Seperti Rapuh Yang Mencoba Tetap Utuh

Seperti Rapuh Yang Mencoba Tetap Utuh
22


__ADS_3

Dari jam pertama dan jam kedua seluruh kelas kosong tidak ada pelajaran karna seluruh guru sedang mengadakan rapat.


Aera bergegas ke kelas 12 Akuntansi C untuk menghampiri kedua sahabatnya.


Baru selangkah masuk kelas beberapa atau banyak dari siswa laki laki menghampiri Aera, berebut untuk mendekati nya.


"Aera kamu kesini mau nyamperin aku ya"


"Aera nanti malem ada acara ngga?"


"Aera pindah ke kelas C aja biar bisa deket sama aku"


"Aku boleh minta nomor kamu ngga"


Kata kata, pertanyaan, ungkapan, rayuan semua dilontarkan di hadapan Aera. Aera maledeni nya dengan tersenyum manis.


"Mmm DM aja di Instagram aku Aera Anindira"


Jawab Aera sekaligus mempromosikan Instagram nya.


"Udah ayo"


Lanjut Sia dan Fina yang menghampiri Aera yang tengah di krumuni siswa kelas C.


"Cabut ke lo pada, ribet banget deh"


Lanjut Fina menyelak masuk di tengah kerumunan.


Mendengar ucapan Fina dengan ekspresi judesnya semua laki laki membubarkan diri.


"Susah udah kalo urusan nya sama Fina mah, macan"


Cetus satu siswa dengan menjauhkan posisi nya.


"Ngomong apa lu barusan"


Fina dengan galak nya.


"Ngga ngga"


Singkat siswa tersebut memperlihatkan deretan giginya, ketakutan.


Aera dan Sia tertawa melihat keduanya.


"Dah jangan lupa DM ya"


Lanjut Aera sebelum berbalik menjauh pergi.


"Mau aja ngladenin nya heran"


Cetus Sia, dengan langkah yang sama di antara kedua sahabatnya.


"Jadi orang ngga boleh sombong, ngga baik"


Jawab Aera.

__ADS_1


"Iya deh yang ngga sombong, rendah hati sekali ya kamu"


Fina dengan mengerutkan dahinya.


Aera tersenyum mengangguk ngangguk seolah sedang mendengar pujian.


Ketiga nya menuju parkiran sekolah untuk mengambil sepeda motor Sia dan Fina.


"Mau kemana kalian"


Tanya pak satpam penjaga sekolah yang mencegat ketiga nya.


"Mm kita di suruh untuk cari beberapa bahan untuk nanti siang praktek pak"


Jawab Sia berbohong.


"Mana surat izin nya"


Lanjut pak satpam masih dengan kekeh nya.


"Bapak tau kan guru guru masih pada rapat, mana sempet tulis surat, dia cuman kasih perintah lewat SMS"


Kali ini Fina melanjutkan.


"Kalo gitu mana SMS nya"


Aera mengeluarkan handphone dari kantong seragam nya dan menunjukkan sebuah pesan masuk dari guru yang di maksud.


"Gimana pak? Percaya kan?"


SMS yang sebenarnya Fina kirim dengan nama kontak yang diganti pada Handphone Aera.


"Yasudah jangan lama lama tapi"


Pak satpam yang kemudian membukakan pintu gerbang untuk ketiganya.


"Makasih ya pak"


Aera masih dengan tersenyum manis.


"Sama sama neng Aera"


Pak satpam yang balik tersenyum kepada Aera.


Sia dan Fina melebarkan tatapan nya, menatap geli pak satpam.


"Ini sekolah ngapa gini banget ya manusia nya, geli deh"


Gumam Fina setelah keluar dari sekolah, menaiki sepeda motor sendiri berdampingan, dengan Sia yang memboncengi Aera.


Ketiga nya melaju dengan sesekali saling mendahului, dan sesekali melaju berdampingan sekedar mengobrol dan bercanda tawa. Benar benar menyenangkan.


Sebuah persahabatan?


Sebuah ikatan yang di mulai dan di jalani karna sebuah niat baik. Mengikuti perjalanan waktu dengan kebersamaan, kebahagiaan dan saling memberi satu sama lain. Bukan memberi sekedar materi tapi lebih dari itu, memberi keterbukaan satu sama lain itu utamanya. Saling membutuhkan dan saling menguatkan.

__ADS_1


Persahabatan menjadikan dunia yang kosong tampak berisi, dunia yang sepi tampak ramai, dunia yang asing tampak begitu dikenali.


Hari hari panjang dan melelahkan menjadi terobati.


Terkesan sederhana tapi arti dan menjalani indah nya luar biasa.


Dijelaskan dengan kata kata akan tertuang menjadi catatan yang begitu panjang, sekedar berisikan sebuah pujian atau hal hal manis yang menjelaskan.


Ketiganya berhenti disebuah tempat yang sedang mengadakan Event Bazaar. Sebuah festival yang menyelenggarakan pameran untuk fashion, hijab, aksesoris, tas, sepatu, makeup dan masih banyak sebagai nya. Untuk tiket masuk satu orang dikenakan 125.000.


Ketiga nya tampak begitu gembira terutama untuk Aera dan Fina yang mencintai makeup, fashion dan lain sebagainya. Tempat ini menjadi tempat yang sangat cocok untuk keduanya.


Ketiganya berhenti di tempat aksesoris dan membeli tiga gantungan kunci yang bisa di tuliskan sebuah nama. Dalam gantungan tersebut sepakat untuk di tuliskan 'Firasia' yang artinya Fina,Aera,dan Sia.


"Es krim dulu yuk"


Minta Sia dengan menunjuk tenda es krim.


Ketiga nya sudah dengan es krim yang di pesan nya masing masing. Aera dengan rasa vanila stroberi, Sia dengan rasa coklat dan Fina dengan rasa Vanila.


"Kita kemana dulu Fin, makeup dulu atau baju dulu?"


Tanya Aera dengan semangat nya, sembari menikmati es krim.


"Makeup dulu"


Jawab Fina dengan senang nya.


Sia hanya diam mendengarkan.


Ketiga nya bergegas ke tenda makeup. Fina begitu girang sibuk memilih dan mencoba satu persatu makeup yang dilihat nya. Aera tengah memperhatikan sebuah serum untuk wajah. Sia hanya ikut memperhatikan.


Setelah Aera dan Fina mendapatkan sesuai dengan yang diinginkan tatapan keduanya tertuju pada Sia.


Menatap tajam dengan tersenyum.


"Ngga usah macem macem deh lo pada"


Sia yang langsung memahami maksud dari tatapan kedua sahabat nya.


"Lo pernah ngaca ngga sih? Muka lo tuh kusem kelewatan ngga di urus nya"


Cetus Fina dengan memperhatikan wajah Sia.


"Udah lo nurut aja"


Lanjut Aera.


Setelah cukup lama memilih dan mencocokkan produk dengan Sia, akhirnya di dapat sebuah serum, tonor, pelembab wajah, bedak dan pelembab bibir.


"Udah susah susah nih kita cariin nya, lo sampe ngga make ngga ngehargain kita namanya"


Aera dengan menyodorkan kantong yang berisikan makeup yang sudah di bayar nya.


"Mmm ngga ngehargain namanya"

__ADS_1


Lanjut Fina.


__ADS_2