Savior : The Nightmare World

Savior : The Nightmare World
(S2) A Gift From the Nightmare


__ADS_3

Perjalanan ku dengan ka Alice mencari tau tenang pamanku pak Charles pun berlanjut, saat ini, Setelah ka alice berhasil mengambil data yang ketinggalan di gedung milik kakak nya itu, kami pun sudah setengah jalan menuju gedung pamanku dan saat ini kami sudah ada di hutan hounro dan sedang beristirahat sejenak.


“jam berapa sekarang Ao ?”


“Emm…jam 1 lewat 15 siang !”


“sepertinya kita cukup terlambat, tapi mau bagaimana lagi ! kita akan sampai di tempat pamanmu 3 jam lagi !”


Setelah aku memakan bekal kami dan melihat sekitar, sepertinya hutan ini cukup tenang dan tidak ada bermunculan para Zoa, aku hanya melihat beberapa zombie saja saat di awal tadi


“Sepertinya tidak ada tanda - tanda keberadaan zoa disini, namun tetap saja ada beberapa zombie dimana – mana !”


“Begitulah, kau taukan kalau populasi zombie itu sama dengan populasi manusia di bumi ini, itu artinya, walaupun memiliki batas, tapi jumlahnya sangat banyak !”


“apa ka Alice tau kalau semua ini berawal dari gempa yang terjadi waktu itu ?! saat itu ka Alice sedang ada dimana ?”


“aku sedang ada di benteng, membahas mengenai kejadian kakakku bersama dengan Tuan Putri”


Ternyata benar seperti yang dia bicarakan, Karna dokter Savria menjadi masalah dan tanggung jawab untuk ka Pandora juga, kurasa ka Alice terlibat dalam kasus ini


“Sudah cukup bicara mengenai kakak ku Ao ! aku malah tertarik dengan ceritamu ! Cobalah ceritakan 1 saja ?!”


“Ceritakan ? kurasa aku tidak ada cerita yang bagus !”


“Pasti ada kan ! kisah cinta gitu ! kau kan anak SMA ! masa tidak punya ?”


Mata ka Alice berkaca – kaca namun dia tetap memasang mode Dewasanya, kurasa memang perempuan suka sekali dengan cerita yang seperti ini ya


“Emmm…kurasa sejak SMA, aku berteman dekat dengan Tesa dan Hans saja ! tidak banyak yang terjadi di SMA karna dunia ini dimulai saat kami kelas 2 SMA”


“Hemm….kudengar kau cukup dekat dengan tesa, dan katanya kau teman masa kecilnya juga ?”


“Sebenarnya kejadiannya terjadi waktu SMP, Saat itu kami berdua bertemu dan duduk bersebelahan, tapi di saat itu aku dan dia belum menyadari kalau kita itu sama – sama teman masa kecil, Sampai saat aku jatuh sakit dan dia menghampiri rumahku untuk mengantarkan berkas sekolah. Dia pun menyadari kalau aku tinggal sendirian dan dia memutuskan untuk merawat ku, saat itulah dia sadar dengan kematian ke dua orang tuaku dan tau kalau aku Ao teman masa kecilnya”


“heh...Itu cerita yang cukup bagus ! Emm…Tunggu, kau tau kalau dia teman masa kecilmu juga ?”


“Iya, aku mengingatnya !”


“kurasa kau pernah bilang kalau kau kehilangan banyak ingatan di belakang masa SMP mu ?! apa kau tidak melupakan Tesa juga saat itu ?”


“………………”


“…......Ao ?”


Be..BENAR JUGA ! kenapa saat itu aku ingat dia padahal hanya beberapa ingatan masa lalu ku saja yang kuingat ! setelah di ingat – ingat lagi, fakta ingatan tentang kematian orang tuaku dan aku yang dirawat pamanku pak Charles memang masih ada…tapi kenapa aku ingat tesa yang teman masa kecilku pas sekolah dasar padahal aku tidak ingat apa – apa saat aku di sekolah dasar, ini semakin rumit saja dan saat memikirkannya membuat kepalaku sakit


“Ugh !!”


“Ao ?! Ada Apa ?!”


“Kepalaku tiba – tiba sakit !”


“Pasti karna aku membicarakan yang aneh – aneh ya ?! ma..maaf ya ! Aku tidak akan bilang yang aneh – aneh lagi !”


“Tenanglah ka Alice, ini bukan salah ka Alice ! dan sudah kuduga ka Alice memang baik hati dan lembut ya”


“he..Hentikan itu !”


Sepertinya satu – satunya mengetahui semua ini hanyalah dengan memeriksa apa yang ada di Flashdisk ini ! kuyakin informasi masa lalu ku akan terungkap


“Aku sudah baikan ka Alice ! apa kita sudah bisa berangkat ?!”


“kau yakin tidak apa – apa ?”


“Ya !”


“Baiklah ! ayo kita lanjutkan !”


Kami pun tancap gas untuk menuju tujuan utama kami, yaitu gedung kerja milik Pak Charles. Setelah menempuh melewati hutan dan perkotaan selama 3 jam, kini kami pun sampai di depan gedung milik Pak Charles ini


“Ini dia Gedungnya !”


Jadi pamanku juga memiliki gedung di kota Lafornia ini ya, memang data yang ku dapat dari rumah pribadinya memberitahukan bahwa dia memiliki beberapa gedung lain juga


“Apa generator listriknya berat Ao ?”


“ini tidak terlalu berat ko, Tidak masalah !”


“baiklah, ayo masuk ! dan tetaplah waspada !”


“Baik !”


Dengan membawa generator listrik untuk menyalakan komputer, Kami pum masuk ke dalam gedung ini, dan disambut dengan beberapa zombie yang ada di dalam gedung ini


“Sepertinya banyak zombie disini ! bagaimana menurutmu Ao ?!”


“……..Habisi ?!”


“Kau memang sepemikiran dengan ku !”


Kami pun mengeluarkan senjata handgun kami dan menembaki zombie – zombie itu sebelum mereka menyadari kita


“Emmm ?”


Dari ujung ruangan, muncul 2 zoa yang berlari cepat ke arah kami !


“Ao !”


“Baik !”


Aku mengeluarkan katana apiku dan menebas zoa itu, namun zoa ini menepis nya dengan tangan kirinya, di saat itupun aku menendangnya hingga terpental jauh dan menghantam tembok


“Ka Alice !”


“Ok !”


Saat zoa itu sedang terkena dampak hantaman ke tembok, ka Alice pun menembaknya dengan Sniper nya dan melubangi kepalanya

__ADS_1


“(Ok, Satu lagi…Emm ?!)”


Zoa yang satu lagi sepertinya kabur ke pintu menuju tangga darurat


“Sepertinya zoa itu kabur, selanjutnya apa yang harus kita lakukan ka Alice ?! ”


“Hemm…kita memang harus lewat sana untuk menuju komputer yang ada di lantai 7, Ayo !”


Kami pun maju dan masuk ke pintu tangga darurat ini, aku melihat ke atas dan menyadari juga kalau di tangga darurat ini ada tangga ke bawah juga


“(ada ruang bawah tanah juga ya ?! paling hanya tempat parkir )”


“Ayo Ao !”


“Baik !”


Kami pun maik ke atas dan melewati setiap lantai di gedung ini, namun..langkah kami terhenti sejenak saat kami ada di lantai 4


“Ao ! Berhenti !”


“………….Hemm..….Begituya”


Langkah sesuatu yang berlari dari setiap anak tangga terdengar dari atas dan bawah, itu artinya, ada yang mendekat dari sisi atas dan bawah !


“Aku Atas ! kau bagian bawah !”


“Baik !”


Dan benar saja, zoa pun muncul dari atas dan bawah lorong tangga ini, ka Alice pun langsung menembaknya dengan sniper nya dengan jarak yang sangat dekat hingga zoa itu Hancur, sedangkan aku menebas zoa yang berada dari bawah ini


“…..Ao…kau menyadarinya ?”


“Ya ! Zoa – Zoa ini semakin pintar saja ! mereka merencanakan ini !”


“Firasat Ku tidak enak dengan ini ! Ayo cepat kita ke atas !”


Kami pun langsung menuju ke lantai 7 dan segera menuju ruangan pamanku, dan saat kami sampai di depan pintu ruangannya, saat ka alice memegang gagang pintu ruangan ini, dia menyadari ada sesuatu di dalam sini


“……...Ao, Bersiap lah, ada sesuatu disini !”


“baik !”


Ka alice membuka pintunya dan kami langsung saja menodongkan pistol kami untuk berjaga – jaga, dan benar saja yang dikatakan ka Alice, ada seseorang yang berdiri di ujung jendela kaca ruangan ini


“SIAPA DISANA ?! SIAPAPUN KAU, ANGKAT TANGANMU KE ATAS !”


“(Tu..Tunggu ! Dia kan !)”


“ahhh ! kalian Akhirnya sampai juga !”


Ternyata dia adalah Amera Harpha sang pengendali para zoa, apa yang dia lakukan disini !


“Kau kan ?!”


“ka Alice, dia lah Amera Harpha !”


“Aku menunggu kalian di atas sini loh, ternyata benar apa yang dikatakan Tendo Agami ! kalian benar – benar datang ke mari !”


“Apa mau mu ?! sadarlah kalau kau sekarang ada di bidikan senjata kami !”


“Tenanglah - Tenanglah, aku Cuma mau bicara saja, tidak membuat kerusuhan seperti kalian – kalian ini ! dan lagi…disini panas sekali ya ?!”


Dia membuka kancing baju atasnya karna kepanasan, namun yang ku kenal dia adalah orang yang sering membuat perangkap dan membuat pertahanan lawan melemah, sepertinya ini strategi dia untuk membuatku lengah


“Ao ! Ao ! lihat ! Lihat kemari !”


“…..….Ao ! Tetaplah fokus !”


“Aku tau ka Alice ! aku tidak akan termakan hanya karena itu !”


“heh….kau boleh juga Ao ! seperti yang ku harapkan darimu ! kalau begitu langsung saja, Aimon !”


Tiba – tiba zoa merah itu sudah ada di belakang kami tanpa kami sadari, dan zoa itu menyerang ke arah ka Alice


“Cih !”


“Ehh ?!”


Aku mendorong ka Alice ke kanan agar tidak terkena serangan zoa itu, sayangnya aku terkena tebasan cakar zoa itu di bahu kananku


“Ughh !”


“Ao !”


Zoa merah itu pun kembali ke sebelah Amera Harpha dan bersiap – siap untuk menyerang kami lagi


“Wah ! bisa menghindari serangan dadakan Aimon ku ! hebat – hebat ! tapi yang berikutnya pasti akan lebih sakit dari itu !”


“Ao ! kau tidak apa – apa !”


“…Iya !”


Masalahnya adalah bukan dari darah yang mengalir di bahu ku ini, yang membuatku tidak konsen selama berhadapan dengan Amera Harpha ini adalah, walaupun bersikap seperti itu, namun tatapannya seolah seperti bermaksud lain…dia seperti ketakutan akan sesuatu…


“(apa ini…..kenapa aku mengambil kesimpulan seperti itu ! dia adalah musuh ku ! aku tidak butuh menghawatirkan hal lain !)”


“Baiklah Aimon ! habisi mereka !”


“GRAAAAA !!”


Zoa merah itu pun melompat ke arah kami, aku pun sepertinya tidak bisa menghindar dan yakin kalau ini akan membunuhku, tapi tiba – tiba ada sengatan listrik yang menyambar zoa itu hingga zoa itu terpental


"GRAAAUUU !!"


“AIMON !”


“Ehhh ? petir ?”

__ADS_1


Tiba – tiba ada seseorang yang berjalan dari belakang kami, dan itu adalah pahlawan yang selalu datang terlambat


“Kalian baik- baik saja ?”


“SUZAKU !”


“SUZAKU !”


Suzaku pun datang menolong kami, entah ini kebetulan ataukan dia merasakan kami dalam bahaya


“jadi kau Amera Harpha ya ? kurasa kita pertama kali bertemu bukan ?”


“Ugh….Suzaku sang Demi god dengan berkah petir ! ini akan menjadi pertarungan yang tidak adil bukan ?!”


“Peduli amat soal itu ! itu salahmu yang menyakiti teman – teman ku !”


“Cih !”


Amera Harpha itu melempar sesuatu ke arah Suzaku, Suzaku pun dengan petirnya menyambar benda itu dan tiba – tiba gas keluar dari benda itu dan membutakan pengelihatan kami


“Cih ! gas Air mata ya !”


PRANGGG !!


Terdengar bunyi kaca yang pecah dan seperti langkah kami yang menjauh, saat suzaku memusnahkan seluruh gas nya dengan petirnya, Amera Harpha pun sudah tidak ada di ruangan ini


“begituya, dia melarikan diri rupanya ! itu trik yang bagus dengan menggunakan gas air mata dan melompat dari lantai 7 ini ! dengan zoa merah itu kurasa akan sulit mengejarnya !”


“Tenanglah Suzaku ! biarkan saja dia pergi ! pada awalnya, Tujuan ku dan Ao bukan untuk mengejar dia !”


“Begituya ! kalau begitu jelaskan lah Alice !”


“nanti ya, aku harus menyembuhkan luka Ao dulu !”


“Te..Terimakasih ka Alice !”


Setelah ka alice memperban lukaku, dia pun menjelaskan apa keperluan kami datang kemari, dia juga memberitahukan kalau dia mencari tau keberadaan tentang kakak nya dari Flashdisk milik pak Charles ini


“begituya ! mungkin saja memang akan ada petunjuk mengenai itu ! dan ternyata dokter Savria itu kakak mu ya ?”


“Ya ! tolong rahasiakan ini ya, aku benar – benar sangat berterima kasih kau datang ke sini Suzaku ! tapi kami memiliki informasi pribadi disini !”


“Hemm..begituya !”


“bagaimana Ao ?”


Aku yang memasang generator listrik ini dan menghubungkannya ke komputer sepertinya berhasil, kini komputernya bisa menyala


“Sepertinya Berhasil !”


“Bagus ! ayo sekarang buka file di flashdisk mu itu !”


Aku menancapkan flashdisk itu dan membuka data file itu, namun file ini ber-password


“ka Alice ! Ada password-nya !”


“Tenang saja, aku baca di catatan di sebelah flashdisk ini kalau password-nya adalah hari ulang tahun mu !”


“Begituya…”


Aku pun memasukan tanggal hari ulang tahunku, dan saat aku ingin menekan tombol enter...


“Tunggu Ao !”


“Emmm ? ada apa…Ohh ?!”


Kami berdua menyadari kalau suzaku masih ada di sebelah kami, karna ini informasi yang cukup pribadi dan ka Alice tidak ingin suzaku juga tau selain aku yang sudah melakukan kesepakatan bersama, kami pun menatap suzaku cukup lama


“Emm ? ada apa ?!”


“………….Suzaku ?!”


“………….Suzaku ?!”


“a…Ayolah ! aku juga pengen tau apa isi flashdisk itu ! Begini saja, biarkan aku ada disini dan aku akan meneraktir kalian makan


3 hari !”


“Tidak bisa !”


“Tidak bisa !”


“Emm…..Bagaimana dengan ku kasih bonus 500 Petas ?!”


“tidak Cukup !”


“tidak Cukup !”


“Akan ku tunjukan juga koleksi Adult Video ku yang berharga pada kalian !”


“AKU INI WANITA TAU !!!”


“Emmm….”


“dan akan ku ajak kalian ke tempat yang belum pernah kalian kunjungi ! emm..seperti gunung Everest ! Bagaimana ?!”


“……..Ohhh ! itu Boleh juga !”


“……..Ohhh ! itu Boleh juga !”


“(akhirnya dapat juga !)”


Aku belum pernah ke gunung Everest selama ini, kurasa itu akan menjadi permandangan yang menakjubkan !


“Baiklah…..ku buka ya !”


to be continue......

__ADS_1


__ADS_2