Seperti Rapuh Yang Mencoba Tetap Utuh

Seperti Rapuh Yang Mencoba Tetap Utuh
73


__ADS_3

Setelah datang dan memberikan penjelasan dengan apa yang sempat Aera duga duga akhirnya semua dijelaskan dengan baik oleh Azka. Azka kembali pergi setelah selesai dengan memberikan penjelasan dan melepaskan pelukan erat nya dari Aera.


Aera melunturkan marah dan kecewa nya begitu saja setelah Azka dapat menjelaskan semuanya dan memberikan hal istimewa akan ketulusan nya.


Aera masuk kedalam rumah dengan pintu yang tiba tiba di bukakan oleh mba Ana.


"Mba Ana"


Terkejud dengan keberadaan mba Ana yang tiba-tiba membukakan pintu untuknya. Batin nya berprasangka jika mba Ana melihat Aera dan Azka berpelukan.


"Jadi mau sama siapa, Azka atau Titan"


Mba Ana dengan candaan setelah siang tadi Azka dan Titan datang bersamaan untuk mencari Aera dan baru saja mba Ana yang tidak sengaja melihat dari balik jendela Aera yang tengah dipeluk Azka dengan erat nya.


Aera menghelai tawa, tersenyum memperlihatkan deretan giginya dengan rasa malu dengan mba Ana yang diyakini melihat Aera yang berpelukan dengan Azka.


"Apa sih mba, Titan itu temen sekolah Aera ko"


Jelas Aera dengan nama Titan yang dibawa bawa mba Ana.


"Terus kalo Azka bukan temen gitu ya"


Lanjut Mba Ana dengan tawa yang ditahan nya, menutup pintu dan ikut membuntuti Aera.


"Ya temen dua duanya temen Aera, mba mulai deh ngga jelas nya"


Aera yang menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap mba Ana yang tengah membuntuti nya.


"His temen apa temen bukti nya aja tadi siang keduanya dateng barengan"


Jelas mba Ana memberi tahu Aera dengan kedatangan Azka dan Titan siang tadi.


"Mmm..?"


Aera melebarkan tatapannya dengan apa yang dikatakan mba Ana.


"Dateng sama sama? Azka sama Titan?"


Jika kedatangan Azka untuk memberikan penjelasan lantas Titan untuk alasan apa sampai datang kerumah.


"Ya jelas buat cariin kamu lah"

__ADS_1


"Mmm.. mba Aera boleh minta tolong bawain air dingin ke kamar ada yang perlu Aera kerjain sekarang"


Minta Aera, khawatir dengan Titan yang datang bersamaan dengan Azka. Titan akan tau jika ada pria lain yang memang dekat dengan nya sampai datang kerumah. Aera hanya khawatir jika Titan akan melakukan hal atau pertanyaan yang tidak seharusnya dengan Azka.


Aera berlari menenteng tas sekolah nya untuk segera berada di kamar dan menelfon Titan.


"Hallo Tan"


Dengan telfon yang sudah tersambung dengan Titan.


"Kata mba Ana lo tadi siang dateng kerumah, kenapa?"


Basa basi Aera memastikan.


"Iya siang tadi gua dateng kerumah lo karna lo ngga ada kabar dan ngga masuk sekolah"


Jelas Titan, kembali dibuat ingat dengan keberadaan Azka yang disukai oleh Aera. Seseorang yang sangat tidak disukai nya malah seseorang yang disukai oleh perempuan yang dicintai nya, benar benar dibuat hancur lagi dan lagi, percintaan yang rumit.


"Ah gua ngga ada kabar karna dari kemaren gua emang ngga sempet buka handphone dan hari ini gua ngga masuk sekolah karna Sia masuk rumah sakit jadi gua harus nemenin dia"


Jelas Aera, masih tidak tau harus bagaimana menanyakan dengan Titan yang bertemu dengan Azka. Dengan ini beberapa prasangka kembali ada. Apa Titan menanyakan sesuatu, dan apa Azka memberikan jawaban yang akan membuat Titan marah dan kecewa atau bahkan ada hal lain yang terjadi lebih dari pada yang jadi prasangka untuk Aera.


"Oooh gitu, bagus lah kalo emang lo baik baik aja, gua dateng kerumah sekedar buat mastiin"


Tanya Aera mulai memancing Titan untuk berbicara lebih banyak lagi.


"Gua ketemu dengan seseorang yang lo suka, Azka"


Jelas Titan memahami dengan pernyataan Aera yang sekedar memastikan nya. Bukan karna nya tapi karna menghawatirkan Azka, takut jika Titan melakukan sesuatu dengan Azka karna perasaan nya terhadap Aera, pikir Titan dalam benak nya.


"Hhhhh..."


Aera menghelai nafas, apa yang jadi kekhawatiran akhirnya benar adanya. Entah apa yang tengah merasuki hatinya sampai dengan ini Aera mengkhawatirkan Titan dengan perasaan nya.  Ah tampak benar-benar bodoh dengan hatinya yang tidak dapat konsisten.


"Ah Azka, mmm.. dia.. orang yang gua suka. Jangan sakit hati, jangan marah atau sampe nyakitin diri lo sendiri"


Titan mengehelai tawa dengan apa yang baru saja Aera ucapan, didengarkan nya sampai menjadi sesuatu yang menggelik di hatinya.


"Lo mengakui kalo lo suka sama pria yang bernama Azka itu udah melukai gua Ra, dan lo minta gua buat ngga nyakitin diri gua sendiri, sedangkan lo baru aja bikin gua sakit"


"Ngga ngga gitu maksud gua Titan.

__ADS_1


Hhhh.... malem malem nanti ayo kita ketemu ya, biar gua jelasin"


Aera yang semakin dibuat khawatir dengan yang Titan katakan.


"Mmmm.. nanti malem gua jemput"


Titan tersenyum dengan Aera yang tampak seperti mengkhawatirkan nya.


"Tok..tok.. Aera"


Dengan Mba Ana yang sudah mengetuk pintu,  dengan permintaan Aera untuk mba Ana mengantarkan segelas minum untuk nya.


"Udah dulu sampe ketemu Nanti, Tut...."


Aera yang mematikan handphone setelah didengar mba Ana yang mengetuk pintu untuk nya.


"Masuk mba"


Aera setelah membukakan pintu mempersilahkan mba Ana untuk masuk.


"Nih minum nya, mba langsung turun ya"


Aera meraih segelas air yang mba Ana bawakan dan mengangguki untuk mba Ana bergegas turun.


Aera menghelai nafas dan menenggak habis segelas air putih.


Aera bergegas bersiap untuk pergi dengan Titan.


Apa yang sebenarnya mengganggu sampai membuat Aera merasa tidak nyaman. Sekedar memikirkan perasaan nya atau ada yang salah dengan perasaan nya sendiri.


Aera meletakan gelas dimeja dekat tempat tidur nya. Aera melihat akuarium ikan nya berada.


"Ya ampun Rasia kamu belom dikasih makan ya? Maaf ya seharian aku sibuk dirumah sakit jagain Sia"


Jelas Aera begitu manis pada ikan nya, menaburi cukup banyak makanan ikan setelah hampir seharian lupa untuk diberi makan.


Aera duduk di lantai untuk membuat wajahnya sejajar dengan akuarium agar dapat lebih dekat dengan wajahnya. Memandangi ikan yang tampak riang menikmati makanan yang telah di taburkan.


"Apa boleh seseorang mencintai dua pria sekaligus?"


Tanya Aera pada ikan nya. Ada kebimbangan yang tiba tiba datang dan berada dalam dadanya.

__ADS_1


Hari itu saat salah satu seseorang yang membuat Aera menunggu mengingat kan Aera dengan keberadaan nya dimuka bumi akan Aera yang menantikan keberadaan seseorang. Dan hari itu juga dia membuat Aera menunggu sampai akhirnya dibuat  patah dan luka tidak jauh berbeda dengan seseorang yang belum datang sampai detik ini. Setelah nya satu orang lain nya tiba-tiba datang, ada berada dan kembali memberi kekuatan.


Keberadaan nya tiba tiba menciptakan hal yang berbeda untuk hatinya, hati yang mulai tergerak dan bahkan mulai memperlihatkan celah yang sebelumnya tertutup rapat.


__ADS_2