
Penantian, hal yang begitu membosankan juga melelahkan. Tetapi sering kali masih membuat banyak orang terpaku akan suatu hal. Sampai membiarkan batin nya tersiksa sendirian. Akan tampak bodoh sekedar mereka yang melihat dan menyaksikan nya. Tetapi berbeda untuk mereka yang melakukan nya, itu tampak sulit, melelahkan, tapi menjadi berarti untuk nya dan untuk apa yang tengah dinantikan nya.
Sudah satu setengah jam berlalu Azka belum juga datang. Duduk kedinginan di depan rumah mengira ngira jika Azka akan datang di antara hujan yang berjatuhan.
"Hhhhh.."
Sia menghelai nafas. Tersadar dengan apa yang saat ini dilakukannya. Pertama kalinya dan hal baru dalam hidupnya, menunggu kehadiran seseorang. Dan merasa sangat bodoh setelah apa yang dilakukan nya hanya melukai dan membuat nya kecewa.
Seharusnya bersikap selayaknya Sia, tetapi ini menyulitkan diri sendiri sekedar dengan naluri yang tiba tiba dimiliki dengan kehadiran perasaan aneh nya kepada Azka. Hanya dalam beberapa hari atau lebih tepatnya 10 hari kurang lebihnya Sia dibuat jatuh hati kepada Azka.
Sia beranjak bangun untuk kembali kekamar nya dengan tas dan Handphone yang sengaja di tinggalkan nya. Alasan nya jika nanti Azka datang Sia tidak akan ketahuan sudah begitu siap dan tengah menunggu nya.
Sia membuka handphone dan didapati 3 panggilan tidak terjawab dan 2 pesan masuk dari Azka. Sia duduk dan membaca pesan dari Azka.
✉ Azka
"Sia sorry ya kita cari bibit tanaman nya ngga bisa hari ini, lagi juga ujan? Ngga papa kan"
"Sekali lagi sorry ya, semoga lo ngga lagi nungguin gua. Akan sangat bersalah kalo lo sampe nungguin gua"
Dek..
Sia merasakan sesak seketika setelah membaca pesan masuk dari Azka. Melemas kehilangan banyak tenaga.
Sia tersenyum ter ngap ngap dengan sesak yang dirasakan nya.
"Bodoh banget sumpah"
Gumam Sia tersenyum dalam batin yang menggerutu kesal dan ingin berteriak sangat kencang.
Bagaimana bisa menjadi sangat mudahnya oleh Azka setelah banyak hal yang Sia lakukan dan persiapkan sekedar untuk menemani nya. Apa sebutan yang tepat untuk ini, di campakan, terabaikan atau tak terpandang penting keberadaan nya.
"Hah..."
__ADS_1
Sia meraih gelas berikan air putih yang berada di meja deket nya duduk. Menenggak habis seketika, sekedar meredam kesal dan kecewa nya.
Hujan mereda Azka dan Aera kembali berboncengan, kali ini benar benar akan di antar pulang tanpa mampir mampir ketempat lain lagi.
"Eh iya Za soal waktu itu sorry ya"
Dengan Aera yang sudah turun dari motor Azka.
"Waktu itu?"
Azka yang ikut turun berdiri berhadapan dengan Aera.
"Terakhir kali gua ke kafe dan gua malah berantem sama nyokap gua, acara kita jadi gagal"
Jelas Aera beberapa hari yang lalu Aera ingat dengan pertemuan nya dengan Azka dan Azka yang akan memberikan sesuatu kepada Aera, tapi semua gagal dengan pertikaian yang tiba tiba terjadi antara Aera dan Mama.
"Oh soal itu, ngga usah terlalu dipikirin Ra gua masih punya banyak waktu ko, lusa kalo lo bisa kita keluar"
"Mmm, bisa ko"
"Jam 4 gua jemput ya"
"Mmmm"
Kalo gitu gua balik ya"
Azka tersenyum begitu manis nya, ikut senang dengan Aera yang mengangguki nya dengan senang.
"Hati hati ya"
Memperhatikan Azka yang melaju kencang diantara jalanan yang becek.
Aera segera masuk setelan dilihat nya Azka yang sudah tidak terlihat lagi.
__ADS_1
Aera masuk meletakkan tasnya di meja makan untuk nya kedapur mengambil segelas air dingin. Baru akan membuka kulkas dilihatnya selembaran kertas kecil tertempel di pintu kulkas. Aera melepaskan dan membaca nya.
"Mba ada perlu diluar dan pulang aga malam Ra, tapi sebelum ibu pulang mba udah ada dirumah ko. Makanan udah mba siapin nanti kalo mau makan tinggal di panasain aja ya"
Selembaran kertas yang mba Ana tinggalkan. Aera terdiam menebak kemana mba Ana pergi, sampai akan pulang malam, tidak seperti biasanya.
Aera kembali menempelkan kertas di pintu kulkas, membuka nya menuangkan sampai setengah gelas. Diminum habis, Aera kembali menuangkan segelas penuh untuk dibawanya ke atas.
Aera meletakan gelas di meja dan menyempatkan diri untuk memberi ikan peliharaan nya makan.
"Rasia lo tau lusa akan menjadi malam yang istimewa buat gua dan Azka"
Aera kembali ceria dengan rasa senang mengingat dengan rencana nya lusa bersama Azka. Apa pantas pertemuan lusa disebut sebagai kencan? Membayangkan nya saja sudah membuat Aera berdebar-debar dan teramat senang, lantas bagaimana jika apa yang berada dipikiran nya menjadi kenyataan, Azka menyatakan perasaan nya. Aera beranjak untuk kemeja rias untuk duduk di depan cermin memperhatikan bungkusan yang berisikan hadiah untuk Azka, meski sekedar buku itu adalah hal sepesial yang akan diberikan nya dengan penuh rasa didalam nya.
Saat kembali meletakkan bungkusan setelah diperhatikan nya cukup lama, keberadaan novel yang Titan berikan tiba tiba berada di tatapan nya. Aera meraih dan kembali membaca judul bukunya, Untuk Ada. Aera memperhatikan nya untuk beberapa saat dan ingat dengan perkataan Titan hari itu "Ngga perlu dibaca, disimpen aja, kalo bosen baru deh" . Aera terkekeh dengan kata Titan. Jika tidak perlu dibaca lantas buat apa dikasih nya.
Untuk Titan dengan kata kata itu, dangan apa yang dikatakan nya adalah keberadaan Titan hanya sekedar ingin memberi untuk Aera dengan apa yang menjadi hal yang disukainya. Tidak perlu dibaca, karna Titan tidak ingin memaksakan nya, baca lah jika sudah merasa bosan. Untuk Aera itu hanya sekedar kata kata yang didengarkan nya, tetapi itu adalah perumpamaan. Tidak perlu dibaca yang artinya tidak perlu menoleh dengan keberadaan Titan. Baca lah jika sudah merasa bosan yang artinya lihat lah dan perhatikan keberadaan Titan saat sudah mulai bosan dan sendiri. Untuk banyak halnya Titan sama sekali tidak ingin memaksakan nya. Hanya ingin Aera tetap ada di tempat nya dan membiarkan Titan untuk melangkah menghampiri nya dengan sesuka hati. Titan hanya ingin Aera tau perasaan yang sebenarnya bukan memaksakan Aera untuk membalasnya.
Aera membuka novel yang tengah di pegang nya. Membaca tulisan yang tidak terlalu panjang di lembaran pertama.
"Untuk Ada.
Pijakan seseorang dibumi.
Sekedar singgah atau tinggal tetap akan membekas dalam ingatan. Sekedar sebentar atau untuk waktu yang panjang.
Kehadiran aku saat ini untuk ada. Berada di tempat dimana kamu berada. Aku akan menemani setiap langkah meski adanya aku tidak pernah kau tau. Kisah panjang ini akan menjadi menyenangkan untuk aku, karna dapat memperhatikan banyak hal tentang kamu"
"Set...
Sesuatu tiba tiba mengenai perasaan Aera dengan sangat dalam nya.
"Titan"
__ADS_1
Seru Aera terentuh luluh dalam kata-kata yang baru dibacanya.