
Satu hari pun berlalu setelah aku merahasiakan pertemuanku dengan Amera Harpha, sepertinya belum ada yang tau dengan kejadian ini dan aku putuskan tetap untuk merahasiakan, aku pun yang sekarang sedang melamun menatap keluar jendela kamarku dan memikirkan apa tindakan ku selanjutnya untuk menghadapi Amera Harpha
“………………..”
Kenapa ke adaan nya bisa sesulit ini, apa yang terjadi denganku hingga aku bisa saja melepaskan musuh ku seperti itu
“Ao !”
“Emm ? Tesa, Rin, kalian sudah mau pergi ?”
“ya ! Aku tiba – tiba dipanggil untuk membantu dapur !”
“aku juga diminta untuk melatih para Pemula Savior untuk latihan menembak !”
“Begituya, Emm ? dimana Noel ?”
“Emmm…Soal itu, dia bilang tadi ada sedikit urusan ! namun dia tidak memberi tau apa urusannya itu !”
“begituya, nanti akan ku cek kalau begitu ! kalian yang semangat ya bertugasnya !”
“Ok !”
“kami pergi dulu ya !”
Tesa dan Rin pun pergi meninggalkan kamar ini untuk melakukan tugas panggilan mereka masing – masing
“……..Sekarang ! apa yang harus ku lakukan !”
Aku kembali menatap ke luar jendela dan memikirkan sesuatu kalau aku ini masih Lemah ! aku harus menjadi lebih kuat lagi agar tidak memandang musuhku seperti ini !
“Hemm…Baiklah !”
Aku pun langsung berlari ke Ruang kerja ka Pandora, biasanya ka Iris dan ka Misa sedang sarapan disana, saat aku sampai disana aku pun langsung mendobrak pintu ruang kerja ka Pandora ini
“Permisi ! Tolong jadikan Aku lebih Kuat lagi Sensei !”
“Ao ?”
“Ao !”
Seperti dugaan ku, sepetinya ka Iris dan ka Misa sedang menikmati sarapan mereka, sedangkan sepertinya ka Pandora sedang sibuk di meja kerjanya dengan beberapa berkas yang sedang dia kerjakan
“Ao ! kalau kau masuk ke ruangan ku, setidaknya ketuk lah pintu dulu !”
“Ahh, Maaf ka Pandora, Aku sedang kebingungan saat ini !”
“…..Begituya…”
Tidak biasanya ka Pandora bersikap seperti itu, apa dia sedang sesibuk itu ya ? hingga tidak mau di ganggu
“Ao ! Ao ! Sini !”
Karna ka Misa memanggilku, aku pun menghampiri mereka yang ada di meja tamu yang sedang sarapan itu
“Ada apa Ao ? sampai kau berteriak begitu ?!”
“benar ! Benar ! coba ceritakan dengan sensei mu ini !”
“Jadi Begini !”
Aku pun menceritakan kekurangan ku yang masih lemah ini, tapi aku tidak menceritakan alasan aku menjadi lemah seperti ini, karna itu berhubungan dengan Amera Harpha
“Jadi begitulah ka Iris, ka Misa ! aku ingin lebih kuat lagi !”
“………kalau itu….”
“Tentu saja Aku dengan senang hati akan membantumu ! Sebagai Sensei mu akan ku ajari teknik baruku ! Ayo Ao ! Kita Mandi keringat sekarang !”
“Baik !”
aku dan ka Misa pun keluar dari ruangan ini dan menuju aula pelatihan, meninggalkan ka Iris dan ka Pandora di ruangan ini
“Apa yang terjadi hingga Ao se-semangat itu ya ? kau tau sesuatu Pandora ?”
“…..Entahlah aku kurang yakin, tapi tenang saja, akan ada yang mengurus dia nantinya !”
“nantinya ?”
Aku pun sekarang sedang mengikuti dari belakang dan membuka catatan ku dan mencatat setiap yang dikatakan ka Misa
“Dengar ya Ao ! pada saat bertarung, kau tidak boleh mengandalkan 100 % senjatamu !”
“Begituya…”
“apa pun yang kau lakukan, Senjata itu tetaplah Alat, yang menjadikan mu kuat adalah apakah kau memiliki kemampuan untuk menggunakan senjata itu atau bisa dibilang teknik dalam senjata itu !”
“Begituya…”
“dan lagi, saat keadaan genting pun, kau terkadang harus bertarung tanpa senjata, di saat itulah kau harus pastikan kalau kau memiliki senjata rahasia yang tidak terlihat oleh musuhmu !”
“Begituya…Emm ?!”
Tiba – tiba seseorang memegang tanganku dan entah kenapa pandangan ku jadi kabur dan aku berpindah ke tempat lain
“Jadi begitulah Ao, apa kau paham sekarang ?...........Emm ?………Ao ?.........Ao ?!.........AO !!!”
Saat pandangan ku kini tidak buram, aku mengetahui apa yang terjadi karna kejadian ini pernah terjadi, sekarang aku mengetahui kalau aku sedang ada di atap gedung utama ini, dan baru saja aku ditarik untuk melakukan teleportasi
“……begituya, ada apa menarik ku ke tempat seperti ini….Suzaku ?”
Aku pun berbalik badan dan benar saja suzaku ada di belakang ku
“ada yang ingin ku bicarakan dengan mu karna aku sepenuhnya Percaya padamu Ao !”
“...........Baik, Apa itu ?”
“apa yang kau rencana kan dengan Amera Harpha itu ?!”
“……...Jadi, Kau tau ya ?!”
“ketahuilah kalau aku memiliki pandangan dari Berkah ku ini, Bold Hold ku juga bisa diperkecil hingga aku bisa menempelkannya di setiap orang yang menurutku harus ku lindungi !”
Jadi dia menempelkan Bold Hold nya padaku ya, sudah kuduga Suzaku memang cukup mengesankan
“Begituya, pantas saja kau mengetahui kejadian itu !”
“tapi Bold Hold kecil di atas kepalamu itu tetap memiliki kekurangan, sehingga walaupun aku tau apa View sekitar mu, tapi aku tidak dapat mendengar suara ny ! jadi aku bertanya apa yang kau rencanakan sehingga kau membiarkan Amera Harpha lolos begitu saja ?”
“……..kalau kau bisa melihat apa yang ku lihat waktu itu, itu artinya kau melihat anak kecil yang ada di gubuk itu bukan ?!”
“Lalu ?”
“Lalu ?! apa maksud kata - kata mu itu mengharapkan ku menghabisi Amere harpha dan adiknya begitu saja ?”
“Ao ! Buka lah matamu ! mereka itu adalah musuk kita ! apa jangan - jangan kau merasa kasihan terhadapnya ?!”
“…Ugh….”
Aku tidak dapat membantah itu, memang benar aku selama ini merasa aku yang membiarkan Amera harpha pergi karna merasa Kasihan ! tapi aku tidak punya pilihan lagi saat menghadapi keadaan seperti itu
“A…Aku tau ! karna itu untuk masalahnya ! serahkan lah pada ku Suzaku !”
“……Apa rencanamu Ao ?”
“soal itu, aku belum punya rencana”
“Hemm…kalau aku teleportasi ke sana, aku tidak bisa kembali karna aku sudah menggunakan 1kali untuk menarikmu kesini !”
“A..Apa yang kau rencanakan Suzaku ?!”
“Tentu saja menghabisi dia selagi aku tau posisinya !”
Tiba - tiba aku berlari ke arah Suzaku dan menahan Pundaknya dengan ke dua tanganku dan tanpa ku sadari, aku ber- ekspresi marah
“Ao ?!”
“…Ugh…Sialan….aku tidak tau apa yang kulakukan…kenapa aku marah seperti ini…kenapa aku ragu seperti ini...aku sepenuhnya tau kalau dia itu musuh kita, Tapi….”
Suzaku melihatku beberapa saat, dia sepertinya sedang berfikir untuk tindakan selanjutnya
“…....Baiklah !”
“Suzaku ?”
“kau pikirkan apa yang akan kau lakukan untuknya ! tapi kau harus sudah bertindak besok ! atau aku yang akan mengeksekusi nya !”
“Be..besok ?!”
“dan lagi, jangan heran kalau kau ragu atau merasa kebingungan atas tindakan mu itu Ao, Pada dasarnya…kau masih Manusia ! Berbeda dengan kami para Demi God ini !”
“….Suzaku….”
“kami para demi God memang masih setengah dewa, namun karna itulah pikiran kami di ambuki rasa kemanusiaan dan rasa serakah yang bercampur aduk ! sehingga memang sangat sulit untuk menahan diri ! karna itu cepat putus kan apa yang akan kau lakuka terhadapnya Ao ! atau aku akan bertindak dengan sendirinya”
Sepertinya suzaku mempercayaiku untuk menyerahkan soal Amera harpha padaku, kurasa aku tidak boleh mengecewakan nya
“……..Baiklah ! beri aku waktu satu hari ini Suzaku !”
“Ok ! kalau begitu, kita harus segera kembali ! ke adaan nya cukup gawan nih !”
“Cukup Gawat ?”
Kami pun kembali teleportasi ke tempat semula dan melihat ka Misa yang sedang panik mencariku
__ADS_1
“AO ! AO ! AO ! Dimana kau ! Gawat !! apa jangan – jangan dia diculik ?! atau hanya kebelet mau ke toilet saja ?! atau jangan – jangan dia memang membenciku ?! Atau-”
“…………”
“…………cepat kau hampiri di sana, sebelum dia membayangkan yang aneh – aneh lagi !”
“Ahhh, kau benar !”
“Dan satu lagi Ao, kejadian mu ini bukan hanya aku saja yang menetahui nya, aku sudah menjelaskannya ke Pandora ! sebisa mungkin kau harus menjelaskan nya padaku dan juga dia !”
“……dimengerti !”
Aku pun menghampiri ka Misa yang sepertinya panik mencariku
“ka Misa !”
“Ahhh !? AO ! dari mana saja kau, tiba – tiba menghilang begitu saja ?!”
“ahh, Soal itu (Emmm…alasan apa yang cocok untuk ini ya ?) aku...Aku kebelet mendadak !”
“Fyuhh, Sudah ku duga begitu ! pantas saja kau menghilang tiba – tiba !”
“aku sekarang sudah baik – baik saja ka Misa, Ayo kita mandi keringat sekarang !”
“Hoh ! semangat yang bagus ! kalau begitu Ayo !”
Kami pun berlatih samapi tidak kenal waktu, saat aku sedang mengayunkan katana ku, aku tidak sadar sampai waktu pun sudah sore hari dan aku cukup kelelahan
“Fyuhh ! kau bersemangat sekali hari ini Ao !”
“Aku sepenuhnya ingin menjadi lebih kuat !”
“kurasa kau sudah cukup kuat ! bahkan kau hampir sebanding dengan ku !”
“…..Tidak, aku yang seperti ini masih saja lemah, aku butuh mental dan tekad yang lebih kuat lagi !”
“……....….”
Ka Misa pun mendekat dan menepuk pundakku
“ya ! ya ! apapun yang kau lakukan jangan terlalu memaksakan dirimu Ao ! ingat lah yang telah ku ajaran tentang “tindakan pertama adalah jalan yang kuat untuk menyerang” kau masih mengingat itu kan ?”
“Tentu !”
Tindakan pertama ya…kursa aku yang memulai semua ini, karna itu aku harus memikir kan lagi apa yang harus ku lakukan.
Setelah kami selesai berlatih, aku pun segera mandi di tempat aula pelatihan karna keringatku sudah cukup merepotkan, setelah mandi pun aku membeli beberapa minuman kaleng di minimarket dan kembali ke Kamar ku
“Aku pulang !”
Sepertinya tidak ada siapa – siapa disini, apa tesa, noel dan rin belum pulang ya ?
“seperitnya mereka belum pulang, Ehhh ?!”
Aku merasakan ada yang ganjal di kamarku ini, seperti ada sesuatu yang pernah kurasakan sebelumya, yaitu hawa seseorang sedang bersembunyi di sekitar ku
“(hawa ini…aku merasakannya…apa Amere harpha menyelinap kesini ? Kurasa itu mungkin saja terjadi !) Emm ?”
Aku menyadari kalau seseorang sedang bersembunyi di balik selimut tempat tidur ku, kurasa itu bukan tesa, noel maupun rin !
“(menyelinap di tempat tidur Orang ya ! kurasa dia melakukan kesalahan besar !)”
Aku pun berjalan mengendap – endap dan saat aku sudah dekat dengan kasurnya, aku pun melompat dan menyekap dia dengan selimut yang menutupinya
“DAPAT KAU !”
“Mpfff !”
“SIAPA KAU ! MENYELINAP KE KAMARKU !”
“Mpffff ! Mpfffff !“
“Tidak bisa bicara ya ?! ohh, benar juga…aku menyekapnya ! akan ku longgarkan sedikit !”
“YU ! YUNAA !! INI YUNAA !!”
“yu..yuna ?!”
Aku pun berheti menyekap nya dan membuka selimutnya, dia pun berkeringat dan tidak berdaya di kasurku itu
“A..hah….hah…Ao ! kau…keterlaluan…”
“ma..maaf kan aku Yuna ! kau tidak apa - apa !? tapi kau sendiri kenapa menyelinap di tempat tidur ku ?”
“a..aku hanya sedikit mengantuk saja (dia lumayan juga…) karna itu aku tidur – tiduran sebentar ! saat aku menyadari kau datang, aku pun memutuskan untuk sembunyi ! ehehe !”
“hah…Yuna, itu cukup berbahaya ! kukira kau itu musuh yang menyelinap masuk ke kamarku !”
“hehehe, maaf !”
“tentu saja mau main ! tadi aku kesini bersama Tesa ! tapi dia keluar sebentar karna dipanggil kembali pihak kepala koki !”
“begituya”
Aku pun turun dari kasur ku ini dan berjalan ke dapur untuk memanaskan Air
“kau mau minum apa ?”
“ahh, Teh hangat saja !”
“Ok !”
Aku pun membuatkan nya teh dan kopi untuk ku juga untuk kita minum bersama, yuna pun berpindah ke meja makan karna menyadari aku membuatkan minuman untuk nya
“ini !”
“Terimakasih Ao ! *Sruppp* Emmm ! ini enak ! kau pandai juga Ao !”
“Jangan bercanda ! ini hanya membuat teh ! siapa pun pasti bisa !”
“Heheh, benar juga !”
“jadi, sudah lama ya kita tidak bertemu, bagaimana di team kakak mu ?”
“ya, lancar – lancar saja ! tapi aku cukup kesepian karna tidak sering ketemu kalian !”
“ya, pada dasarnya kita memang berbeda team, dan juga, kebetulan sekali karna ada yang ingin ku tanyakan padamu Yuna !”
“Tentu ! Tuntu ! apa itu ?!”
Aku pun meneguk kopi ku dan kembali menarunya di meja makan
“….bagaimana pencarian tentang Dokter Savria ?”
Yuna pun tiba – tiba berwajah tidak puas dan sepertinya dia kecewa dengan sesuatu
“hah….soal pekerjaan kah ! aku kesini untuk menghilangak kesuntukan itu Ao !”
“Ayolah ! aku juga penasarang dengan khasus Dokter Savria juga !”
“…..Emmm, Begini saja ! kalau aku jelaskan ! kau harus turuti 1 kemauan ku ! bagaimana ?”
“……………”
“…………….Emm ? bagaimana ?”
Aku pun berdiri dan membuka pintu kamarku dan mencoba berjalan keluar kamar
“Sepertinya bicara pada ka Krau akan lebih cepat !”
“Ahhh ! Tunggu Ao ! Jangan Pergi ! Aku akan cerita ! tapi anggap saja tawaranku itu sebagai permainan saja !”
“Permaina ? jadi tidak macam – macam ya ?”
Dia pun mengangguk – nganggku dan sepertinya kita sudah sepakat ! dan kami pun kembali duduk di meja makan ini
“Ehm....keadaan Dokter Savria memang masih membingungkan ! tapi fakta bahwa beberapa labolatoriumnya masih ada yang bekerja, memandakan kalau ada kemungkinan dia masih hudup !”
“aku juga sempat berfikir kalau dia masih hidup !”
“tapi kita tidak tau tanda – tanda keberadaan nya, hal terburuknya dia telah bergabung dengan reaper untuk tujuannya itu !”
“Begituya…lalu apa ada kabar mengenai pak Charles juga ?!”
“Beberapa data di labolatorium barunya menandaan kalau memang dia melakukan kerja sama dengan pak Charles ! tapi tidak ada tanda – tinda kerja sama yang masih berjalan sehingga besar kemungkinananya kalau pak Charlse memang sudah meninggal !”
Jadi pamanku memang sudah tiada ya, aku tidak bisa membantah mengenai itu !
“baiklah ! itu informasi yang sudah cukup bagus !”
“hehe, sekarang waktuku ! kau harus menurutu mau ku ok ?!”
“Baiklah ! baiklah ! asal tidak berlebihan Ok ?!”
Yuna pun tiba – tiba berdiri dan berjanan ke kasurku, lalu dia duduk di kasur itu dan menepuk - nepuk pahanya dan sepertinya itu tanda dia memanggilku
“ma..maksud mu ?!”
“Kau terlihat lelah Ao ! matamu menunjukan kalau kau memikirkan sesuatu hingga kau lelah seperti itu ! gunakanlah bantanan pahaku untuk kau istirahat !”
“i…iyah, kurasa itu cukup….”
“Ao !”
__ADS_1
Matanya membara dan meyakinkan ku kalau aku sudah janji akan menurutinya !
“ba..baiklah !”
Aku pun berjalan mendekat ke arah kasur dan duduk di sebelahnya
“Apa kau yakin ?”
“jangan sungkan !”
“………kalau gitu”
Aku pun langsung saja menaru kepalaku di pahanya dan berbaring di tempat tidur ini
“Ehmm (i…Ini sedikit geli !)”
“Yuna, sebenarnya kau tidak usah berbuat sejauh ini, kurasa aku tidak selelah yang kau ki-!!”
Dia pun mengelus – elus kepalaku dan entah kenapa aku merasa sangat nyaman dan ini tidak buruk juga
“Tenanglah – tenanglah Ao ! cobalah untuk Relex ! kau telalu memaksakan dirimu !”
“….ini….Lumayan juga !”
“(Wahhh ! Dia suka !) S..Syukurlah kalau kau suka !”
“apa kau melakukan ini ke ka Krau juga ? kurasa dia pasti sangat senang memiliki adik seperti mu !”
“Ehh ?! i..iyaa...terkadang aku melakukannya ke kakak ku (apa pernah ya ?)”
“Syukurlah kalian ternyata memang akur !”
“terlebih lagi Ao, apa sebenarnya yang kau pikirkan sampai kau lelah seperti ini ?”
“tadi aku berlatih dengan ka Misa,dan aku sempat kepikiran kalau aku kurang kuat dalam tekad dan juga teknik berpedangku !”
“Kurasa kau harus mulai sedikit relex dan menikmati dunia ini Ao !”
“………Soal Itu !”
Aku pun membangunakn posisiku yang tadinya terbaring menjadi duduk, dan membelakangi yuna di posisiku ini
“Itu…sesuatu yang ku bingungkan !”
“(Ahhh..aku salah bicara ya...)”
“pada dasarnya kita masih beruntung bisa bertahan sejauh ini, tapi, cobaan kita semakin banyak dan bahkan semakin membingungkan, semakin sulit untuk membuat keputusan, semakin sulit untuk melindungi teman – teman kita yang berharga ! karna itu, keputusan ku untuk terus menjadi kuat akan tetap ku lakukan !”
“……hah..…Ao ! Kau itu ya ! Coba lihat sini !”
”ada apa ?”
Dia pun kembali mengelus kepalaku
“Ya ! Aku tau ! karna bukan hanya kau saja yang berfikir seperti itu !”
“Ehh ?”
“banyak yang telah termotifasi oleh tekad mu Ao ! kau bukan lah satu – satunya yang menangkul beban dunia ini, kami semua pun memiliki pikiran yang sama sepertimu, untuk menjadi lebih kuat ! jadi kalu harus bisa cukup tenang saat memikirkannya ok ?!”
“Yuna…..Emmm, Kurasa kau benar ! mungkin aku memang membutuhkan ketenangan dan tidak boleh sepanik ini !”
“hehehe, itu jawaban yang bagus !”
Tiba – tiba pintu kamar ku terbuka dan yang datang ternyata Tesa
“Aku pulang ! maaf ya menunggu lama yun-?! Ehh ?!”
“Ahh, selamat datang Tesa !”
“kau akhirnya kembali tesa !”
“A…A….Apa yang kalian lakuakan di kasur berduaan ?!”
“Ahh ! kalau itu, yuna tadi memberikanku ban-!!”
Tiba – tiba Yuna menutup mulutku dan memasang wajah seram ke arah ku
“kita hanya mengobrol saja, saat ngobrol kan enakan di tempat yang empuk ! benarkan..A…O ?!”
“…..i..iya !”
“begituya ! Ahh ! aku bawa makanan nih ! tadi dikasih sama atasan koki ku ! ayo kita makan !”
“Yey ! makan !”
“Baiklah ! aku akan siapkan piring nya !”
Kami pun memakan nya bersama dan mengobrol bersama, kurasa yuna benar, aku harus lebih tenang menghadapi semua yang akan ku hadapi
Setelah makan selesai, yuna pun mau pamit untuk segera kembali ke kamarnya !
“Baiklah ! terimakasih atas jamuan nya ya ! aku harus menyiapkan makan malam juga untuk kakak ku !”
“Baiklah, terimakasih sudah mau main ke sini Yuna !”
“Ok tesa ! kapan – kapan aku main lagi ya ! bye ! bye !”
Yuna pun berjalan menjauh dari kamar kami, namun tiba – tiba dia berhenti dan berbalik arah
“Ahh, dan untuk mu Ao !”
“Emm ?”
“saat aku main lagi kesini ! tolong bersikap lebih lembut ya ! Bye ! Bye !”
Dia pun pergi dan meninggalkan masalah di kamar ku ini
“…………..”
“Ao !! apa maksudnya tadi ?”
“………Lupakan lah !”
“Tunggu Ao !”
Kami pun masuk ke kamar kami kembali dan aku kepikiran dengan janji yang sudah kubuat dengan suzaku di tadi pagi
“….tesa !”
“ya ?”
“besok kau ada jadwal ?”
“Kurasa tidak, pencariannya kan masih di proses lagi !”
“kalau begitu, maukah kau ikut dengan ku besok ?”
“(ehh ? ada apa ini ?) te..tentu, tapi kemana ?”
“……soal itu, kau harus nantikan saat kita berada disana !”
“(ehh ?! kejutan dari Ao ?!) ma..mau ! aku ikut kalau begitu !”
“baiklah ! besok kita bangun pagi – pagi jam 6 dan bertemu di sector 2 !”
“Ok !”
Setelah kami selesai bicara, pintu kamar kami kembali terbuka dan Noel dan Rin pun datang
“Kami Pulang !”
“Kami Pulang !”
“Selamat Datang !”
“Selamat Datang ! Noel ?! dari mana saja kau ? ko kami tidak melihat mu ?”
“So..Soal itu aku per-!!”
Saat noel sedang mau menjelaskannya, Rin tiba – tiba menutup mulut Noel
“Noel diculik ke kamar ka narmaira dengan alasan ka narmaira meminta bantuan nya untuk merapihakan kamarnya"
“(ka narmaira pun mulai bertindak ya ?!)”
“(ka narmaira pun mulai bertindak ya ?!)”
“i..itu tidak benar Rin ! ka narmaira menunjuk kan ke noel baju – baju yang cukup bagus ! tentu Noel pun dengan senang hati memakainya !”
“(jadi itu rencana nya ya ?!)”
“(jadi itu rencana nya ya ?!)”
“ahhh, baju – baju itu ya, kurasa dia pernah memintaku untuk memakainya namun ku tolak !”
“su..sudah lah kalian berdua ! aku bawa makanan tadi ! makan saja dulu !”
“Wohh !”
“Asik !”
Sepertinya, ini yang di bilang yuna untuk lebih tenang dan menikmati dunia ! Namun, apa artinya semua ini jika pada akhirnya aku melihat mereka tidak berdaya di depan mataku nanti ! di saat itu, aku harus cukup kuat untuk menghadapi Amera Harpha maupun Tendo Agami yang menjadi masalah utamanya !
__ADS_1
to be continue....