarang juga ! tapi jika kau takut akan kematian ! aku bisa membunuhmu sewaktu kau berubah menjadi zombie”


“CUKUP KA IRIS ! ITU SUDAH BERLEBIHAN ! AKU YAKIN DIAN-“


“Begituya….”


“Diane ?”


“….aku….aku tidak mau….jadi…..Monster”


“Diane !”


“…..bisakah…..kau akhiri….aku saja”


“Tidak Diane ! apa yang kau bicarakan !?”


Diane berusaha mengangkat tangannya dan berusaha ingin meraih tangan ka Narmaira, ka Narmaira pun langusung meraihnya


“ma….maafkan Aku Mai ! aku....merusak….janji kita….untuk terus bersama….”


“Diane ! Maafkan aku ! Aku…..Aku tidak bisa melindungi mu !”


“tidak….selama ini….terimakasih….sudah selalu….bersamaku !”


“Diane…..”


“semoga….kau….bahagia...Yg..…Ugh !!”


“Diane !”


“Kalian semua ! keluar dari sini !”


“TIDAK ! PASTI ADA CARA LAIN ! PASTI AKU BISA MENYELAMATKAN DIANE !”


“……Ao ! Sebastian ! Erick ! tarik narmaira keluar !”


“……..”


“……..”


“……..”


Kami tidak ada pilin lain selain menarik ka narmaira keluar


“LEPASKAN ! AO ! KUBILANG LEPASKAN !”


“Ini untuk kebaikan diane juga ! maaf ka Narmaira !”


Kami berhasil menarik ka narmaira keluar…dan entah kenapa saat aku melihat ka Iris tadi….sepertinya dia mengeluarkan air mata.


“…..maaf ya Diane, Kau pasti takut kan ? tenang saja, aku akan membuatmu baikan sekarang !”


“…….maaf……sampai membuat mu…..melakukan ini….ka Iris….”


“…………….ahhh, ini benar – benar…..dunia yang Buruk !”


Dorrrr !


Suar tembakan terdengar dari luar sini. Ka Narmaira pun langsung meneriakkan nama Diane dengan sangat kencang, dan kamipun tidak bisa berbuat banyak untuk menenangkannya. terkadang teriakan lah, Yang harus dikeluarkan untuk menjadi lebih baik….


Beberapa saat kemudian, ka iris keluar dari ruang Diane.


“……….”


“Ka Iris !”


“…..para dokter dan tentara yang akan membereskan mayatnya….kau juga ikut bantu temanmu Narmaira”


“….tega sekali kau ka iris…..TEGA SEKALI KAU MELAKUKAN ITU PADA DIANE ! APA KAU TIDAK TEGA MELAKUKAN IT- Ehh !?”


Ternyata benar apa yang ku lihat tadi, ka iris mengeluarkan air matanya dan kami pun juga kaget karna dia menangis tanpa mengeluarkan expresi apapun


“ka iris….kau….”


“ada apa !? apa kau kira aku mau melakukan itu tanpa pikir panjang ?! menjadi malaikat pencabut nyawa mereka yang telah aku bunuh ? jangan bercanda ! itu adalah bagian terburuk yang bahkan melebihi kematianku sendiri !”


Kematian….apa ini juga bagian yang ka Iris maksudkan dengan melihat sesuatu yang lebih menakutkan daripada kematian


“jika aku mau ! aku bisa saja membunuh diriku sendiri dari dunia yang busuk ini ! aku sudah lelah melihat orang – orang yang kukenal, mati di depan mataku ! tapi sayangnya, aku tidak boleh mati begitu saja ! karna aku tidak bisa memafkan dunia ini yang mengambil semuanya dariku ! kalian harusnya tau itu !”


“……….”


Kami semua terdiam disini, aku sangat yakin bahwa tekad kami memang sama yaitu tidak bisa memafkan mereka yang mengambil apa yang berharga bagi kami, tapi ka Iris bahkan memiliki sesuatu yang tidak bisa dimafkan…yaitu dunia ini sendiri


“ma…maafkan aku ka iris ! aku berlebihan !”


“kau tidak perlu minta maaf untuk itu ! biarkan petugas yang mengurus temanmu dan mempersiapkan pemakaman untuk temanmu ! kau ikut aku !”


“kemana ?”


“…....bertemu ? sang pelaku !”


Kami bergegas menuju penjara bawah tanah, ternyata para tentara berhasil menangkap sang pelaku dan memenjarakannya di penjara ini


“dialah pelakunnya, dan alasan kenapa dia bisa menyerang Diane adalah, karna dia penduduk negri ini !”

__ADS_1


“ehhh ? dia bukan orang luar ?”


Saat aku sedang bicara dengan ka Iris, ka narmaira langsung berjalan menuju pelaku dan menendang nya hingga dia sadar


“UGH !”


“Bagun kau ! bisa – bisanya kau tidur setelah mengambil teman berharga ku !”


“hehehe….jadi dia mati ya…rencanaku berjalan sempurna !”


“CIHH !!”


“UGHHH !”


Ka narmaira memukuli pria itu tanpa ampun, saat Rin ingin berusaha untuk menghentikannya. Ka iris menghalanginya


“ka Iris ?”


“tenanglah, biarkan dia seperti itu dulu. Aku akan menghentikannya jika pria itu mau mati”


“BRANINYA KAU ! MENGAMBIL DIANE KU ! BRENGSEK !”


“UGHH ! AGHH !”


Aku seketika berlari dan menghentikan tangan ka Narmaira yang terus – terusan memukuli pelaku ini, dia jadi seperti Rin waktu itu


“jangan biarkan emosimu mengalahkanmu ka Narmaira !”


“………”


Dia melepaskan pelaku itu dan mencuci tangannya di wastafel penjara


“sekarang ! jika kau tidak mau mati ! katakana apa tujuanmu melakukan itu pak Eger !”


“ughh…kalian semua bukan lah tandingan dewa kami !”


“dewa ?”


Jangan – jangan ! dia juga samanya dengan peristiwa orang yang menyerang tesa itu !


“kalian semua ! akan segera mati (Crick)…………emmm ? APA !”


“sayang sekali jika kau mau bunuh diri dengan obat yang kau simpan di gigi mu itu, kau terlambat ! aku sudah terlebih dahulu mengambilnya”


“Cihhh !!”


“sekarang katakana ! apa maumu ?!”


“hehe ! sepertinya tidak ada pilihan lain !”


Pria itu tiba – tiba berteriak dengan sangat kencang.


“DAWA KU ! AMBIL NYAWAKU UNTUK MENUNJUKAN KE KUASAAN MU !”


“Apa ! Apa yang kau bicarakan ! ehh ?”


“Uhggg…AGHHHHH !”


Tiba – tiba pria ini mutah darah dan tewas seketika, Kejadiaan ini, mirip dengan kematian penyusup itu dan juga kematian Dokter Jun


“APA ! APA YANG TERJADI !”


“KEJADIAN INI LAGI ! Kenapa orang – orang ini selalu melakukan bunuh diri ! tapi aku sudah memeriksa nya dan memastikan dia tidak menyimpan racun lagi di mana – mana !”


Jika benar apa yang dikatakan ka Iris, berarti dia mati seperti kejadian dokter jun ! yaitu ulah Tendo Agami !


“itulah yang dia dapat karna mengambil Diane dariku ! maaf aku permisi ! aku mau mengurus pemakamam temanku !”


“baiklah ! biarkan team otopsi yang mengurus mayatnya ! ayo bantu – bantu untuk mengadakan pemakamam”


“Baik !”


Semuanya keluar dari penjara namun aku masih berdiri di penjara ini


“Ao ! ada apa ?”


“maaf ka Iris ! ada yang ingin ku cek dulu !”


“……baiklah !”


Ka iris meningalkan ku sendirian disini, sepertinya dia mengetahui sedikit tentang kejadian ini


“…..emm…..jika pak eger ini membahas tentang dewa, itu berarti !”


Saat aku mengecek mayatnya ! ternyata benar dia memiliki mark pendengar namun dengan pola yang terbalik.


“……ini sedikit berbeda dengan kematian dokter jun ! itu berarti, mark ini memang mengartikan sesuatu yang berbeda ! dan lagi…mark ini memang tidak hilang dan tidak meninggalkan batu putih seperti kematian dokter jun…….ini semakin rumit saja !”


Akupun keluar dari penjara ini dan kamipun melakukan upacara pemakaman Diane…teman – teman kami semua berkumpul disini dan berdoa bersama


“Diane ! maafkan aku yang lemah ini tidak dapat melindungimu ! janji kita yang akan selalu bersama pun dihancurkan begitu saja !”


“ka Narmaira….”


Rin mencoba memeluk ka narmaira untuk membuatnya membaik, tapi Rin pun juga ikutan menangis


“aku tidak akan pernah melupakanmu, dan tenyata benar apa kata ka Iris ! yang tidak bisa dimaafkan adalah dunia ini ! karna itu….aku tidak akan menyerah mencari cara untuk mengakhiri dunia ini….untuk dirimu juga Diane…..Beristirahatlah dengan tenang sahabatku !”


Kata – kata ka iris memang menghantui kami dan kami yakin bahwa apapun kesenangan dan kebahagiaan yang kami lakukan di dunia ini….pasti akan ada yang menghancurkannya. Dan tidak lain dan tidak bukan adalah dunia ini sendiri……Tendo Agami, Apa yang kau mau sebenarnya….membuat dunia seperti ini…..

__ADS_1


to be continue.......


__ADS_2