Seperti Rapuh Yang Mencoba Tetap Utuh

Seperti Rapuh Yang Mencoba Tetap Utuh
59


__ADS_3

Dengan kebersamaan menjadikan malam ini tampak berwarna. Begitu akrab, hangat dan menyenangkan. Terus lah berada di tempat ini, bersama dengan keceriaan.


Di antarkan mba Ana untuk kekamar. Aera menggandeng dengan penuh kasih sayang.


"Mba udah ngantuk?"


Tanya Aera setelah berada di kamar nya. Malam ini ingin di habiskan dengan lebih banyak bersama seseorang yang disayangi nya. Jika dibiarkan berada dalam sepi sendiri akan membuat pikiran terbang dengan pintu yang terbuka membiarkan banyak hal memasukinya.


Mba Ana tersenyum menggelengkan kepalanya.


"Kenapa"


"Mau temenin Aera dulu"


Mba Ana mengangguki nya. Aera menarik tangan mba Ana untuk masuk kedalam kamarnya.


Keduanya duduk saling berhadapan di tempat tidur Aera dengan lampu tumblr yang dinyalakan.


"Ah iya Aera kasih makan ikan Aera sebentar ya mba"


Aera bangun dari duduknya beranjak mendekatkan diri ketempat akuarium nya berada.


"Ikan nya bagus. Tapi ko tiba-tiba mau melihara Ikan?"


Tengah memperhatikan Aera yang menjatuhkan makanan ikan dengan sangat hati hati, benar benar hanya sedikit agar air pada akuarium tidak dengan cepat mengkeruh kotor.


"Mm bagus Aera juga sampe jatuh hati liatnya, ini Sia yang pilih. Katanya ikan siapa nanti yang akan bertahan lebih lama itu lah yang punya ketulusan jauh lebih besar"


Jelas Aera tersenyum memperhatikan ikan dalam akuarium yang menari nari senang.


"Menurut kamu siapa yang akan bertahan lebih lama"


Mba Ana dengan memperhatikan Aera yang tampak menikmati ikan peliharaan nya. Di tatap Aera dengan tampak gembira.


"Sia"


Singkat Aera dengan menoleh mantap mba Ana.


Mba Ana melebarkan tatapan nya dengan jawaban Aera.

__ADS_1


"Kenapa bukan punya kamu?"


Aera tersenyum menggelengkan kepalanya. Meletakkan makan ikan dan kembali duduk di hadapan mba Ana.


"Sia jauh lebih tulus dari pada Aera. Keberadaan nya jauh lebih berarti dari pada keberadaan Aera buat Sia"


Aera menyadari akan perbedaan keberadaan nya dengan keberadaan Sia.


Sia perempuan tangguh yang kuat akan sendiri, sedangkan Aera sebaliknya. Keberadaan Sia kesiap sedianya Sia menjadikan nya tampak tulus dengan semua hal yang dilakukan dan dikorbankan nya. Terlebih dengannya yang menjadi tempat untuk Aera sesekali berada untuk tinggal. Memberikan kehangatan dan perlindungan. Bahkan dengan banyak hal yang sudah dilakukan dan diberikan Sia kepada nya, belum juga menjadikan Aera dapat memberi yang setara atau lebih dari nya.


Mba Ana memahami. Melebarkan senyumannya dengan lebar.


"Dengan ketulusan siapapun yang nantinya jauh lebih unggul. Persahabatan itu ada dengan dua sisi, jadi jangan pernah kehilangan salah satu sisi nya"


"Mmm Aera ngga akan ngebiarin buat kehilangan orang-orang yang tulus dengan Aera"


Berbuat baik adalah keharusan tetapi berbeda akan ketulusan, sesuatu yang dikerjakan atau diberikan atas kemauan, keinginan tanpa mengharap imbalan.


"Harus. Jangan biarkan mereka hilang. Sekalipun nantinya akan benar hilang jangan pernah sampai lupa, kenang dan ingat"


Mba Ana adalah salah satu orang yang tulus dan begitu tulus kepada Aera. Jika keberadaan nya nanti sirna, mba Ana hanya ingin dikenang dan di ingat. Karna terlupakan sesuatu yang benar-benar tidak ingin terjadi kepada Mba Ana.


Aera tersenyum mengangguki nya.


Menghargai kenangan indah adalah hal yang Aera sukai. Tidak hanyak kenangan indah yang dimilikinya. Beberapa yang dimiliki menjadikan Aera sering kali menoleh sekedar untuk ingat dan kembali merasakan nya.


"Mba tau gimana memperlakukan seseorang yang suka sama kita, tapi kita nya ngga suka?"


Titan kembali memasuki isi kepala Aera. Membuat nya ingat akan seperti apa memperlakukan setelah semua ini.


Mba Ana tersenyum memperlihatkan deretan giginya. Perempuan cantik dihadapan nya memang banyak digemari kaum pria. Sering kali bahkan paket datang kerumah berisikan hadiah dari banyak nya orang yang menyukai Aera.


Dirinya sendiri pun teramat menyukai dan mencintai Aera. Bagaimana tidak Aera terlalu menarik untuk banyak hal.


"Tumben nanya ginian?"


Aera tampak tidak terganggu dengan banyak nya yang menyukai dan mengejar ngejar nya. Aneh saja sampai kali ini harus menanyakan bagaimana.


"Ah kalo yang ini beda dari yang biasanya suka sama Aera. Dia keras kepala, ambisius dan seringkali jadi pria dingin yang kaku. Susah ditebak deh intinya"

__ADS_1


Jelas Aera menjabarkan banyak hal mengenai Titan. Epresi ceria di wajah Aera pun memudar.


"Wah hebat ya sampe disukain sama cowok kaya gitu"


Mba Ana yang malah meledek Aera yang tampak cemberut.


"His Aera serius mba"


"Iya iya. Mmm gimana ya. Kaya seperti pada biasanya. Kalo emang Aera ngga suka jangan berlebihan itu hanya akan bikin dia makin suka sama Aera. Aera bisa jauhin kalo Aera ngrasa ngga nyaman buat deket deket. Semua balik ke gimana Aera nya sendiri"


"Aera ngrasa kasihan dan nyaman setiap sama dia mba. Sesekali dia tampak jadi orang yang sangat menyedihkan sesekali juga dia jadi seseorang yang diam sulit dimengerti dan sesekali juga dia tampak dewasa,menyenangkan. Cuman Aera ngga mau sampe pada akhirnya akan nyakitin dia. Aera juga yang udah jujur kalo Aera nggas suka sama dia"


Terhanyut ingat dengan seperti apa saat nya bersama Titan. Dan seperti apa Titan berada di tatapan nya.


"Kalo kamu nyaman, kenapa kamu ngga biarin buat dia memasuki hati kamu dengan sendirinya"


Kunci akan perasaan itu adalah keberadaan yang membuat nya nyaman dan dengan cara menatap nya yang beda.


"Karna ada orang lain di hati Aera"


Aera dengan tersenyum membayangkan Azka yang berada di hati nya.


"Kamu tau? Perasaan seseorang itu seperti bunga, indah dan pada akhirnya tidak akan bertahan lama. Dia akan tetap tumbuh dengan proses nya sendiri jika kita tau bagaimana menjaga nya"


Aera terpaku diam dengan perumpamaan yang mba Ana jelaskan.


Memahami arti dan maksud didalamnya.


Lantas apa perasaan nya dengan Azka akan melayu bahkan mati seiring waktu.


"Jadi Aera harus gimana mba?"


"Biarin aja siapa pun untuk mencoba masuk di hati kamu. Dengan seperti itu kamu akan tau dengan siapa hati kamu menginginkan nya. Ikuti alurnya"


Terkesan menginginkan nya tetapi hanya sesat seperti itu perasaan bagi mba Ana.


Aera terdiam dengan kata-kata yang mempengaruhi Aera. Benar bener mengena dalam hati semua nasihat dan semua yang mba Ana katakan.


Itu artinya Aera tetap akan seperti biasa dengan Titan, dan membiarkan Titan dengan perasan nya. Dan Aera akan menindak lanjuti perasaan nya dengan Azka. Hanya sebatas mengagumi atau benar mencintai. Tidak akan dibiarkan dirinya tersesat juga akan perasaan cinta.

__ADS_1


Jangan pula untuk perkara cinta masa remaja dapat juga melukai nya.


__ADS_2