Seperti Rapuh Yang Mencoba Tetap Utuh

Seperti Rapuh Yang Mencoba Tetap Utuh
37


__ADS_3

Sudah begitu rapih dan cantik, entah akan kemana tujuan nya. Bangun pagi dan berdandan sekedar menata rencana akan keputusan nya. Tanpa tujuan Aera menyusuri jalanan dengan langkah yang begitu pelan dengan kepala dan tatapan yang ditundukan.


Dalam jarak yang cukup jauh, Azka yang tengah sibuk menenteng belanjaan memperhatikan seseorang yang tidak bersemangat, terlihat seperti Aera.


Azka menghampiri memastikan nya, dan benar saja itu Aera.


Sudah berada di samping nya Aera belum juga menyadari keberadaan Azka.


Azka ikut melangkah berdampingan memperhatikan Aera.


Dalam langkah dan tundukan nya Aera terus saja menghelai nafas.


Dengan tiba tiba Aera menoleh ke sisi kanan dimana Azka berada di sampingnya.


Dengan begitu kaget nya Aera sampai memejamkan mata dengan jantung nya yang berdetak kencang.


"Hhhhh... kaget gua. Sejak kapan disini?"


Aera dengan lemas nya.


Azka melebarkan tatapan nya dengan tersenyum tipis.


"Sorry sorry ngga bermaksud buat ngagetin"


Dengan posisi keduanya menjadi saling berhadapan.


"*Sejak kapan?"


"Sejak lu menghelai nafas beberapa kali"


"Mmmm*"


Dengan Aera yang melebarkan tatapan nya sebelum akhirnya tersenyum.


"Jam segini udah serapih ini mau kemana Ra?"


Tanya Azka dengan memperhatikan penampilan Aera.


"Mmmm.."


Aera dengan mengalihkan tatapannya dari Azka, mencari cari alasan yang tepat, membingungkan.


Azka merekah senyum memahami glagat Aera.


"Mau ke kafe gua lagi ya?"


"Iya mau ke kafe "


Jawab Aera dengan cepat nya, begitu spontan.


"Lo habis belanja"


Aera yang memperhatikan kedua tangan Azka dengan banyak nya kantong yang di bawa.


"Iya Ra, baru pulang beli keperluan dan bahan bahan buat di kafe"


Azka dengan menunjukan kedua tangan yang tengah menentang banyaknya belanjaan.


"Sini gua bantuin"


Aera dengan memindahkan kantong kantong yang berada di tangan kiri Azka untuk berpindah berada di kedua tangannya.


Keduanya berjalan berdampingan dengan langkah yang sama dan dengan keduanya yang saling memperhatikan dan tersenyum sesekali bahkan sampai tertawa.

__ADS_1


"Ko malah lo yang belanja bukan karyawan lo"


Dengan memperhatikan Azka.


" Buat belanja emang bagian gua, dan karna hari ini hari Minggu kafe akan sepi pagi, jadi karyawan masuk siang"


" Jadi karna hari ini gua akan jadi karyawan lo gua tetep di gajih kan?"


Gurau Aera dengan tawa nya


"Pasti dong apalagi karyawan nya cantik gini"


Aera terkekeh dengan tatapan nya kepada Azka dan dengan pipinya yang memerah dalam senyum lebar nya.


Keduanya sampai di depan cafe dengan Aera yang berada didepan di ikuti oleh Azka. Aera mendorong pintu, semula di dorong nya dengan pelan tapi masih tidak dapat di bukanya Aera menambahkan sedikit tenaga nya untuk mendorong pintu.


"Pintu nya macet apa gimana sih Ka? Ko ngga bisa di buka?"


Aera masih berusaha membuka pintu.


Azka tertawa melihat tingkah Aera yang sesekali ceroboh tapi juga menyenangkan. Memang tidak tau atau lupa jika pintu Cafe masih terkunci.


"Nih kalo mau kebuka pake ini"


Azka dengan memperlihatkan kunci tepat di dekat wajah Aera, dengan tawa nya yang di tahan.


"Ah iya gua ngga kepikiran kalo masih di kunci"


Aera tersenyum malu dengan tingkah nya.


"Ah ko **** banget sih"


Gumam Aera dalam hatinya dengan pejaman matanya sesaat.


Azka dengan tersenyum memperhatikan tingkah Aera saat ini.


"Lo aja deh"


Dengan Aera yang sedikit memundurkan posisinya.


Semua barang belanjaan di letakan di meja, Azka segera menurunkan kursi kursi yang semula ditata di atas meja.


Aera mengambil kain elap untuk mengelapi semua meja.


Sudah tertata rapih keduanya beralih ke dapur untuk menyiapkan bahan dan bumbu yang nantinya akan di gunakan.


"Lo bisa masak Ra?"


Dengan keduanya yang tengah mengeluarkan bahan bahan dari dalam kantong.


"Hah?"


Aera menoleh melebarkan tatapan nya, mengedipkan matanya setelah memahami pertanyaan Azka.


"Bisa, masak air, telor goreng, mie instan,  bisa ko"


Jawab Aera dengan sedikit malu untuk mengatakan nya


Azka kembali tersenyum menahan tawa dengan tingkah Aera.


"Bagus deh, kalo gitu nanti bantu selain masaknya aja ya"


Aera tersenyum mengangguki nya.

__ADS_1


Tengah mempersiapkan bahan, bumbu dan banyak lain nya, tiba tiba perut Aera berbunyi.


"Kruk krukkk.."


Aera menoleh kepada Azka dengan tercengir,memperlihatkan deretan giginya dengan begitu malu.


Azka yang tengah memotong sayuran pun kali ini benar-benar tertawa tidak dapat lagi untuk menahannya, Aera dengan banyak hal nya benar benar begitu menghibur Azka.


"Lo beloman sarapan?"


Azka memang terkenal akan keramahan dan keceriaan nya, tetapi bersama dengan Aera menjadikan nya benar benar tampak sempurna dengan segala hal yang tercurah dengan begitu tulus nya.


"Mmmm laper"


Singkat Aera dengan senyum yang sudah luntur di wajahnya sembari memegangi perutnya.


Azka berdiri di belakang Aera dengan memegangi kedua lengan Aera mengarahkan dengan sedikit mendorong Aera untuk mendudukan nya.


"Lo duduk disini biar gua yang bikinin makanan buat lo"


Azka tampak begitu manis dan sangat tampan saat ini yang tengah berdiri di hadapan nya, memenuhi ruang matanya.


Aera tersenyum mengangguki.


Aera memperhatikan Azka, begitu mahir dalam memasak, terlihat begitu mempesona dengan kemahiran nya, ketampanan nya dan dengan keringat yang sedikit terlihat di keningnya.


Azka menghampiri Aera dengan nampan yang berisikan mangkuk yang dibawanya.


"Tada, sepesial buat Aera beef curry udon. Ini ngga ada di menu dan di sajikan sengaja buat Aera"


Jelas Azka setelah meletakkan mangkuk yang dibawanya.


Aera tersenyum mengalihkan tatapannya dari Azka kepada sajian dihadapan nya yang begitu menggugah selera.


"Makasih Azka, boleh langsung dimakan"


"Silahkan"


Aera mencicip kuah yang masih panas dengan meniup nya.


"Mmm enak banget Ka"


Saat kuah dengan rempah dan bumbu yang begitu menyatu menyentuh lidah Aera, benar benar enak dirasakan nya.


"Habisin dong kalo gitu"


Azka yang duduk ikut memperhatikan Aera.


Aera memakan nya dengan lahap, menikmati hidangan yang telah Azka masak untuk nya, menyenangkan. Seperti rasa yang penuh cinta didalam nya.


Sekali lagi Azka membuat nya begitu istimewa dalam setiap pandangan Aera saat menatap nya.


Bagaimana mungkin ada laki laki yang begitu sempurna dan menyenangkan bisa berada di hadapan nya dan memperlakukan nya dengan begitu baik.


Rasanya ada yang tampak berbeda setiap berada dekat dan bersama dengan Azka, menyenangkan dan mendebarkan. 


Seperti apa sebenarnya pria yang saat ini berada di hadapannya, Aera ingin untuk jauh lebih mengenal nya.


Dan terus berada dekat disisinya, diberikan tawa dan menciptakan tawa dengan nya.


Seperti dua orang yang saling melengkapi.


Tidak ada celah sedikitpun sampe detik ini untuk setiap sisi yang Aera tatap dari Azka, begitu mempesona.

__ADS_1


__ADS_2