Seperti Rapuh Yang Mencoba Tetap Utuh

Seperti Rapuh Yang Mencoba Tetap Utuh
29


__ADS_3

Saat bel istirahat berbunyi siswa berhamburan keluar kelas tersisa Aera dengan Titan. Titan yang akan keluar kelas di tahan Aera dengan menarik satu tangan nya.


Titan berbalik dan tertuju dengan tangan nya yang di pegangi Aera.


"Sorry sorry"


Dilepaskan begitu saja tangan Titan dari pegangan nya.


Tatapan Titan di arahkan untuk menatap Aera, menunggu dengan apa yang akan di katakan nya.


"Makasih ya Tan udah bawa gua ke UKS kemaren"


Aera dengan tersenyum kepada Titan.


Menatap Aera yang tersenyum kepadanya membuat nya senang menjadikan keanehan dengan degupan jantung nya yang kembali dirasakan.


Titan mengangguki nya.


Aera berbalik melangkah, namun di hentikan Titan.


"Nanti malem lo ada acara"


Tanya Titan dengan begitu canggung nya tidak biasa.


Aera berbalik melebarkan tatapan nya, mengangguki tanpa ekspresi.


"Nanti malem gua ada janji"


"Mmm"


Titan yang mengangguki dan bergegas cepat meninggalkan Aera.


Aera terheran dengan Titan yang menjadi canggung dan dengan pertanyaan nya barusan. Aera menaikan kedua pundaknya tidak ingin pusing memikirkan hal yang tidak penting.


Titan memejamkan matanya dengan menggeleng gelengkan kepala nya.


Rasanya benar-benar malu bertingkah seperti itu di depan Aera.


Aera bergegas pergi berjalan di belakang Titan, mempercepat langkahnya saat ingat ada yang lupa di tanyakan.


Titan sadar ada yang belum di sampaikan kepada Aera, keberadaan nya kemaren di atap untuk menyampaikan tugas dari Bu Ega.


Titan berbalik dan bertabrakan dengan Aera yang sudah tepat berada di belakang nya. Aera terdorong oleh Titan yang tiba tiba berbalik di antara langkah Aera yang cepat saat akan menghampiri Titan.


Aera hampir terjatuh namun tangan Titan dengan spontan di lingkarkan di pinggang Aera untuk menahan nya dalam dekapan yang begitu dekat diantara keduanya.


Saat berada di dekapan Titan Aera mendengarkan degupan jantung Titan yang begitu kencang.


"Dug.. dug.. dug.. dug.. dug.."


Aera melebarkan tatapan nya menatap Titan saat sadar dirinya berada di sanggaan Titan.


Aera mengarahkan tatapan nya kepada tangan Titan yang memberi maksud untuk melepaskan nya.


Titan terkejut menyadari keadaan dan jarak nya dengan Aera yang begitu dekat. Memahami tatapan Aera Titan melepaskan sanggaan tangan nya begitu saja membuat Aera terjatuh kebelakang.


"A.. aw.. aduh sakit, sengaja banget deh"


Aera yang tengah tergeletak kesakitan.


"Kan lo yang mau di lepas"


Titan yang kembali dengan gelagat nya yang aneh.


"Ngga di lepas gitu juga lo kira ngga sakit apa. Aneh banget sih lo"


Gretu kesal Aera kesakitan.

__ADS_1


" Iya iya sorry"


Titan mengulurkan tangan nya untuk membantu Aera.


Aera meraih tangan Titan dan bangun dengan tarikan Titan.


"Lagi lo ngapain ada di belakang gua"


"Ada yang mau gua tanyain, Tapi ngga jadi"


Aera yang bergegas meninggalkan Titan. Aera dengan memegangi pinggang nya yang sakit.


Pulang sekolah Aera bergegas mandi dan bersiap.


Kali ini Aera tampil cantik dengan


Kaos putih crop panjang nya yang bermotif dengan celana jins pendek dan tas hitam nya.


Aera menuruni tangga dengan gerak kakinya yang dipercepat dengan tidak hati hati langkah kakinya yang cepat hampir membuat nya tergelincir, untung saja Aera masih dapat menahan nya.


Mba Ana yang menyaksikan sontak terkejut dengan kesal nya.


"Aera" Sentak mba Ana


Aera malah tersenyum memperlihatkan deretan giginya masih dengan terkejut dan juga malu karna mba Ana yang melihatnya.


Aera kembali turun melanjutkan langkahnya menghampiri mba Ana masih dengan tersenyum malu.


Mba Ana yang sedang membawa tumpukan baju pun menatap Aera dengan tajam.


"Kalo tadi jatoh gimana?"


"*Yang penting kan ngga jatoh mba?"


"Ngapain coba lari larian*?"


"Buru buru mba, udah yah Aera jalan. Aera baik baik aja ko"


Mba Ana dengan tersenyum.


Aera berlari bergegas cepat untuk kesatu tempat.


Mba Ana merasa lega melihat Aera kembali tersenyum dan ceria setelah apa yang terjadi.


Aera memasuki cafe tempat Azka bekerja dengan begitu senang nya.


Dilihat Aera Azka yang sedang mengelapi meja. Aera menghampiri dan berdiri tepat di belakang Azka berniat akan mengejutkan nya.


Saat Azka berbalik Azka malah tersenyum menatap hangat Aera. Aera melebarkan tatapan nya membolak balikan bola matanya dengan beberapa kali mengedipkan nya. Canggung juga bingung bukan nya Azka yang terkejut tapi ini malah Aera yang dibuat terkejut juga canggung karna berhadapan dekat dengan Azka.


Aera selangkah mundur untuk membuat jarak keduanya tidak begitu dekat. Tapi oleh Azka malah di tarik untuk kembali lebih dekat sampai keduanya menjadi berpelukan.


"Dug..dug..dug..dug"


Detak jantung Aera yang dirasa seperti akan meledak hebat.


Azka melepaskan tangan nya begitu pun dengan Aera yang memundurkan langkahnya dengan menoleh kebelakang setelah di dengar gelas pecah.


"Maaf maaf mas saya bener bener ngga sengaja, akan segera saya bereskan"


Pelayan yang tidak sengaja tersandung dengan minuman yang melayang tumpah hampir mengenai Aera. Tampak begitu bersalah dan ketakutan raut wajah pelayanan tersebut saat menatap Azka.


"Iya ngga papa, lain kali hati hati ya"


Azka kepada pelayan.


Aera kembali menatap Azka kali ini tersenyum dengan memperlihatkan deretan giginya.

__ADS_1


"Makasih loh udah nolongin gua ka"


"Ka?"


Azka tersenyum melebarkan tatapan nya.


"Mmm Azka jadi gua manggil nya ka biar lebih simpel. Ngga papa kan?"


Jelas Aera.


Azka tersenyum mengangguki.


Hari ini dua laki laki yang berbeda mendekap Aera dengan begitu dekat.


Dan jantung nya seolah berdegup kencang kepada Azka. Ada yang berbeda ada yang menyenangkan dari nya, ceria dan dewasa nya atau bahkan keanehan nya membuat Aera seolah dibuat tertarik oleh nya.


Azka dan Aera duduk di meja berhadapan dengan secangkir kopi dihadapan Aera yang telah dibuatkan Azka untuk nya.


Aera meniup pelan dan meminum nya.


"Makasih ya ka"


"*Buat apa?"


"Buat banyak hal nya*"


"Jadi kesini cuman mau bilang makasih"


Aera mengangguki nya.


"*Makasih aja?"


"Terus apa"


"Mau bantuin gua di cafe*?"


Aera tersenyum memperlihatkan deretan giginya mengangguki dengan senang nya.


Azka mengajari Aera cara membuat kopi dan membedakan jenis-jenis kopi.


Sesekali Aera teralihkan dengan sibuk memperhatikan Azka.


Sekarang bertambah satu orang lagi yang menjadikan hari hari Aera menjadi tidak membosankan.


"Ngeliatin terus awas nanti suka loh"


Azka yang sadar tengah di perhatikan Aera.


"Hah? Siapa juga yang ngeliatin.


Eh iya ko tadi pelayan itu ketakutan gitu sama lo? Lo yang punya cafa?"


Tanya Aera memastikan.


Azka mengangguki tanpa ekspresi.


Aera melebarkan tatapan nya.


"Tapi lo bilang nya kerja disini?"


"Kan lo yang berpendapat sendiri. Gua mengiyakan karna emang bener gua kerja"


Aera tersenyum memperlihatkan deretan giginya dengan menggelengkan kepalanya.


Azka berbalik menatap Aera dengan tersenyum.


"Hari Sabtu mau ikut cari sesuatu?"

__ADS_1


Aera kembali mengangguki tanpa basa basi. Begitu senang dan bersemangat tidak terkendali.


Azka melebarkan tatapan dengan sedikit tertawa dengan Aera yang mengiyakan dengan senang nya.


__ADS_2