
TRANG !! TRANG !!
Bunyi sebuah senjata yang saling berhentakan satu sama lain
TRANG !! BRUAKK !! TRAKK !!
Bunyi pukulan, tetesan darah, dan juga tekat yang tidak terhentikan ! semua ada saat pertarungan ini
“HYAA !!”
TRINGG !!
Misa dan Byakko yang berulang kali mencoba menyerang Rion pun kesulitan karena pedangnya yang besar ini
“ENYAHLAH !!”
TRANGGG !! BRUAKK !!
Serang Rion pun di halau oleh misa dengan membeset pedangnya sampai pedang rion menyentuh tanah
“(Ughh ! berat sekali ! tapi dengan ini aku bisa !) HYAA !!”
SLUSHH !!
“EHH ?!”
Tiba - tiba sebuah aliran air menghalang serangan misa
“Air ?”
“PERCUMA SAJA !!”
DUAKKKK !
“Aghhh !”
“Misa ! Waaa !”
Tendangan rion pun menghempaskan misa yang melayang ke arah Byakko dan mereka pun akhirnya terhempas bersama
“Ughh….misa ?! kau tidak apa - apa ?!”
“j-jangan khawatir, hanya luka kecil !”
“(tendangan rion tadi pasti mematahkan tulangnya ! tapi dia masih bisa berdiri seperti ini ) misa…..”
“Emm ? j-jangan pasang wajah seperti itu Byakko ! aku masih bisa bertarung ! ayo ! musuh kita sudah di depan mata kita ! kita harus mengalahkannya bukan ?!”
“y-yaa, t-tentu saja ( Tapi, ini memang sangat merepotkan, karna fate milik rion itu aku tidak bisa menggunakan berkah ku ! aku hanya bisa mengandalkan teknik berpedangku dan juga kutukan katana ku, tapi apa itu cukup untuk-)”
Misa pun tiba - tiba memasang kuda-kuda nya, dan tentu saja…
“Mitsurugi no Ryu !”
“Ehh ?”
Dengan mata yang sangat fokus ke arah Rion, Kuda-kuda teknik Mitsurugi pun dihempaskan oleh misa
“tebasan ke 2 ! Kilatan angin !”
Seketika misa pun melompat dengan sangat cepat ke depan, dan seketika saat rion berdir tanpa bergerak, misa sudah ada di sisi sebelahnya dan berusaha menebas leher rion dari belakang, namun….
“BODOH !!”
BLURRRRR !!
“Aghhh !”
Aliran air itu pun lagi - lagi muncul dan menghembuskan Misa hingga dia membentur pohon di belakangnya
“Aghh ! Uhuk ! Uguk !”
“Misa !!”
Rion pun dapat menghentikan serangan misa bahkan tanpa bergerak sedikitpun
“Menggunakan teknik Mitsurugi di saat musuh mu ini sama - sama berasal dari aliran mitrusugi juga ?! apa otak mu sudah rusak misa ?! tentu saja aku tau teknik itu !”
Misa pun kembali berdiri dan mengambil katana nya kembali
“Heh…begitu kah, tapi sayangnya ! Ini adalah teknik yang sudah ku gunakan saat aku pertama kali menghempaskan katana ! teknik dari clan ku sendiri, yaitu MITSURUGI !”
“.…….Misa”
“Hem, dasar bodoh !”
Tiba - tiba Rion pun mengeluarkan kuda - kuda nya dan tiba - tiba pedang besarnya itu mengeluarkan air yang membalut pedangnya
“kalau begitu, lebih baik aku segera membunuhmu secepatnya !”
“Cihh !”
“Awas misa !”
Balutan air di pedang rion pun kini membesar dan sepertinya serangan yang dahsyat akan datang.
“Ame no Unmie”
“(teknik hujan ?!)”
“Ombak Halus !”
Saat rion menebaskan pedangnya, dari pedangnya keluar ombak yang bahkan menerjang dan merubuhkan semua pohon yang ada di depannya ! misa pun terbawa ombak itu karena dia tidak menyangka akan ada ombak air yang muncul begitu saja
“MISA !!”
“Hem…gagal menghindarinya, kasihan sekali !”
“RIONNNN !!”
Byakko pun langsung maju ke arah Rion dan melancarkan teknik berpedangnya
“Tebasan tak terbatas ! Arai !”
TRANGGG !
Dengan pedang besarnya rion kembali dengan mudah menepisnya
“demi god tanpa berkahnya, apa yang bisa kau lakukan ?!”
“JANGAN MEREMEHKANKU ! Tebasan tak terbatas ! Dafosss !”
Dengan melompat ke belakang musuh dan menebas nya saat di udara, tebasan ini harusnya bisa menyerang kepala belakang musuh…tapi.
“Ahh ?!”
“Kena kau ?”
“AGHH !!”
Rion pun berhasil mencekik Byakko setelah air yang mengalir di sekitarnya itu menepis serangnya
__ADS_1
“(Ughhh ! a-aku tidak bisa bernafas)”
“Mungkin aku harus membunuhmu duluan ! jadi matilah !”
“AGHHH(s-sudah ku duga…ki-kita…tidak mungkin…me-)"
“BYAKKO !”
BLARRRRR !!
Tiba - tiba Genbu pun datang dan menghantam ke arah Rion
“g-genbu ?”
“kau baik - baik saja ?”
“y-ya”
Rion pun menyadari kalau genbu yang sudah berhasil ke sini, itu artinya Bailor gagal membunuhnya
“Hemm…jadi Bailor akan secepat ini kalah darimu rupanya ?”
“Reaper mesum seperti itu tidak ada apa - apanya melawan kami para Demi god !”
“Hem, itu memang benar, tapi sudah aku bilang bukan….”
“Byakko !”
“Datang !”
Rion pun kembali memasang kuda-kudanya lagi, lan terlihat pedangnya kembali terbalut air
“tidak ada gunanya Demi god jika tidak bisa menggunakan berkah mereka, Ame no Unmie ! Ombah Halus !”
serangan yang membuat terjangan ombak pun kembali dilontarkan dan mementalkan genbu dan Byakko, serangan yang memiliki area besar yang sulit untuk di hindari kalau di gunakan dari jarak dekat
“Ughhh….(sial, aku tersayat ranting pohon !)
Genbu ?! kau baik - baik saj- Ehh ?!”
“.…….ugh”
“malang sekali nasibmu…demi god genbu…”
Mata Byakko pun melotot melihat ke arah genbu yang badannya tertebas pedang rion dan mengeluarkan banyak darah
“...G…GENBU !!!”
“Uuggghhh…”
Byakko pun langsung melompat ke arah genbu dan menangkapnya sebelum genbu tumbang
“Genbu ?! Genbu ?! Oii !!”
“Ughh….(l-luka seperti ini harusnya bukan masalah untuk ku…tapi tubuhku tidak bisa bergerak) L..LARILAH ! BYAKKO !”
“.….Genbu ?”
“T-Tebasan ini, tubuhku sudah tercemar !”
“Ehh ?”
“itu benar !”
Rion pun berjalan mendekat ke arah mereka berdua
“semua yang terkena tebasan dari aliran air di pedang ku ini akan mengalami kelumpuhan, walaupun itu demi god sekalipun !”
“.…………(Pria ini…)”
“L-LARILAH BYAKKO ! KALAU KAU TERTEBAS JUGA-!”
“DIAMLAH !”
“Ehh ?!”
BRUSHHHH !!
Sambil membawa Genbu, Byakko pun melompat jauh ke belakang dan menjaga jarak dari rion, dia pun menyenderkan genbu ke pohon di dekatnya
“kau ini demi god Genbu, pasti bisa menyembuhkan diri sendiri bukan ?”
“(wajahnya…)y-ya, tapi itu butuh waktu !”
“tenang saja, sisanya serahkan padaku !”
Byakko pun mengambil katana nya dan berbalik berjalan mendekat ke Rion
“Ku kira kau akan lari lagi dari ku, sama seperti dulu !”
“Diamlah, aku lah sendiri yang memilih untuk mempercayai misa, karna dia kuat, karna dia memiliki senyuman yang tulus, dan karna dialah, AKU MASIH BERDIRI DI SINI !”
Byakko pun menyayat tangan kirinya sehingga mengeluarkan darah, dan meneteskan tetesan darah itu ke katana nya
“(dia rupanya serius ingin menghadapi ku rupanya )”
“Kali ini tidak ada lari lagi Rion ! seperti apa kata misa ! musuh kami sekarang ada di depan mata kami ! tidak akan ku biarkan kau hidup !”
Katana milik byakko pun berubah warna menjadi ke merahan, dan mengeluarkan aura haus darah yang mematikan
“Tebasan tak terbatas aliran iblis ke 2 ! Dafos !”
“Huh ?!”
Seketika Byakko pun membuat tanah tempat di berdiri retak, dan hilang begitu saja
“(Hilang ? Tidak ! DIBELAKANG !)”
SRATSSSS !!!
Berbeda dari sebelumnya, Rion pun menghindari tebasan itu, karna dia merasa kalau tebasan nya kali ini tidak akan tertepis oleh airnya, namun byakko pun berhasil membeset lengan kiri Rion
“Cih ! (dia berhasil melukaiku )”
Seketika Byakko pun langsung melakukan tarian pedang dengan menancapkan katana nya ke tanah dan terlihat seperti dia sedang menyentuh lalu mencolek katana miliknya, dan seketika.
CRATSSS !!
“Cihh !”
Luka dari tebasan di lengan kiri rion kini membesar dan banyak mengeluarkan darah, serangan byakko kini sangat berefek terhadap pertahanan Rion
“Hem…lumayan juga, katana kutukan memang mengerikan”
Byakko pun kembali memasang kuda - kuda nya
“kali ini ! kau tak akan ku biarkan menghindar !”
“.…..(hemm)”
“Tebasan tak terbatas aliran iblis ke 4 ! Dainslein !”
__ADS_1
Dengan tebasan yang sangat kuat, kini tebasan byakko pun meretakkan tanah dan menumbangkan pohon-pohon, serta membuat seperti gelombang kerusakan yang menghembus ke arah Rion
BLARRR !!
Ledakan tekanan pun terjadi di tempat berdirinya Rion, byakko pun merasa kalau serangan tadi berhasil mengenainya
“hah…hah….(I-ini semakin buruk kalau aku berlama-lama menggunakan kutukan katana ku, seharusnya serangan ke 4 dari teknik 5 tarian iblis tadi berhasil mengenainya)”
Beberapa pohon yang tumbang menghalangi pandangan byakko, dia tidak bisa melihat kondisi Rion saat ini
“(serangan tadi aku yakin mengenainya, tapi kurasa…)”
BLARRRR !!!!
Rion pun langsung menghembuskan semua pohon tumbang yang menindihnya
“Lumayan juga, untuk demi god sepertimu bisa sampai memojokkan ku !”
“.………..(dia masih terlihat baik - baik saja) Serangan berikutnya pasti akan membunuhmu !”
“Hem….tidak ada pilihan lain !”
Rion pun menancapkan pedang besarnya ke tanah, namun tiba - tiba dia memukul pedang besarnya itu, dan kemudian pedang ini pun retak
“Ehh ?”
“Mari kita lihat, sehebat apa tarian mu itu, Byakko !”
Saat pedang itu retak dan akhirnya hancur, pedang besar itu pun malah berubah menjadi sebuah katana yang sangat bening sebenin aliran air.
“Se-Sebuah katana ?”
“memakai pedang besar memang menyenangkan, tapi kini saat nya aku serius !”
Rion pun langsung memasang kuda - kuda, dan tentu saja...
“Mitsurugi no Ryu !”
“Ehh ?! (dia kan menggunakan teknik Mitsurugi ?!)”
"Tebasan ke 2 ! Kilatan angin !”
TRANG !! BRUAKK !!
Dengan kecepatan angin dan aliran air, seketika tanpa sadar Byakko yang belum siap pun menepis serangan itu dan terpental jauh melewati Genbu yang sedang mencoba menggerakkan tubuhnya.
“Byakko ?! (ughh…ayolah tubuhku ! bergeraklah !)”
GRETEKKK !
Tiba - tiba genbu pun berhasil meretakkan tanahnya dengan cengkraman nya, yang menandakan dia sudah bisa sedikit bergerak
“(a-aku sudah bisa sedikit bergera-)”
“tebasan ke 3 ! Kilatan Sabit Malam !”
“Ehh ?!”
SRATSSS !! BLARR !!
Tebasan dari Rion pun membelah tanah dan mengakibatkan longsor, untungnya genbu pun sempat menghindari serangan tadi
“(aku berhasil menghindar, aku harus segera menemukan Byako-)”
Secara kebetulan Genbu pun menemukan Byakko yang sedang mencoba kembali berdiri
“BYAKKO !!”
“Ughh…Genbu ?!”
“K-Kau, Lukamu ?!”
“t-tenang saja, hanya patah tulang saja, ki-kita harus segera mencari dan menolong misa, atau-”
“Mitsurugi no Ryu ! tebasan ke 3 !”
“?!”
“?!”
Saat mereka berdua sedang melihat ke depan, mereka sama sekali tidak menyadari kalau Rion pun sudah ada di belakang mereka
“Kilatan….Sabit Malam !”
“Celaka-”
“BYAKKO-”
SRATSSS !! BLARR !!
Tebasan rion pun kembali terulang dan menghancurkan tanah, Byakko dan genbu pun terpental dan tentu saja kini luka tebasan besar di punggung Genbu pun menjadi masalah besar
“Genbu ! Genbu ! Oii ! Sadarlah ?!”
“..Ughh..(aku tidak bisa bergerak kembali)”
“GENBU !!”
Rion pun berjalan mendekat ke arah mereka berdua, Byakko pun langsung memeluk genbu dan berusaha melindunginya
“sudah ku bilang bukan, Demi god yang tidak bisa memakai berkahnya tidak mungkin menang melawanku !”
“Ughh”
“genbu…(dia tidak bisa bertarung lagi…apa kami demi god pun, tidak bisa menghentikan 1 iblis ini !)”
Rion pun mengangkat katana nya dan bersiap menebas mereka berdua
“baiklah, kurasa kita akhiri saja permainan ini, aku harus segera menuju tendo agami dan-HUH ?!”
“Ehh ?”
Tiba - tiba Rion pun melompat mundur sangat jauh, dan dari wajahnya dia sangat panik
“Ehh ? ada ap-EHH ?!”
Tiba - tiba Byakko pun juga merasa kalau bahaya pun mendekat ke arahnya
“(Ini…apa ini…aku merasakan ada sesuatu yang mendekat dan itu sangat mengerikan, bahkan aku yang demi god byakko ini merasakan hal seperti ini…jangan - jangan….)”
Dan tentu saja, dari balik pohon yang tumbang itu, seseorang berjalan dengan sangat santainya ke arah mereka
“.…m…misa ?!”
Rion pun melotot melihat ke arah Misa, yang hawanya benar - benar sangat berbeda dari misa yang dia kenal
“Yoo….Rion !”
Misa pun menarik katana nya dan kemudian tersenyum ke arah rion
“Tolong….jangan lupakan aku juga ya…Rion !”
__ADS_1
“.…Misa….Kau….”
to be continue.......