
Aku dan ka misa pun berhasil menjauh dari zenxter dengan kendaraan motor ini, tapi yang ku khawatirkan adalah ke adaan ka Iris saat ini, ditambah lagi aku melihat kalau salah satu tembok Sector 1 sampai rubuh seperti itu, kuharap dia baik – baik saja
“kuharap ka iris baik – baik saja !”
“Kau tidak perlu cemas seperi itu Ao, Iris itu memiliki julukan “Si 9 Nyawa !” kau tau !”
“siapa yang memberikan julukan itu ?”
“Aku sendiri !”
“(sudah ku duga !)”
Tiba – tiba aku melihat seseorang yang berlari ke arah kami, dan tentu saja itu ka Iris !
“KA IRIS !”
“Yo, maaf menunggu lama Ao ! Misa !”
“lihat kan Ao, sudah ku duga Iris itu di berkati !"
“kau benar, dan ka Iris juga terlihat baik – baik saja !”
“Ya Begitulah, Aimon mu ini benar – benar sangat membantuku ! berkat dia aku berhasil kabur dan menahan para King Zoa itu !”
“Hebat sekali Aimon ! Kerja bagus !”
“GRAUUUU !!”
“kalau begitu basa – basi nya sampai sini saja dulu, ada kemungkinan para king zoa itu akan mengejar kita, ayo segera tinggalkan tempat ini dan kembali ke teman – teman kita !”
Akhirnya…dengan adanya kendaraan motor ini, kami bisa kembali ke tempat dimana teman – teman kami berada. Perjalanan yang cukup panjang pun datang, dengan kendaraan motor ini, setidaknya kami akan sampai di persembunyian Zenexter atau bisa dibilang desa Zenexter dalam 25 jam !
Lalu…telah semua pejalanan panjang itu kami lalui……
“Lihat Ao ! di depan sanalah Desa Zenexter, walaupun aku dan Misa memang baru 2 kali melihat desa ini, tapi kau juga pasti akan terkagetkan !”
“Waaaa !”
Hebat ! walaupun ini dibilang desa, mungkin ini terlihat terlalu besar untuk bisa dibilang desa, tempat ini juga memiliki bangunan gedung yang terlihat kokoh dan desa ini juga bersebelahan dengan sungai yang cukup besar
“Ayo ! kita temui teman – teman kita !”
Aku pun melajukan motor ini lebih cepat, dan kami pun sampai di gerbang desa ini, kami pun bicara pada tentara penjaga gerbang zenexter ini
“Ohh ! Iris ! Misa ! dan Ao ! Syukurlah kalian baik – baik saja ! Hey, cepat beritau Tuan Putri kalau mereka sudah kembali”
“Baik !”
Salah satu dari tentara itu pun pergi ke dalam desa untuk melaporkan kedatangan kami
“Kerja bagus Pal ! bagaimana kondisi desa ?”
“sejauh ini semua masih terkendali kapten Iris ! mari masuk dan melakukan pemeriksaan dulu !”
“Ayo !”
Kami pun masuk ke desa ini dan melakukan pemeriksaan seperti biasanya, untuk memastikan kalau Bakteri Hervana tidak masuk ke desa zenexter ini
“…..ini desa yang terbilang sangat bagus !”
“Benar kan ! walaupun dibilang desa, ini lebih terlihat seperti markas rahasia, walaupun kurasa di sini tidak terlalu aman karna tidak ada tembok setinggi 35 meter disini !”
“pada awalnya aku memang heran ! kenapa ka Pandora membuat tembok Zenexter setinggi itu ?”
“Pandora itu orangnya sangat was – was ! saat dia mengetahui kalau dunia ini mau terjadi, dia mempersiapkan segalanya untuk membangun Negara zenexter !”
“jadi maksud ka Iris, pada dasarnya dulu tembok Zenexter itu tidak setinggi itu sebelumya ?”
“Ya, kalau tidak salah tembok yang tinggi itu dibuat 2 bulan sebelum dunia ini dimulai !”
Begituya, itu memang masuk akal kalau ka Pandora merencanakan itu, dia pasti ingin kalau negaranya benar – benar aman, kurasa ka Pandora sendiri menyadari se buruk apa dunia ini nantinya
“Emm ?”
“Ao !!!”
“Ao !!!”
“WAAAA !!”
BRUAKKKK !!!
Saat aku lengah memikirkan itu semua, tiba – tiba tesa dan Noel langsung menubrukku hingga aku jatuh
“Ao ! Syukurlah kau kembali dengan selamat ! Aku sangat cemas tau !”
“Noel jugaaaa ! kukira Noel akan ke hilangan Ao ! Kumohon jangan menghilang lagi !”
“Tesa…Noel….Aku Pulang !”
“Selamat Datang Ao !”
“Selamat Datang Ao !”
Rin pun datang dan menyusul ke arah ku
“Hem, Sudah ku duga kau akan baik – baik saja Ao !”
“Rin ! maaf membuatmu khawatir ya !”
“Begitulah, kau membuatku kerepotan mengurus Tesa dan Noel yang sangat cengeng ini !”
Senangnya melihat mereka baik – baik saja, memang benar tempat yang seharusnya untukku adalah dimana ada teman – temanku !
“…………………”
“Ao ?”
“Ada apa ?”
“…………..(ugh, apa yang harus ku bilang ke mereka tentang kejadian bu jili, kalau tesa tau apa yang terjadi pada bu jili…)”
“Ao !”
Akhirnya ka Pandora pun mendatangi kami dengan wajah yang terlihat terburu - buru
__ADS_1
“Ka Pandora !”
“…….Syukurlah kalian baik – baik saja, Iris dan Misa juga kerja bagus !”
“(sepertinya dia tidak sekhawatir itu, kurasa memang sifat ka Pandora memang seperti itu)”
“Hey Ao !”
“Emm ?”
Tiba – tiba ka Misa pun mendekat ke arahku dan membisikanku sesuatu
“(Ao, coba kau perhatikan betapa khawatir nya Pandora ini ya ?!)”
“Ehh ?”
Ka Misa dan Ka Iris pun tiba – tiba mendekat ke arah ka Pandora dan menjulurkan kedua tangan mereka ke ka Pandora
“Ada apa kalian berdua ?”
“Pandora ! Mau Pelukan ?!”
“Pandora ! Mau Pelukan ?!”
“………hah ? kenapa aku harus melakukan itu ? apa kalian pikir aku masih saja seperti anak keci-“
“Ini kesempatan terakhir mu loh ?!”
“Ini kesempatan terakhir mu loh ?!”
“……………………”
Tiba – tiba ka Pandora pun berjalan pelan dan masuk ke pelukan ka Iris dan ka Misa, begituya…Ka Pandora sekalipun pasti akan khawatir pada teman – teman dekatnya
“Lihat saja nanti ya kalian berdua !”
“Hehehe, dasar anak manja !”
“Kau semakin besar Pandora !”
“CUKUP ! CUKUP ! sekarang kalian semua ikut aku ke ruanganku, Tesa ! Noel ! Rin ! kalian tetap bantu petugas Gudang saja untuk membuat pasokan makanan !”
“Baik !”
“Baik !”
“Baik !”
“kalau begitu Ao ! kutunggu kau di tenda nomer 9 ya !”
“noel akan siapkan makanan untuk mu nanti !”
“jangat terlambat Ao, nanti makananya keburu dingin !”
“O..Ok ! aku nanti akan kesana !”
Mereka pun pergi untuk kembali membantu petugas gudang membuat pasokan makanan
“Sepertinya kau mendapat perhatian mereka ya Ao !”
“Begitulah ka Pandora, Senangnya mempunyai teman – teman yang menghawatirkan ku sampai sejauh ini, Tapi….”
“…..Baik !”
Kami pun berpindah tempat ke ruangan kerja ka Pandora, ini benar - benar ruangan yang sama persis dengan yang ada di Zenexter.
Ka Pandora pun duduk di kursinya dan dia pun memulai diskusi kali ini
“Seperti yang kalian lihat ! kita benar – benar mengalami kekalahan besar ! walapun pun aku tau ini membuat ku stres dan kegagalanku ini sudah terjadi ! aku ingini tetap berjuang sampai akhir hayat ku ini !”
Memang terlihat kalau ada kantung mata di bawah mata ka Pandora, dia pasti juga menyadari kekalahan ini dan membuatnya depresi
“bukan hanya Negara tercintaku saja yang berhasil direbut ! tapi warga – warga ku menjadi korban nya saat ini !”
“….Be-Berapa yang menjadi korbanya ?!”
Ka misa pun menunjukan kami grafik dari layar proyektor yang memuncuklan keterangan kehilangan penduduk, ternyata yang menjadi korban dalam penyerangan Negara Zenexter ini…Mencapai 429 orang !
“….kita kehilangan 429 orang saat ini, dan di antaranya aku tidak tau mereka tewas atau berhasil kabur dari kejadaian di Zenexter itu, karna saat ini, Dvine Aksesku tidak lagi bisa mendeteksi adanya kehidupan ! ditambah lagi beberapa peralatan Elektronik ku yang sudah memiliki Sistem juga ikutan rusak ! masalah – masalah pun kian berdatangan !”
“(ugh….tidak kusangaka sampai sebanyak itu orang yang menjadi korban ! dan di antaranya orang – orang itu, ada bu jili juga ! T-Tunggu !)”
“ka Pandora ! bolehkah aku lihat data orang – orang yang menjadi korban itu ?”
“….ini ! kau bisa mencarinya dengan mengetik namanya saja ! jika tidak muncul di tablet ini, berarti dia masih hidup !”
“Terimakasih !”
Aku pun megambil tablet itu dan mengetik nama teman ku yang aku belum lihat hari ini !
“…………..Aman…..Aman…..Syukurlah……Eh ?!”
Saat aku mengetik nama Leo, keluar data dari tablet ini !
“L-Leo juga menjadi korban ?!”
“…..Leo ? apa dia Teman mu Ao ?"
“….Ya, dia teman seperjuanganku saat ka Iris menyelamatkan ku ! tak disangka aku kehilangan Leo juga ! SIALAN !!”
Ini semakin buruk saja, ternyata bukan hanya bu jili yang menjadi korban ! tapi Leo pun juga !
“…….Kalau begitu kau diperbolehkan pergi Ao !”
“Ehh ?”
“kau terlihat menghawatirkan teman - teman mu ! kalau begitu cepat temui teman – teman mu dulu saja !”
“Ba-Baik ! Terimakasih ka Pandora !”
Aku pun segera berlari ke luar ruangan ini
“…...dia mengalami hal berat rupannya ! kau tidak mau menghiburnya Iris ?”
“Hem…bagaimana dengan mu sendiri Misa ?! kau kan gurunya ?”
__ADS_1
“Yaa…Soal itu….”
“……...Iris…Misa…”
“Emm ?”
“Emm ?”
“….To-Tolong Hibur aku juga !”
“(dia ini memang masih saja manja !) Baiklah ! Baiklah !”
“(dia ini memang masih saja manja !) Aku datang !”
Aku yang sedang berlari ini mencari di mana keberadaan Rika dan Karin, benar juga ! aku Tanya saja ke teman – teman ku yang ada di tenda nomer 9 ! Pasti mereka tau. Aku pun mencari ke tempat yang berdirikan beberap tenda dan menemukan tenda nomer 9
“Tesa ! Rin ! Noel ! Apa kalau tau dimana Rika dan kar-?! Ehh ?”
“Ao ?!”
“Ehh ?! Ao ?!”
Ternyata orang yang kucari malah ada di depan mataku, tapi kenapa Karin terbaring di tempat tidur ?
“Syukurlah ! kalian baik – baik saja, Tapi kenapa kalian ada di sini ? bukanya ini tenda nomer 9 ?”
“Ahh, pasti ka Ao mau mencari tesa dan yang lainnya ya ? mereka memang ada di tenda nomer 9, tapi di tenda pengungsian ! kalau tenda ini tenda darurat !”
“Begituya, tapi aku memang mencari kalian berdua ! tapi…kenapa Karin terbaring di tempat tidur ?”
“…………..”
“soal itu….”
“Ada apa ? Apa yang terjadi !?”
“………….”
“tidak apa – apa Rika, beritau Ao saja !”
“..Emm…m-mereka mengamputasi kaki kanan Karin”
“A-APA ?!”
Ja-Jadi badan karin yang tertutup selimut ini…kaki kanannya….
“ini terjadi karna Karin tergigit zombie saat dia terjatuh waktu mau melarikan diri, untung saja saat itu ka Iris datang dan menyelamatkan kami berdua, tapi ka Iris pun langsung menyumpal sebuah kain ke mulut Karin dan memotong kakinya begitu saja saat aku bilang Karin tergigit di kaki nya !”
Ka Iris pun langsung bertindak, itu memang keputusan bagus agar hervana nya tidak menyebar ke bagian badan, tapi…
“…Ugh…”
“……Sudahlah Ao !”
“Karin ?”
“aku beruntung masih bisa hidup disini ! aku di selamatkan dengan mengorbankan kakiku ! walaupun ini menyakitkan dan aku selalu saja kepikiran soal ini ! tapi sisi baiknya, aku masih bisa melihat kalian saat ini !”
”Be-begituya, aku juga bersyukur kalian ber 2 selamat !”
Tapi…bagaimana aku memberitau tentang Leo dan bu jili pada mereka ?! Karin sudah dalam kondisi yang cukup buruk ! ditambah lagi…tapi kurasa mereka harus mendengar kan berita ini…
“..A…Anu…”
“Emm ?”
“ka Ao ? ada apa ?”
“i-ini, tentang kejadian bu jili dan Leo !”
“Hohh ?! Apa jangan – jangan ! mereka sudah berhasil ditemukan ?!”
“Ehhh ?”
“kata ka Iris mereka berdua tertinggal, tapi ka Iris bilang pasti akan lakukan sesuatu dan menjemput mereka ! karna ka Ao sudah kembali ! pasti ka Ao juga bersama ka Iris kan ? itu artinya Leo dan bu jili juga selama-"
“RIKA !”
“Ehh ?!”
Ini memang berat ! tapi aku harus sampai kan pada mereka ber dua !
“B-Bu jili…...dan juga Leo......M-mereka, Telah Meninggal !”
“……A…APA ???”
“………………..”
Sepertinya Karin tidak terlihat kaget !? apa dia sudah di beri tau oleh seseorang ?
“I-Itu tidak mungkin kan ka Ao ? Tolong jangan bercanda yang kelewatan !”
“……..Maaf ! aku tidak bercanda ! kalau memang mereka masih hidup ! aku pasti datang ke sini bersama dengan mereka…!”
“Mu..Mustahil…Bu jili…Ka Leo…UGHHH !!”
“RIKA !”
Rika pun berlari ke luar tenda dengan sangat cepat, sudah ku duga kejadiannya akan seperti ini
“……...apa kau mengetahui tentang ini ? Karin ?”
“……Ya, para tentara memberi tau ku kalau Leo dan bu jili menjadi korban dalam pembantai Negara Zenexter ! tapi aku belum memberi tau hal itu pada Rika ! aku menahan nya dan mengeluarkan semua kesedihan ku saat aku sendirian di tenda darurat ini”
“…………………”
“Kau cepat susul dia ! kuyakin Rika membutuhkan perhatian seperti saat Leo dan bu jili memperhatikannya !”
“Bagaimana denga mu Karin ?!”
“aku baik – baik saja disini ! dan lagi…ini semua telah terjadi, yang kuharapkan adalah aku tetap berada di sisi teman – teman ku sampai akhir hayatku ! tapi dunia berkehendak lain ! sekarang ini hanya tinggal aku dan Rika saja !”
“…..kau masih memiliki kami dan juga teman – teman mu Karin !”
“Begituya, baguslah kalau begitu, Sudahlah cepat kau susul Rika sana !”
__ADS_1
“Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu !”
to be continue.......