
Sudah menjadi begitu cantik dengan dres ruffles dress putih selutut bermotif bunga bunga yang Aera kenakan. Gaun yang tampak sederhana dikenakan Aera menjadikan nya begitu cantik, dan anggun. Dengan rambut yang selalu tergerai dan kalung yang mama berikan dikenakan Aera untuk menambah kesempurnaan untuk penampilan nya malam ini.
Titan juga sudah menjadi lebih tampan dengan kemeja putih yang dikenakan dan dengan dua kancing teratas yang dibuka.
Dengan penampilan nya saat ini menjadikan Titan terlihat lebih dewasa dan begitu berkarisma.
Setelah berada sampai di rumah Aera, Titan berada mengetuk pintu.
"Tok..tok..tok.."
Sekedar dengan pintu yang diketuk nya beberapa kali, tanpa salam ataupun seruan yang mengikuti.
Mama membuka pintu didapati seseorang yang tidak lagi asing untuk nya.
"Kamu bukan nya yang waktu itu ya?"
Seru Mama memastikan.
Titan mengangguki, tersenyum dengan mengulurkan tangan untuk menyalami seseorang dihadapan nya saat ini.
"Saya Titan tan, temen sekelas nya Aera"
Seru Titan memperjelas, memperkenalkan dirinya.
"Titan nama kamu?Sekarang mau pergi sama Aera?"
Setelah memperhatikan Titan dengan tampilan nya.
Titan mengangguki dengan tersenyum tipis.
"Iya Tan, ini mau keluar sama Aera?"
"Jagain Aera ya, hibur dia"
Minta Mama, beranggapan jika keberadaan Titan yang dekat dengan Aera dapat memberikan semangat dan keceriaan tersendiri untuk putri nya.
"Pasti Tan"
"Mama, Titan"
Seru Aera dari keberadaan nya yang tengah menuruni tangga.
Bersamaan keduanya menoleh menatap keberadaan Aera. Dibuat terpesona dengan Aera yang tampak begitu cantik dan anggun dengan dres putih yang begitu serasi dikenakan oleh nya.
"Aera, sayang kamu cantik banget nak"
Setelah dengan Aera yang berada di hadapan keduanya. Memperhatikan dengan kedua tatapan yang berbeda memperhatikan Aera
"Mamaaa"
Tersenyum malu dengan pujian mama di depan Titan.
"Kalo gitu Aera pergi jalan sama Titan dulu ya ma"
Pamit Aera Tersenyum dengan cantik nya.
Mama tersenyum mengangguki.
"Hati hati ya"
"Duluan Tante"
Pamit Titan dengan senyuman nya.
Saat Aera dan Titan akan masuk kedalam mobil langkah Aera terhenti saat disadari keberadaan seseorang tengah berdiri memperhatikan dari beberapa jarak yang tidak begitu jauh.
Aera menoleh, seseorang itu Sia yang berada saat ini memperhatikan nya.
Titan ikut menghentikan langkah setelah dengan Aera yang terdiam dan menoleh pada titik yang lain.
"Aeraa.."
Seru Sia begitu lirih nya, menghampiri Aera.
Aera terpaku diam, sekedar memperhatikan dengan keberadaan Sia, dan mendengarkan dengan apa yang akan di katakan nya.
"Tan lo masuk dulu aja ya, gua ngga akan lama ko"
Menoleh sesaat kepada Titan, sekedar menyuruh Titan untuk memberikan ruang untuk nya dan untuk Sia.
Titan mengangguki, sebelum masuk kedalam mobil tatapan nya berada sesaat sekedar memperhatikan Sia.
__ADS_1
Ada kekhawatiran yang dirasakan, dengan keberadaan Sia yang mungkin saja dapat merusak suasana hati Aera yang tengah stabil seperti sekarang ini.
"Kenapa?"
Tanya Aera setelah berada di hadapan Sia.
"Gua, gua minta maaf Aera"
Sia berbicara dengan kepala yang berada di tundukan nya, seolah tidak mampu dan terlalu malu untuk menatap dan memperlihatkan lebih lama dengan sosok nya, yang mungkin saja sudah menjadi menjijikkan untuk Aera.
"Maaf atas apa?"
Pertanyaan yang sering Aera pertanyakan setiap dengan seseorang yang mengutarakan maaf kepada nya.
Beberapa orang atau untuk banyak orang mereka menuang maaf karna tau diri nya bersalah tapi tidak tau dengan kesalahan seperti apa yang sudah dilakukan nya, sekedar tau tanpa memahami nya.
"Maaf atas banyak hal, atas kesalahan yang terlalu memalukan buat dijelaskan. Cuman sekedar maaf yang bisa gua sampein"
Sia berbalik dan melangkah pergi setelah dengan ucapan nya.
Aera terpaku diam, untuk kali pertama saat Sia berada pergi Aera tidak ingin menahan Sia untuk tetap disini, untuk tetap berada di hadapan nya. Semua karna perasaan kecewa. Masih menjadi begitu sesak setiap kali berada menatap Sia. Sama seperti sebelumnya, ini semua terlalu menjengkelkan untuk menjadi nyata. Aera ingin menganggap ini sekedar mimpi buruk belaka, tapi apa boleh buat, Tuhan menjadikan hal buruk nyata untuk nya.
Untuk Sia, setelah berada jauh langkah nya meninggalkan Aera sesak tiba tiba dirasakan nya. Kali pertama berpijak meninggalkan Aera dengan sesak yang begitu dirasakan. Tidak lagi dengan lambaian tangan, tidak dengan seruan selamat tinggal dan semacamnya, semua sirna seketika, tidak lagi sama.
Seperti tidak ingin beranjak dari tempat karna dalam pandangan nya sosok Sia masih berada di hadapan nya.
"Jadi bener Sia, keberadaan lo saat ini dalam pandangan gua hanya sekedar bayang. Bayang yang perlahan akan lenyap dan menghilang.
Gumam Aera dengan pelan nya.
"Kenapa keadaan membawa kita sampai berada di titik seperti sekarang ini. Dengan tembok besar yang berada menghalangi kita"
Lanjut Aera dengan menjatuhkan setetes air mata dari pejaman nya.
Saat Aera berbalik, didapati keberadaan Titan yang tengah berdiri memperhatikan nya.
"Lo ngga papa?"
Seru Titan memastikan nya.
Saat keberadaan seseorang dihadapan nya menghilang, Aera menoleh kebelakang didapati seseorang yang mengkhawatirkan nya. Aera tersenyum dengan lebarnya, menarik tangan Titan untuk berada membukakan pintu mobil untuk nya.
Seru Aera kepada Titan setelah berada di dekat pintu mobil.
Titan tersenyum dengan lebarnya, membuka pintu dengan sedikit membungkukan posisi badannya.
"Silahkan tua Putri"
Aera tersenyum menghelai tawa dengan apa yang saat ini Titan lakukan kepadanya.
"Makasih"
Seru Aera sebelum berada masuk kedalam mobil.
Setelah cukup lama berada melaju kencang akhirnya keduanya sampai didekat dermaga. Turun dari mobil dan berada masuk di resto mewah Le Bridge.
"Pesanan atas nama Aera"
Seru Aera kepada bagian resepsionis.
"Atas nama Aera ada di meja 21, mari saya antar"
Seru bagian resepsionis yang kemudian mengantar Aera dan Titan untuk berada di meja yang sudah Aera pesan dari beberapa hari yang lalu.
"Ini tempat duduk nya, semua pesanan nya akan segera kami antar"
Seru Pelayan mempersilahkan Aera dan Titan di tempat duduknya.
Tempat duduk, makanan, minuman, suasana semua sudah di pesan Aera dengan menyesuaikan tempat yang sesuai untuk dirinya bersama Titan.
"Terimakasih"
Seru Aera dengan beberapa pelayan yang kemudian datang bergantian mengantarkan banyak nya menu dan minuman yang sesuai dengan yang sudah Aera pesan.
"Silahkan dinikmati, jika ada yang dibutuhkan bisa panggil kami"
Meninggalkan keduanya dua pelanggan yang terkesan sepasang kekasih untuk menikmati segala suasana dan sajian yang sudah di persiapkan.
"Lo yang nyiapin ini semua?"
Tanya Afka setelah dengan banyak hal yang dipersiapkan untuk acara kencan nya bersama Aera, kencan pertama nya.
__ADS_1
Aera tersenyum mengangguki nya.
"Seharusnya kan gua yang mempersiapkan semuanya"
Rasanya menjadi seperti terbalik dengan Aera yang malah mempersiapkan semuanya. Seharusnya dirinya sebagai laki laki yang memberikan dan menyiapkan hak semanis dan seromantis ini.
"Selama ini kan lo udah memberikan banyak hal, jadi apa salahnya kalo gua mau beles itu semua"
Perjelas Aera dengan alasan dirinya yang memilih untuk menyiapkan ini semua.
Keberadaan, waktu, pendengaran, pemahaman, pengertian, hal hal menyenangkan, dan masih banyak lain nya semua hal yang selalu Titan berikan kepadanya. Sekedar ini pun dirasa belum cukup untuk itu semua.
Setelah selesai dengan makan malam Aera dan Titan beralih dengan instrumen piano dengan pelayan yang mengatarkan satu wine dan dua gelas untuk Aera dan Titan.
"Aera"
Seru Titan setelah dengan Wine beralkohol di hadapan keduanya.
"Buat malam ini, gua mau nikmatin minuman ini sama lo. Dengan begitu gua dapat beristirahat sejenak dari semua ini dan hanya dapat menikmati kebersamaan sama lo"
Perjelas Aera dengan jemari tangan yang memberikan arahan untuk pelayan menuangkan nya.
Sodor Aera dengan dua gelas yang sudah berisi dengan wind dengan warna merah keuangan.
Titan meraih nya, mengikuti dengan apa yang menjadi keinginan Aera.
Keduanya menyatukan gelas masing masing untuk bersulang.
Setelah nya meminum sampai habis.
Keduanya Aera dan Titan berada tersenyum saling memperhatikan.
Dengan ini dirasakan asing dan begitu canggung, tapi terselinap perasaan senang dan bahagia yang begitu dirasakan nya.
"Permisi, kapal nya sudah siap"
Seru Pelayan dengan tutur kata yang lembut kepada Aera.
Aera tersenyum mengangguki.
"Yuk"
Ajak Aera kepada Titan.
"Kemana?"
Tanya Titan dengan tangan yang sudah berada diraih dan dituntut Aera.
"Liat bintang dan langit malam yang sebenarnya"
Seru Aera menoleh tersenyum kepada Titan dengan begitu cantik nya.
Titan tersenyum, mengalihkan tangan Aera agar dirinya yang menuntun dan menggenggam tangan Aera.
Setelah nya berada berlayar dengan kapal pesiar berukuran kecil untuk Aera dan Titan dapat pergi ke tengah laut dan melihat langit dan bintang bintang yang sebenarnya.
Berada tidur bersebelahan dengan berlasakan sebuah karpet, keduanya menikmati hamparan langit yang dipenuhi titik titik bintang. Berada menikmati dengan hangat nya tangan Aera yang masih berada di genggam oleh Titan.
"Kalo nanti nya lo kangen sama gua, lo bisa liat langit dan cari bintang yang paling terang karna bintang itu mungkin adalah gua"
Gumam Aera dengan lanturan nya.
"Mm, akan gua cari dan akan gua sebut nama lo"
Seru Titan mengangguki. Yang kemudian bangun dari tiduranya dan segera menarik tangan Aera.
Keduanya sudah dengan duduk dan saling berhadapan. Menarik pergelangan tangan kiri Aera untuk Titan mengaitkan sesuatu yang tampak indah dan berkilau. Sebuah gelang begitu cantik dengan satu permata ditengah, dipakaikan Titan dipergelangan tangan Aera.
"Cocok, cantik"
Aera tersenyum memperlihatkan gelang yang berada di pergelangan nya. Tampak begitu cantik dan indah nya.
"Ini buat gua"
Titan tersenyum tipis mengangguki.
"Sengga nya gua juga harus kasih sesuatu setelah dengan semua ini"
Aera tersenyum menghelai tawa.
Kali ini Titan yang berada memeluk Aera. Seperti tidak lagi ada canggung untuk sekedar peluk yang ingin keduanya lakukan. Menyalurkan dan merasakan rasa sayang satu sama lain nya, menyenangkan.
__ADS_1