Seperti Rapuh Yang Mencoba Tetap Utuh

Seperti Rapuh Yang Mencoba Tetap Utuh
16


__ADS_3

Setelah di buat tegang dengan pelajaran matematika di jam pertama, kini tinggal senang senang di jam kedua dengan pelajaran olahraga.


Semua siswa 12 Akuntansi 1 berkumpul di lapangan setelah mengenakan seragam olahraga.


Berbaris dan melakukan pemanasan. Semua siswa tampak senang dan ceria tidak untuk Aera,mau semenyenangkan apapun tidak lengkap rasanya jika tidak dengan kedua sahabatnya terlebih dengan matahari kali ini yang dirasa terik, meski baru jam 08:30.


Materi olahraga kali ini basket, setelah dijelaskan materi nya, siswa perempuan dibuat dua tim begitu pula untuk siswa laki laki dua tim. Permainan dimulai dengan tim laki laki yang bermain lebih dulu. Sorak begitu ramai dengan kedua tim yang akan bertanding basket, dengan satu tim yang di dapati Titan sebagai kapten.  Beberapa kelas yang kosong pun sampai keluar kelas untuk menyaksikan Titan bermain, benar-benar ramai.


Permainan dimulai, Aera duduk ikut menyaksikan permainan,sesekali tatapan nya tertuju dengan Titan dan cara bermain nya yang begitu handal, terlebih dengan ketampanan nya yang berlipat ganda dengan baju olahraga yang dikenakan dan lincah nya dia bermain. Bahkan keringatnya pun tidak akan dapat melunturkan ketampanan nya, tidak heran banyak anyak yang tergila-gila dengan nya.


Sesaat pandangan nya di alihkan, terlihat Fina berdiri memperhatikan permainan basket tersebut, tetapi Fina berlalu pergi setelah mempertemukan tatapan nya sesaat dengan Aera.


Sekarang giliran tim perempuan untuk bermain.


"Aera, gimana udah bisa ikut main basket"


Tanya pak Uus guru olahraga, menghampiri Aera yang masih duduk berbeda dengan siswa perempuan lain nya yang sedang bersiap akan bermain.


"Mmm anu pak, jadi kemaren beberapa hari yang bapak kasih buat saya latihan ada kendala jadi ngga sempet"


Jelas Aera langsung bangun dari duduknya.


"Alesan aja ya, jangan cuman pinter teori, praktek juga penting. Masa dari berapa kali saya ajarin kamu sampe saya ngasih waktu kamu buat latihan sendiri masih ngga bisa juga"


Crocos pak Uus kesal.


"Iya maaf pak"


"Saya ngga mau tau pertemuan berikutnya kamu harus ikut main"


"Titan"


Lanjut pak Uus berpaling memperhatikan Titan.


"Kamu bapak kasih tugas ajarin Aera main basket"


Jelas Pak Uus setelah Titan berdiri di hadapan nya.


"Iya pak"


Singkat Titan setelah melihat Aera.


"Pulang sekolah di lapangan basket di lantai 4"


Titan kepada Aera sebelum pergi


Aera hanya diam memperhatikan.


Bel pulang sekolah berbunyi, kedua sahabatnya sudah berada di depan kelas Aera.


"Lo pada balik duluan aja"


Aera keluar kelas menghampiri Sia dan Fina.


"Lo ngga mau ikut gua ambil motor di bengkel"


Sia memastikan.


"So sibuk deh lo Ra"


Cetus Fina.


"Sibuk gua, mau latihan basket buat nilai praktek olahraga"


Jelas Aera tidak bersemangat.


"Guru kalo di kelas lo ribet banget deh, perasaan di kelas gua ngga"


Fina dengan judes nya.


"Jangan di samain lah kelas gua sama kelas lo"


Aera dengan sedikit merekah tawa bermaksud meledek Fina.

__ADS_1


"Ya banggain deh kelas lo, gua sih cape jadi lo"


Fina yang ikut tertawa, sinis.


Titan keluar kelas dengan langsung menatap Aera, yang Aera langsung mengerti maksudnya.


"Udah ya, manusia nya udah keluar"


"Sama Titan?"


Tanya Sia tercengang


"Mmmm"


Singkat Aera mengangguki.


"Menang banyak lo"


Canda Sia tertawa, lain dengan Fina terdiam dengan ekspresi kesal di wajahnya.


"Udah gua duluan ya"


Aera berlari membuntuti Titan.


Sudah di lapangan basket yang berada di ruangan di lantai 4, lengkap dengan seragam olahraga yang kembali di kenakan.


"Gua cuman ngajarin lo 2 kali, hari ini dan besok,urusan lo mau bisa apa ngga"


Titan yang sudah berdiri berhadapan dengan Aera dengan bola basket yang sudah di bawa nya.


Aera menarik nafas dan menghelaikan nya.


"Dasar tehnik permainan nya lo udah ngerti kan?"


Tanya Titan.


"Udah"


"Kalo gitu lo langsung mainin aja"


Dengan bola yang dilemparkan pelan kepada Aera.


Aera menangkap nya,menatap asing Titan.


"Kan gua ngga bisa"


Tegas Aera.


"Udah ngerti tehnik nya lo tinggal nerapin di permainan nya"


Jelas Titan dengan tenang nya


"Terus guna nya lo disini ngapain, lo kalo ngga niat ngajarin mendingan ngga usah, buang waku"


Aera yang sudah dengan kesal dan marah.


"Oke"


Singkat Titan menatap Aera yang kemudian berbalik meninggalkan nya.


Aera terdiam menatap kesal Titan yang berlalu. Tertunduk merengut menatap bola yang masih berada di pegang nya. Dengan helain nafas, Aera mengeratkan kedua tangan yang memegang bola basket.


"Ngga di ajarin sama dia juga gua bisa"


Gretu Aera bersiap memainkan bola.


Setelah dirasa cara memegang bola seperti dengan tehnik yang benar Aera melemparkan nya ke ring tapi tidak juga masuk, terus seperti itu di ulang berulang kali dan terus saja gagal. Setelah hampir satu jam memainkan nya Aera membanting bola basket dengan kencang, dan merebahkan di tengah lapangan. Seperti lelah yang tidak juga membuahkan hasil.


Saat memejamkan matanya sebuah handuk kecil terjatuh sampai menutupi seluruh wajah Aera.


Aera membuka handuk yang menutupi wajahnya  melihat Titan yang berdiri memperhatikan Aera dengan kantong yang dibawa nya.


"Gimana udah bisa?"

__ADS_1


"Ngapain lo disini? Bukan nya tadi lo bilang ngga mau ngajarin gua"


Jetus Aera.


"Bukan nya lo yang bilang ngga usah karna buang buang waktu"


Aera terdiam kehabisan kata-kata.


"Mmm"


Titan yang menyodorkan satu botol minuman yang dikeluarkan dari kantong yang di bawa nya.


Aera menatap sebotol minuman yang Titan sodorkan yang kemudian mengalihkan tatapannya kepada Titan, sebelum meraih sebotol minuman tersebut.


Aera meriah nya, membawanya duduk untuk di minum nya.


"Makasih"


Ucap Aera setelah meminum nya.


"Istirahat 15 menit, habis itu gua kasih tau dimana salah nya lo"


Aera mengangguki nya.


"Ini buat gua"


Tanya Aera memperlihatkan handuk yang semula di jatuhkan di atas wajahnya.


"Mmm"


Singkat Titan mengangguki.


Aera menarik kedua sudut bibirnya, dengan mengelap keringat dengan handuk yang Titan berikan.


Keduanya duduk bersebelahan dengan begitu hening sama sama terdiam.


Setelah 15 menit istirahat, Titan bangun dari duduknya.


"Kita lanjutin"


Dengan mengambil bola basket di sisi lapangan, dan memberikan nya kepada Aera.


"Cara megang bole nya emang udah bener tapi posisi kaki sama posisi badan lo salah, ini sama pentingnya jadi harus di perhatiin"


Aera yang sudah siap dengan bola yang di pegang nya, dan dengan Titan yang membenarkan posisi kedua kaki Aera dengan posisi badan nya.


Setelah di benarkan Aera menembakan bola ke Ring tapi tidak sampai.


"Lempar aja, ngga usah ragu"


Jelas Titan yang kali ini ikut memegangi bola yang sudah berada di pegangan Aera yang benar.


Yang kedua kalinya pun gagal meski hampir sedikit lagi memasuki ring.


"Sekali lagi"


Aera menoleh sesaat untuk menatap Titan, kali ini tekad dan fokus nya di kumpulan menjadi satu dan akhirnya lemparan ketiga pun masuk. Aera begitu girang dengan begitu senang berjingkrakan, Titan yang memperhatikan nya pun ikut tersenyum.


"Mmm, barusan lo senyum"


Aera yang terkekeh melihat Titan yang tidak pernah tersenyum kali ini tersenyum.


"Khem.."


Dehem Titan dengan rasa malunya.


"Kita lanjutin besok"


Lanjut Titan yang berbalik bergegas cepat.


Aera mengerutkan dahi dengan mengangkat kedua pundaknya, terheran dengan Titan.


"Senyum aja ketakutan,aneh"

__ADS_1


__ADS_2