Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(S2) Amera Harpha #4


__ADS_3

Lalu…ke esokan hari nya pun, di pagi harinya aku langsung menghadap ka Pandora dan menjelaskan semuanya mengenai masalah Amera Harpha


“Jadi begitulah ka Pandora !”


“…….Begituya, jadi itu keputusanmu !”


“benar, kalau ka Pandora mempercayaiku, Kuharap ka Pandora mau menyerahkan masalah ini Padaku seutuhnya !”


“………………”


Sepertinya dia berfikir cukup keras, tapi, apapun keputusannya nanti, kurasa aku harus menuruti kemauan nya itu, kalau tidak…kurasa aku akan menambah masalah saja, ini sudah menjadi keberuntunganku aku tidak mendapat masalah dengan menyembunyikan keberadaan Amera Harpha. Aku tidak dapat berbuat yang bukan – bukan lagi saat ini


“Baiklah ! aku setujuh saja !”


“Ahh, Ka Pandora !”


“aku sepenuhnya percaya padamu Ao, kau lah yang membuat perubahan dan perkembangan sampai sejauh ini, tapi buatlah keputusan yang tepat saat ini, karna dia bukanlah musuh yang bisa di anggap enteng Ao !”


“……..baiklah, aku mengerti ! aku akan tetap waspada dan tidak gegabah menghadapinya !”


“dan lagi, kau akan pergi sendiri ?”


“jangan khawatir ka Pandora, kau sudah meminta seseorang untuk menemaniku !”


“Benarkah ? siapa yang kau ajak ?”


“…soal itu….”


Lalu, setelah membahas semuanya di depan ka Pandora, aku langsung menuju sector 2 dan menemui tesa yang sudah menungguku disana !


“Yo, Tesa !”


“Ao ! kau terlambat 15 menit dari janji pertemuan kita ! sebagai laki – laki, kau harus nya tidak membuat wanita menunggu seperti ini !”


“Ahhh, maaf – maaf ! aku tadi menemui ka Pandora dulu untuk mendiskusikan sesuatu !”


“Begituya, apa Tuan Putri mengatakan sesuatu ?”


“Tidak banyak, selagi itu apa perlengkapan mu sudah siap ?”


“Ao, sebenarnya kita ini mau kemana ? dan kenapa kau menyuruhku membawa banyak sekali obat – obatan dah juga beberapa Herbal ?”


“kau akan tau saat sampai disana nanti, dan…tesa !”


“Emm ?”


“Apapun yang terjadi nanti, tetaplah percaya padaku Ok ?”


“….O….Ok (apa maksudnya ?)”


“kalau begitu ayo berangkat !”


Kami berdua pun langsung menaiki motor bike kami dan langsung tancap gas untuk segera pergi ke tempat tujuan kami, yaitu desa tempat Amera Harpha menetap


“A..Ao ! Bukanya ini terlalu cepat jalan nya ?!”


“Ehhh ?! benarkah ?! kau tidak suka yang cepat seperti ini ?!”


“Su….Suka sih ! Cuma…aku merasa sedikit kedinginan !”


“Emm ? Ahh, itu karna kau tidak pegangan dengan benar ! Peluk saja pinggangku dan gunakan tubuhku sebagai penghalang !”


“(P..PELUK ?!)”


“…....Tesa ?”


“Ahh, iya ! Peluk ya ! Ok…Emmm..Aku mengerti !”


“Baiklah, aku tambah kecepatan lagi ya !”


“Ehh ?! Tunggu Ao ! WAAAA !!”


Laju bike ku semakin cepat agar kami sampai lebih cepat, setelah 2 jam perjalanan, kami pun istirahat sebentar karna ternyata aku menyadari tujuanku ini tidak terlalu jauh dan akan sampai dalam 2 jam lagi


“ha…hah…hah…Ughh….kupikir aku mabuk naik motor !”


“Sudahlah, minumlah teh hangat ini agar kau membaik !”


“Ahh, Terimakasih Ao ! *Sruppp* Ahhh ! Panas !”


“di tiup dulu Tesa, jangan terburu – buru seperti itu !”


Kami pun duduk di sebuah batang kayu dan beristirahat sebentar karna tesa sudah cukup pusing dengan kecepatan bike ku


“….Ao…apa aku boleh bertanya ?”


“Tentu saja”


“aku tau kau menyuruhku untuk menunggu sampai kita di tempat tujuan kita, tapi dengan obat – obatn yang sebanyak ini…apa rencananya kau akan memberikan ini ke seseorang ?”


“Hoh, hebat kau menyadari itu Tesa ! benar, kita akan memberikan ini untuk seseorang !”


“Begituya, jadi…maksud mu mengajakku untuk ini karna kau mau melakukan Savior dan menyelamatkan seseorang ?”


Menyelamatkan kah…kurasa itu bukan kata yang benar, tapi…setelah bertindak sejauh ini kurasa tesa ada benarnya juga


“Menyelamatkan ya…kurasa itu benar dan juga salah !”


“Ehh ? apa maksudnya ?”


“…..Emm…kalau begitu, dengan menjelaskan itu, aku punya satu teka teki untuk mu !”


“Teka teki ? Tentu ! Pasti aku bisa jawab !”


“pada suatu hari, Dewa melahirkan seseorang dengan kondisi yang tidak biasa, dimana kondisi itu membuat dia akan merasa sakit jika bertemu dengan orang yang sedang kesusahan, Dan sakitnya itu bukan lah sesuatu yang bisa ditahan lama – lama, karna rasa sakitnya seperti tertusuk sebuah pedang


“Wah, Pasti orang itu sangat menderita !”


“benar, dan karna kondisinya yang tidak biasa itu, dia jadi sering membantu seseorang yang sedang kesusahan”


“Hoh, lalu ?”


“setelah itu, dewa pun melihat kelakuan nya, dewa pun membuat sebuah replika dirinya yang akan diturunkan ke dunia juga, walaupun replika itu tidak memiliki hasrat dan niat. Tapi replika itu tetap membantu orang yang sedang kesusahan sebab dia replika dari orang yang kondisinya tidak biasa itu. lalu, Setelah kejadian itu, sang dewa pun memberikan nama pada mereka berdua, yaitu si baik dan si Munafik ! Selesai ! dan....Pertannyaan nya adalah, Siapa yang baik dan siapa yang munafik ?”


“…………Emmmm”


Setelah memberikan tesa teka teki itu, aku kembali meminum teh ku karna aku tau dia akan memikirnya cukup lama !


“Emmmmmmmmmmmm……….”


“(belum ya ?)”

__ADS_1


“Ahh ! Aku tau ! yang munafik itu orang yang memiliki kondisi tidak biasa itu bukan ?”


“hoh, Alasan nya ?”


“walaupun dia harus melakukan kebaikan untuk orang lain, tapi dia melakukan itu untuk dirinya sendiri !”


“Benar ! tidak seperti sang replika, Manusia yang kondisi yang tidak biasa itu memilik alasan dari kebaikan nya, Orang yang melakukan kebaikan namun untuk diri sendiri memang bisa di sebut sebagai orang yang munafik !”


“lalu…apa hubungannya dengan yang kita bicarakan pada awal tadi ?”


“Tapi, apa menurutmu manusia yang munafik itu salah ? jika aku jadi dia tentu saja aku akan melakukan hal yang sama ! tidak peduli terhadap apa kata orang maupun dewa sekalipun ! aku pun pasti akan menemukan jalan yang menurutku itu benar !”


“Hoh…”


“pada dasarnya, yang menjadikan manusia munafik itu karna dewa itu sendiri, jadi manusia tidak memiliki alasan untuk kabur dari takdir itu !”


“Emmm….Tapi, bukan nya pasti ada alasan nya ?”


“Alasan ?”


“yang kita bicarakan itu Dewa loh, apa Dewa melakukan itu begitu saja tanpa alasan ? kurasa ada sesuatu dibalik sang dewa melakukan itu bukan ?”


Alasan ya…pada dasarnya aku memang tidak mengetahui tujuan dari Tendo Agami, karna itu…saat ini yang harus ku lakukan adalah menghadapi apa yang didepanku sehingga aku semakin dekat dengan alasan Tendo Agami itu


“Baiklah, kita sudahi istirahat kita ini ! Kau sudah siap berangkat lagi Tesa ?!”


“Tentu !”


“Ahh, dan satu lagi, aku ingatkan lagi, tolong jangan kaget dengan apa yang akan kau lihat nanti ya !”


“Tentu ! (Sudah kuduga ini memang kejutan dari Ao ! Yeyyy !)”


Kami pun langsung tancap gas menuju desa tempat amera harpha menetap, sesampai disana, kami pun memakirkan motor kami dan berjalan melewati desa ini dan menuju hutan di sebelahnya


“Ao…apa tujuan kita bukan di Desa itu ?”


“Bukan, sebentar lagi kita sampai !”


“(Aku sudah tidak sabar !)”


Lalu…kamipun sampai di tempat gubuk miliki Amera harpha dan dia menatapku dan juga Tesa karna muncul sejara mendadak di depannya


“……………Eh ?”


“Ao ! kenapa kau datang lagi ?! dan siapa wanita itu ?”


Tesa yang kebingungan dengan apa yang dia lihat di depannya itu, seorang musuh yang sedang mengelus – ngelus zoa merah berada di depannya


“A…A..A..a.a.a.a.a.a..a..Ao ! i…itu kan ?”


“Emmm, ya ! Dia amera Harpha !”


Tiba – tiba tesa pun langsung bersembunyi di belakangku !


“A…AMERA HARPHA ?! AO ! APA KAU SUDAH GILA MEMBAWA KU KE HADAPAN MUSUH SEPERTI INI !”


“sudah kubilang jangan kaget kan…”


“ITU MUSTAHIL !”


Aku pun berjalan mendekat ke dia dan tesa masih mengikutiku di balik tubuh ku ini


“Aku bawa obat – obatan lagi, Bagaiman kondisi adik mu ?”


“……….a…aku sempat pikir dia sudah membaik, tapi kurasa badannya masih panas !”


“Ehh ?”


sepertinya obat – obatan tidak terlalu berpengaruh, padahal itu obat yang kudapatkan dari ka Paula, harusnya bekerja dengan baik…jika memang seburuk itu, kurasa memang adiknya itu harus mendapatkan perawatan


“Ao..kau, dan dia !”


“Akan ku jelaskan nanti Tesa, saat ini bisakah kau merawat adiknya yang ada di gubuk itu ?!”


“hah ?! merawat ?! Ao ! Diakan mu-!”


“Tesa ! Tolong ya ?”


“Aghhh…….Emmm…..ba..baiklah !”


“terimakasih tesa ! dan, Amera harpha ! apa kau punya kompor di gubuk itu ?”


“……..ada….tapi harus pake kayu !”


“kalau begitu kau bantu aku cari kayu bakar ! Ayo ! ada yang mau kubicarakan juga dengan mu !”


“Tu..Tunggu ! Ao !”


Aku pun pergi ke hutan dan amera harpha mengikutiku dan meninggalkan tesa dan Zoa merah itu berdua, Tesa yang merasa ketakutan karna disebelahnya ada zoa dan merasa dia sedang di awasi oleh zoa itu


“…..Zo….Zoa….Zoa Pintar….”


Tesa pun mengujurkan tanganya dan berusaha mengusap kepala zoa itu, dan Zoa itu malah senang di usap - usap


“GYAARUUU !!”


“Ehh ?! Zoa Pintar ?!”


“GYAARUUU !!”


“WAhhh !! ZOA ! ZOA PINTAR !”


“GYAARUUU !!”


…..dan dia pun akrab dengan zoa itu (bagaimana bisa)….


Aku pun sedang memotong pohon yang tubang ditanah, kurasa ini bisa jadi kayu bakar untuk memasak


“A…Anu….”


“ada apa ? bukanya lebih baik kau meyerangku saja seperti kemarin !”


“Ahhh, hari ini Tendo agami sedang dalam status Arbiter ! karna itu kami para reaper bebas tanpa pantauan semala satu hari ini”


Arbiter ?


“Arbiter ? apa itu ?”


“…..Aku…Tidak dapat menjelaskannya, tapi ! saat ini aku bisa menyampaikannya sekarang padamu !”


Dia mengepal tangannya dan menarunya di depan dadanya itu, dan wajahnya juga sedikit memerah

__ADS_1


“Te…Terimakasih ! Ao !”


“……....apa itu kata – kata yang harus diucapakan untuk musuh mu ?”


“Aku tau ! tapi kau telah berbuat banyak terhadap Adik ku ! aku pun harus berterimakasih juga terhadap pacarmu itu !”


“dia bukan pacarku ! dan yang terlebih lagi ! ada yang ingin ku sarankan padamu ?”


“Ehh ? apa itu ?”


“……….soal itu.....”


Apa tidak apa – apa ya ? apa rencanaku ini bagus dan bisa mengakhiri semuannya ?


“itu…nanti saja deh ! sekarang bantu aku saja dengan kayu – kayu ini !”


“ba…baiklah !”


Kami pun berhasil mendapatkan kayu dan membawanya kembali ke gubuk


“Kami kembali !”


“Ao !”


Tesa pun langsung menghampiri kami dan sepertinya dia sedikit panik


“bagaimana kondisinya ?”


“kondisi anak ini cukup parah, demam nya cukup tinggi ! dia juga berkeringt dingin dan wajahnya pucat sekali, kurasa dia memang harus mendapat perawatan ! obat – obatan juga memang bekerja sedikit ! jadi mungkin dia masih bisa bertahan !”


“……Begituya ? bagaimana pendapatmu Amera ?”


“………ka..kau…tesa kan ?”


“…i…iya !”


“Te..Terimakasih ya ! sudah merawat Adik ku ! selanjutnya akan ku lakukan sesuatu !”


“sa..sama – sama ! (dia berterima kasih ?)”


“aku akan masak Air hangat"


Air hangat pun berhasil kami buat dan kami membuat minuman herbal untuk adik nya itu, dan sepertinya kondisinya mulai sedikit membaik setelah dia meminumnya


“Ka..kakak ?”


“Hiyori ! Hiyori, Syukurlah kau sudah siuman ?”


“hehehe, kenapa…kakak…sepanik itu ? i..ini hanya…demam saja ko !”


“jangan bicara lagi hiyori ! istirahat saja ! Ok !”


“…o….ok”


Sepertinya walaupun siuman, kondisinya memang masih parah, anak ini memang harus di tindak lanjuti


“Amera ! ikut aku keluar ! tesa juga !”


“…………..”


Kami pun keluar gubuk ini dan membiarkan anak itu istirahat


“sepertinya adik mu itu butuh perawatan ! aku menyarankan mu untuk segera membawanya ke dokter !”


“…………..”


Tesa pun melangkah sedikit maju dan sepertinya dia juga ingin bicara dengan Amera Harpha


“b…benar Amera ! jika adikmu diberi perawatan ! kurasa dia pasti akan sembuh ! Ao dan Aku akan memberikan Alasan agar kau bisa membawanya ke Zenexter !”


“…….Sudahlah, itu tidak perlu !”


“Tapi !”


“jika aku lakukan itu dan Tendo Agami melihat kelakukan ku, kuyakin dia akan kembali mengambil adik ku ?”


“mengambil ?”


“adik ku itu sudah mati ! dan tendo agami menghidupkannya kembali dengan syarat aku menjadi Reaper ! kalau aku melakukan itu ! aku yakin dia akan mengambil segalanya dariku !”


“tapi ! kau tadi bilang padaku kalau Tendo Agami sedang dalam masa Arbiter ? apa masudnya dia tidak melihat kita sekarang ?”


“…….mungin bisa di bilang begitu ! memang sekarang ini Tendo agami tidak lagi membisikan kita sebuah ambisi karna dia sudah mau memulai langkah selanjutnya !”


Langkah selanjutnya ?! apa itu berarti akan ada hal buruk yang menimpa kita !


“karna itu, ini lah rencanaku !”


Dia melempar semacam kertas yang sudah diremas itu, dan aku pun menangkapnya dan membuka isi kertas itu


“datanglah ke lokasi itu 2 hari lagi, aku akan menyiapkan semua pasukan Zoa dan Reaper ku ! Disitulah, Ayo kita selesaikan semua yang kita mulai ! Ao !”


“….....Begituya ! kau harusnya tau apa resiko yang akan kau dapat kalau kau malah memberi tau lokasimu dan juga strategi mu ini !”


“Tidak masalah ! apapun akan ku hadapi demi Adikku ! karna itu sekarang kalian pergilah !”


“ta..tapi !”


“KUBILANG PERGI !!”


Tesa yang mau membantahnya terbentak oleh bentakan Amera harpha itu, tapi…tangan dan badannya Amera yang merinding itu menandakan bahwa dia terpaksa melakukan ini, kurasa dia memang mau membuat kami kesal dan mempersiapkan tekad untuk pertarungan kita


“…..Baiklah ! akan ku tunggu kau di lokasi ini ! sampai saat itu, rawatlah adikmu hingga dia sembuh !”


“Tolong jangan datang lagi kesini sampai hari itu datang ! Dan….”


Dia pun berbalik dan menghadap rumah gubuk nya


“Terimakasih atas apa yang kalian lakukan, semoga beruntung di hari pertarungan kita nanti !”


Dia pun masuk ke gubuk itu dan meninggalkan kita disini !


“ayo tesa ! kita harus kembali !”


“Tapi…..”


“Kita harus mempersiapkan diri ! untuk pertempuran kita 2 hari lagi !”


“………baiklah !”


Apapun keputusan mu ! fakta bahwa kita adalah musuh memang tidak dapat diubah ! kurasa memang benar ini semua adalah salah Tendo Agami ! hanya dewa lah…yang menentukan bagai mana kita menghadapi dunia ini…..

__ADS_1


to be continue.......


__ADS_2