Seperti Rapuh Yang Mencoba Tetap Utuh

Seperti Rapuh Yang Mencoba Tetap Utuh
103


__ADS_3

Aera bangun di paginya, bertekad untuk kembali dengan rutinitas nya, kembali kesekolah. Meski duka dan lara masih berada di rasa, biarlah di dalam dada saja tidak perlu dunia terus melihat nya.


Sudah berada bangun Aera kembali memejamkan matanya sekedar mengumpulkan kesadaran nya lebih dulu sebelum benar-benar membuka mata dengan penuh nya dan beranjak bangun dari tempat tidur nya.


Setelah beberapa saat Aera menoleh menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 05:55. Aera membuka selimut yang semula menutupi nya. Membuka kaca dan hordeng jendela menjadikan cahaya matahari dan udara sejuk masuk dan menjadikan kamar nya lebih berwarna.


Cahaya cahaya masak menjadikan buku buku yang tertata di atas meja terlihat lebih jelas. Buku buku yang terdiri dari album foto Ayah nya, satu album foto lagi dari Mba Ana, satu buku catatan harian milik mba Ana dan satu novel kecil pemberian Titan untuk nya.


Aera menyentuhnya satu persatu dengan jari jemari tangan nya, di ikuti dengan senyum tipis di wajah nya.


Aera bergegas mandi, mengenakan seragam dan menyiapkan keperluan nya untuk pergi ke sekolah. Setelah tertata rapih dan beres semua nya Aera pergi turun menemui mama yang tengah menyiapkan sarapan di dapur.


"Pagi mah"


Sapa Aera dengan cerianya, ikut berdiri di samping mama,menyaksikan dengan apa yang tengah mama masak dalam kuali nya.


"Pagi, Aera"


Jawab Mama dengan terkejud nya, akan keberadaan Aera dengan seragam sekolah yang dikenakan nya juga dengan wajah ceria yang dilihat mama.


"Wih enak nih kayanya"


Dengan Aera yang mendekatkan wajahnya sekedar menghirup aroma sedap yang diciptakan dari masakan mama yang tengah diolah nya.


Mama mengecilkan api kompor dan menoleh menatap Aera, memperhatikan Aera dengan seragam dan penampilan rapih nya.


"Kamu mau sekolah Aera?"


Tanya Mama memastikan.


"Iya pake seragam ya mau sekolah dong ma"


Jawab Aera tersenyum dengan memperlihatkan deretan giginya.


"Ngga masuk sekolah ngga papa Ra, mama udah ijin ko sama walikelas kamu"


"Udah beberapa hari Aera ngga masuk ma? Nanti Aera terlalu banyak ketinggalan pelajaran"


Jelas Aera masih dengan senyum manis di wajahnya, memperlihatkan kepada mama dirinya sudah jauh lebih baik, dan bahkan sudah kembali seperti semula.


"Aera?"


Seru Mama, memperlihatkan kekhawatiran nya.


"Mama, Aera udah baik baik aja ko"


Perjelas Aera dengan meraih satu tangan mama, udah di pegang nya.


"Hhhhh..."


Mama menghelai nafas pelan dan mengangguki nya.


"Yaudah tapi kamu sarapan dulu ya, habis itu mama yang anter kamu ke sekolah"


Lanjut Mama, menjadikan tangan Aera yang sebelumnya berada memegang tangan nya, untuk berada digenggam nya.


Aera tersenyum melebarkan tatapannya.


"Mama yang anter Aera sekolah?"


Mama tersenyum mengangguki nya.


Aera terdiam dengan senyum nya lebarnya.


"Kenapa? Ngga mau mama anterin?"

__ADS_1


Tanya Mama dengan Aera yang malah terdiam tersenyum menatap nya.


Aera tersenyum menggeleng gelengkan kepala nya.


"Aera malah seneng banget kalo mama mau anter Aera"


"Kalo gitu sekarang kamu duduk, mama siapin sarapan nya"


Senyum mama dengan mengarahkan kepala nya kemeja makan, mengartikan Aera untuk segera duduk.


"Oke, Aera tunggu dimeja makan ya, mama jangan lama lama, Aera udah laper nyium aroma masakan mama"


Aera yang kemudian beranjak, duduk menunggu mama menyiapkan sarapan untuknya.


Berada duduk saling berhadapan dengan sajian sarapan yang sudah mama masak, terhidang di meja makan, tampak begitu lezat.


Sesuap sarapan berada mendarat di mulut Aera, rasa bumbu yang pas dan begitu enak menjadikan Aera menoleh ketempat duduk yang sesekali atau bahkan sering kali mba Ana duduki. Rasa makanan yang tengah dinikmati dan suasana pagi seperti ini di meja makan menjadikan Aera kembali terluka dengan duka yang masih begitu dirasakan nya. Hari hari sebelumnya suasana dan hal hal yang terjadi setiap pagi seperti ini selalu dilengkapi dengan keberadaan mba Ana, tetapi tidak dengan hari ini dan untuk hari berikutnya.


"Aera? Kenapa ngga enak ya?"


Tanya Mama memastikan dengan ekspresi Aera yang menjadi berbeda dilihat nya.


"Mmm, ini enak banget loh ma"


Seru Aera mengembalikan tatapan nya kepada mama, dengan tersenyum ceria.


Mama tersenyum senang mendengar Aera yang menyukai masakan nya.


Setelah dengan sepiring sarapan yang dihabiskan, keduanya beranjak pergi memasuki mobil, dengan mama yang akan mengantarkan Aera pergi ke sekolah.


Selama dalam perjalanan Aera terus saja menatap dan memperhatikan mama yang tengah menyetir di sampingnya.


Sesekali mama menoleh tersadar dengan Aera yang terus memperhatikan nya.


Lirik mama terhadap Aera.


"Emang nya ngga boleh?"


Tanya Aera kembali tersenyum memperlihatkan deretan giginya.


Mama menoleh sesaat tersenyum menatap Aera dengan senyumannya nya.


Aera tersenyum dengan lebarnya.


"Aera nyaman aja ngeliatin mama"


Berada menjadi tenang dan begitu nyaman saat ini, saat berada memperhatikan mama dalam pandangan nya. Tapi aneh nya rasa ini masih saja terlukai dengan masa lalu, dangan luka yang berada mengikuti, menjadikan rasa ini tidak dapat dirasakan dan dinikmati dengan leluasa.


Karna masalalu yang tidak dapat tertinggalkan entah dengan keadaan atau sekedar ingatan, pada akhirnya memang akan menjadi nyata selama nya dalam ingatan itu sendiri.


Kembali menjadi tersenyum, tertawa dan ceria, menjadikan batin nya semakin sakit dirasakan. Dimana apa yang dirasakan bertolak belakang dengan apa yang di ekspresikan, rasanya menyesakan dan begitu sakit.


"Denger kamu bilang nyaman karna melihat mama, bikin Mama terharu tau ngga"


Seru Mama dengan sudut matanya yang menjadi berkaca.


"I love you Ma"


"I love you to"


Waktu yang berlalu, terbuang sia sia dengan keberadaan kesalahan dan luka didalam nya. Lantas setelah semua kembali ditata akankah waktu di depan berada dapat menggantikan waktu yang sebelumnya hilang?


Mama terus saja memikirkan nya, bertanya tanya dengan apa yang nantinya akan terjadi setelah ini. Benarkah semua akan lebih baik dengan ini?  Mama berharap, semua kesalahan yang berada karna nya dapat ditebus dan di perbaiki.


"Makasih ya ma, udah mau anterin Aera"

__ADS_1


Setelah Aera sampai, dan turun di depan gerbang sekolah.


"Sama sama sayang"


Seru Mama tersenyum berada dihadapan Aera.


"Kalo gitu Aera masuk ya ma"


"Mmmm"


Mama tersenyum mengangguki.


"Mama hati hati ya"


Dengan Aera yang berjalan mundur dengan pelan sebelum benar benar meninggalkan mama.


"Iya sayang"


Aera tersenyum, berbalik bergegas pergi.


Langkah nya terhenti saat menyusuri lorong-lorong kelas akan keberadaan Sia dan Fina yang berada berpapasan dengan nya.


Suasana menjadi canggung tidak menyenangkan dirasakan Aera dan Sia.


Tatapan keduanya saling terarahkan dengan sama dingin nya, dan sama datar nya dengan ekspresi yang keduanya perlihatkan.


Aera memilih berlalu meninggalkan keduanya, Sia dan Fina.


Ada yang dirasakan Sia menjadi sesak dengan situasi yang tidak menyenangkan yang harus dihadapi nya dengan Aera, terlebih dengan Aera yang berlalu meninggalkan dirinya.


"Bisa bisa nya langsung pergi gitu aja, kaya ngga nganggep adanya lo"


Seru Fina setelah memperhatikan Aera yang pergi.


Sia pun pergi meninggalkan Fina, mengabaikan dengan apa yang dikatakan nya, perkataan yang hanya akan membuat Sia semakin panas.


"Hhhhh..."


Helai Fina dengan jengkel nya.


"Kenapa semua orang selalu pergi gitu aja"


Gumam nya dengan tatapan kosong yang tertunduk.


Saat berada masuk kedalam kelas, langkah nya menjadi pelan setelah tatapan nya dipertemukan dengan tatapan Titan yang saat ini tengah menatap nya. Rasa canggung dan malu pun kembali dirasakan Aera dengan sangat jelas.


"Aera?"


Seru Titan bangun dari duduknya setelah dengan Aera yang berada di hadapan nya.


"Mmm, Tan"


Balas Aera tersenyum dengan canggung nya.


"Lo masuk sekolah?"


Tanya Titan memastikan, seolah melupakan atau sekedar mengabaikan dengan kejadian kemarin.


"Ah, iya, gua udah ngga papa ko"


Dengan Aera yang mulia lebih tenang, setelah dengan reaksi Titan yang sama seperti biasanya.


Titan tersenyum mengangguki.


Aera pun membalas tersenyum, sebelum menuju tempat duduknya

__ADS_1


__ADS_2