
Aera pulang sekolah masih diantar dengan Titan tetapi kali ini tidak diantara pulang kerumah. Aera akan pergi kerumah sakit, tetapi lebih dulu mampir di toko buah buahan dan toko bunga.
"Mau mangga nya yang ini ya mang 2 kilo aja"
Minta Aera, sudah berada di toko buah berdiri dengan memegangi buah mangga yang baru di ciumi nya untuk mengetahui mana yang berkualitas baik dengan rasa manisnya. Karna buah mangga adalah buah yang paling disukai dan digemari Sia.
"Ra mau makan duren ngga?"
Tanya Titan yang ikut turun dari mobil berada di toko buah bersama Aera. Memperhatikan durian yang begitu harum menusuk hidung nya.
"Lo suka duren?"
Tanya Aera memastikan.
"Lumayan"
"Mau durian nya juga ya pak dua dibukain sama dipindah ke kap plastik aja"
Aera kembali menoleh kepada mamang yang tengah menimbang mangga.
"Kita makan di mobil aja ya"
Lanjut Aera kepada Titan.
Titan tersenyum tipis mengangguki nya.
"Semua jadi 146 ribu mba"
Mamang menyodorkan mangga dan kap durian yang sudah dibungkus nya.
Aera meraih nya, mengeluarkan dompet dari dalam tasnya.
"Ko lo Yang bayar? Ini kan gua yang beli?
Lanjut Titan lebih dulu menyodorkan uang 150an kepada mamang.
"Udah sama aja, ayo buruan tinggal ke toko bunga kan"
Titan lebih dulu melangkah menuju mobil.
"Sebentar saya ambil kembalian nya dulu ya neng"
"Ngga usah mang buat mamang aja"
Lanjut Aera mengikuti Titan untuk berada kembali masuk kedalam mobil.
"Duriannya mana?"
Tanya Titan sudah duduk di dalam mobil.
"Nih"
"Beli dua ngga kebanyakan Ra, gua bisa Nek makan sebanyak ini"
Titan yang membuka tutup kap memperhatikan durian yang tampak sangat lezat dan lembut.
"Kan kita makan nya sama sama"
Jelas Aera yang juga menyukai Durian.
Titan tersenyum kembali memiliki selera yang sama dengan Aera.
"Gua taro pendingin dulu, kita makan nya nanti habis dari toko bunga"
Aera tersenyum mengangguki.
Titan kembali masuk setelah meletakkan kap durian di belakang di kotak pendingin.
Keduanya kembali melaju untuk mencari toko bunga.
Kali ini Aera dan Titan turun bersamaan.
"Waw"
Tampak begitu mempesona bunga yang tertata cantik dan berwarna warni.
Titan memperhatikan Aera yang tampak menyukai toko bunga ini.
"Ada yang bisa saya bantu"
Perempuan pegawai toko bunga yang datang menghampiri Aera.
"Bunga bunga yang cocok buat jenguk orang sakit itu bunga apa ya mba"
Tanya Aera karna ini kali pertama untuk nya membeli bunga. Terlebih membelinya untuk Sia yang sangat tidak cocok bahkan tidak menyukai hal hal seperti bunga ini misalnya.
"Buat orang sakit itu biasanya ini nih Ka ada bunga Krisan, Aster, Anyelir dan bisa juga dengan bunga matahari. Karna bunga bunga ini punya arti seperti sebuah doa dan harap yang diperuntuk untuk orang yang tengah sakit"
__ADS_1
Jelas pegawai toko mengajak Aera kesisi lain dari tempat semulanya berada. Menunjukkan satu persatu dari beberapa bunga dengan menjelaskan nama namnya.
Aera terdiam memperhatikan satu persatu bunga yang tampak begitu cantik.
Menyesuaikan dengan bunga mana yang akan lebih cocok untuk Sia.
Sedangkan Titan tengah sibuk sendiri melihat dan memperhatikan satu persatu bunga yang tengah di perhatikannya.
"Saya mau bunga Krisan dan bunga Aster dijadikan satu dengan warna putih semua, dibungkus nya yang sederhana aja ya mba orang nya aga tomboy soalnya"
Minta Aera setelah dengan beberapa bunga pilihan nya. Tersenyum mengingatnya yang saat ini membelikan sebuah bunga untuk Sia, benar benar tidak di duga.
Titan sudah kembali ke mobil menunggu Aera. Aera masuk dengan bunga yang diletakkan di kursi belakang agar tidak rusak.
"Udah? Perlu beli yang lain lagi?"
Tanya Titan memastikan sebelum menginjak gas mobilnya.
"Mmm apa ya? Itu aja udah soal nya Sia juga kan yang belom dibolehin makan sembarangan jadi gua ngga bisa beliin dia seenaknya sendiri"
Titan kembali berhenti setelah beberapa saat kembali melaju setelah dari toko bunga. Memarkirkan mobilnya di pinggir jalan yang memperlihatkan bendungan air menjadikan nya tampak seperti danau.
"Ko brenti?"
Tanya Aera dengan Titan yang tiba tiba berhenti.
"Durian nya ngga mau di makan dulu"
Titan balik bertanya, akan durian yang sempat keduanya beli tapi belum sempat di makan.
"Oh iya ya durian nya"
Aera tersenyum ingat dengan durian yang berada di kotak pendingin.
Titan turun ke bagasi mobil untuk mengambil cup durian.
Aera menoleh kebelakang melihat Titan.
"Ada air mineral nya?"
Tanya Aera memastikan sebelum meminta air mineral.
"Ada"
"Mau"
Titan masuk kembali dengan cup durian dan sebotol air mineral yang dibawanya.
"Ko cuman satu air nya?"
Dilihat Aera hanya satu bolol yang dibawa Titan.
"Emang tinggal satu?"
Jelas Titan hanya tersisa satu botol terakhir di kotak pendingin nya.
"Mmm gitu, yaudah sebotol berdua aja"
Titan melebarkan tatapan nya dengan apa yang dikatakan Aera, sebotol berdua.
Tampak hal kecil untuk Aera sampai dengan mudah nya di katakan.
"Sebotol berdua? Yakin ngga papa?"
" Ya terus kalo ngga berdua lo habis makan durian ngga minum air putih? Ngga papa nanti kita sama sama nenggak minum nya ngga dikenain ke botol bibirnya"
Jelas Aera tidak seperti apa yang Titan pikirkan.
"Oh gitu"
Titan yang memahami nya, tidak seperti prasangka nya.
Titan membukakan cup durian dengan Aera yang langsung menyomot dan memakan nya. Titan memperhatikan Aera yang menikmati durian nya sembari ikut memakan nya.
"Gua kira lo ngga suka durian?"
"Suka banget"
Jelas Aera menoleh dengan Titan yang tengah memperhatikan nya.
Titan dan Aera kembali melaju setelah beberapa saat keduanya selesai menikmati durian dengan sedikit nya obrolan. Kembali melaju dengan Titan yang mengantarkan Aera kerumah sakit untuk menjenguk Sia.
"Lo beneran mau langsung pergi, ngga mau masuk dulu jenguk Sia sekalian?"
Tanya Sia setelah turun dari mobil dengan bunga dan kantong berisikan mangga, memperhatikan Titan dari kaca mobil yang dibuka.
"Nanti aja deh Ra, gua langsung pergi aja ya"
__ADS_1
Minta Titan memperhatikan Aera dari dalam mobilnya.
"Mmmm.. yaudah deh ngga papa, Makasih ya udah mau repot-repot anter jemput dan nemenin gua beli ini semua, di antarin juga kesini"
Aera tersenyum dengan lebarnya, benar-benar merasa sangat berterimakasih dengan Titan yang mau menemani dan antar jemput nya.
Kali ini Titan tersenyum dengan lebarnya. Tampak berbeda sekedar senyum yang jauh lebih terisi menampakan Titan yang jauh lebih hangat dari pada biasanya.
Aera sampai dibuat merekah senyum lebarnya dengan waktu yang tidak sebentar.
Titan melaju kencang hilang dari pandangan Aera dengan senyum yang belum meluntur diwajah Aera memandangi bayangan Titan yang masih berada jelas dalam pandangan nya.
"Hallo Tante, Om"
Sapa Aera saat masuk keruangan Sia dengan ayah dan mamanya Sia yang berada duduk di samping ranjang Sia.
Om Ila dan Tante Yan bangun dari duduknya untuk menyambut kedatangan Aera.
"Eh Aera"
Seru Tante Yan dengan Aera yang salim dengan nya.
"Tante sama Om bisa pulang dan Istirahat sekarang biar Aera yang jagain Sia"
"Ngga papa kalo Tante sama Om tinggal?"
"Ngga papa dong Om"
"Yaudah kalo gitu Tante sama Om Pamit ya"
"Iya Tante Om"
Aera mengangguki tersenyum begitu ramah.
"Sia mama sama ayah tinggal dulu ya"
Pamit Tante Yan sebelum beranjak pergi.
"Hati hati ma"
Sia mengangguki, masih tampak pucat wajah nya.
Tersisa Aera dan Sia diruangan.
Aera menutup pintu setelah dipastikan Tante Yan dan Om Ila pergi. Agar dapat kebebasan dengan Sia, dengan percakapan ataupun candaan yang kadang suka terlepas Aera katakan.
Aera meletakan buket bunga dan kantong berisiko mangga.
"Nih coba liat gimana perhatian nya temen lo yang satu ini"
Sia tersenyum memperlihatkan nya.
"Makasih. Tapi itu bunga gua rasa ngga perlu deh"
"Eh udah digua duga nih, ngga di hargain. Udah susah susah gua milih nya, warna putih kalem biar rada cocok sama lo, nih bunga asal lo tau punya arti yang bagus di dalem nya"
Crocos Aera dengan jengkel nya.
"Hhhhhh..."
Sia menghelai tawa dengan rasa lucu akan Aera yang menjadi kesal sekedar dengan kata singkat yang di ucapkan nya atau dengan rasa senang dengan Aera yang sangat memperdulikan nya.
"Bercanda Ra, iya iya makasih ya udah mau repot-repot bawain bunga segala. Terus itu apa yang di kantong"
Tertuju dengan kantong hitam yang tergeletak disisi buket bunga.
"Tadaaa"
Aera mengeluarkan dua mangga dari dalam kantong sekedar untuk memperlihatkan nya kepada Sia.
Sia tersenyum begitu lebarnya sampai memenuhi wajah pucat nya.
"Perhatikan nya ngga ada duanya emang"
"Bersyukur makanya punya gua"
Aera tersenyum memperlihatkan deretan giginya, dirasa senang dengan Sia yang mengatakan dirinya tidak ada duanya yang itu artinya hanya dirinya satu satunya.
"Mmm bersyukur banget, terimakasih Tuhan udah buat Aera ada di bumi ini"
Gumam Sia dengan memperhatikan Aera.
Aera terkekeh terbawa suasana dengan gumam sebuah doa yang Sia katakan.
Aera tersenyum memperlihatkan Titan dalam batin nya yang ikut berdoa.
"Aera pun bersyukur Tuhan memiliki Sia disisi Aera"
__ADS_1