
Aku pun kembali ke dalam kota dan menuju ke tempat teman – teman ku berada, Semoga saja mereka baik – baik saja, lagian di team mereka ada ka Misa juga. pasti mereka akan aman - aman saja jika di pimpin oleh ka Misa !
“(semoga mereka baik – baik saja, Ka misa pasti bisa melindungi mereka !) Emm ?”
Dan tentu saja, sepertinya jalan ku menuju teman – teman tidak akan semudah kelihatan nya, karna di depan ku ini, aku dihadang oleh segerombolan Zombie dan juga Zoa
“(zombie ! dan Zoa ! tidak ada tipe kelas atas ! kalau begini pasti masih bisa !) Baiklah !”
Aku pun mulai mencoba menerobos melewati mereka, aku harus menggunakan se-minimal mungkin peluru Killer 7 ku untuk kebutuhan selanjutnya. Sehingga saat ini aku lebih banyak mengandalkan katanaku
“HYAA !"
Tubuh ku pun mulai bergerak dengan sendirinya, Entah kenapa dan apa yang terjadi padaku sehingga aku merasa kalau tubuhku sudah terbiasa dengan ke adaan seperti ini
“HYAAAA !!”
SRATSSSS !
Dan itu adalah tebasan terakhir dari semua zombie dan zoa yang telah ku bunuh ini.
“hah….hah...”
Aku pun melihat ke sekitar ku, tumpukan mayat zombie dan zoa yang tentu saja berserakan, dan aku merasakan kalau aku pernah mengalami ini sebelumnya
“……...…(Ini...)”
Aku pun mulai melihat tanganku yang penuh dengan darah juga, dan melihat kalau aku memang sudah berubah dan menjadi cukup kuat dibandingkan aku yang dulu
“………..(ini tidak apa – apa ! ini hanya tumpukan zombie dan juga Zoa ! mereka memang harus di basmi seperti para Reaper yang merepotkan !)"
Aku pun melanjutkan perjalanan ku dan meninggalkan tempat mayat – mayat ini.
Setelah cukup dalam ke kota, saat aku sedang berjalan dan menuju arah tanda dari ka misa, aku menemukan sebuah Alat perekam suara yang menyala, dan di lihat dari bentuknya, kurasa ini milik ka Alice yang selalu dia bawa – bawa saat sedang melaksanakan misi
“(pesan dari ka alice kah ?!)”
Aku pun berjalan mendekat, dan mencoba melempar batu pada alat perekam itu, dan tidak ada reaksi apapun !
“(Bagus…kurasa ini bukan bom !)”
Aku pun mendekat dan menyetel pesan suara dari ka Alice itu
“(Ao ! ini aku Alice ! kami sedang mengejar Hana dan kami melihat kalau dia masuk ke sebuah gedung, kalau kau sudah mendengar pesan ini, gedung yang ku maksud berada di kanan mu sekarang ini !)”
“Kanan ?”
Aku pun menengok ke kanan dan melihat gedung dengan tulisan BANK yang sudah tercoret – coret
“(kalau kau melihat gedung bertuliskan BANK ! itulah tujuan kami sekarang, kuharap kau cepat – cepat menyusul kami dan tetaplah berhati – hati dengan jebakan dari Hana !) TREKK !”
Pesan suara pun mati dan aku pun menyimpan alat ini di saku ku
“Baiklah ! sepertinya mereka menuju Bank itu ! kurasa aku harus cepat – cepat menyusul mere-?! Emm ?!”
Aku pun melihat di kejauhan seperti ada seseorang yang berbayang – bayang di kabut yang cukup tebal itu
“Itu ? Siapa ?”
SREKK…
“Ehh ?!”
DORRRRRRR !
Seketika sebuah peluru pun melesat ke arah ku ! dan untungnya aku berhasil menghindarinya dengan cukup cepat walaupun peluru itu berhasil membeset sedikit bahu kanan ku
“Ughh ! Siapa itu ?!”
“…HOH….HEBAT JUGA KAU AO !”
__ADS_1
Dari kabut itu, keluarlah sosok dengan tubuh yang besar, dan tentu saja aku kenal dengan orang bertubuh besar ini
“RION !”
“SEPERTINYA MATAMU CUKUP BAGUS ! PASTI MISA MEMANG MELATIHMU DENGAN BAIK !”
Jadi dia juga ada di sini ? berarti ini memang tempat persembunyian mereka
“Hemm, kami akhirnya berhasil mengetahui tempat persembunyian mu ini Rion ! apa kau yakin kau tidak mau lari sekarang ?”
“HEM…KAU PASTI MAU MENGGERTAK KU KALAU DEMI GOD SUZAKU MU ITU AKAN DATANG KE SINI KAN ?”
“(Ehh ?)”
Kenapa dia bisa tau ? dan juga, kenapa suzaku tidak datang juga ? kalau keadaanya seperti ini…biasanya dia akan datang mendadak dengan teleportasinya
“(ada apa ini ? kenapa suzaku tidak datang juga ?!)”
“HEHEHE…DARI SIKAPMU ITU, KAU SEPERTINYA PANIK YA ? AO, SEBAIKNYA KAU JANGAN MEREMEHKAN KU !”
“(sudah ku duga ! Pasti dia melakukan sesuatu padaku ! Byakko pernah bilang kalau dia hebat dalam membuat “Seal”. Ehh !? Tunggu ! jangan – jangan ?!)”
Aku pun berpikir cukup buruk dengan ke adaan ku ini, dan benar saja, saat aku membuka lengan baju yang ada luka di bahu kanan ku ini, terdapat mark aneh yang mengitari luka ku
“A-Apa ini ?!”
“HEHE, MANA MUNGKIN AKU BERITAU BUKAN ?! YANG TERPENTING KAU SEKARANG TIDAK BISA APA – APA TANPA PARA DEMI GOD MU ! SEKARANG MATILAH !”
DORRR !! TRANGG !!
“HUH ?!”
Rion pun memasang wajah kaget karna peluru sniper yang dia tembak ke arahku dengan mudahnya ku tepis !
“KAU ?!”
“Hemm…bukan hanya kau yang bisa berlaga saat ini Rion ! kau meremehkan ku juga karna di sisiku sekarang tidak ada demi god maupun teman – teman ku bukan ?! kau salah besar !”
DORR !! TRANG !! DORR !! TRANGG !! DORR ! DORR ! TRANG ! TRANGG !
dia pun mengulang tembakannya berkali - kali, namun tetap aku bisa menepis tembakannya itu selama aku tau posisi dia berada.
“Cukup Rion ! percuma saja kau menembak ku saat aku bisa melihat posisimu ! bagaimana kalau kau sudahi saja permainan ini dan gunakanlah pedang di belakangmu itu ?!”
“………Hem….kurasa tidak ada cara lain !”
Dia pun melempat sniper yang sudah habis peluru itu, dan tentu saja, dia menarik Pedang besar yang ada di belakangnya itu dan menghembuskan nya ke depan. Aku pun tiba – tiba sedikit panik.
“(wahh…apa aku salah bicara dan sedikit berlebihan ?! pedang itu memang terlihat sangat kuat !)”
“KAU AKAN MERASAKAN JUGA SEPERTI APA PEDANG KU INI AO ! MAJULAH !”
Dia pun langsung melompat ke araku, selagi dia di udara, aku pun menembakinya dengan pistol Killer 7 ku, namun pedang besarnya itu dengan mudah menepisnya
“(Sudah ku duga permasalahannya di pedang nya itu !)”
“MAKAN INI !”
BLAMMMMM !!!
Tebasan nya pun membentur tanah dan seketika tanahnya langsung hancur dengan lubang yang cukup besar, tenaganya itu tidaklah main – main
“(kalau kena itu pasti katana dan tanganku akan sama – sama patah !)”
“JANGAN LARI !”
Dia pun terus menerus mengejarku dan melakukan serangan membabi buta, sampai beberapa jalanan kota pun dia buat hancur
“HYAAA !!”
__ADS_1
TRIINGGG !!
Akhirnya aku pun berhasil memojokkan nya, dan pedang kami sama – sama saling menahan satu sama lain
“Ughh !”
“HEMM ! SAMPAI MANA KAU AKAN BISA MENAHAN NYA A-“
DORR !
Saat dia lengah, aku pun menembak kakinya dengan pistol killer 7 ku sehingga membuat pahanya berlubang
“SIALAN !!!”
WUSSSS !!
Dia pun mendorongku menggunakan pedangnya, dan aku pun terpental ke belakang beberapa meter namun masih dalam ke adaan stabil
“(saat nya kembali menembak !)”
DOR ! DOR ! DOR ! TRANG ! TRANG ! TRANG !
Walaupun tembakkan ku ini pasti tertepis oleh pedangnya yang besar itu, tapi setidaknya aku bisa memojokkan nya, Namun saat aku sedang fokus menembakinya.....
TRITTTTT !!!
“HEMM ?!”
“Ehh ?!”
Tiba – tiba ada semacam bunyi dari arahnya, saat bunyi itu pun semakin kencang, dia pun menjawab dan mengambil semacam Hp dari sakunya
“ADA APA HANA ?!”
“(Semua sudah sesuai rencana ! ini akan dimulai dalam hitungan 15 detik !)”
“HEMM…LAKUKAN !”
Apa itu ?! apa yang mereka rencanakan dalam hitungan 15 detik itu ?
“Hey ! Apa yang kalian renca-?!!”
Tiba – tiba aku merasakan sesuatu yang menyakitkan dari bahu kananku ini ! dan yang lebih buruknya lagi, rasa sakit ini membuat ku tidak dapat mengendalikan tubuhku saat ini !
“Ughhh ! A-Apa ! Apa yang kau lakukan ?!”
“HEMM ! TENANGLAH DISANA AO ! DAN NIKMATILAH AKHIR DARI HIDUP MU !”
“APA ?!”
Lalu...Kemudian….
BLAMMMM !! DUARRRR !! BLARRRRR !!
Gedung - gedung di kota ini pun seketika meledak dengan skala yang besar, dan ledakan nya itu cukup dahsyat dan mengakibatkan bencana untuk kehancuran kota ini
“A-Apa ?!”
Gedung yang ada di sebelahku pun juga ikutan meledak, dan kini gedung itu pun akan rubuh menimpaku.
“Celaka !”
Aku pun bersikeras untuk menggerakan tubuhku, namun tidak dapat bergerak juga, Pasti ini karna “Seal” yang dia tanamkan di luka bahuku ini
“SAYANG SEKALI AO ! KAU AKAN TAMAT DI SINI ! SAMPAI JUMPA !”
“HEYY RION ! TUNGGU ! AHH ?!!”
Dan…saat aku sedang berteriak agar dia berhenti…Gumpahan batu – batu besar pun sudah berjatuhan ke arahku…
__ADS_1
to be continue.....