Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(S2) A Same Hope


__ADS_3

Ke esokan harinya, Aku, Noel, ka Pandora, Suzaku, dan Genbu sedang membahas mengenai sesuatu yang membingungkan di ruangan bawah tanah pribadi milik ka Pandora ini, tempat ini adalah tempat dimana kejadian aku dan ka Pandora menahan dokter jun waktu ini, dan juga tempat aku melihat stone berwarna putih pertama kalinya


“…..Hemmm”


“baiklah ! apa yang bisa kau jelaskan mengenai ini Suzaku ?”


“………..”


Seperti hal sebelum nya, aku dan mungkin semua orang disini menyadari bahwa seseorang yang khusus seperti demi god atau kejadian seperti noel memiliki stone mereka masing – masing, Noel dengan stone hijau nya, suzaku dengan stone biru nya, dan genbu dengan stone ke emasannya. Tapi di lain hal, saat ini kami bahkan sudah menemukan 2 stone berwarna putih, yang bisa aku ambil kesimpulan, kalau stone ini berbeda dengan stone – stone milik noel maupun para demi God


“aku sepertinya yakin kalau ini memang stone hope milik seseorang atau milik demi god yang mungkin akan muncul, tapi kalau stone nya bisa sampai ada 2 begini…kurasa”


“apa stone ini memiliki energi ?”


“yaa ! pada dasarnya semua stone hope memiliki energi, tapi sayangnya hanya itu saja, energi nya tidak bisa digunakan sembarang orang, karna harus memilik kecocokan !”


“aku dan Ao sudah pernah sekali menyentuhnya, namun kami tidak mengalami apa – apa dan bahkan tidak mendapat ketertarikan atau kenyamanan seperti yang kalian rasakan"


Ka Pandora tidak salah mengenai itu, jika kesimpulannya mengenai kecocokan antara stone dan penggunanya, itu berarti walau ada 2 stone putih disini, ini tetap bukanlah punya ku ataupun ka Pandora


“jadi ? apa yang akan kita lakukan dengan ini ?!”


“sebisa mungkin simpan saja dulu ! setelah genbu berhasil membaca stone miliknya, mungkin kita bisa mendapat sebuah petunjuk”


“….Aku…akan…berusaha..”


“Hah...jadi kita tidak dapat apa – apa padahal sudah berkumpul seperti ini ya, yaa…kurasa kita memang kurang informasi mengenai keanehan dunia ini juga ! baiklah, kalian boleh bubar sekarang”


“Baik !”


“ayo Ao, kita kembali ke kamar !”


“Ok !”


Aku dan noel pun memutuskan untuk kembali kekamar, tapi saat kami sudah sampai di pintu keluar, ternyata suzaku dan genbu tidak ikut juga keluar dari ruangan ini


“Emm ? suzaku ? Genbu ? kalian tidak ikut keluar ?”


“masih ada yang mau aku bahas dengan genbu, Sekalian saja di ruangan ini !”


“…i..iya…Ao….duluan....saja !”


“……Baiklah !”


Sepertinya mereka ada yang mau dibicarakan lagi, mungkin ini masalah genbu dengan pelafalan stone nya, kurasa lebih baik aku kembali saja ke kamar karna ada urusan lain, tapi yang membuatku penasaran adalah, sepertinya tadi genbu bersikap sedikit aneh….


“ada apa Ao ?”


“ahh, tidak ada apa – apa , Ayo”


Aku dan noel pun keluar ruangan dan kembali ke kamar kami, saat kami sudah sampai di kamar kami , terlihat Tesa sedang selonjoran di tempat tidurnya sambil melihat lihat sebuah majalah


“kami kembali ! Emmm, Apa yang kau baca Tesa ?”


“Selamat datang ! lihat – lihat ! ini majalah tentang Negara ini loh ! sudah lama sekali aku tidak baca – baca yang seperti ini !”


“Noel juga mau lihat !”


Noel pun ikut melompat ke kasur dan selonjoran juga di sebelah tesa, mereka masih saja seperti anak – anak


“Ohh ! lihat Noel ! ada foto ka Pandora ! dia benar – benar cantik ya ?! kuyakin dia akan cantik dengan apapun yang dia pakai !”


“Ohh…apa noel juga akan secantik itu kalau pakai baju itu ya ?!”


“Emmm….kurasa tidak !”


“Ehh ?! benarkah ?”


“ya, karna aku juga tidak yakin dengan diriku sendiri saat membayangkan aku memakainya !”


“kau berfikir negatif sekali tesa…..”


Aku melihat ke sini dan ke sana dan sepertinya kita kekurangan orang disini


“Dimana Rin ?”


“Ahh ! aku lupa bilang, Rin sudah berangkat sendiri untuk menjenguk Erick ! kau sebaiknya menyusulnya Ao !”


“Hah ?! kenapa dia tidak tunggu aku ?! padahal dia yang bilang sendiri untuk berangkat bersama ?!”


“kurasa dia memiliki alasan lain ! sudahlah, susul dia saja !”


“kalian berdua tidak mau ikut ?”


“aku sudah kemarin !”


“noel juga !”


“baiklah ! kalau begitu aku pergi dulu ya ?”


“Ahh ! hati – hati ya !”


Aku pun keluar kamar dan segera menuju rumah sakit tempat Erick dirawat, kurasa dia pasti sudah baik – baik saja sekarang


“(tapi kenapa Rin berinisiatif untuk berangkat sendiri ya ? lebih baik aku cepat – cepat kesana)”


Aku sedikit mempercepat jalanku untuk sampai kesana, dan saat aku sampai di rumah sakit, hal mengejutkan terjadi karna aku bertemu dengan seseorang yang sudah lama sekali tidak ku jumpai


“Emmm ?! ka Melissa ?!”


“Ehh ?! A…Ao ?!”


“Ya ! sudah lama sekali kita tidak bertemu ya ? (dia terlihat masih malu – malu saja)”


“I...iya, Sudah lama sekali ya, bagaimana kabar mu Ao ?”


“aku baik – baik saja ! ka Melissa juga sepertinya baik – baik saja ya ?”


“E…Ehh, be..begitulah !”

__ADS_1


“……………….”


“………………”


Lalu......apa lagi ya, yang bisa di bahas disini…..


“se..sepertinya rumah sakit sedang ramai ya ?! dimana ka Paula ? apa dia juga disini ?”


“ya, ka paula sedang memeriksa pasien dan cukup sibuk !”


“begituya, ngomong – ngomong apa ka Melissa tau dimana ruang pasien bernama Erick ?”


“Ahh, kalau kamar Erick dia ada di lantai 3 ruang 305 ! dan kurasa….aku tadi juga sempat melihat Rin juga, dia tergesa-gesa sekali !”


“Begituya, kalau begitu Terimakasih atas informasinya ka Melissa, kalau gitu aku harus ke ruang Erick dulu ! Semangat ya bekerjanya !”


“Ahh, Iya ! sama – sama !”


Aku pun meninggalkan ka Melissa dan naik ke lantai 3, saat aku sampai di lantai ini dan berjalan menuju lorong untuk ke ruangan nya Erick, aku melihat Rin yang memegang keranjang buah sedang berdiri di depan kamar 305 dengan wajah sedikit kebingungan


“(Hem…Dia itu ya ! )”


Aku pun sedikit mendekat ke arahnya dan menyenderkan pundak kanan ku ke tembok dan bicara padanya


“ada apa gadis kecil ? butuh ditemani ?”


“……….Nada bicaramu seperti seolah bilang kalau aku takut menemui Erick !”


“heh...apa aku salah ?”


“….Ugh…sejak kapan kau jadi semengerikan ini Ao ?!”


“mungkin ajaran ka iris dan ka misa melekat di dalam diriku !”


aku pun mendekat dan berdiri di sampingnya


“Ada apa ? apa ada yang kau pikirkan ?”


“……..sedikit, ada beberapa hal yang mengganggu pikiranku, tapi itu tidak terlalu penting juga ! ayo masuk saja !”


Aku pun membuka pintu masuk ruang ini dan ternyata sudah ada ka Narmaira di dalam sini !


“Ahh ! RIN ! AKHIRNYA KAU DATANG JUGA !”


Rin menghentikan pelukkan ka Narmaira dengan satu tangan dan wajah yang masih tenang (dia semakin hebat saja)


“Ka Narmaira ! Tolong jangan berteriak di rumah sakit !”


“habisnya kalian ko terlambat sih ? aku sudah memutuskan untuk menunggu kalian disini loh”


“A..Apa itu suara Rin ?”


Tiba – tiba Erick sepertinya menyadari suara Rin, aku pun yang mendengar suaranya yang memanggil rin langsung berjalan ke tempat tidur nya, namun sepertinya Rin tadi sedikit berfikir sesuatu setelah Erick memanggilnya dan pada akhirnya dia berjalan di belakangku


“Yo Erick ! bagaimana kabarmu kawan ?!”


“Ao juga datang ya ! beginilah, Keadaanku sepertinya sudah cukup membaik, walaupun punggungku masih sedikit nyeri !”


“Emm ? ada apa rin ? kenapa kau bersembunyi di belakang Ao ?”


“Biasalah ! Dia malu – malu kucing !”


“DI..AM !”


DUAKKKK !!


“Aduh ! kenapa kau memukul punggungku huh ?!”


“Hem !”


Rin pun akhirnya berjalan ke depan Erick, dan tiba – tiba dia langsung membungkukan badannya


"A...Anu Erick...Ma....MAAFKAN AKU !”


“Ehh ?!”


“karna keteledoran ku kau sampai terluka seperti itu ! aku...aku waktu itu tidak dapat berfikir jernih dan malah membahayakan hidup mu !”


“Ahh, tidak apa – apa Rin ! asalkan kau baik – baik saja aku juga turut senang !”


“Ta..tapi”


DUAKKK !!


Aku pun langsung menghantamkan tanganku ke kepala rin dengan cukup kencang


“Aduh ! kenapa kau balas dendam di saat seperti ini sih Ao ?!”


“kau ini ya, kau lupa yang dikatakan ka Misa saat dia memarahimu ?! harusnya kau bilang sesuatu pada Erick kan ? bukan malah minta maaf di depannya !“


“……itu….Emm….A..Anu….Erick ?”


“Emm ?”


“te..Terimakasih telah menyelamatkan ku waktu ini ! aku berhutang budi padamu !”


Erick yang kaget setelah mendengar Rin yang bicara seperti itu pun langsung tersenyum


“Sama – Sama ! Aku memang lebih senang kalau kau Berterimakasih Rin !“


“Ahhh ! i, iya !”


“baiklah ! akan ku kupaskan apel ya ?!”


“Ahhh, terimakasih ka narmaira !”


Sepertinya semua sudah baik – baik saja, namun sepertinya masih ada sedikit masalah yang selalu rin pikirkan


“Ao ! aku sudah dengar kabar dari ka narmaira kalau kau, rin dan Genbu berhasil menghentikan Monho ! dia pasti lawan yang tangguh ya ?”

__ADS_1


“begitulah, kau taukan kalau Armor miliknya itu merepotkan sekali, dan ditambah lagi dia memiliki gelombang aneh yang juga menyusahkan !”


“bagaimana cara mu mengalahkan dia Ao ?”


“ini merupakan pelajaran ka misa bab 17 yang bertuliskan “sekuat apapun musuh mu, Pasti memiliki kelemahan di suatu tempat” dan benar saja, kami menemukan kelemahannya dimana dia juga seorang makhluk hidup, menggunakan armor tebal seperti itu dan ditambah teriknya sinar matahari, pasti dia akan kegerahan. Ditambah lagi aku menggunakan katana apiku dan sebotol bensin dan membakar armor miliknya ! sehebat apapun dia bertahan, Monho pada akhirnya melepas semua armornya, dan di saat itu Rin pun menembaknya !”


“hoh..kalian berdua memang hebat, lalu saat itu apa yang kau lakukan ka narmaira ? kenapa tidak membantu mereka ?”


“aku harus membantu ka iris dan ka misa menahan 4 mother Zoa ! dan membuka jalan untuk Ao dan rin untuk menghadapi monho ! karna aku percaya pada mereka !”


“hey hey ! jangan lupa ada genbu juga yang bertarung bersama kami !”


“Ohh benar juga ! kalau begitu…aku membantu Ao, Rin, dan pacar baruku untuk membuka jalan untuk mereka !”


“(sejak kapan genbu jadi pacar barumu huh ?!)”


“tapi aku terkesan, tak disangka kalian bertiga berhasil mengalah kan dia !”


“yaa, selalu ada jalan kalau kita bersama, iya kan Rin ?”


“…...……”


“Rin ?”


Saat kami ber 3 keasikan mengobrol, aku tidak menyadari kalau rin sedang menatap ke luar jendela, sepertinya memang masih ada sesuatu yang dia pikirkan


“…Rin….Ada apa ?”


“..….Teman – Teman….”


Rin kembali berbalik ke arah kami dan mulai bicara


“…..menurut kalian….apa yang harus ku lakukan sekarang ?”


“Sekarang ? memangnya ada apa Rin ?”


Ka narmaira sedikit kebingungan dengan apa yang Rin bicarakan, tapi aku dan Erick sepertinya mengetahui maksud dari Rin walaupun sebenarnya aku kurang yakin


“Begitu ya….”


“Ehh ?! kau tau yang rin bicarakan Erick ?”


“…..tidak apa – apa ku ceritakan Rin ?”


“Aku saja yang ceritakan ke ka narmaira !”


“…Aku….pasti dengarkan….”


Dia menarik napas yang dalam dan mengangkat tangannya yang mengepal ke dadanya


“alasan selama ini aku bergabung dengan Savior adalah, agar aku menjadi lebih kuat...namun, dibalik alasan itu, Sebenarnya tersimpan dendam dengan monho yang merebut segalanya dariku, waktu lalu, saat aku menghadapi dia sebelumnya dan dia sudah kubuat babak belur dihadapanku…aku yakin kalau dendamku sudah tersampaikan, dan sudah ingin melupakan semuannya, namun aku salah ! aku sadar dengan apa yang harus ku lakukan terhadapnya”


“dan itu….”


Rin menundukan kepalanya dan kini dia mengepalkan kedua tangannya dengan emosi yang tinggi


“Ya ! Aku ingin sekali membunuhnya ! aku rasa dengan membiarkan nya mati di luar saja dan tidak mengotori tanganku adalah keputusan yang benar ! namun, saat aku dengar kabar kalau dia masih hidup, dan bahkan berbuat sampai sejauh ini ! darahku pun memanas dan ingin segera membunuhnya !”


“…..Rin…..”


“Saat aku berhasil membunuhnya ! akhirnya aku lega sekali ! dia sudah hilang dari mimpi buruk ku ! aku bebas dan tidak lagi memimpikan kematian adikku kemarin !”


Kurasa…memang berat setelah tangannya sendiri yang telah mengambil nyawa monho itu, namun aku tidak yakin bahwa yang dia lakukan itu baik atau buruk terhadapnya mentalnya


“…Aku….sekarang harus bagaimana ?”


“kalau itu....tergantung pada dirimu sendiri !”


“Ao…..?”


Aku pun berdiri dari duduk ku dan menjelaskan padanya dengan tujuannya sekarang


“jika memang itu alasanmu bertarung sampai sejauh ini ! aku akan maklumi kau bisa berhenti disini sekarang Rin ! Asalan itulah yang selama ini membuatmu kuat hingga bisa sampai sejauh ini ! tapi yang ingin ku tanyakan padamu adalah, apa tujuan mu yang sekarang ini ?”


“Tujuan….?”


“ya ?”


“……..…itu..”


“Tujuan ku tidaklah berubah ! aku harus mencari tau tentang dunia mimpi buruk ini dan mencari akhir mimpi buruk ini !”


“…Ao…”


“Aku juga sama !”


Ka Narmaira juga langsung berdiri dari tempat duduknya


“aku juga tidak bisa memaafkan dunia ini yang telah mengambil Diane dariku, walaupun ada rin dan gadis – gadis yang lain, Aku tetap harus mencari tau arti dan akhir dari dunia ini !”


“(Provokasimu cukup aneh tapi lumayan bagus ka Narmaira !)”


“aku juga setujuh dengan Ao dan ka Narmaira, satu luka besar seperti ini saja tidak bisa menghentikan ku begitu saja !”


“Lalu…Bagaimana dengan mu Rin ?”


Dia diam sejenak, namun aku yakin semuanya akan baik - baik saja karna dia memasang wajah tersenyum walaupun sedang menunduk ke arah bawah


“Kalian memang hebat ya….Baiklah ! pada dasarnya memang aku tidak dapat memaafkan dunia yang telah mengambil adikku dari sisiku ini !”


“WAAA ! RIN !! MARI BERJUANG BERSAMA KEMBALI !”


“YA !.......Dan berhentilah memelukku dengan keras !”


“sepertinya semuanya kembali seperti semula ya Ao ?!”


“kau juga, harus cepat kembali sembuh Erick !”


"Hehehe, Tenang saja !"

__ADS_1


Sepertinya, walau pun Rin sudah melewati satu mimpi buruknya, itu tidak mengubah fakta bahwa bukan hanya rin saja yang mengalaminya. kita semua masih tetap saja hidup di dunia mimpi buruk ini


to be continue.....


__ADS_2