
Setelah selesai mencari senjata, kami berencana untuk jalan – jalan karna kami masih memiliki waktu, dan disaat kami sedang jalan – jalan di Sector 1, aku melihat ada Yuna yang sedang makan sendirian di café Sector 1.
“emmm, Yuna !?”
Yuna menyadari kami yang mendekat ke arahnya dan dia berteriak Memanggil kami
“Ahh ! Ao ! teman – teman !”
Kami pun memutuskan untuk beristirahat sejenak di Café ini
“kenapa kau sendirian saja disini yuna ? mana ka Krau ?”
“dia sedang asik main dengan suzaku di kamar kami, dan….mereka berisik sekali mainnya, jadinya aku putuskan untuk keluar saja sambil cari minuman. Ngomong – ngomong apa yang kalian lakukan ?”
“kami baru saja membeli senjata baru untuk Noel”
“heh, Apa yang kau beli Noel !?”
“Panah ! Noel rasa Noel bisa kalau menggunakan panah !”
“wahh ! Panah ya ?! lalu, dimana panahnya ?”
“Noel titipkan di pak Apolo, karna Panahnya ingin sedikit Noel modifikasi !”
“begituya….lalu Rin dan Tesa kenapa ikut juga ?”
“aku nganggur !”
“y...yaaa…aku juga ! (sikapnya sedikit dingin dengan kami berdua)”
“tapi ! kalau kau butuh teman bicara, kau bisa menghubungi kami Yuna, jangan sendirian saja seperti ini !”
“memangnya kenapa kalau sendirian ?”
“kalian sudah mendengar kabarnya bukan ? belakangan ini sering terjadi penyeludupan oleh orang – orang yang berusaha menghancurkan benteng ini….jadi walaupun kita di dalam benteng, tidak sepenuhnya kita aman”
“…..Ao….apa kau menghawatirkan ku ?”
“Tentu saja aku menghawatirkanmu karna kau tadi sendirian disini Yuna, untuk berikutnya ajaklah seseorang yang kau kenal agar setidaknya tidak sendirian !”
“be…begituya…benar juga ! (dia menghawatirkanku…..Senangnya !)”
Di benteng ini mulai sering terjadi khasus yang aneh, ada beberapa orang yang membuat masalah di benteng ini…kita harus selalu waspada dengan sekitar kita
“apa kalian mau pesan makanan ?”
“apa disini ada Omurice ?”
“hey Noel ! kita kan sudah sarapan tadi !”
“Hehehe, Noel merasa kembali lapar setelah mencium bau makanan disini !”
“sudahlah Tesa, jika noel ingin makan disini biarkanlah dia memesan, Noel ! Rainbow cake disini enak loh !”
“Rainbow Cake ?! Aku mau ! kalau Tesa ?”
“a…aku tidak ! aku masih kenyang !”
“kalau begitu bagi dua saja dengan Noel ya ?”
“emm…ya, mungkin aku akan membantu hanya sepotong saja”
Saat mereka ber tiga sedang berbincang dengan apa yang mereka ingin pesan, aku dan Rin yang duduk bersebelahan sudah menyadarinya terlebih dahulu ada yang tidak beres disini
“(Ao…..)”
“(yaa….aku juga menyadarinnya )”
Pria berjubah yang duduk di belakang Yuna, menatap Noel berkali – kali dan sepertinya melakukan gerakan yang mencurigakan
“(apa yang akan kau lakukan ?)”
“(entahlah, ini area umum ! tenang saja, akan ku awasi dia, kau jaga saja Noel !”
“(Ok )…….aku juga mau Rainbow Cake nya !”
“Ok Rin, Permisi ! kami mau memesan !”
Seorang pelayan perempuan datang dan ingin mencatat pesanan kami, saat Noel sedang menyebutkan apa yang dia ingin pesan dan pelayan itu mencatatnya, Pria yang dibelakang Yuna itu mendadak mengeluarkan Pistol dari bawah meja nya dan mengarahkannya ke Noel
“Cih !”
“Kyaaa !”
Saat pria berjubah itu menembakan pistolnya, aku menariknya pelayan itu dan menepis Peluru yang ditembakan pria itu dengan Combat pisau ku
“………….”
Pria itu langsung kabur dengan cepat setelah gagal menembak Noel
“Ao ?!”
“Hey, kau tidak apa – apa mbak Pelayan ?!”
“I….iya !”
“Baguslah, Tesa ! Yuna ! kau jaga Noel ! Ayo kita kejar dia Rin !”
“Baik !”
Kami berdua mengejar pria itu dan entah kenapa saat pengejaran seperti ini, Target kami selalu saja berlari dengan cepat
“dia cepat sekali !”
“haruskah ku tembak kakinya !?”
“Boleh saja !”
Saat Rin sudah bersiap ingin menembak kakinya, Pria itu berbelok dan masuk ke menara tembok Sector 1
“dia Berbelok !”
“Kejar dia !”
Kami mengikutnya terus menurus menaiki tangga darurat hingga ke atas tembok sector 1 ini, dan disana untungnya ada Erick yang sedang berjaga di atas sini
“Erick ! Tahan dia ! dia Penyusup !”
“Ao !? Baiklah !”
“………..”
Kami berhasil menahan Pria itu dari ke dua sisi
“Sekarang menyerahlah ! tidak ada yang bisa kau la-!!!”
Boooooommmm
Pria itu melempar bom asap ke tanah dan membutakan kami sejenak
“Bom asap ?!”
“Izin menembak !”
__ADS_1
Rin langsung saja menembakan ke arah Pria itu, dan Pria itu berlari ke pinggir tebing tembok dengan kaki yang mengeluarkan darah karna tembakan Rin tadi, Pria itu pun tanpa ragu melompat dari tebing sector 1 ini yang ketinggiannya lebih dari 30 meter
“Dia Melompat !”
“Apa !”
Saat pria itu ingin sampai ke tanah, dia menembakan Grappling gun ke tembok dan mendarat ke tanah dengan selamat, setelah itu dia lari menjauhi markas ini dengan kaki yang berdarah
“sepertinya dia berhasil kabur ! hebat juga dia bisa berlari seperti itu dengan kaki yang terluka !”
“……sayangnya jika aku memegang Sniper ku, akan mudah menembaknya dari sini !”
Erick menghampiri kami dan bertanya dengan apa yang terjadi
“Ao, Rin, apa yang terjadi sebenarnya ?!”
“dia penyusup ! sepertinya ini khasus yang sama dengan orang – orang yang berusaha menyerang orang – orang dalam !”
“begituya…sudah cukup banyak khasus seperti ini, apa di dalam benteng ini sudah tidak aman lagi ya ?”
“sepertinya mereka mengincar orang – orang tertentu saja ! Erick, Rin ! tolong laporkan kejadian ini ke ka Iris ! aku akan kembali ke teman – teman dulu dan menyusul kalian !”
“Ok”
“Baiklah“
Seperti rencana, Rin dan Erick melaporkan apa yang terjadi dengan khasus ini, dan aku kembali ke teman – teman sekaligus untuk mencari sesuatu
“Ao ! kau kembali ! bagaimana dengan Target nya ?”
“dia berhasil melarikan diri ! aku tidak tau dia memiliki Grappling gun yang sama seperti ka Pandora dan berhasil mengelabui kami !”
“begituya”
“Yuna, apa ada yang mencurigakan disini saat kami pergi mengejarnya ?”
“tidak ada, Cuma kurasa kau harus meminta maaf karna membuat pelayan ini kaget !”
“Ehh !?”
Benar juga, karna aku membuat tindakan seperti itu, aku membuat pelayan ini ketakutan
“begituya ! maafkan aku karna mengagetkanmu tadi…siapa namamu ?”
“A….Amira !”
“Amira ya, maaf ya karna membuat mu kaget ! akan ku ganti rugi karna membuat kerusuhan di café ini !”
“Ti…Tidak usah ! kau kan berusaha melindungi ku tadi jadi tidak usah !”
“begituya....kalau begitu mungkin aku akan jadi pelanggan mu saja selama 2 minggu ini…bagaiman ?”
“ba….baiklah (dia sedikit memaksa padahal aku tidak terlalu memikirkannya)”
Disaat itu Noel, Tesa, dan Yuna yang sedang berkumpul bertiga sedang membicarakanku
“hihihi…Sikap Ao memang seperti itu !”
“kau sepertinya senang melihat Ao seperti itu Yuna ?”
“yaa…kurasa Ao memang sedikit menarik ! dia terkesan memaksa sekali namun dalam hal baik !”
“…….(sudah kuduga..…Yuna..….kau)”
“Noel juga suka melihat Ao yang seperti itu !”
“Be…begituya…(sepertinya aku mempunyai banyak saingan ! tapi kurasa Noel berfikir Suka dalam hal lain ! jadi satu – satunya yang harus ku khawatirkan adalah….Yuna….)”
“Noel, Tesa, Kalian lebih baik kembali ke kamar saja ! karna tadi Pria itu sepertinya mengincar Noel !”
“Baiklah ! bagaimana dengan mu Yuna ? kau mau kembali ke kamar mu ?”
“emm…bolehkah aku ikut kalian saja ?”
“..…..Baiklah !”
“Tentu saja ! lebih ramai akan lebih asik !”
“baiklah ! aku juga akan kembali nanti bersama Rin !”
“Ok ! kami menunggumu di kamar ya !”
Mereka bertiga kembali ke kamar agar mereka tetap aman, dan aku pun berjalan ke samping gedung di sebelah café ini, karna peluru yang ku tepis tadi terpental kesini dan sepertinya aku menyadari ada yang aneh dengan peluru yang ku tepis tadi
“(aku melakukan pelatihan menahan tembakan pistol dengan ka Misa, tapi yang ku tepis tadi sepertinya berbeda dengan bukan peluru biasa)”
Di belakang gedung ini, benar saja kau menemukan sesuatu yang tergeletak namun ternyata ini memang bukan peluru biasa, melainkan seperti Peluru bius
“apa ini Peluru Bius ? sudah kuduga ini memang sedikit berbeda ! aku harus melaporkan ini ke ka iris !”
Aku pun bergegas ke tempat ka Iris dan menyusul Erick dan Rin yang sudah ada disana untuk melapor, saat aku sampai di ruangan ka iris, ternyata benar mereka sedang membahas sesuatu
“Ao ! kau datang !”
“bagaimana kondisi disana ?”
“sudah ku atasi ! terimakasih karna mau melapor duluan Rin, Erick ! jadi, bagaimana statusnya disini ?”
Ka Iris yang berfikir sejenak langsung menaru kertas laporannya ke meja kerjanya
“entah kenapa khasus seperti ini sudah banyak sekali ! untung saja kali ini tidak ada korban jiwanya ! kerja kalian bagus !”
“Terimakasih !”
“dan Ao, bagaimana dengan TKP nya ?”
“sudah aku tangani dan sepertinya aku menemukan sesuatu yang menarik”
Aku menaru peluru bius itu di meja kerja ka Iris agar mereka semua dapat melihatnya
“Peluru ?”
“hem…secara teknis ini seperti peluru bius !”
“benar ! peluru inilah yang digunakan pelaku untuk menembak Noel ! dan sepertinya target nya adalah Noel !”
“….apa dia di incar karna dia Spesial ?”
“mungkin saja Erick ! tapi jika kita membahas seseorang yang spesial disini, Suzaku lebih unggul karna dia adalah setengah dewa ! beberapa bulan lalu bahkan tesa juga jadi incaran juga”
“Sepertinya sudah saatnya kita mencari tau apa tujuan orang – orang ini sampai mengincar kita !”
Sebenarnya kau sudah mengetahui siapa orang – orang ini, ada kemungkinan besar mereka adalah para mark Destruction yang namanya akan ka Pandora bahas nanti. Jika para destruction ini mengincar Noel….pasti ada hubungannya dengan perintah yang diberikan Tendo Agami
“kurasa….ini ada kaitannya dengan Tendo agami yang nanti akan dibahas oleh ka Pandora di pertemuan besok !”
“benar juga ! katanya dia memang akan memberikan pengumuman kepada kita para anggota Vermelia Rose dan para Tentara penjaga !”
“kurasa itu adalah pengumuman tentang orang – orang yang menyerang kita dan juga zombie baru yang kita temukan !”
“itu berarti kita tinggal menunggu saja besok pengumumannya ! aku juga akan melaporkan ini ke Pandora ! sekarang kalian boleh kembali !”
“Baik !”
__ADS_1
Kami ber 3 pun keluar ruangan ini dan sepertinya kita harus menunggu hasilnya besok
“Baiklah ! aku harus kembali berjaga karna ini baru jam 2 siang ! kalian mau apa setelah ini ?”
“mungkin kita berdua akan kembali saja ke kamar kita ! bersiap - siap untuk latihan besok !”
“begituya, Baiklah ! sampa jumpa besok di area Pelatihan ya !”
“Ok ! kau juga ya !”
“hati – hati berjaganya Erick !”
“te..Tentu (Rin menghawatirkan ku !)”
Kami berdua pun berjalan kembali ke kamar kami
“Ao kau tau ?! kolam renang baru saja dibuka kembali kemarin !”
“benarkah ? yaa...aku tidak pernah berenang disana sebelumnya !”
“aku juga belum pernah !”
“mungkin kapan – kapan kita harus kesana untuk berenang bersama ! berenang adalah olahraga yang bagus untuk tubuh”
“yaa…dalam kondisi kita yang seperti ini bagai mana mungkin kita berenang bukan ?”
“benar ! kita harus menunggu sampai kondisi aman !”
Kami pun sampai di kamar kami dan aku membuka pintu langsung tanpa mengetuk pintu
“Aku pula…...ngggg”
Saat aku membuka pintu, aku terdiam karna melihat Noel, Yuna, dan Tesa sedang menggunakan baju renang mereka !
“Kyaaa !!”
“Kyaaa !!”
“ohhh…Kau kembali Ao !”
“Eh ?!”
“Eh ?!”
Tidak seperti Noel dan Yuna yang menjerit malu, Tesa berperilaku biasa saja. Benar juga, kami kan sudah pernah berenang bersama sewaktu sekolah dan dia sudah terbiasa memakai baju renang nya di depanku
“kau tidak malu tesa ?”
“benar ! noel saja malu dilihat seperti ini !”
“ohhh…benar juga….mungkin aku tidak malu memakai ini di depan Ao karna aku sudah sering menggunakannya didepannya ?”
“Sering !?”
“Sering !?”
“i…iya…sering !”
Disaat itu aku yang masih melihat mereka di depan pintu ini bersama dengan Rin
“kenapa mereka memakai baju renang di kamar kita ?”
“entahlah….dan sampai kapan kau mau menatap mereka ?”
“hemm….ini pemandangan yang jarang ku lihat !”
“baiklah ! Pertunjukan Selesai !”
Rin tiba – tiba menusuk mataku dengan ke dua jarinya !
“GYAAAA !!! MATAKU !!! MATAKU !!”
“Tunggulah di luar tuan Pelanggan !”
Rin pun masuk ke kamar dan aku ditinggal di luar dengan mata yang memerah
Beberapa menit kemudian Rin membukakan pintunya dan menyuruhku masuk, saat aku masuk mereka bertiga sudah duduk di kursi meja makan, noel dan yuna masih merasa malu
“…….mungkin aku harus menanyakan kenapa kalian memakai baju renang begitu”
“Yu…YUNA YANG MERENCANAKAN INI !”
“A…AKU ?! TAPI KAU JUGA SETUJUH KAN NOEL ?”
“ha…habisnya noel juga belum pernah berenang !”
“begituya…jadinya kalian berdua ingin berenang di kolang renang yang baru buka ya ?"
“i..iya”
“i..iya”
“apa kau juga Tesa ?”
“yaa…sudah lama sekali aku tidak berenang ! mungkin aku kepengen juga !”
“hemm….baiklah ! kenapa tidak !?”
“Ehh ?!”
“Ehh ?!”
“jika kalian memang pengen berenang, Ayo kita kesana sekarang mumpung ini masih siang !”
“ta...tapi kondisinya kan sedang seperti ini !”
“tenang saja ! ada aku dan Rin yang akan berjaga ! kalian tidak usah memikirkan itu jika kalian memang ingin berenang !”
“Yayy !”
“Yayy !”
Yuna dan Noel melakukan tos bersama, sepertinya mereka memang ingin sekali berenang !
“kalian bersiap – siap saja ! aku akan ke kamarnya Leo untuk menanyakan apa mereka bisa ikut kita atau tidak !”
“Ok !“
“ayo Semua ! Kita bersiap – siap !”
“Rin, Apa kau punya baju renang ?”
“aku punya 1 yang sexy !”
“Eh !?”
“Eh !?”
“Eh !?”
Dan kami pun merencanakan hari terakhir libur kami untuk berenang bersama di siang hari ini….
to be continue.......
__ADS_1