
Aera mengeluarkan handphone dari dalam tasnya, membawanya ke tempat tidur. Sudah berbaring di atas tempat tidur dengan memandangi foto foto kebersamaan nya dengan mba Ana. Terutama dengan foto yang memperlihatkan Aera dan mba Ana yang sama sama menggunakan kemeja putih, yang menjadikan keduanya tampak cantik dan ceria.
Dengan layar yang tiba tiba memperlihatkan pesan baru yang menjadikan 11 pesan yang belum terbaca ikut tertera.
Caca notif pesan masuk paling teratas.
✉² Caca
Kemarin 08:30
"Aera udah 2 hari lo ngga masuk sekolah? Lo kemana baik baik aja kan?"
23:07
"Aera? Lo baik baik aja kan? Butuh apa apa kabarin gua ya. Apapun itu termasuk buat jadi temen curhat lo"
Aera kembali menutup nya, sekedar dibacanya tanpa berniat untuk membalas nya.
Di bawah pesan masuk dari Caca terdapat beberapa pesan masuk dari beberapa yang lain nya.
✉⁴ Indirasia
Kemarin 08:20
"Kemana lo, gua udah masuk sekolah nih, lo malah ngga masuk? Udah mana kemaren gua keluar dari rumah sakit lo ngga jemput, kesel banget deh"
Kemarin 14:15
"Aera?"
Kemarin 14:16
"Aera?"
21:25
"Why?"
Setelah membaca pesan masuk dari Sia membuat Aera menghelai nafas.
"Hhhhh.."
Keterlukaan nya membuat dirinya mengabaikan sahabatnya.
Aera langsung menelfon Sia, memastikan keadaan Sia sudah baik baik saja, dan menjelaskan dirinya yang tengah tidak baik baik saja dan membutuhkan keberadaan nya.
Setelah mencoba beberapa kali menelfon Sia tetapi tidak di angkat nya.
Aera melihat jam, sudah menunjukkan jam 23:10, pikir Aera Sia sudah tertidur.
³✉Azka
Kemarin 21:15
"Maaf ya Ra kemaren gua ngga bisa anter lo"
13:50
"Aera pulang sekolah mampir ya ke cafe cobain menu baru, pasti lo suka"
17:27
"Aera? Lo ngga marah karna soal kemaren kan?"
20:59
"Aera? Lo baik baik aja kan?"
²✉ Titan.
Kemarin 21:30
"Istirahat yang cukup"
__ADS_1
20:30
"Jangan sampe perut kosong ya, sengga nya lo minum teh, susu atau apapun. Istirahat"
Aera menahan untuk beberapa saat memperhatikan pesan masuk dari Titan, pesan masuk yang Titan kirim sekedar untuk mengingatkan Aera untuk menjaga perut nya agar tidak kosong, dan menyuruh nya beristirahat. Ada yang kembali dirasakan Aera menjadi berbeda dengan hal hal yang sering Titan lakukan dan berikan untuk nya.
Aera membalas pesan dari Titan.
"Mmm akan di pastiin buat itu semua, thank ya Titan"
Sand.
Kurang dari satu menit Titan sudah mengirim balasan nya.
¹✉ Titan
"Ada keinginan buat keluar besok?"
Anda
"Ada"
Titan
"Kemana? Perlu gua temenin?"
Anda
"Ngga perlu Tan, jangan bolos lagi cuman buat gua"
Titan
"Itu buat gua, bukan sekedar buat lo"
Anda
"Apapun itu, ngga perlu"
Baru akan meletakkan handphone nya, panggilan masuk dari Titan tertera dilihat Aera.
"Ra?"
"Kenapa?"
Tanya Aera memastikan.
"Gimana? Apa udah lebih baik sekarang?"
Tanya Titan memastikan. Menelfon Aera sekedar ingin tau dengan keadaan Aera saat ini.
Aera meletakan handphone di samping kirinya dengan menyalakan pengeras suara untuk dapat mendengarkan suara Titan meski handphone nya tidak di letakan di dekat telinga nya.
Aera memiringkan posisi tidurnya, menarik selimut sampai berada sampai dileher nya.
"Setiap kali gua ingin pasrah dan menyerah keberadaan mba sebelum nya masih begitu nyata sampai saat ini. Dengan hal hal yang dia ingin buat gua lakuin, dan hal hal yang ngga dia mau buat gua lakuin. Tapi gua cape Tan buat semuanya gua mau melepaskan dan berhenti disini"
Gumam Aera, seperti seseorang yang tengah melantur diantara sadar dan tidak sadar dirinya menggerutu banyak hal menceritakan nya kepada Titan.
Titan yang semula berada dengan posisi tiduran nya, menjadi bangun dan duduk setelah mendengar lanturan Aera, memahami dengan maksud perkataan nya.
"Lo ngomong apa sih, lo ngga lagi mabok lagi kan?"
Tanya Titan menjadi kesal.
"Ah iya, gua lupa dengan mabok pasti semua akan menjadi lebih ringan"
Gumam Aera menjadi tersenyum dalam kedua matanya yang sudah menyipit karna rasa ngantuk yang sudah dirasakan nya.
Titan memejamkan kedua matanya, dalam batin nya menjadi kesel dengan dirinya sendiri kenapa juga harus menanyakan sesuatu yang bisa memicu Aera untuk melakukan nya.
"Ngga Ra ngga, apa perlu gua kerumah lo sekarang"
"Dalam beberapa waktu gua juga akan kehilangan kesadaran, jadi percuma lo kesini"
__ADS_1
"Aera! Lo, apa yang lo lakuin sekarang, jangan nglakuin hal aneh aneh yang nantinya akan lo sesalin sendiri"
Tegas Titan, bangun dari duduknya meraih kunci mobil dan jaket nya.
"Gua cape dan ngantuk, gua mau istirahat dan menjadi lupa buat sebentar apa itu salah"
Perjelas Aera dengan maksud nya.
"Hhhhhh.."
Titan menghelai nafas lega dengan rasa sesak yang semula dirasakan nya karna begitu mengkhawatirkan Aera.
"Thank ya Tan"
"Buat apa?"
Dengan Titan yang meletakan kunci mobil dan kembali dengan posisi nya seperti semula.
"Semuanya, terlebih perasaan lo yang menjadikan gua berarti"
Setelah dengan ucapan nya ini Aera terpejam, terlelap tidur.
"Gua, gua... terlalu menyukai lo Ra. Perasaan gua udah terlanjur berhenti di lo. Ini bukan kali pertama nya gua ngungkapin perasaan gua, tapi aneh nya kali ini gua menjadi gugup. Lo ngga perlu mikirin soal perasaan gua, fokus buat nyelsain masalah lo ya. Gua mau lo baik baik aja kaya dulu"
Dengan Titan yang menjadi gugup.
Berbicara lebih banyak dari pada biasanya, dari Titan yang sebenarnya.
Setelah hening beberapa saat dengan Aera yang tetap diam.
"Aera?"
Seru Titan memastikan.
"Ra?"
"Hhh.."
Helaian Aera yang terlelap tidur menjadikan Titan tersenyum dengan lebarnya. Bagaimana tidak, dirinya sudah berbicara panjang lebar tetapi terabaikan dengan ditinggal tidur.
"Tidur yang nyenyak ya Ra, jangan lagi bermimpi buruk, bermimpi lah yang indah dan bangun menjadi lebih kuat"
Titan tersenyum dengan sorot mata yang menjadi berbeda sekedar ikut merasakan lelap nya Aera tertidur.
Untuk mereka yang mencintai menjadikan yang dicintai berada nyaman, baik baik saja dan bahagia adalah hal yang menyenangkan yang menjadi kan keberadaan nya pantas.
Belum lama terlelap dalam tidur nya Aera sudah kembali membuka mata menjadi sadar dan terbangun. Membuka slimut yang semula menutupi nya dan menoleh pada jam dinding, pukul 01:20.
Aera turun pergi ke kamar mba Ana.
"Mba Ana"
Panggil Aera dengan membuka pintu kamar mba Ana.
"Mba, Aera mau dibikinin coklat panas"
Seperti seseorang yang menjadi lupa, dengan keberadaan mba Ana yang tidak lagi ada.
Melihat kamar mba Ana yang kosong, Aera tersadar melebarkan tatapannya menutup kamar mba Ana dengan segera.
"Hhhh..."
Dengan Aera yang memejamkan matanya, menghelai nafas, memegangi dadanya dan menjatuhkan air matanya.
"Aera! Brenti bersikap gila kaya gini! Lo harus sadar, lo bisa, lo kuat. Semua akan kembali baik baik aja"
Gumama Aera menguatkan dirinya, menghapus air matanya dan beranjak membuat secangkir coklat panas.
Kembali ke kamar dengan secangkir coklat dengan menarik kursi untuk berada duduk di dekat jendela dengan hordeng yang Aera buka. Memperhatikan langit gelap yang mendung, berharap di atas sana ada keberadaan mba Ana yang tengah memperhatikan dirinya.
Menempelkan melingkarkan kedua telapak tangannya untuk berada di sisi cangkir menjadikan kehangatan berada di rasakan Aera.
"Aera rindu mba, rasanya semua masih kaya mimpi buruk"
__ADS_1
Gumam Aera, berada tenang menahan diri dan tangisan nya. Bahkan sesekali senyum penuh kesedihan terurai di wajah pucat Aera.