
Hari baru pun mendatangi dunia ku ini, aku yang terbangun dengan ke adaan yang sedikit berbeda ini, yang tidur di dalam tenda nomer 9 ini benar – benar merubah sedikit kebiasaan hidupku
“(………………………..)”
Memang ini bukan lah kasur yang cukup empuk, dan bukan ruangan yang nyaman untuk di tinggali, sebenarnya ada sebuah gedung yang lebih nyaman untuk dijadikan tempat tinggal, Tapi gedung – gedung itu hanya untuk para penduduk, Sedangkan kami para Savior memang harus bertenda dan siaga setiap saat
“Ahhh, Pagi Ao !”
“Ohh, Pagi Tesa !”
Tapi entah kenapa, tesa yang menyapaku pagi ini memiliki temperatur lain, dia sedikit tersenyum dan suasana hatinya sedikit membaik !”
“Ehehehe, Selamat Pagi Ao !”
“…..Pagi…Tesa….”
“Eheheh, Pagi Ao !”
“……………A-Ada apa Tesa ?”
“Yaa, kecemasanku sudah hilang sekarang, aku senang sekali bisa mengucapkan “Selamat Pagi” padamu lagi Ao !”
Ohhh, karna itu dia khawatir ya, padahal aku cuma pergi beberapa hari saja dengan ka Iris dan ka Misa, harusnya dia tidak usah sekhawatir itu
“Begituya, tapi aku cuma pergi beberapa hari saja ! kau tidak perlu cemas seperti itu tes-“
“AKU CEMAS !”
Wajah tesa tiba – tiba sangat serius, sepertinya dia memang benar – benar mencemaskan ku
“Tesa.....”
“Kumohon jangan buat khawatir aku lagi Ao ! kau tau apa yang terjadi padaku saat aku tak tau kabar mu dan kau tidak kunjung kembali ke sini beberapa hari lalu ?!”
“M-maaf ! aku tidak punya pilihan lain ! tapi kali ini aku juga selamat ! aku berhasil kembali dan tanpa adanya luka !”
“saat ini begitu banyak korban, bahkan saat aku mendengar kabar Leo dan bu jili juga menjadi korban, aku semakin cemas padamu Ao !”
Jadi dia sudah mengetahui kejadian bu jili dan juga leo ya ?! pantas saja belakangan ini tesa jadi semakin cemas dan juga Khawatir, sepertinya aku harus meyakinkan dia dengan semua kejadian ini, kalau tidak, pasti dia ingin aku untuk berhenti dari savior seperti yang di inginkan Rika kemarin
“apa…apa itu artinya, kau ingin aku berhenti dari savior ?”
“Emm ? berhenti ? aku tidak bilang seperti itu kan ?!”
“Ehh ?”
“mana mungkin aku menyuruhmu berhenti begitu saja ! ingatlah kita ini memiliki janji berdua untuk menemukan tujuan kita di dunia ini bukan ? kenapa aku malah ingin mengingkari janji yang sudah kita lalukan sejauh ini !”
“lalu ?”
Tesa pun mendekat ke arahku
“Tentu saja agar kau jangan bertarung sendirian lagi ! ingatlah kita harus bertarung bersama Ao !”
Benar juga…aku sudah berjanji pada tesa kalau kami akan bertarung bersama, Tapi…….
“Emm, baiklah ! selagi kita masih hidup di dunia ini, Ayo bertarung bersama – sama Tesa !”
“Hehehe, Itu lah yang aku ingin dengar Ao ! Baiklah ! Ayo bangunan Noel dan Rin, dan kita sarapan !”
Tesa, maaf ! kali ini mungkin aku tidak akan menepati janji itu, karna aku tidak tau apa yang akan terjadi padaku jika aku kehilangan mu ! karna itu, mungkin aku akan membawa mu ke tempat teraman yang bisa ku temukan dan melindungimu !
Setelah kami ber 4 sarapan, kami langusng menuju ruang kerja ka Iris, pasti banyak kebutuhan yang mereka harus lakukan di desa ini
“Pagi ka Iris !”
“ohh, Ao dan kawanan mu ya !”
Aku melihat kalau di atas meja ka Iris banyak kertas – kertas yang bertumpuk, mungkin hari ini akan menjadi hari yang cukup melelahkan
“kalau begitu langsung saja ! seperti biasa, Tesa dan Rin akan menjadi pemasak makanan di tenda pengungsian ! kerja kalian belakangan ini sangat bagus dan banyak warga yang bilang kalau masakan kalian enak !”
“Ehehehe, Terimakasih !”
“Emm, Syukurlah kalau memang warga desa pada suka !”
Aku memang tidak meragukan lagi keterampilan memasak Tesa, Noel dan Rin ! karna waktu dulu kami bergantian membuat jadwal memasak ! kami melatih satu sama lain untuk menjadi lebih baik ! ditambah lagi Tesa dulunya seorang koki !
“Dan untuk Noel ! apa hari ini kau tetap mau membantu di bagian medis ?”
“Ehh ? memangnya kenapa ka Iris bertanya seperti itu ? apa kemarin aku kurang bagus dalam mengobati mereka ?”
“bukan seperti itu, itu malah sebaiknya ! kau sangat dibutuhkan disana, tapi kemarin kau sudah bekerja sangat keras disana ! apa kau tidak kelelahan ?!”
“Noel masih dalam kondisi yang sangat baik !”
“hem..kalau begitu terimakasih ya ! aku mengharapkan mu Noel ! kalau begitu kalian sudah bisa ke lokasi penempatan kalian !”
“Ao, nanti kita ketemu lagi ya ?!”
“bekerjalah yang rajin Ao !”
“Noel pergi dulu ya Ao !”
“Ya, kalian juga yang semangat ya kerjanya !”
Mereka ber 3 pun menuju lokasi penempatan mereka, memang pada saat ini, uang Petas kami sudah tidak lagi berfungsi ! karna itu kami benar – benar bekerja untuk mempertahankan kehidupan kami sekarang, hasil jerih payah ku dan tabunganku untuk membeli sebuah Rumah…Semua sudah Hilang….
__ADS_1
“dan untuk mu Ao ! aku mendapat pesan kalau ada keluhan di bagian Bendungan pintu air kami !”
“Bendungan ?”
Benar juga, kalau tidak salah desa ini bersebelahan dengan sungai yang cukup besar, dan aku melihat kalau ada semacam bendungan air yang ada di ujung desa ini
“Benar ! ada beberapa masalah di sana, aku ingin kau mengatasinya !”
“Hemm…Apa ka Iris tau inti dari permasalahannya ?”
“disini dibilang kalau mereka ingin membangun kembali pelabuhan, dan membuat sebuah kapal besar untuk melarikan diri kalau kondisi penyeraagan seperti di zenexter itu lagi terjadi kembali !”
Begituya, itu memang ide yang bagus, dengan menggunakan mobil tank dan juga kapan besar ! pasti bisa mengangkut lebih banyak warga zenexter ! kalau begitu aku harus membantu mereka !
“Baiklah ! aku akan membantu mereka !”
“Baiklah, kalau begitu kau bisa langsung menuju loka-“
“Ka iris ! aku selesai dengan data warga nya !”
Tiba – tiba Yuna pun datang membawa selembaran kertas
“Yuna ! kalau mau masuk ketuk pintu dulu dong !”
“tapi kan rungan ka iris ini tidak ada pintunya ?!”
“Ohh, (B-Benar juga)”
“O..Ohhh ! Ao ?! Wahh ! Senang sekali melihat mu sudah kembali ! sudah ku duga kau pasti berhasil selamat juga !”
“Yoo ! Yuna, Lama tidak bertemu ya !”
“kau kembali bersamaan dengan ka iris dan ka misa ya ?"
“Yaa, tapi aku langsung mengurus beberapa kecemasanku (tentu saja tentang Karin dan juga Rika)”
“Heh...Pantas saja aku tidak langsung melihatmu ! Maaf ya, kemarin aku juga ada misi !”
“Tenang saja !”
Yuna pun ternyata berjuang cukup keras, tapi aku tau kalau dia selamat ! karna itu aku tidak terlalu menghawatirkan dia dan juga kakanya ka Krau
“Kebetulan sekali Yuna, mungkin kau bisa bantu Ao untuk mengatasi masalah di bendungan Air, Ini ! kertas ini adalah data keluhan nya, bawa saja !”
“Baik !”
“kalau begitu, kami pergi dulu ka Iris !”
“aku mengandalkan kalian berdua ya !”
Setelah itu kami pun langsung saja menuju bendungan air yang dibicarakan itu, saat kami sampai ternyata bendungan ini lebih besar dari yang ku kira
“Benar, jarang sekali melihat pemandanga ini !”
Bendungan air ini menjadi salah satu alternatif perlindungnan desa kami, sungai yang ada di sebelah desa kami ini melindungan bagian sisi kanan kami dan menghalau para zoa dan juga zombie untuk lewat
“(walaupun ada tembok yang tidak terlalu tinggi di desa ini, tapi kuyakin Sungai ini memang sangat bagus untuk dijadikan sebagai perlindungan juga ! Tapi….)
“Ahhh, itu mereka Ao, Ayo cepat kita ke bendungan air nya !”
Kami pun menemui pemimpin pelabuhan, Kapten Eleina ! aku baru pertama kali betemu dengannya, jadi dia lah pemimpin pelabuhan ini ya
“Selamat pagi ka Eleina ! kami dari Savior !”
“Ahh, kami mengungu kalian ! Yuna ! dan..Emm ? dia Ao bukan ?!”
“Ohh...ka Eleina baru pertama kali melihat Ao ya ?”
Aku harus memperkenalkan diri pada senior ku ini !
“Perkenalkan, Aku Ao dari Savior tingkat 4 di team Vermelia Rose ! Siap melayani Anda !”
“Ahahah, tidak usah kaku seperti itu Ao, kalau begitu sekarang giliranku ! Aku Eleina Tebran ! pemimpin dari para Nelayan !”
Eleina Tebran ?! apa itu artinya dia sudah menikah ya, siapapun dengan nama belakang pastinya sudah berkeluarga
“kalau begitu, kalian sudah membaca surat keluhan dari ku kan ?”
“Tentu !”
“Aku membawanya !”
“Seperti yang kalian lihat, pelabuhan ini berada di tengah bendungan air ini, yang artinya, pelabuhan itu tidak terlindungi oleh bagian tembok desa ! dan seperti kalian lihat di ujung bendungan ini, Cuma ada penghalang kayu seperti itu !”
Saat kami melihat ke ujung bendungan air ini, memang itu hanya tertutup beberapa kayu yang menghalangi saja ! pertahanan yang seperti itu pasti akan dengan mudah di hancurkan
“lalu ! kami saat ini sedang membuat pintu besi untuk dipasang disana ! tapi ini masih memakan cukup waktu, dan terlebih lagi…”
BRUAKK !
“Eh ?!”
“Eh ?!”
Dan ternyata, dari tumpukan kayu yang menghalang itu, ada zombie yang mencoba menerobos masuk
“Zombie ya ?”
__ADS_1
“Ya, memang aku bisa mengatasinya ! tapi itu cukup menggangu ku saat ini ! karna itu aku butuh bantuan kalian berdua untuk menjaga area itu sampai kami selesai membuat pintunya !”
“Baiklah !”
“Ayo Yuna !”
Kami pun berjalan melewati bendungan air ini menuju ke ujung dari bendungan air ini, Lalu tentu saja…
DORRRR !
Aku pun menembak zombie yang mau masuk ke bendungan air ini !
“Jadi intinya, kita harus melindungi bendungan air ini sampai pintunya dibuat kan Ao ?”
“Benar ! sepertinya kayu ini juga sudah tidak dapat bertahan lebih lama, kalau begitu !”
BRUAKKK !
Aku pun menendang kayu pengahalang ini samapai berhamburan
“AO !?”
“KITA JADIKAN SAJA KITA – KITA INI SEBAGAI PENGHALANGNYA !”
“Hah...kau ini memang aneh ya ! ( tapi aku juga aneh karna suka dengan orang ini)”
Kami pun menyusun formasi ! yuna berjaga di bagian pintu masuk dari bendungan air ini, dan aku berjaga di depan nya dengan katana ku ini ! dalam kondisi seperti ini, hal terburuk adalah melawan Mother zoa atau yang lebih buruk lagi king zoa sampai muncul, karna 2 zoa itu memiliki badan yang besar ! bisa saja mereka menghancurkan bendungan ini dengan sekali tibanan saja !
SREKKKK !
“Emm ?”
“sesuatu mendekat Yuna ! bersiap !”
“B-baik !”
Suara dari semak – semak itu semakin mendekat ! kalau suaranya cepat seperti ini, pasti ini bukan Zombie, melainkan Zoa yang berlari – lari !
SRAKKK !
“Ehh ?!”
Ternyata yang muncul adalah seorang yang ku kenal, yang sedang berlari ke arahku karna di kejar – kejar 2 zoa ini...
“Ka Paula ?!”
“A-Ao ?! Tolong lah Aku !!”
“Tetaplah berlari ke sini !”
Aku pun menarik katana ku dan berlari ke arah ka paula, dan menebas salah satu zoa yang mengejar ka Paula itu, tapi zoa yang satu lagi berhasil melewati ku dan tetap mengejar ka Paula !
“Cih ! Yuna ! Yang satunya lagi berhasil melewatiku !”
“Akan ku urus !"
DOR DOR DOR
Yuna pun menembaki zoa itu namun zoa itu menepisnya !
“Di tepis ?!”
“Cihh ! (kalau begitu !)”
Aku pun memasang kuda – kuda dan menempelkan kataku di punggungku, dan langsung saja melempar katana itu sehingga katana itu berputar – putar dan akhirnya menancap di punggung zoa itu
“GRAAAAAA !!”
“Sekarang Yuna ! tembak !”
DORR !!
Tembakan yuna pun membolongi kepala zoa itu, dan kami pun berhasil menyelamatkan ka Paula, aku pun kembali ke mereka berdua, dan mencabut katana ku dari badan Zoa ini
“Fyuhh ! Syukurlah aku selamat ! terimakasih Ao ! Yuna !”
“hehehe, Bukan masalah !”
“apa ka Paula terluka ?”
“Tidak ko ! aku baik – baik saja !”
“tapi kenapa ka paula ada di hutan itu ? dan lagi pergi seorang diri ?! itu sangat lah berbahaya !”
“ahh, maaf Ao, aku sedang mencari beberapa tunbuhan untuk obat – obatan ! Lihat ! aku dapat banyak loh !”
Memang sih, dia membawa beberapa tumbuhan obat yang sangat dibutuhkan, tapi dia malah membahayakan diri sendiri kalau pergi seorang diri
“Emm ?”
“ada apa Yuna ?”
“ada yang bersinar di dalam keranjang tanaman ka Paula ini !”
“Ahhh, Soal itu ! Sebenarnya tadi aku juga mendapatkan sesuatu yang bagus ! Lihat ini !”
I-Itu kan ?!
__ADS_1
to be continue.....