
Aera bangun pagi di hari Minggu. Tidurnya semalam begitu nyenyak dengan hati dan pikiran yang beristirahat dengan baik. Kebersamaan dengan mama dan mba Ana menjadikan banyak hal dikesampingkan. Kebahagiaan membawa Aera terlelap tidur tanpa keluh dan mimpi buruk. Jika terus seperti ini malam nya tidak lagi melelahkan juga menakutkan.
Aera beranjak dari tempat tidurnya untuk mencuci muka dan menggosok gigi.
Setelah keluar Aera menarik hordeng dibuka nya dengan lebar. Menghampiri keberadaan akuarium bersikan ikan peliharaan nya.
"Selamat pagi Rasia"
Sapa Aera kepada ikan yang telah diberikan nama, Rasia.
"Waktunya sarapan"
Aera dengan menaburi sedikit butiran halus makanan ikan. Setelah dilihatnya kosong dengan makanan yang semalam telah diberikan.
Aera duduk di tempat tidur memperhatikan ikan nya yang tengah memakan lahap butiran makanan nya.
Berpaling memperhatikan kaca jendela di hadapan nya. Aera tersenyum dengan tatapan yang tersorot penuh harap.
Dalam dirinya yang tengah baik baik saja, ada yang rindu yang tiba tiba datang dan membelenggu. Akan keberadaan seseorang yang tidak pernah datang atau memang tidak akan pernah ada. Tempat yang seharusnya dia tinggali pun seolah samar dan sirna dengan seiring waktu. Aera tidak membutuhkan nya hanya sekedar rindu yang tidak terkendali. Sesekali, beberapa kali bahkan sering kali satu pertanyaan yang sama terus datang. Apa yang paling menyedihkan, benar benar tidak memliki atau memiliki lantas kehilangan nya? Pertanyaan itu benar-benar mengganggu.
"Hhhhh.."
Aera kembali menghelai nafas sesak dalam dada yang dipenuhi rindu, rindu dan rindu.
Dimana, seperti apa dan apa alasannya tidak berada di sisi Aera selama ini. Semua kembali terkuak ramai dan begitu meriah. Sekedar keheningan, kesejukan pagi dan sorotan matahari membuat Aera kembali tenggelam dalam prasangka dan lelah akan hidup nya yang penuh perkara.
Aroma masakan mba Ana membangunkan nya untuk kembali tersenyum menikmati hari libur ini.
Jika keberadaan nya kelak memang diperuntukkan untuk nya Tuhan akan membawanya kembali. Tetapi sebaliknya jika Tuhan memang tidak mempertemukan nya itu karna Tuhan punya rencana indah dibalik semua.
Aera mengangguki nya kembali dengan ceria seperti sebelumnya.
Menuruni tangga mengikuti aroma masakan yang begitu harus menggugah selera. Aroma masakan yang Aera yakini itu adalah masakan mba Ana. Aera menuruni dengan langkah yang cepat dengan aroma yang seolah menariknya.
Aera dibuat terkejud setibanya di dapur. Menatap penuh dengan seseorang yang tengah di lihatnya.
"Mama"
__ADS_1
Singkat Aera dengan mama yang tengah memasak, terdapat mba Ana juga yang tengah sibuk dengan yang lain.
"Udah bangun tumben"
Mba Ana yang ikut menoleh dengan keberadaan Aera. Masih terlalu pagi untuk Aera bangun dari tidurnya di hari libur.
"Pagi Aera"
Sapa mama tersenyum tengah sibuk mengaduk panci dihadapan nya.
"Pagi mah"
Balas Aera tertuju dengan tersenyum manis begitu manis kepada mama.
"Mm Aera udah bangun dari tadi"
Jawab Aera kepada Mba Ana.
Hal baru. Begitu mengejutkan karna begitu asing dan sangat tidak biasa. Dilihat Aera mama dan mba Ana tampak kompak dengan kesibukan nya di pagi hari ini. Aera terus saja tersenyum, begitu senang memperhatikan nya.
"Mama lagi ngapain? Mama ngga kerja?"
Sejak saat itu rasanya terus saja ingin memberikan sesuatu yang menjadi berharga untuk Aera, atau setidaknya untuk menjadi yang membuat nya senang.
Senyum yang sudah begitu lebar nya terus saja merekah sampai ingin rasanya berjingkrakan sangat senang nya.
Aera tersenyum mengangguki nya, menarik kursi untuk duduk memperhatikan dua wanita yang tengah sibuk di dapur dengan bahan dan alat masak.
Tau mama bisa memasak pun tidak, bagaimana dengan rasanya. Tapi tidak diragukan dengan percaya diri yang di tampilkan oleh mama.
"Aera kekamar sebentar mau ambil sesuatu"
Aera yang sudah bangun dari duduknya.
Bergegas menaiki tangga untuk mengambil handphonenya. Ada hal yang tiba tiba menjadi keinginan nya.
Dalam langkah nya yang kembali turun dengan handphone yang sudah di pegangnya, Aera terhenti. Aera tersenyum tipis dalam tatapan kosong nya. Bagaimana rasa bahagia yang saat ini dirasakan menjadi sangat dekat dengan nya. Setelah semua sulit dan perkara yang memenuhi hari hari dan ruang waktu nya. Bagaimana Aera harus menumpahkan rasa syukur yang begitu besarnya. Hari hari yang dibayangkan dan didambakan akhirnya kunjung datang dan menjadi kenyataan.
__ADS_1
"Terimakasih Tuhan segala hal manis yang kau berikan"
Gumam Aera dalam batin nya, penuh rasa syukur.
"Gimana kalo kita bertiga foto sama sama"
Sudah berada di dapur dengan menunjukan Handphone yang dibawanya kepada dua perempuan yang tengah memperhatikan.
Mama tersenyum mengangguki, setuju.
Tertuju kepada Mba Ana yang tersenyum malu dengan memperhatikannya.
Aera berdiri di tengah dengan mama dan mba Ana yang menghimpit nya.
1,2,3..Cekrek.
Tampak begitu indah, ceria dan kebahagiaan yang diperlihatkan ketiga nya.
Mama yang tersenyum memperlihatkan centong sayur yang tengah dibawa nya. Aera yang tersenyum dengan manis nya.
Dan mba Ana yang tersenyum belum siap. Bena benar sempurna.
Mama seperti bukan mama yang sebelumnya Aera kenal. Tampak hangat ceria dan bahkan menjadi humoris seketika. Apa pribadi yang sebenarnya adalah saat sekarang ini.
Hari ini, kenangan ini dan foto ini akan diabadikan dalam waktu yang akan sangat panjang. Entah dalam ingatan, kenangan atau apapun itu. Tidak akan dibiarkan cacat atau bahkan hilang, tidak akan pernah. Setelah ini jangan lah beranjak ke seperti semula. Tetap lah dengan ini tetap lah seperti ini, karna memang ini yang seharusnya ada dan terjadi. Harus bagaimana menghadapi nya jika ini kembali runtuh dan menempatkan Aera kembali ketempat nya semula. Harap dan takut menjadi satu dalam tawa dan keceriaan.
Sudah dengan banyak nya jenis masakan yang matang dan siap di sajikan.
Sudah di tata ramai dan indah di meja makan. Semula hanya aroma nya yang menggugah selera tapi saat ini tampilan nya menjadikan selera tergugah berkali-kali lipat.
Ketiga nya duduk di meja makan dengan mba Ana yang duduk di samping nya dan Mama yang duduk dihadapan nya.
Aera mulai melahap sendokan pertama untuk menumpahkan makanan dalam mulutnya. Dua perempuan lebih dulu memperhatikan Aera dan ingin mendengarkan bagaimana rasanya.
"Mmm enak loh, enak bangettt"
Jawab Aera setelah makanan mendarat dan memeluk hangat lidahnya. Rasanya sesuatu yang tidak dapat dijelaskan. Benar-benar enak. Kali pertama memakan masakan mama tetapi disambut hangat oleh rasa dan lidahnya.
__ADS_1
Jika kebahagiaan adalah kekekalan yang dimiliki seseorang maka tidak perlu lagi adanya lari untuk perjuangan. Hal hal seperti ini yang terjadi untuk baru baru ini menjadi sangat disyukuri Aera.