
Sia mendudukan Aera,dilihat UKS yang sepi tanpa petugas yang berjaga.
"Ini petugas kesehatan pada kemana kali?"
Tanya Sia setelah memastikan ruang dokter,namun pintu nya terkunci, mengarahkan tatapan nya di antara sudut ruangan yang tersisa.
"Yaudah sih lo aja yang ngobatin, lecet doang ko"
Aera dengan memegangi kakinya yang sudah diluruskan di atas ranjang.
Sia menatap Aera,menarik bibirnya dibuat lebih lebar namun tanpa senyuman.
"Iya, yaudah bentar gua cari obat obatan nya dulu"
Sia berbalik memutar bola matanya menebak dimana letak obat obatan nya berada.
"Lo ngapain?"
Aera yang terheran melihat Sia yang hanya terdiam membelakangi.
Sia kembali berbalik menatap Aera dan menunjuk satu persatu lemari dan laci laci yang berada di ruangan.
"Obat obatan nya dimana? Di situ,situ apa dimana, ngga ngerti gua"
Kali ini Aera menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan penuh penekanan.
"Sia kesel deh gua, bukan nya sembuh malah naik darah! Kaya baru sekolah disini kemaren sore aja"
Aera kembali kesel dibuat Sia.
"Iya sekolah disini 2 tahun lebih juga mana pernah gua ke UKS,pernah itu juga paling nganterin kalo lo pingsan pas upacara itu juga kan bukan gua yang ngobatin, jadi mana tau dimana dimana nya"
Kali ini Sia yang menyerocos panjang balik kesal kepada Aera.
"Susah emang kalo anak rajin, tuh lo liat laci pintu dua yang ada tanda plus (+) itu tuh artinya P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)"
Lanjut Aera detail dengan cepat,menunjukkan sebuah lemari berukuran sedang yang terpasang di dinding yang tidak terlalu tinggi. Dijelaskan untuk membuat Aera mengerti sekaligus untuk meledeknya, anak yang rajin yang artinya sebaliknya. Sia jarang atau malah tidak pernah hadir dalam kegiatan kegiatan seperti Pramuka,PMR dan sebagainya, tidak heran jika banyak tidak tahu nya.
Sia membuka lemari yang memiliki dua bagian dengan dua pintu,kanan dan kiri.
"Itu ada kotak kecil yang ada tanda plus (+), lo ambil yang itu aja"
__ADS_1
Tanpa menunggu Sia bertanya, Aera langsung memerintahkan agar tidak terlalu lama.
Sia mengambil kotak P3K dan langsung meletakan nya di sisi Aera.
"Mm obatin sendiri"
"Dih tega banget"
Aera yang mereda kesal menatap Sia.
"Lagian ngga jelas, marah marah mulu"
Lanjut Sia yang kali ini menggerutu kesal.
"Iya udah sih maaf, lagi kesel Sia ngertiin aja apa?"
"Minta nya di ngertiin mulu tapi ngga mau ngertiin"
Sia yang kemudian duduk berhadapan,dengan memangku kaki kanan Aera.
"Mmm?" Aera tersenyum memperhatikan Sia.
Sia dengan tangan yang sudah memegang botol cairan steril untuk luka.
Tanya Sia memastikan.
Aera hanya mengangguk, masih tersenyum memperhatikan Sia.
"Lo kenapa" tanya Sia sembari membersihkan luka Aera.
"I'm happy, you stay with me"
Senyum nya memudar tersisa ekspresi serius yang tengah menatap Sia.
Sia pun membalas menatap Aera, bukan untuk menjawab ucapan nya tetapi untuk mengoceh kesel.
"So Inggris, jijik gua denger nya"
Kali ini yang pudar ekspresi serius, berubah menjadi tatapan sinis.
"Bercanda, ah ela" Sia tertawa melihat Aera.
__ADS_1
"Ngomong ngomong kaki lo kenapa bisa sampe luka gini?"
Lanjut Sia yang sudah hampir selesai mengobati luka Aera.
Sia kali ini tersenyum memperlihatkan deretan giginya.
"Jatoh, gara gara nginjek tali sepatu gua yang lepas"
Sia balik tersenyum dengan memperlihatkan deretan giginya.
"Mmmm **** dasar"
Aera malah melebarkan senyumnya seolah mendengar pujian yang membuat nya senang.
"Udahan nih, lo mau tetep disini atau gua anter ke kelas? Gua ngga bisa lama soal nya, pelajaran matematika bentar lagi di mulai"
Sia merapihkan peralatan dan memasukan nya kembali kedalam laci.
"Duluan aja deh, gua mau tidur dulu disini"
"Yaudah gua tinggal ya"
"Mmm:)"
Sia berlalu meninggalkan Aera dengan menutup pintu tidak rapat menyisakan pintu sedikit terbuka.
Aera merebahkan tubuhnya, mengeluarkan handphone lengkap dengan handset dari dalam saku, sudah pukul 08:07 yang tertera saat Aera menyalakan handphone. Aera membuka kumpulan musik dan menyalakan lagu kesukaan nya ''A strange day, ma eun jin (play back)''. Lagu didengar dengan tatapan kosong di antara langit langit ruangan UKS.
"Tenang dan menyenangkan" Ucap Aera Pelan
Terkadang seseorang meluapkan perasaan nya dengan mendengarkan lagu yang sesuai dengan perasaan, seperti halnya dengan Aera.
"Hari yang berulang dengan di iringi kesedihan, cinta dan benci yang berlalu begitu saja. Hati yang dingin dan senyum yang kosong, seperti itu lah mereka memandang, aku mendambakan kebahagiaan"
Rangkuman dari arti lagu a strange day. Lagu yang sering di jadikan soundtrack dalam drama Korea. Sebuah lagu yang bukan hanya enak di dengar tetapi memiliki arti yang dirasa cocok untuk Aera.
Ketika hati lelah dan buntu, tetap lah tegar jangan sibuk mencari siapa yang akan memahami, itu hanya akan membuat semakin lelah. Untuk Aera pelampiasan dalam senandung lagu lagu penuh arti yang sesuai dengan nya cukup untuk memahami perasaan nya sendiri.
Seseorang tengah memperhatikan Aera dari celah pintu yang terbuka, saat merasa seperti ada yang memperhatikan nya Aera menarik tatapan nya untuk menatap ke arah pintu, tetapi tidak ada siapapun.
"Perasaan gua aja kali ya"
__ADS_1
Ujar Aera meyakinkan.