Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(S2) A Gift From the Nightmare #End


__ADS_3

"Sa..Satu jalan ? maksudmu ada kemungkinan untuknya hidup, Suzaku ?!”


“Ya, mungkin ini cara yang cukup gila dan mungkin kau sendiri tidak akan menyetujuinya, namun kau bilang pasti ada jalan kan ? jadi ini mungkin saja bisa dilakukan”


“Apa itu Suzaku ?! Coba katakan ?”


Suzaku pun menatap Sheri dengan tatapan yang cukup tajam namun juga Khawatir, apa rencananya ini memang se-mengerikan dia menatap Sheri itu


“Di bagian Utara tepatnya dekat dengan kota Nourgris, ada satu tempat yang seperti Altar terbangun disana dan itu bangunan yang sangat tua sekali, aku dan Misa meyebut tempat itu sebagai Tempat Pemanggilan”


“Tempat pemanggilan ?”


“Ya, bisa dibilang, itu satu – satu nya tempat yang memiliki jalur terdekat untuk berkomunikasi dengan Tendo agami, namun disana ada beberapa masalah seperti banyak sekali zoa dan juga Reaper ! kurasa disanalah tempat perkumpulan mereka”


“….Lalu ? apa hubungannya dengan Sheri sekarang ?”


“jangan melupakan satu hal Ao, aku ini sudahlah pernah mati, dan dihidupkan kembali oleh Tendo Agami sebagai Demi god, itu artinya…Tendo Agami juga memiliki wewenang untuk hidup seseorang di dunia ini bukan ?”


“Jadi maksudmu, kita harus membawa Sheri ke Altar itu dan meminta Tendo Agami menghidupkannya ?! apa cara gila seperti itu akan berhasil Suzaku ?!”


“Sudah ku bilang ini cara gila bukan ?! dan lagi, pasti ada konsekuensinya jika memang cara itu berhasil !”


“konsekuensi ?”


“Tendo agami tidak mungkin Cuma – Cuma menghidupkan orang saja, jika dia memang dihidupkan nya kembali, Scenario terburuknya adalah dia akan dijadikan Sebagai kaki tangannya, Atau yang kita kenal sebagai Reaper !”


“….Ugh…”


Itu artinya, walaupun dia bisa di hidupkan kembali, tapi kita yang menginginkannya untuk hidup ini malah menjadikan dia sebagai lawan kita…apa itu benar, apa cara seperti ini hanyalah satu – satunya jalan


“….ya, jangan terlalu dipikirkan Ao, lagian tidak mungkin ini akan berhasil juga, kemungkinan yang ku baca ini, mungkin keberhasilan nya hanya 10 Persen saja”


“…….10 persen saja sudah cukup…”


“AO !”


“akan ku tanyakan dia dulu…jika dia memang ingin hidup dan berada di jalan lain…itu lah satu – satunya jalan yang harus ku bantu dia untuk mewujudkannya”


“…..hah…kau ini ya !”


“Emm….?”


Di saat seperti ini, aku malah menyadari bahwa kami sedang di awasi, dan benar saja ada 3 Zoa yang bersembunyi di semak – semak dan sepertinya mau menyerang kami


“…...3 Zoa ya…biar aku urus !”


“Tunggu Ao !”


“emm ?”


Saat aku sudah mau mengeluarkan katanaku, Suzaku pun menghentikan ku dan dia pun merapalkan berkah petir di tangannya


“Biar aku saja !”


“Suzaku ?!”


berbeda dengan yang biasa ku lihat, kini petir di tangannya itu mulai berubah warna menjadi kemerahan dan dia pun melempar Petir itu ke arah semak – semak itu dan seketika semak – semak itu terbakar hangus bersama dengan 3 zoa itu


“Wahhh ! kau punya teknik baru ya ?”


“apa yang kau bi carakan Ao, tentu saja aku tidak mau selalu kalah semangat darimu ! aku juga tidak ini tertinggal kau tau”


“hemm…sudah kuduga dari demi god kami ! memang bisa diandalkan !”


Karna ada ledakan seperti itu, para gadis yang sedang main di pantai pun menghampiri kami


“Ao ! Suzaku ! Ada apa ?”


“Ahh, tidak ada apa - apa ka Alice, Suzaku hanya menunjukan teknik barunya padaku !”


“Ya, bagaimana Alice ?! cukup berguna bukan ?! ledakan besar seperti itu !”


“iya sih, tapi kau langsung berkeringat seperti itu, apa kau baik – baik saja ?”


“….sebenarnya…Teknik ini menguras setengah tenagaku !”


“LEMAH SEKALI ! Kau sekarang harus melatih stamina mu ! sekarang ikut aku lari di pantai ini !”


Suzaku pun langsung melihat ke arahku


“……Ao…..tolong aku…”


“Selamat berlatih Suzaku !”


Ka Alice pun menarik Suzaku dan sepertinya dia melakukan pelatihan bersama,


“jadi…bagaimana Pantai nya ?”


“Ya…lumayan – lumayan, kau juga harus mencicipinya Ao”


“….bukanya Asin ?”


“Maksudku kau berenang di sana !”


“Ohhh….”


“Biar aku dan Noel yang menyiapkan makan siang ! kau temani Sheri saja main lagi sana”


“Eh ?!”


“Eh ?!”


tidak biasanya tesa seperti ini, apa terjadi sesuatu denngan mereka


“apa tidak apa – apa ?”


“Tidak apa – apa Ao ! serahkan makan siang dengan ku dan juga Noel, kalian tunggu saja di pantai sana !”


“Kalau begitu Ayo Ao ! kita belum main bersama Juga !”


“(ahh…begituya….mereka benar – benar ingin Sheri menikmati ini, tesa dan noel pasti menyadari juga kalau Sheri akan sedih jika tidak bermain dengan ku dan Suzaku juga !) kalau begitu, aku panggil Suzaku jug-!!”


saat aku berusaha menyarankan untuk memanggil Suzaku, Tesa dan Noel langsung mendorongku


“Sudahlah, cepat main saja berdua sana !”


“benar, jangan ganggu Suzaku yang sedang berlatih, nanti akan Noel sampaikan deh !”


“ba..baiklah !”


“AO ! AYO SINI !”


“Aku datang !”


aku pun menyusul Sheri yang sudah ada di pantai dan mencoba menceburkan diri di air Asin ini


“Ternyata lebih dingin dari yang ku kira !”


“Kau akan terbiasa nanti ! Ao, ayo balapan Berenang sampai ujung batu itu !”


“Boleh saja !”


“Baiklah, bersedia, Mulai !"


“Ahh, Siap nya mana ?!”


Saat dia sudah start duluan dan aku sedang mau memulai renangku untuk menyusulnya, aku melihat ke belakang dan ternyata Tesa, Noel, dan Suzaku sedang berkumpul disana dan mengangguk padaku…jadi Suzaku sudah cerita pada mereka dan mereka memberikanku kesempatan ya ? tapi kapan Suzaku cerita ?


“(begituya…ternyata mereka memberiku kesempatan mengatakannya….tapi, ini untuk kebaikannya sendiri….tidak ada cara lain !)”


Aku pun berenang menghampirinya yang sudah cukup jauh itu, dan yang mengejutkan, ternyata dia cepat dalam hal berenang


“Hore ! Pertama ! kau kalah Ao ! sebagai hukuman kau harus membagi makananmu nanti !”


“ya, ya, silakan makan saja !”


“Emm…Ada apa ? Wajahmu cemas begitu….”


“….Sheri…Dengarkan Aku….”

__ADS_1


“Ehh ?”


Aku pun memberitaunya kalau ada kesempatan untuk nya bisa hidup kembali, dengan adanya batuan dari Tendo agami yang mungin saja ini mustahil, tapi jika dia mengajukan diri sebagai Reaper, dia mungkin saja akan dibangkitkan kembali dan bisa bertahan hidup !


“……………..”


“jadi begitulah Sheri, walaupun kau mungkin akan menjadi Reaper ! tapi itu tidak masalah bukan ? Asalkan kau bisa hidup ! itu sudah bagus bukan ?”


“…….Begituya….”


Dia menatap langit yang begitu cerah dan hembusan angin laut yang menggerakan rambut nya yang basah…aku pun sempat melihat ke atas sana…dan memikirkan apa yang dia akan putuskan


“Terimakasih Ao….kau pasti memikirkan ku juga ya….tapi maaf, Akan ku tolah tawaran mu itu”


“….Kau yakin ?”


“Ya, ini sudah cukup untuk ku, jika ini yang terjadi setelah apa yang terjadi pada diriku maka tidak ada pilihan lain…aku sudah cukup sedang bertemu kalian disini, dan lagi…”


“Emm ?”


Dia menatapku dengan senyuman tulus di wajahnya itu


“ada orang – orang yang menghawatirkanku sampai sejauh ini ! Bukan nya aku sudah cukup beruntung ?!”


“….Sheri….”


…………sepertinya….ada yang salah namun aku tidak bisa berbuat banyak…….


“Ahahah, jangan terlalu dipikirkan Ao, Ohhh ?! sepertinya mereka selesai membuat makan siang ! ayo kita kesana !”


“…..yaa..”


Jia dia menyadari kalau ini adalah jalannya, kurasa apa aku harus turut serta dalam keputusan nya itu, tapi…ini buruk juga kalau dia benar – benar akan menjadi Reaper dan malah kita harus menghadapinya…di saat itu terjadi, Ekspresi apa yang harus ku berikan padanya saat kita harus saling membunuh…..kurasa Sheri memikirkan itu juga…


Setelah makan siang, para gadis pun kembali bermain di pantai, aku dan Suzaku pun kembali menjaga mereka dari sini


“Jadi…bagaimana ?”


“….dia menolaknya…”


“Begituya, kurasa memang seperti itulah keputusan yang tepat !”


“……begituya….”


“…...Tunggu disini Ao, Aku akan kembali”


“Ehh ?!”


Tiba – tiba Suzaku menghilang dan melakukan berkah perpindahannya tapi entah dia mau kemana, setelah beberapa menit, dia pun kembali membawa semangka dan juga sebuah pemukul baseball


“Ao, Ini !”


“Semangka ? dan pemukul baseball ?”


“Di saat di Pantai ! ini wajib dilakukan bukan !?”


“…….hem…kurasa kau benar…”


Kami pun memberi tau kalau kami membawa semangka dan juga pemukul baseball, dan memutuskan melakukan kompetisi memukul semangka


“Ehem…selamat siang semuanya yang ada disini, sebagai awal perkenalan ! aku adalah juri dari perlombaan ini, namaku Suzaku sanga Demi God kalian !”


“……….”


“……….”


“………..Emm…Suzaku….kenapa kau yang malah jadi jurinya…..dan memangnya juga ini butuh juri ?”


“ini permainan yang terlalu mudah untukku Ao ! jadi kalian – kalian saja yang lakukan ! sebagai urutan pemukul sudah ku putuskan …sesuai urutan, dari pertama adalah Tesa, Sheri, Noel, Alice, dan Ao yang terakhir”


seperti ya dia sudah merencanakan ini, lebih baik ikut aja keinginannya


“Sepertinya kita menurut saja !”


“ini Pasti akan mengasikan ! ya kan Noel ?”


“Ka Alice ! aku Pasti yang akan memukulnya !”


“hoh ! Semangatmu lumayan Sheri ! coba tunjukkan !”


Sesuai urutan, pertama adalah Tesa, kami pun menutup mata nya dan memutar – mutar tubuhnya, Tesa pun yang sedikit kepuyengan dan berjalan sempoyongan


“Kanan !”


“Lebih ke kiri !”


“terus lurus !”


“Ehh ? kanan ? Lurus ? HYAA !!”


PUUUKKK !


Pukulan nya pun meleset dan hanya memukul pasir pantai


“ini cukup sulit ya !”


“Tesa gagal ! Berikutnya aku pasti bisa !”


Berikutnya pun Sheri dan seperti sebelumya, kami menutup mata ny dan memutar tubuhnya


“Kanan !”


“Lebih ke kiri !”


“terus lurus !”


“Disini Ya !!! HYAAA !!”


PUKKKK !


Pukulan nya pun meleset dan hanya memukul pasir pantai


“ahhh, Gagal ! kalau begini pasti Alice yang akan menang !”


“jangan khawati Sheri ! noel pasti bisa !”


“…...ahahaha, aku kurang yakin tapi aku mengharapkan mu !”


Berikutnya pun Noel dan seperti sebelumya, kami menutup dan memutar tubuhnya


“Lebih ke kiri !”


“Kanan !”


“terus lurus !”


“Noel Merasakannya ! Disinya ! HYAAA !- Ehh ?”


………………..BRUAKKKK


Pukulannya pun tidak meleset atau pun tidak mengenai pasir pantai, karna saat Noel mengangkat pemukul baseball nya, dia melepas Pemukul baseball nya dan terhempas menuju Suzaku dan hampir mengenai Suzaku yang berada di tempat komentator


“Ahh,maaf !”


“AKU BUKAN SEMANGKANYA DEWIKU !"


“Noel gagal…berikutnya !”


Berikutnya pun ka Alice dan seperti sebelumya, kami menutup mata nya dan memutar tubuhnya


“……………..”


“…………….”


“…………….”


“BERIKAN AKU ARAHAN DONG ! KALIAN BERSEKONGKOL YA ?!”


Dia pun menggunakan filing nya dan tau letak semangka nya

__ADS_1


“Hem..Disini Ya ! KENA KAU !!”


PUKKKK !


Pukulan nya pun meleset dan hanya memukul pasir pantai


“Hah ?! meleset ?! tidak mungkin ! kurasa tadi aku benar – benar memukulnya dengan tepa-Emm ?”


Ka Alice menyadari kalau di sekitar Semangka itu ada semacam sisa gelombang petir, yang artinya dia mengambil kesimpulan kau semangkanya baru saja digerakkan oleh petir Suzaku


“…...Suzaku ?!”


“a…ah…kau gagal ya..berikutnya..A…o”


“JANGAN MAIN CURANG !!”


“GYAAA !!”


Setelah ada satu benjolan di kepala Suzaku, berikutnya pun adalah giliran ku, mereka pun menutup mataku dan memutar tubuhnya


“Lebih ke kiri Ao !”


“Kanan ! Kanan Ao !”


“terus lurus Ao !”


“(begitu ya...meraka ini ingin aku kalah ya ? tadi aku juga tidak di beri arahan, aku juga tidak ingin kalah dari Ao, Kalau begitu !)


Aku pun merasakan kalau semangkanya tepat di depan ku, saat aku ingin memukulnya, tiba – tiba ka Alice berteriak padaku


“SEKARANG AO ! PUKUL DENGAN SEMUA SEMANGATMU !”


“SEMUA SEMANGAT KU YA ?! HYAAA !!”


BRUAKKKKK !! CRAKKKKKK !!!


Karna terlalu bersemangat memukul semangkanya, aku menghancurkan nya sampai cipratan dari semangaknya terpental dan mengotor tubuh teman – temanku


“Hemm ! kurasa aku pasti yang mena- Emm ? kemana semangkanya ?”


“…………ka Alice ?”


“…………ka Alice ?”


“…………Alice ?”


“…..maaf…ini salah ku !”


“AO DI DISKUALIFIKASI !”


“Ehh ?! Kenapa ?!”


Yaa..siang ini cukup menyenangkan walaupun kami tidak bisa memakan semangka nya, kami pun memutuskan menyudahi main airnya dan ganti baju untuk pindah tempat dan BBQan, Hingga aku menyadari sore hari pun datang dan teringat kalau kami kesini untuk menyenagi Sheri


“BBQ ! INI ENAK SEKALI AO !”


“Syukurlah kalau kau menyukainya Tesa ! Ayo makan saja lagi ! Sheri juga Ayo makan !”


“……..Emm”


“Noel mau Udangnya !”


“Suzaku ! jangan ambil Kepitingku !”


“kau lengah Alice !”


Sepertinya ini baik – baik saja, kurasa Sheri juga menyukai ini !


“Sheri ?! mau tambah lagi udang ny-“


PRANGGG !!!


“….Ughh !!”


Sheri pun menjatuhkan piring nya dan tiba – tiba keluar darah dari mulutnya


“SHERI !!”


“SHERI !! KAU TIDAK APA – APA ?! BERTAHANLAH !!”


“Ugh…Sepertinya….Sudah dekat…ya…Kalau begitu”


Sheri pun menjentikan jarinya dan tiba – tiba teman – teman ku langsung pingsan terkecuali aku yang masih sadar ini


“Ehh ?! Apa..Apa yang kau ?”


Dia pun meraih tanganku yang sempat kebingungan dengan apa yang terjadi !


“Ao…Ba…Bawa aku….ke bukit disana…Tolong…akan ku jelaskan…Nanti !”


“…….baiklah ! jangan bicara lagi ! akan ku bawa mu kesana sekarang !”


Aku pun membawanya menuju bukit karang yang dekat di pantai itu, mulutnya tetap mengeluarkan darah dan tidak mau berhenti, lalu kami pun sampai di bukit karang ini


“Sheri ?!”


“…Ugh….ehehe…indah ya ?”


“huh ?”


Aku pun melihat apa yang ada di depan ku, yaitu permandangan pantai dengan matahari yang terbenam, tapi ini bukan saatnya melihat permandangan seperti ini


“Sheri ! lebih baik kita Obati Luka ini saja !”


“…Ao…waktuku tidak banyak…dan jangan khawatirkan teman – temanmu….aku yang HumanNoid ini meneluarkan sel yang.... membuat makhluk hidup di sekitarku merasa lelah dan mengantuk !”


“…..jadi…”


“yaa…ini memang pengaruh dari tubuhku.....dan....selama ada sel itu di tubuh kalian, aku bisa menendalikan kesadarang kalian !”


“Lalu ! kenapa kau tidak membuatku pingsan ?”


Dia pun mengangat tangan kanan nya yang tidak bertenaga itu dan aku meraih tangannya itu


“Ao…ingatlah….yang satu ini….bahwa kau….adalah….Harapan dunia ini !”


“harapan ?”


“Vo…Vol…”


Dia berusaha mengatakan sesuatu, tapi sepertinya dia sudah banyak kehilangan darah dan tenaga


“Vol ?”


“Vol….gi……morto….”


“Ehh ?! Volgimorto ?!”


Volgimorto…entah kenapa aku ingat kata – kata itu entah dimana,


“Vol….Volgimorto….Harapan….Kau…”


“SHERI ! BERTAHANLAH !!”


Dia pun menempelkan tangannya yang penuh darah di pipi ku dan kemudia tersenyum


“…Dan….Terimakasih…Atas semuanya….Ao !”


“SHERI !!”


Tangannya yang menyentuh ku pun tumbang tanpa energi dan badan nya pun melemas…..fakta bahwa Sheri sudah pergi meninggalkan ku disini !


“Ugh….SHERII !!!”


Aku pun meneriaki namannya sekencang yang aku bisa, setelah aku cukup tenang, aku menaru jasad Sheri di bukit karang ini dan berdoa untuk nya


“…..Sheri…..Terimakasih…..Seperti yang kau sampaikan, akan ku cari tau apa itu Volgimorto ! dan menjadi harapan sesuai yang kau inginkan !”


to be continue......

__ADS_1


__ADS_2