Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(S3) Demi God Side Story : Genbu's Memory


__ADS_3

"hemm…Sepertinya di sini bagus”


Salam, Perkenalkan namaku Genbu, salah satu dari Demi god yang di berkahkan oleh Tendo agami, saat ini aku seperti biasa sedang mencari pohon yang enak di hutan dekat desa Zenexter ini untuk beristirahat dan mengisi energi ku kembali.


“Hup !”


Sebenarnya, salah satu berkahku adalah imun tubuh dan tenaga yang cukup kuat, tapi belakangan ini aku jarang sekali menggunakan kekuatanku untuk melawan zombie dan zoa, karna itu, aku lebih baik mengisi saja energi ku di hutan ini untuk berjaga – jaga, sebab…menurut Seiryu, sebentar lagi kita semua akan menghadapi pertarungan besar. Aku yang sebagai salah satu demi god harus bisa membantu banyak


“(aku harus bisa lakukan sesuatu untuk umat manusia, Terlebih, walaupun aku suka menyendiri di hutan seperti ini, Tapi manusia sudah lakukan banyak hal padaku, dan kurasa aku menyukainya juga…Terutama…)”


“Genbu ! Dimana kamu ?!”


Itu suara Tesa…baru saja aku memikirkannya dia malah datang, panjang umur sekali.


“Aku di atas sini Tesa !”


“Ahh, sudah ku duga kau ada di sini Genbu ! apa kau lagi mengisi energi mu ?”


“begitulah, ada kalanya bagus kalau berjaga – jaga ! kita tidak tau kapan kita akan di serang bukan !”


“kurasa kau benar ! tunggulah di sana !”


“Emmm ?”


Tesa pun mencoba menaiki pohon ini juga, sebenarnya ini pohon yang tidak terlalu tinggi, kurasa tesa pun bisa menaikinya


“Hup ! hehe, aku berhasil naik !”


“ada apa ? bahaya loh kalau kau jatuh !”


“sebenarnya aku membuat banyak makanan ! ayo makan bersama Genbu !”


“…....….”


Tesa ini….


“Baiklah, mari makan bersama !”


Tesa pun mengeluarkan bekalnya, dan kami pun makan bersama di atas pohon ini


“ngomong – ngomong genbu, kau sepertinya sudah lancar ya bicaranya !”


“aku sudah cukup lama bersama kalian, tentu saja aku cukup belajar dengan cepat !”


“hehe, aku masih ingat dulu kau yang bicaranya masih putus – putus ! saat itu kau masih lucu sekali genbu !”


“t-tolong lupakan masa lalu itu, kau tau kan kalau aku kehilangan ingatan ku !”


“Ohh…benar juga, maaf aku jadi membahasnya !”


“Tidak masalah tesa ! dan lagi, Masakan mu ini sangat enak !”


“hehehe, benar kan ! kurasa aku semakin pandai dalam hal memasak !”


Ini sangat hangat…dan, makan bersamanya juga membuat ini semakin hangat..


“Genbu…”


“Emm ?”


“apa kau tau sebentar lagi kita akan menjalankan misi besar ?!”


“……ya, Seiryu dan suzaku bilang hal itu juga”


“aku semakin berfikir kalau yang kita lawan itu adalah dewa dunia ini, Tendo agami…apa menurutmu kita memiliki kesempatan menang ? terlebih…aku juga tidak tau apa yang terjadi pada kita kalau pada akhirnya Planet`s memori berhasil terjadi !”


Sepertinya tesa begitu memikirkan tentang tendo agami, walaupun kami para demi god tau apa yang terjadi, tapi kurasa akan ada harapan untuk para manusia


“jangan berfikir pesimis seperti itu tesa ! pasti kita memiliki harapan ! ditambah lagi, sekarang semua demi god telah berkumpul ! kita memiliki kekuatan yang cukup besar !”


“hemm…kau benar ! kita memiliki kalian para demi god ! pasti akan ada harapan !”


Dia mengandal kan kami, aku haus bisa melakukan sesuatu untuk tesa…tidak…bukan hanya tesa…tapi umat manusia juga !


“kalau begitu ayo segera kembali ! kau masih lapar kan ? akan ku buatkan makanan lagi !”


“Ahh, kau tau ya kalau aku makan banyak !”


“ahahah ! tentu saja ! ayo !”


Kami pun melompat turun dari pohon, dan saat kami mendarat, sepertinya tesa melihat ke arahku cukup lama


“ada apa tesa ?”


“Apa rambutmu tidak kepanjangan ?”


“Benar kah ?”


“iya ! kau akan kesulitan bertarung kalau rambutmu sepanjang itu ?”


“kesulitan ? memangnya kemungkinan terburuk nya apa yang terjadi ?”


“Ehh ?! Emm…kemungkinan…Ahh, rambutmu bisa saja tersangkut di cakar zoa dan kau akan tertarik !”


“kurasa aku lebih kuat dari zoa, jadi itu tidak masalah !”


“………*PLAK* benar juga !”


“tesa…jidatmu merah…”


“tapi kurasa kau memang akan kesulitan kalau rambut mu sepanjang itu ! bisa saja itu akan merepotkan mu !”


“…….....”


Aku pun melihat rambutku, memang ini sedikit kepanjangan, sebenarnya aku suka dengan rambut panjang ini. Tapi kalau ini sampai merepotkan, kurasa benar apa kata tesa, ini harus sedikit di potong


“baiklah, kalau begitu apa kau mau memotong sedikit rambutku ini tesa ?”


“hehe ! masalah itu serahkan padaku !”


Kami pun langsung menuju tenda miliki tesa, dan dia menyuruhku duduk dan memasang sebuah kain di leherku, sepertinya ini agar rambutnya tidak masuk ke bajuku


“Lihat ! sebenarnya aku juga suka dengan rambut panjang mu ini ! tapi kalau sepanjang ini bahkan hampir menyentuh tanah ! akan repot nantinya kan ?”


“yaa, kalau begitu tolong potong sampai sekitar punggung ya !”


“hehe, serahkan padaku !”


Tesa pun mulai memotong rambutku, dan di saat itu juga, seseorang pun masuk ke tanda ini


“Aku pulang ! Emm ? ada genbu juga rupanya !”


“ahh, selamat datang Ao !”


“maaf menggangu ruangan mu Ao !”


“tidak masalah genbu ! jadi…Potong rambut ya ?”


“Ya, aku minta bantuan tesa karna sepertinya rambutku sudah sangat panjang !”


“kau meminta dengan orang yang benar ! rambutku ini juga di potongi oleh tesa !”


“(ohh…karna itu rambutmu tidak pernah berubah ya Ao !)B-Begitu ya…”


Ao pun masuk dan sepertinya dia mau beristirahat, dia mulai memasak dan membantu pekerjaan tesa


“Aku lanjutkan masaknya ya tesa !”


“Ahh, Terimakasih Ao !”


“(mereka dekat sekali, kurasa memang dari awal mereka sering bersama)”


Tesa pun melanjutkan memotong rambut ku, setelah beberapa saat, dia pun membuka kain dari leherku dan menunjukan kaca di depanku

__ADS_1


“SELESAI ! gimana genbu ?! apa sesuai selera mu ?”


“Hemmm...ini bagus ! kau memang berbakat tesa !”


“Hehe, kau bisa memanggilku tesa yang serba bisa !”


“(dia Pede sekali !)”


“(dia Pede sekali !)”


“dan lagi, rambut mu ini sangat indah Genbu ! kau harus sering merawatnya !”


“!!!!”


……..…Eh ?!......yang…barusan itu....


“Emm ? genbu ? ada apa ?”


“TESA !”


“i-iya ?!”


“Coba kau katakan sekali lagi !”


“sekali lagi ?!”


“Iya ! kata – kata mu yang tadi itu !”


“Ohh….hem..kalau itu mudah ! yang ini bukan, "kau bisa memanggilku tesa yang serba bisa !” itu kan ?"


“(Dia kepedean sekali !) bukan, maksudku yang satu lagi !”


“yang satu lagi ? ahh, yang “rambut mu ini sangat indah Genbu ! kau harus sering merawatnya ?”


“!!!!”


A…aku…kata – kata itu….


“ada apa genbu ? sepertinya kau kaget sekali ?”


“….tesa….a-aku…aku mengingatnya ?”


“Ehh ?! Mengingat nya ?! maksudmu ingatan mu kembali ?!”


“K-kurasa tidak semuanya ?! t-tapi, aku menginat kembali soal…Ibu dan tempat tinggal ku saat kau bicara kata – kata tadi !”


“Kau yakin Genbu ?!”


“i-iya !”


Ao pun mendekat ke arahku.


“Kalau itu memang benar ! kita harus bicarakan ini dengan Pandora dan Suzaku ! kau harus mengetahui apa yang ada di ingatanmu itu Genbu !”


“h..hem ! kau benar !”


Seperti apa kata Ao, kami pun menenui Pandora dan memanggil Suzaku juga untuk membicarakan hal ini, aku pun menjelasakn pada mereka semua kalau ingatan ku tentang ibu dan keluargaku tiba – tiba masuk ke kepalaku


“Jadi begitu lah Pandora…aku ingat tempat tinggal ku dan juga sedikit wajah dari ibuku..”


“Hemm…begitukah, ingatan mu ini juga penting untuk dirimu sendiri genbu ! aku yakin itu ! karna itu, Suzaku ! bisa kan kau bantu genbu ?”


“Tentu saja, Genbu…apa kau tau alamat kau tinggal !”


“Kurasa….itu di kota Traxan dan di Perumahan Hanro di jalan Laiya 3 nomer 12 !”


“Ehh ?! Kota Tranxan ?! perumahan Hanro ?! apa kau yakin ?”


“iya, memangnya kenapa Suzaku ?”


“……..itu, juga adalah tempat tinggal ku !”


“Ehh ?! benarkah Suzaku ?!”


“……….”


Ingatan ini…aku harus mengetahuinya !


“Aku…..harus mengetahui tentang ingatan ini !”


“baiklah ! kalau begitu aku bersedia mengantar mu !”


Tiba – tiba tesa menggenggam tanganku dengan erat


“Aku juga ikut !”


“Tesa ?”


“aku juga ! ingin mengetahui tentang genbu ! bolehkan Suzaku ?!”


“Emm…Ya, kurasa itu tidak apa – apa karna aku bisa mambawa 2 orang sekaligus ! tapi daerah sana tetap area bahaya karna mungkin saja ada zombie dan zoa”


“kalau soal itu tidak apa – apa suzaku, aku akan lindungi tesa dan dia akan selalu bersama ku !”


“Genbu…”


Pandora dan ao pun mendekat ke arah kami.


“kalau begitu, kalian bertiga hati – hati ya !”


“jangan melakukan hal gegabah tesa ! itu tetap area yang berbahaya ! tetaplah bersama genbu agar kau aman”


“Baik Pandora ! Ao !”


“kalau begitu ! ayo !”


Dengan berkah Suzaku, kami pun berpindah tempat ke kota Traxan di Perumahan Hanro ini, tapi kami mendarat bukan di tempat rumah ku


“titik ini yang ku ketahui…kita akan berpencar di sini, kau tetap akan bersama genbu tesa !”


“Baik ! tapi…suzaku..”


“ada apa ?”


“kalau kau tau tempat titik ini, dan kau bilang tempat ini dekat dengan rumahmu juga, kenapa kita tidak mendarat di rumah mu ?”


“……………”


Suzaku….


“kau tau bukan, melihat rumah mu sendiri bagi kami para demi god adalah hal yang menyakitakan…di tambah lagi, aku ini…Mati di rumah ku sendiri, aku tidak ingin kalian melihat tempat kematian ku !”


“…....B-begitu,ya ! M-maaf ya suzaku !”


“hem, kau tidak perlu khawatir mengaenai itu tesa, tidak ada alasan lain dari aku menyembunyikan ini, aku cuma tidak ingin kalian melihat rumah kematian ku saja !”


“B-baiklah !”


“kalau begitu kita berpisah disini, kembalilah ke titik ini setelah urusan kalian selesai ! sampai jumpa !”


Suzaku pun menggunakan petirnya dan menuju rumahnya sendiri, aku juga…memiliki alasan kenapa aku ada di sini.


“ayo tesa !”


“ok !”


Kami pun berjalan bersama menuju tempat sesuai yang ada di ingatan ku…lalu…kami pun berhenti di depan sebuah rumah yang di ingatanku, ini rumah yang samar – samar


“………..”


“bagaimana genbu ?”


“….ya, aku ingat sedikit…ini memang rumah ku ! ayo kita coba masuk !”

__ADS_1


Kami pun mencoba masuk, pagar rumahnya tidak terkunci, tapi pintu rumahnya terkunci rapat.


“ahh, ini terkunci genbu, apa ada jalan lain ?”


“…..Tesa…coba mundur sedikit !”


“Ehh ?”


BRUAKKK !


Aku pun langsung menendang pintu ini dan tentu saja pintunya hancur berkeping – keping.


“w-wahh ! aku lupa kalau kau ini kuat genbu !”


“ini tidak seberapa….Emm ?”


Aku merasakannya…di dalam sini…


“Ayo masuk !”


“Tunggu tesa ?! tetaplah di belakang ku ?”


“…..zombie ?”


“Bukan…2 zoa ada di dalam !”


Dari bunyi dan aura ini, memang hanya 2 zoa di dalam rumah ini, ini bisa ku urus


“(baiklah !)”


Aku pun berjalan masuk dan melangkah di ruang tempat membuka sepatu, lalu tiba – tiba !


“(DATANG !)”


2 zoa pun langsung muncul dan berlari ke arahku, aku pun dengan cepat melompat masuk dan memukul 1 zoa yang mengarah dekat denganku, dalam 1 pukulan saja, kepala zoa ini pun langsung pecah berantakan


“GRAAAA !!”


“(Mau kabur ya ?)”


DORRR !!


Saat zoa yang satu lagi mau melarikan diri, tesa pun langsung menembak zoa itu dengan senjata miliknya


“Hehe, jangan remehkan seorang savior ini Genbu !”


“ahhh, terimakasih tesa ! itu sangat membantu !”


“t-tapi…genbu, kau ternyata masih saja sadis ya…kepala zoa nya sampai hancur begitu !”


“Aku suka suara kepala zoa yang pecah !”


“HENTIKAN ! ITU SERAM OII !”


Kami pun masuk dan ternyata rumah nya telah berantakan, sudah ku duga karna zoa ada di sini, rumahnya pasti di acak – acak oleh para zoa ini


“………….”


“sepertinya karna zoa ini, rumahmu jadi berantakan ya ?”


“………tidak apa – apa, ini memang sudah menjadi hukum dunia ini….Emm ?”


Saat aku melihat – lihat sekitar ! aku melihat ada bingkai foto ku bersama dengan orang yang ku kenal dalam ingatan ku ini


“I-ini !”


“Ahh ! itu pasti kau genbu ! dan yang di sebelah mu itu….”


“…Ya, Dia ibuku !”


Foto ku dan ibuku ! di foto ini aku memakai baju sekolah sma ! walau pun aku tidak ingat ini, tapi pasti ini saat aku lulus masa Sma sekolah ku.


“…….Aku ingat sekarang !”


“Benar kah ?!”


“Yaa..nama ibuku, Sayu ! dan juga namaku….”


“Namamu ?!”


“….....Reina”


Genbu adalah nama dari Tendo agami, tapi karna kami demi god adalah manusia sebelumnya, tentu saja kami punya nama asli kami, dan pada akhirnya aku bisa mengingat namaku dan juga ibuku ini


“Reina….”


“Tidak ! kau tetaplah panggil aku genbu Tesa ! aku lebih ingin kau memanggil ku begitu !”


“Kau yakin ? ini nama asli mu bukan ?”


“itu memang benar, tapi…saat aku bertemu dengan mu, aku adalah genbu dan kau lebih sering memanggilku dengan nama itu ! jadi…aku lebih suka kalau kau tetap memanggilku genbu !”


“….Hem…baiklah….Genbu !”


Ini cukup berarti, Ibu…aku sedikit mengingat mu…walaupun aku tidak ingat bagaimana aku dan kau bisa mati…tapi aku yang sekarang hidup kembali…dan akan ku pastikan apa yang menjadi tanggung jawabku akan ku laksanakan


“Ibu mu cantik sekali ya ! persisi dengan mu ! dia juga memiliki rambut yang panjang ! cantik sekali !”


“Terimakasih, karna dia memang ibuku !”


“apa kau tidak ingat apa yang tejadi padamu saat kau jadi demi god ?”


“…..entahlah….tapi, karna aku terlahir di pegunungan yang lebat dengan pohon, aku yakin kalau aku dan keluargaku sedang liburan ke tempat itu, dan disitulah…Dunia mimpi buruk ini terjadi !”


Nightmare world…dunia yang di buat tendo agami ini…memang terlihat nyata…Tapi….


“kau benar ! kita harus berjuang agar mimpi buruk ini mendapat akhir mimpi yang bahagia ! karna itulah manusia dan demi god terus berjuang !”


“Hem…kau benar ! ini sudah cukup ! ayo kembali, Tesa !”


“hehe, baiklah ! Genbu !”


Saat ini, kami para demi god…harus menyelesaikan apa yang menjadi tugas kami, yaitu membantu para manusia mencapai tujuan mereka !


To be continue.....


-----Extra-----


“Ahhh, Suzaku ! maaf kami lama ya !”


“Kalian berdua ini ya, kenapa lama sekali ! di sini itu penuh dengan zoa ! bagaimana kalau kalian kenapa – napa saat aku tidak ada !”


“Tenang saja suzaku ! Genbu selalu ada di sisiku ! aku yakin aku akan aman ! iya kan Genbu ?”


“itu benar suzaku ! aku akan lindungi tesa apapun yang terjadi !”


“WAAA ! I LOVE YOU ! GENBU !”


“Yasudah ayo kita cepat kembali !”


“Ahh, ngomong – ngomong ada yang ingin ku tanyakan juga padamu Suzaku !”


“ada apa lagi tesa ?!”


“apa kau ingat nama aslimu juga ! aku sudah tau nama asli Genbu ! apa kau ingat nama aslimu ?”


“Tentu saja aku ingat namaku, kejadian hilang ingatan ini Cuma terjadi pada genbu saja ! tapi, sayang sekali aku tidak bisa memberitahukan nama asliku pada kalian !”


“Kenapa ?”


“Namaku terlalu keren ! nanti kalian berdua bisa jatuh cinta padaku !”


“(DIA JUGA KELEWATAN PEDE NYA !)”

__ADS_1


“(DIA JUGA KELEWATAN PEDE NYA !)”


__ADS_2