Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
Punishment


__ADS_3

Setelah kami berhasil menangkap dokter jun, di hari berikutnya ka Pandora memintaku menemaninya untuk bicara dengan dokter jun secara rahasia, sepertinya dokter jun dipenjarakan di penjara yang berbeda dengan tahanan lain. Karna dia mengetahui tentang Nightmare World, Ka Pandora memperlakukannya seperti tahanan khusus


“Permisi ! “


“Ao, Sudah sampai ya. Kalau begitu Ayo kita temui dia !”


“Baik !”


Aku dan ka Pandora berjalan bersama ke penjara khusus yang berada di bawah tanah


“belakangan ini tidak ada suara dari dia !”


“kau benar ! aku juga tidak mendengarnya belakangan ini, rupanya sang dewa memang sulit di prediksi”


“Lalu apa yang ka Pandora mau lakukan terhadap Dokter jun ?”


“kau tau kan Flashdisk yang kalian temukan di laboratorium itu !”


“ohhh, yang memiliki Password itu ya ! apa kau mau membuatnya membuka nya ?”


“Sebenarnya aku sudah memecahkan password nya dan melihat isinya. Namun ada yang aku tidak yakin dengan apa yang aku lihat itu ! makanya saat bertemu dia. Bertingkah Lah seperti aku belum melihat isinya”


“ya….kurasa aku bisa bertingkah seperti itu karna ka Pandora tidak memberitahukan isinya padaku”


“tenang saja, aku akan memberitahumu di depan orangnya sekaligus. Kita sampai !”


Kami sampai di penjara bawah tanah ini, ada 2 penjaga yang berjaga di depan pintu masuk penjara


“Tuan Putri Pandora !”


“terimakasih atas kerja keras kalian ! aku ingin bicara dengan tahanan, tinggalkan kami dan jaga agar tidak ada yang masuk kemari !”


“Baik !”


“Baik !”


Dua penjaga itu berjalan keluar ruangan ini, dan berjaga di rute depan lorong ini


“memerintah seperti itu ! kau memang benar – benar Tuan putri ternyata ya !?”


“aku memang tuan putri ! yaaa…walaupun sebenarnya aku tidak begitu suka dipanggil begitu”


“memangnya kenapa ? ka Pandora memang memiliki segalanya untuk di juluki tuan Putri !”


“Apa itu Pujian ?”


“hehe, Entahlah !”


“kau semakin mirip saja dengan Iris !”


“Makasih !”


“BUKAN PUJIAN !”


Kami memasuki ruangan penjara ini dan Dokter Jun masih pingsan di atas kursi yang mengikatnya


“Ao ! gunakan ember Air itu untuk membangunkannya !”


“Baik !”


Aku mengambil ember berisikan air dan mengguyur dokter jun, entah kenapa ini seperti adegan penculikan yang sedang membangunkan korban yang diculik


“Ahhhhhh !”


“Bangun jun ! ada yang ingin aku tanyakan padamu !”


“Pandora ! apa yang kau lakukan pada Dewa ku ?”


“kelompok Savior ku sudah membunuhnya! dan jangan menyebut Monster yang kau buat itu sebagai Dewa”


“Sialan ! Padahal tinggal beberapa hari lagi Dewaku selesai dan bisa digunakan !”


“Cih !”


Ka Pandora melesat maju dengan sangat cepat dan menarik kerah baju dokter jun


“Sudah kubilang ! berhenti memanggil Monster itu Dewa ! gara – gara eksperimen bodoh mu itu. Kami kehilangan 27 nyawa yang kau jadikan bahan percobaan !”


“nyawa yang sedikit itu tidak akan terbanding dengan penyelamatan oleh Dewa ku yang nanti Terjadi ! tapi anggota mu malah membunuh dewaku dan hasilnya menjadi sia – sia ! 27 nyawa itu sekarang menjadi omong kosong Saja !”


“Kubilang Diam !”


“Aghhhh !”


Ka Pandora memukul wajah dokter Jun, melihat gerakan tangan tadi ! dia tidak sepenuhnya mengeluarkan tenaganya. Dia ternyata memang kuat dan bahkan bisa mengontrol emosi dan tenaganya


“Dengar jun ! aku bisa saja membunuhmu di sini sekarang juga, namun kau sama seperti kami memiliki keistimewaan yaitu bisa mendengar apa kata Tendo Agami !”


“Lalu ?”


“sepertinya kau membuat kesalahan dengan menyebut nama Tendo Agami ke orang yang bukan Pendengar !”


“Pendengar ! Apa yang kau maksudkan ?”


“kita ini adalah para pendengar ! dan kita tidak bisa membicarakan apapun yang berkaitan dengan Tendo Agami ke orang yang bukan Pendengar ! dalam kasusmu kau berusaha menyebut nama Tendo Agami kepada team savior ku dan pada akhirnya Dada mu sakit dan tertekan”


“………..”


“sekarang kau taukan bahwa informasi ini tidak dapat tersebar ke orang biasa ! karna itu ada yang ingin aku tanyakan padamu ?”


Ka Pandora mengambil Flashdisk dan menunjukannya pada dokter jun


“ini Flashdisk milik mu bukan ? apa yang kau simpan disini ?”


“He….HEHEHE….jadi kau belum melihat isinya ya ! itu alah informasi penting yang langsung aku dengar dari Tendo Agami !”


“Apa isinya ?”


“kau pikir aku akan memberitau mu begitu saja huh ! itu adalah informasi yang membuatku samai berbuat sejauh ini !”


“………..begitu ya !”


“ehh ? kau ! jangan – jangan !”


“jadi semuanya sekarang sudah jelas !”


“KAU SUDAH MEMBACA ISINYA YA !”


“begitulah….sebenarnya aku kurang yakin dengan data di flashdisk ini, tapi karna kau bicara seperti itu. Aku sekarang benar – benar yakin”


“ka Pandora, memangnya apa yang isi flashdisk itu ?”


“…………informasi tanggal Kemunculan sang dewa !”


“APA !”


“kau mengetahui tanggal Tendo Agami akan muncul di dunia ini ! makanya kau membuat Monster itu dan berusaha melawan Tendo Agami dengan Monster Buatanmu ! dan itu tinggal 18 hari lagi"


“Benar ! Sekarang kau taukan ! 18 hari lagi kita umat manusia akan menghadapi sang pencipta dunia ini sendiri ! KAU PIKIR MANUSIA AKAN MENANG MELAWAN YANG SEPERTI ITU ! MAKANYA AKU MENCIPTAKAN DEWAKU SENDIRI UNTUK MELAWANNYA !”


Me….Melawan dewa ! apakah benar Tendo Agami akan muncul di duni ini ! kalau begitu apakah kita harus menghadapinnya ! memikirkan nya saja sudah tidak masuk akal lagi !


“Tenanglah ! belum tentu Tendo Agami akan membinasakan kita para umat manusia ! data yang kau tulis disini hanya menyebutkan bahwa dia akan muncul di bumi ! kita belum tau apa kita harus melawannya !”


“Sudah sepastinya begitu ! kau pikir untuk apa Tendo Agami menciptakan dunia seperti ini ! tentu saja kita – kita ini adalah mainan miliknya !”


“dan satu lagi, ada semacam tempat yang kau tandai di data ini, apa maksudnya ini !”


“i….itu…. tanda itu…adal-!!”


(….Haii……Sudah Cukup !.....)


“!!!”


“!!!”


Suara Tendo Agami mendadak keluar dari kepalaku, sepertinya yang lain melakukan respon yang sama. Dia mengatakan kepada Seluruh Pendengar


(….kalian Sudah Terlalu jauh….Nanti tidak Seru…..)


“AGHHHH !!!”


“UGHHHH!!”


“I….Ini…..Suara Tendo Agami….”


Berbeda dengan sebelumya, suara kali ini lebih sakit didengar di kepala kami, seperti ada yang memukul – mukul kepala kami


“(…Jun…..Kau sudah gagal….Selamat tinggal…..)

__ADS_1


“ahh !”


“su..suaranya ?”


“Sudah mereda….”


Suara itu sudah hilang, aku tidak terlalu mendengarnya karna menahan rasa sakit tadi ! tapi kalau tidak salah tadi dia bilang..


“TUNGGU TENDO AGAMI ! AKU SEPENUHNYA BELUM GAGAL ! BERIKAN AKU KESAMPAT……AN…..A….AGHHHHH !!!"


“!!!”


“!!!”


Dokter jung mengeluarkan banyak darah dari mulutnya dan dari matanya juga keluar aliran darah ! dia pun Tewas seketika.


“Jun ! Jun ! Terlambat, dia tewas seketika”


“a….apa yang terjadi !? apa kita bisa dengan mudah dibunuh begitu saja ?”


“sepertinya begitu ! Keadaannya semakin kacau saja !”


“emm ?”


Aku melihat ada yang bersinar di lantai tepat dibawah mayat dokter jun, akupun mengambil nya dan kenapa batu putih yang sedikit berlumuran darah ini ada disini


“Ka Pandora ! ini…..”


“emmm ? batu apa itu ?”


“entahlah…aku menemukannya dilantai ini, disebelah mayat dokter jun”


“Berikan padaku ! akan ku bersihkan dengan selampe ku”


Saat ka Pandora membersihkannya dengan selampe miliknya, ternyata lambang Pendengar ada di batu putih ini, lambangnya tadi tertutup darah dan tidak terlihat


“Eh ?”


“lambang Pendengar !?”


Ka Pandora langung membuka baju dokter jun dan melihat di Pinggulnya, bekas mark Pendengar itu sudah menghitam dan memudar


“sepertinya, batu ini berasal dari dia ! namun kita tidak tau maksud dari batu ini !”


“apa jika seorang pendengar mati ! maka akan mengeluarkan batu itu ! soalnya aku yakin tidak ada batu seperti itu tadi”


“kemungkinannya besar dengan kesimpulan mu itu ! akan ku teliti lebih lanjut ! kita sudahi dulu hari ini… kau sudah boleh istirahat Ao !”


“ba…baik !”


“kematian Jun yang sebenarnya akan menjadi rahasia kita berdua ! bilang saja jika ada yang menanyakan padamu hal ini, Jun menggunakan semacam racun untuk bunuh diri yang dia simpan di giginya !”


“Baiklah ! kalau begitu aku undur diri !”


Aku keluar dari ruang ini dan kembali ke kamarku, tidak disangka kalau Tendo Agami dapat membunuh kita semudah itu. Tanganku masih bergetar dengan apa yang aku lihat tadi, mungkin sekarang aku harus lebih hati - hati


“Aku Pulang !”


“….emm….selamat datang ! kau dari mana pagi – pagi sudah menghilang !”


“begitulah….ada beberapa laporan yang harus kutulis !”


“walau pun sedang libur, kau sepertinya sibuk ya !”


“ya begitulah…”


“….Ao….tangan mu….bergetar…”


“ehh ? ahhhh…tenang saja, tidak apa – apa ko !”


“……….”


Rin keluar dari atas kasurnya dan memegang tanganku yang bergetar.


“Rin…..”


“apa yang membuatmu setakut ini….kau bisa bicarakan dengan ku agar kau merasa lebih baik”


Sepertinya dia khawatir terhadapku, tidak disangka yang bisanya aku yang melakukan ini ke dia...kali ini aku dikhawatirkan olehnya


“tenanglah…aku Baik – baik saja ! maaf ya membuatmu Khawatir !”


“te…tentu saja….berhentilah membuatku hawatir ya ?”


“Ide bagus ! aku siap – siap dulu !”


Sepertinya aku tidak boleh terlalu memikirkannya, selama ada teman – teman ku. Alasan aku melawan dunia ini tidaklah berubah.


Kamipun keluar untuk makan di tempat tesa bekerja, ini merupakan shift dia bekerja. Apa tidak apa – apa ya kami mengganggu pekerjaannya


“….ramai juga kantin ini !”


“Rin ! ada tempat kosong disana ! ayo !”


“ehhhh !”


aku menarik rin agar mendapat meja kosong itu.


“tolong jangan tarik – tarik tanganku Ao ! bagaimana kalau tanganku panjang sebelah ?”


“maaf – maaf, setidaknya kita dapat tempat bukan ?”


Seorang maid datang ke meja kami !


“selamat datang ! sudah menentukan mau pesan apa ?”


“aku sepeti biasa paket B !”


“aku pesan Red Velvet cake dan Stroberry Parfait !”


“baik ! silakan ditunggu sebenar !”


“dan bisakan kita mendapat sapaan dari koki bernama Tesa !”


“baiklah ! akan saya sampaikan !”


Maid itu kembali ke dapur untuk memerikan pesanan kami


“kau pesan banyak sekali yang manis – manis ! kau nanti gendut lo rin !”


“hehehe….Tenang saja ! sebanyak apapun aku makan, aku tidak akan gendut !”


“memangnya kemana perginya semua makan itu”


“Yang jelas bukan ke Dada ku !”


“a…aku tidak bilang itu loh…”


Beberapa menit kemudian, Tesa datang dengan membawa makanan yang kami pesan


“Ao ! Rin ! kalian datang berkunjung ya !?”


“Tesa !”


“maaf ya tesa, Menggangu jam kerja mu”


“Tidak apa – apa Ao ! aku malah senang kalian datang berkunjung kemari, kalian masih libur ya ?”


“yup…mumpung libur kan, sekalian mengistirahatkan badan !”


“Rin ! pasti yang memesan banyak gula ini kau bukan ? nanti kau gendut loh !”


Rin melihat ke bagian atas tesa dengan tatapan dingin dan tajam


“……tidak apa – apa, aku juga ingin sebesar itu”


“ehh ?”


“(Rin !!! Semangat !!!)”


Kamipun makan dan mengobroli banyak hal, tak terasa kami sudah mengobrol sekitar 20 menit dan waktu istirahat tesa telah berakhir


“upss ! sudah 20 menit….aku sudah harus kembali bekerja ! setelah ini kalia mau kemana ?”


“kami mau menemui Noel ! kau tau dia ada dimana !”


“Noel ? kurasa dia bekerja di gedung 4 ! maaf ya, sebenarnya aku mau ikut kalian. Tapi aku harus bekerja !”


“tidak apa – apa Tesa, kau kan sedang bekerja. Terimakasih ya makananya enak sekali !”

__ADS_1


“iya ! tadi itu enak sekali Tesa !”


“ahahah….terimakasih Ao ! Rin ! kalau begitu aku kembali kerja dulu ya”


“ya !”


“semangat ya !"


Tesa meninggalkan kami dan kembali ke dapur


“ayo kita ke gedung 4 !”


“ok !”


Kami berjalan menju gedung 4, kalau tidak salah gedung ini adalah gedung untuk rapat, noel ternyata bekerja di bagian ini


“Ao ! bukanya itu Noel ?”


“emm ?”


Rin melihat noel yang keluar dari ruangan Ruang Penasehat ! sepertinya terjadi sesuatu dengannya


“Noel !”


“ehh ? Ao ! Rin ! apa yang kalian lakukan disini ?”


“kami ingin menemui mu saja, dan kenapa kau keluar dari ruang Penasehat ?”


“ahh itu,Noel memecahkan beberapa gelas tadi pagi. Entah kenapa tadi pagi Noel tiba – tiba pusing dan rubuh”


“kau tidak apa – apa ? coba sini !”


Aku memeriksa apakah noel terkena demam atau tidak, namun spertinya dia baik – baik saja. Tapi badanya aga lemas


“sepertinya kau tidak demam, Cuma badanmu aga lemas ya ?”


“yaa…entah kenapa Noel sedikit lelah karna kejadian tadi pagi ! padahal Noel yakin sekali saat bangun tidur badan Noel sangat fit dan berenergi”


“mungkin kau memang sedikit lelah, bagaimana kalau istirahat sebentar ?”


“emm….istirahatlah sebentar, pasti setelah itu kau akan kembali ber semangat !”


“Baiklah ! Ayo Ao ! Rin ! temani aku makan ice Cream !”


“ehhh ! tapi aku sudah makan tadi !”


“Ice Cream ! Ayo Noel !”


“iyaa ! aku butuh asupan gula agar kembali semangat !”


“ehhh ? kau masih kuat makan Rin ?”


“tentu saja ! ada perut lebih untuk yang manis – manis !”


“(sebenarnya kemana semua makanan itu pergi Rin !)”


“ayo !”


Noel mengajak kami ke sebuah taman dan mereka memakan ice cream sambil duduk melihat pemandangan taman sambil mengobrol sesama.


“sebenarnya…ada yang ingin noel ceritakan ! beberapa hari yang lalu, mama selalu muncul di mimpi Noel !”


“Mama mu ?”


“iya ! kami membicarakan banyak hal di mimpi itu ! itu adalah mimpi indah ! namun, hari ini mimpiku berbeda dan sedikit aneh”


“aneh bagai mana ?”


“yang muncul hari ini bukan mama ! tapi seorang gadis yang tidak Noel kenal !”


“gadis ?”


“iya…berulang kali aku mencoba bicara pada gadis itu namun dia tidak mau bicara padaku, dia Cuma berbisik sendiri dengan suara pelan ?”


“apa yang dia bisikan ?”


“kalau tidak salah “Dunia Mimpi Buruk” katanya !”


Ehh ?


“dan pagi ini saat aku sendang mengangkat beberapa gelas ! tiba – tiba suara itu keluar di kepala Noel dan itu sedikit membuat Noel Pusing !”


Jangan – jangan ! Noel ! Seorang Pendengar !


“Noel !”


“i..iya ! ada apa Ao?”


“apa kau juga seorang Pendengar ?”


“pe..pendengar ?”


“apa kau tau tentang Te-!! Ughhh !”


“Ao !”


“Ada apa Ao ! kau tidak apa – apa ?”


Dadaku sakit ! apa karna Ada Rin disini yang bukan sorang pendengar ! Kalau begitu, pasti Noel punya tanda itu juga


“Noel ! Tunjukan Pinggulmu sekarang padaku !”


“………….”


“………….”


“emm…Kenapa ?! ayo cepat tunjuka-”


“ITU PELECEHAN SEKSUAL AO !”


“I….ITU BENAR AO ! KENAPA KAU MAU MELIHAT PINGGUL KU ?”


“sudah lah ! tunjukan padaku Cepat !”


“ehhh ! Tu…Tunggu !”


Aku membuka baju belakang Noel untuk memeriksa apakah noel juga memiliki Mark Pendengar di belakang Pinggulnya, namun aku tidak melihat ada mark apapun di kulitnya


“..…Tidak ada ?…apa in- Aghh !”


Rin memukul kepalaku dengan sangat kencang !


“SUDAH CUKUP AO ! TAK KUSANGKA KAU JADI SEBERANI INI !”


“Su….Sudah kan…Ao...”


“ma…maaf Noel ! aku kelewatan ! Maafkan Aku !”


“e…emm…kalau Ao sudah tenang tidak apa – apa…Noel maafkan !”


“kau ini, sampai melakukan hal seperti itu ! lalu, apanya yang “Tidak ada” tadi ?”


“ehh ? ahh…aku Cuma ingin memeriksa apa ada luka di pinggulnya atau tidak !”


“luka ?”


“I…iya…hanya memeriksa Luka !”


“baiklah…sepertinya Noel juga memafkan mu”


“kalau luka ! noel memang punya tapi ada di punggung !”


“Punggung !? boleh kah aku melihatny- Aghh !”


Rin memukul kepalaku lagi denga sangat kencang !


“Tentu saja tidak boleh Ao ! apa yang kau pikirkan sih !"


“Be…benar ! lagian ini Luka yang memalukan !”


“begitu ya ! maaf ya ! sebenarnya yang ingin aku cek tadi adalah luka itu ! ternaya lukanya di punggung ya”


“da….darimana kau tau luka ini Ao !?”


“Fealing saja ! aku merasa ada sesuatu yang mengganggu di belakang badanmu kan !”


“y…ya…begitulah…luka ini memang terkadang sedikit gatal !”


“Begituya !”

__ADS_1


Ini aneh sekali ! kenapa tidak ada mark di pinggulnya ! beruntung dengan adanya Luka di punggunnya itu, aku bisa mengacuhkan tentang mark nya. Tapi Apa memang itu hanya mimpi Noel saja ! aku harus memastikan ini


to be continue....


__ADS_2