
Di atas ranjang UKS dengan lagu yang didengar berulang ulang, Aera terlelap tidur. Aera tertarik di alam bawah sadarnya, dengan sebuah mimpi yang tidak lagi asing selama beberapa tahun terakhir ini. Dalam mimpi nya Aera terus saja tersadar di dalam ruang kosong yang begitu gelap, dengan cahaya yang menghampiri mengantarkan seorang laki laki yang tidak dapat Aera tatap wajahnya karna cahaya yang begitu terang, laki laki itu terus saja berkata, "Lupakan dan bahagia lah, semua akan baik baik saja"
Tidak lama kemudian cahaya itu kembali membawa seseorang itu hilang bersamaan.
Titan mengetuk pintu yang tidak tertutup rapat, tanpa respon dari Aera yang tengah terbaring Titan akhirnya masuk untuk memastikan. Aera tengah tertidur dengan handset yang sudah tergeletak di lantai. Titan mendekatkan diri sekedar untuk memungut handset Aera yang terjatuh, dan meletakkan nya kembali di sisi Aera. Tanpa sadar Titan diam seolah kaku,memperhatikan wajah Aera untuk pertama kalinya dengan begitu dekat dan jelas. Titan menikmati karna dalam batin nya berteriak dengan jelas kata "cantik" untuk apa yang saat ini sedang di perhatikan nya, namun Titan memaksa untuk sadar.
"Hhhh.."
Singkat helain yang di barengi dengan gelengan kepala, rasanya seperti bukan dirinya, pikir Titan.
Aera terbangun dengan tatapan kosong, dengan memegangi dada yang dirasa sesak. "Ughhhh.. ughhhh.. ughhh"
Aera yang mengatur pernafasan untuk mereda sesak didada.
Titan berdiri membelakangi Aera dengan perasaan yang menggebu, berniat akan kembali keluar, baru akan melangkan kaki helaian nafas Aera menghentikan nya.
Aera berpaling dengan dadanya yang masih sedikit dirasa sesak dan dengan wajah pucat nya. Aera menyadari seseorang tengah berdiri membelakangi, seseorang dengan baju putih bukan seragam dengan sepatu yang juga berwarna putih, seperti nya Aera mengenali nya.
"Titan?"
Panggil Aera dengan suara pelan,dengan bangun dari posisi tidurnya, memastikan.
Titan masih diam dengan memejamkan matanya sesaat, terlintas dalam pikirannya, bahwa Aera menyadari tingakah Titan barusan.
Dengan mengendalikan diri Titan akhirnya berbalik menatap datar Aera.
"Lo ngapain disini"
Tanya Aera menatap Titan.
Titan menyodorkan sebuah amplop putih kepada Aera, dengan canggung.
__ADS_1
"Titipan dari wali kelas"
Aera meraih amplop dari tangan Titan.
"Makasih"
"Lo, baik baik aja?"
Tanya Titan memastikan dengan helain nafas yang didengar nya dan dengan wajah pucat yang saat ini di perhatikan nya.
"Mmm.. ngga papa"
Singkat Aera dengan tersenyum tipis.
Titan berbalik akan meninggalkan Aera,namun panggilan Aera menahan nya.
"Titan?"
Titan kembali berbalik diam menatap Aera, menunggu dengan apa yang akan Aera sampaikan.
"Sorry ya, buat yang tadi"
Jelas Aera, dengan memperhatikan baju putih polos dan sepatu yang Titan pakai.
"Kaki lo gimana?"
Titan yang malah balik bertanya dengan memperhatikan luka di lutut Aera.
"Ngga papa ko,cuman luka dikit"
Titan hanya mengangguki singkat jawaban Aera, yang kemudian kembali berbalik meninggalkan Aera.
__ADS_1
Aera menarik kedua sudut bibirnya, tanpa tersenyum.
Tertuju dengan amplop putih yang sedang di pegang nya, Aera membuka dan memastikan isi amplop tersebut.
Aera menghelai nafas panjang setelah membaca surat tersebut, sekedar panggilan untuk rapat antara orang tua dan walikelas untuk membahas perkembangan belajar siswa dan ujian semester pertama, tetapi rasanya menyesakan bukan karna dadanya yang sakit tetapi entah lah nafas dirasa lebih berat setelah membaca surat tersebut.
Saat melipat surat,seseorang mengetuk pintu dan dan langsung membuka nya.
Siswa yang juga satu kelas dengan Aera yang bernama Ezy menghampiri dengan menenteng sebuah kantong plastik dan menyodorkan nya kepada Aera.
"Ra ini ada titipan buat lo"
"Dari siapa"
Aera meraih dengan memastikan nya.
"Ada, udah terima aja, isi nya ngga aneh aneh ko, udah ya"
Aera membuka isi kantong, terdapat dua bungkus roti rasa coklat dengan sekotak susu, terdapat selembaran kertas kecil tertulis pesan singkat didalamnya. "Semoga baik baik aja" pesan yang tertulis. Aera terdiam dengan tatapan yang kembali kosong pesan yang baru saja di baca mengingat kan Aera pada pesan pesan dalam mimpinya.
Bahkan di hari yang belum begitu siang mimpi yang sama masih saja datang. Sudah hampir 1 tahun berlalu dengan mimpi yang sama dengan seseorang yang sama pula di dalam mimpi Aera. Mimpi yang akan membangun kan Aera dengan rasa sakit di dada atau bahkan air mata yang menetes deras tidak di sadari. Ada kalanya Aera ingin mengabaikan bahkan melupakan nya, akan tetapi semakin di terlupakan semakin mimpi mimpi itu datang dengan lebih nyata.
Bahkan Aera tidak memiliki banyak saat saat bahagia jika bukan karna sahabat sahabat nya, tetapi tetap saja Tuhan terus menguji nya.
Tuhan terlalu menyayangi atau Tuhan membalas akan sebuah kesalahan yang tidak Aera pahami, terlintas pertanyaan konyol dalam pikirannya.
Saat dirasa lelah adakalanya seseorang perlu berhenti jika tidak ingin menyakiti dirinya sendiri.
Aera lelah, sudah berulang kali berhenti di satu titik pasrah dan mengalah, membiarkan semua yang sudah terjadi dan yang akan terjadi, biar menjadi urusan Tuhan. Tetapi kenyataannya diam pun tidak mengistirahatkan batin yang sudah terlanjur terluka.
Disadari lagi, seseorang memang tidak bisa berhenti di tengah jalan setelah jauh sudah melangkah, pilihan nya tetap diam tersesat di tempat atau melangkah maju.
__ADS_1